JAKARTA – Industri modest fashion Tanah Air kembali bergeliat menyambut momen Idul Fitri 1447 Hijriah. Tahun ini, Nina Nugroho membawa napas baru melalui koleksi bertajuk “Kembali”. Bukan sekadar tren busana musiman, koleksi Raya 2026 ini menjadi sebuah perayaan atas kebersamaan keluarga dan penghormatan mendalam terhadap kriya wastra Nusantara, khususnya Tenun Bulu Garut yang menjadi bintang utama.
“Koleksi Raya 2026 sudah diluncurkan sejak 25 Januari lalu dan untuk tahun ini, kami menghadirkan 7 koleksi untuk perempuan dan 7 koleksi untuk laki-laki, sehingga total ada 14 koleksi. Walau biasanya kami fokus pada busana perempuan, tetapi kali ini konsepnya adalah couple atau sarimbit. Harapannya, pelanggan tidak hanya membeli untuk diri sendiri, tetapi juga untuk pasangan, bahkan untuk seluruh keluarga”, jelas Nina Septiani selaku Founder & Designer Nina Nugroho.
Koleksi ini mendapatkan respons yang luar biasa dari pencinta mode. Fenomena menarik terlihat ketika memasuki pekan pertama Ramadan, di mana seluruh rangkaian koleksi dilaporkan telah sold out. Keberhasilan ini tidak lepas dari keberanian Nina Nugroho dalam melakukan transformasi desain, yakni menghadirkan konsep sarimbit atau busana pasangan yang selama ini sangat dinantikan oleh para pelanggan setianya.

Total terdapat 14 koleksi yang dihadirkan, terdiri dari tujuh rancangan untuk perempuan dan tujuh untuk laki-laki. Langkah ini menandai pergeseran fokus Nina yang biasanya lebih dominan pada busana perempuan profesional. Dengan konsep couple ini, Nina ingin memfasilitasi kebutuhan keluarga Indonesia untuk tampil serasi dan harmonis saat merayakan hari kemenangan.
Mengenai pemilihan tema “Kembali”, disini Nina ingin membawa pesan filosofis yang berlapis. Ia menjelaskan bahwa tajuk ini memiliki tiga pilar utama, Pertama bermakna kembali ke keluarga, yang menjadikan Lebaran sebagai momentum mempererat ikatan dalam balutan busana yang selaras. Kedua, kembali mengingat UMKM melalui kolaborasi nyata dengan perajin lokal. Ketiga, kembali pada makna hakiki Lebaran yang penuh kehangatan, kebersamaan, dan rasa syukur.
Salah satu daya tarik terkuat dari koleksi ini terletak pada penggunaan material Tenun Bulu Garut. “Kain ini memiliki keunikan tekstur yang sangat lembut menyerupai sutra, sebuah karakteristik yang membedakannya dari jenis tenun lain yang cenderung kaku. Namun, di balik keindahannya, terdapat proses panjang yang menuntut kesabaran ekstra. Untuk menghasilkan satu lembar kain saja, pengrajin membutuhkan waktu sekitar 14 hari,” jelas Nina kembali saat menerangkan proses pemilihan bahan ini.

Didasari akan hal tersebut, perencanaan produksi menjadi sangat krusial bagi tim Nina Nugroho agar tidak kehilangan momentum Hari Raya. Mengingat tingginya permintaan pasar yang melampaui ekspektasi, saat ini pihaknya tengah memperpanjang kerja sama dengan para pengrajin di Garut untuk menambah kuota produksi dalam waktu singkat.
Dari segi visual, koleksi Raya 2026 tetap mempertahankan identitas desain Nina Nugroho yang elegan dan timeless. Palet warna yang dipilih cenderung back to basic seperti navy, cokelat, dan maroon, dengan sentuhan gold lembut yang memberikan kesan mewah namun tidak berlebihan. Harmoni visual ini juga terlihat pada lini pria yang dirancang selaras dengan koleksi perempuan, menciptakan tampilan keluarga yang padu.
Selain koleksi untuk Hari Raya, Nina juga memperkenalkan lini “Abaya Profesional” untuk menemani aktivitas sepanjang bulan suci. Dengan pilihan warna-warna lembut seperti mauve, pink soft, dan abu-abu, abaya ini dirancang fleksibel untuk berbagai peran perempuan modern. Mulai dari bekerja di kantor, menghadiri agenda organisasi, hingga acara buka puasa bersama, busana ini tetap memancarkan aura profesional tanpa kehilangan sisi lembutnya.

Filosofi pemilihan material dan desain ini mencerminkan pandangan Nina mengenai sosok perempuan masa kini. Baginya, Tenun Bulu Garut merepresentasikan perpaduan antara kekuatan dan kelembutan. Sebagai seorang profesional atau pemimpin, perempuan dituntut memiliki karakter yang tegas, namun di sisi lain tetap harus menjaga empati dan sisi humanisnya dalam menjalin silaturahmi.
Melalui koleksi ini, Nina Nugroho tidak hanya sekadar menjual pakaian, tetapi juga menyuarakan nilai dan identitas perempuan Indonesia. Kolaborasi strategis dengan perajin lokal ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri fashion dalam negeri, sekaligus memberikan ruang apresiasi yang lebih luas bagi wastra Nusantara agar tetap berdaya saing di pasar global./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















