JAKARTA – Di tengah lanskap bisnis yang kian kompetitif, aset paling berharga sebuah organisasi kini bukan lagi sekadar infrastruktur fisik, melainkan keterikatan emosional para pekerjanya. Fenomena ini memicu pergeseran besar dalam cara perusahaan mengalokasikan anggaran mereka, di mana program berbasis pengalaman kini menempati prioritas utama.
Menangkap denyut perubahan tersebut, Panorama Media bersiap menyelenggarakan Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) pada 27–30 Agustus 2026 mendatang. Bertempat di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, pameran ini hadir sebagai jawaban atas kerinduan pasar akan solusi perjalanan insentif dan pengembangan tim yang lebih berbobot.
Transformasi identitas dari Indonesia Outing Expo (IOE) menjadi Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) menandakan sebuah lompatan besar dalam memperluas cakrawala industri. Perubahan ini menjadi pengakuan nyata bahwa kebutuhan akan program outing, keterlibatan karyawan, hingga perjalanan insentif kini telah melebur menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan dari strategi pertumbuhan korporasi.
Melalui wadah yang lebih komprehensif ini, setiap elemen dirancang untuk membantu perusahaan membangun budaya kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga sehat secara mental dan sosial.

Direktur Panorama Media, Andita Tirtawisata, menegaskan pentingnya perubahan paradigma ini dalam mendukung ekosistem bisnis saat ini. Beliau memaparkan bahwa, “Transformasi dari IOE menjadi IOITE bukan sekadar perubahan nama, tapi cerminan bagaimana kami merespons perkembangan nyata di lapangan. IOITE 2026 dirancang sebagai simpul strategis antara pelaku industri dan permintaan pasar yang makin selektif. Lebih dari itu, kami ingin IOITE menjadi ruang untuk memperkuat posisi brand, membangun relevansi, dan membuka akses terhadap peluang kolaborasi lintas sektor.”
Optimisme ini bukan tanpa alasan jika merujuk pada tren global pascapandemi. Sejumlah laporan dari institusi ternama seperti Deloitte dan Harvard Business Review telah lama menyoroti bagaimana retensi karyawan kini sangat bergantung pada investasi non-finansial yang bersifat pengalaman. Hal ini diperkuat oleh temuan dari Google dan Expedia yang mencatat adanya lonjakan signifikan pada minat perjalanan kelompok yang terkurasi (curated experiences).
Korporasi kini beralih menjadi pencari mitra strategis yang mampu menerjemahkan visi perusahaan ke dalam sebuah pengalaman perjalanan yang berdampak nyata bagi tim mereka. Keunikan IOITE 2026 terletak pada kemampuannya menyatukan berbagai kepentingan dalam satu ruang dinamis. Selama empat hari penyelenggaraan, pameran ini akan membagi fokusnya secara efektif guna mencapai sasaran yang tepat. Priscilla Daulima selaku Project Manager IOITE 2026 menjelaskan skema tersebut dengan rinci.
“IOITE 2026 bukan sekadar pameran, tapi ruang dinamis yang mempertemukan ide, energi, dan peluang nyata dalam industri engagement. Tahun ini kami hadir selama empat hari, dengan dua hari pertama difokuskan untuk audiens korporat (B2B), dan dua hari berikutnya untuk komunitas dan publik (B2C). Dari strategic networking, business matching, hingga showcase dan sesi interaktif, IOITE memberikan panggung bagi exhibitor untuk memahami pasar, membangun relasi yang tepat, dan bertumbuh bersama audiens mereka,” ungkapnya.

Kehadiran IOITE 2026 juga menjadi magnet bagi para pemain besar di industri. Dukungan penuh mengalir dari asosiasi seperti AELI (Asosiasi Experiential Learning Indonesia) dan IVENDO (Indonesia Event Industry Council), serta kemitraan strategis dengan NICE PIK 2. Sejumlah nama besar mulai dari JNTO, Eiger, Cimory, Decathlon, hingga operator transportasi seperti Blue Bird dan destinasi ikonik layaknya Taman Safari Indonesia serta Le Meridien Jakarta, dipastikan akan ikut meramaikan bursa pertemuan bisnis ini.
Sinergi antar-sektor ini pun disambut baik oleh para praktisi pendidikan dan pelatihan luar ruang. Gigih Gesang, Ketua Umum AELI, memandang IOITE sebagai sebuah momentum krusial bagi industri kreatif di tanah air. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan, “Permintaan terhadap program berbasis pengalaman terus meningkat, baik dari kalangan korporasi maupun institusi pendidikan. IOITE menjadi momentum penting yang kami dukung penuh karena mampu mempertemukan berbagai pendekatan experiential learning dalam wadah profesional yang terstruktur. Ini bukan hanya pameran, tapi ruang kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan industri yang lebih berdampak dan berkelanjutan.”
Dengan segala kesiapan tersebut, Indonesia Outing & Incentive Travel Expo 2026 diprediksi akan menjadi barometer baru dalam industri perjalanan insentif di kawasan. Bagi para pelaku industri yang ingin mengamankan posisi dalam pasar yang terus berkembang ini, pendaftaran eksibitor telah dibuka.
Informasi lebih mendalam mengenai detail teknis dan kepesertaan dapat diakses melalui situs resmi www.indooutingexpo.co.id atau melalui layanan surat elektronik di alamat indooutingexpo@panoramamedia.co.id./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















