JAKARTA – Batik Chic merayakan ulang tahun ke-16 dengan megah melalui perayaan bertajuk “Timeless Threads of Tomorrow” di The Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan, Sabtu (29/11/2025). Acara ini bukan sekadar pesta perayaan, melainkan sebuah penegasan komitmen Batik Chic untuk terus merawat dan memodernisasi wastra Indonesia agar tetap dicintai oleh generasi mendatang.
Dalam nuansa perayaan yang hangat dan penuh makna, Batik Chic menegaskan filosofi bahwa setiap helai benang adalah metafora warisan budaya yang tak lekang oleh waktu dan terus ditenun menuju masa depan. Hal ini sekaligus menjadi ajang berkumpulnya komunitas, partner kreatif, dan para pendukung setia yang telah menjadi bagian dari jalinan cerita merek ini selama enam belas tahun terakhir.
Founder Batik Chic, Novita Yunus, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah ditempuh sejak berdiri pada tahun 2009. “16 tahun ini bukan perjalanan singkat. Saya belajar banyak dari kekayaan budaya Indonesia, bahwa ragam, warna, dan makna batik sungguh luar biasa,” ujar Novita.

Ia mengenang, ketertarikan pada batik tumbuh sejak masa kecilnya di Yogyakarta, saat ia kerap melihat ibunya berinteraksi dengan lingkungan perajin. “Cinta saya pada batik lahir dari rumah. Dari proses menggambar, melihat perajin bekerja, sampai akhirnya saya ingin membuat batik yang bisa dipakai siapa saja tanpa kehilangan nilai tradisinya,” jelasnya.
Sejak awal, Novita memang memiliki visi untuk membawa batik keluar dari citra busana formal. “Dari awal, saya ingin batik tidak hanya dipakai untuk acara formal, tapi menjadi bagian dari gaya hidup yang modern dan relevan,” tegasnya di The Dharmawangsa Jakarta.
Kini, Batik Chic telah memiliki dua galeri di Jakarta dan Surabaya, serta menggandeng 18 artisan captain, termasuk jaringan di Singapura. Novita menekankan bahwa pertumbuhan mereknya selalu dilakukan secara organik dengan mengutamakan kualitas. “Saya tidak ingin tumbuh berlebihan. Kalau mampu, baru buka lagi. Yang penting kualitas, bukan banyaknya outlet,” pungkasnya.
Terkait tantangan ekonomi, Novita optimistis. Ia menyebutkan bahwa nilai wastra justru semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap proses dan kualitas pengerjaan. “Dulu harga karya kami mungkin Rp200 ribu. Kini bisa Rp1,5 juta karena orang makin menghargai prosesnya. Yang menjaga kualitas itulah yang akan bertahan,” kata Novita.

Highlight utama perayaan ini adalah fashion show spesial yang menghadirkan perpaduan koleksi terbaru dari Batik Chic dan sister brand lainnya: NY by Novita Yunus, Tiraz, BC Home, dan Simpul Sutra.
Lebih dari 60 model, termasuk Abang None Jakarta Selatan dan para Muse Batik Chic, memperagakan perjalanan estetika merek ini dari warisan budaya (heritage) hingga inovasi kontemporer.
Batik Chic: ‘Threads of Heritage’ & ‘Taman Ria’ Koleksi utama Batik Chic memamerkan interpretasi modern atas motif warisan Nusantara, seperti Ayam Puger dari batik pesisir Jawa yang melambangkan kesuburan, Guci Peranakan sebagai simbol kemakmuran, dan Batik Basurek dari Bengkulu yang membawa doa dan harapan baik. Motif-motif tersebut disatukan dalam palet deep indigo, royal blue, dan rust red yang elegan.
Sementara itu, koleksi ‘Taman Ria’ menghadirkan sisi playful dari batik pesisir dengan palet warna enerjik seperti merah bata dan kuning. Koleksi ini mengajak generasi muda untuk merayakan wastra Indonesia secara modern dan penuh warna dalam keseharian, yang diperagakan oleh Abang None Jakarta Selatan.
NY by Novita Yunus: ‘Midnight Obsidian’ Sister brand ini menghadirkan keanggunan yang understated melalui koleksi ‘Midnight Obsidian’. Koleksi ini mempertemukan ritme klasik Lurik dengan kedalaman warna gelap yang membumi, menggunakan palet moss green dan charcoal grey. Desain kebaya modern, blouse, dan outer dirancang untuk merayakan bentuk dengan elegansi yang abadi.

Tiraz: ‘Midnight Blue’ & Simpul Sutra: ‘Flower Harmony’ Tiraz menampilkan modest wear dengan keteduhan melalui motif Gringsing dari Tenun Bali Tenganan. Motif yang dikenal sebagai simbol perlindungan ini diaplikasikan dengan palet biru lembut yang modern.
Sedangkan Simpul Sutra menghadirkan rangkaian busana ‘Flower Harmony’ yang memadukan kelembutan sutra dengan keindahan floral dalam nuansa earthy monokrom seperti hitam, ivory, dan beige, menciptakan kesan femininitas matang yang puitis.
Perayaan ini juga didukung penuh oleh berbagai sponsor dan partner yang turut memperkuat posisi Batik Chic sebagai jenama budaya yang modern dan kolaboratif. Dukungan datang dari Navapark sebagai main sponsor, Bank Mega yang berkomitmen mendukung industri kreatif, serta Wardah sebagai official makeup & skincare partner.
Kolaborasi ini melengkapi dukungan dari partner kreatif seperti Manjusha Nusantara (aksesori etnik kontemporer), Donahue, Amandari Gallery, dan Maharis Clinic. Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan bahwa langkah pelestarian dan modernisasi wastra Indonesia adalah upaya kolektif.
Melalui semangat “Timeless Threads of Tomorrow”, Batik Chic tidak hanya merayakan pencapaian masa lalu, tetapi juga menegaskan kesiapannya untuk terus berkarya, menghadirkan kreasi yang memuliakan identitas Indonesia di panggung nasional maupun global./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















