BINTAN – Lanskap pariwisata di Pulau Bintan bersiap menyambut babak baru yang ambisius. Menjelang peresmiannya pada kuartal kedua tahun 2026, Mövenpick Resort & Spa Bintan Lagoon terus mematangkan langkah di bawah komando Richard Margo. Sebagai General Manager, hotelier kawakan ini memegang kendali penuh dalam mengawal strategi prapembukaan serta pembangunan kembali salah satu properti paling ikonik di Kepulauan Riau tersebut.
Keterlibatan Richard bukanlah hal baru dalam proyek ini. Sejak tahap awal, ia telah terjun langsung mengawasi setiap fase krusial, mulai dari konseptualisasi desain, proses renovasi yang mendalam, hingga perencanaan operasional dan penentuan posisi merek di pasar global. Di bawah arahannya, resor tepi pantai ini akan bertransformasi menjadi destinasi megah dengan lebih dari 400 kamar dan suite, enam restoran dan bar, layanan spa komprehensif, serta fasilitas rekreasi dan acara yang luas. Semua ini dirancang untuk merefleksikan filosofi Mövenpick dalam menghadirkan hal-hal biasa dengan cara yang luar biasa.
Berbekal pengalaman lebih dari tiga dekade di industri keramahtamahan internasional, jejak karier Richard terbentang luas melintasi Eropa, Timur Tengah, hingga Asia. Ia dikenal melalui kepemimpinan yang mengutamakan aspek sumber daya manusia serta dedikasi tinggi dalam menciptakan pengalaman tamu yang bermakna. Kini, Richard memimpin evolusi bekas Bintan Lagoon Resort yang bersejarah menjadi sebuah destinasi tropis modern yang memadukan warisan Swiss khas Mövenpick dengan kehangatan keramah-tamahan asli Indonesia.
Perjalanan profesional Richard mencakup deretan hotel mewah paling berpengaruh di Eropa, seperti Hotel des Bergues di Jenewa, Steigenberger Frankfurter Hof di Frankfurt, dan The Shelbourne di Dublin. Selama 13 tahun mengabdi di jaringan Le Méridien, ia juga sempat menduduki posisi manajemen senior di Thailand, Malaysia, dan Yordania. Pengalaman panjang tersebut mengasah keahliannya dalam bidang operasional, keterlibatan tamu, serta pengembangan tim yang solid.

Menariknya, kembalinya Richard ke pelukan Mövenpick seolah menjadi sebuah reuni yang manis. Ia pernah menghabiskan tiga tahun di Mövenpick Resort & Spa El Gouna, Mesir, dan merupakan bagian dari tim pembukaan Mövenpick Karon Beach Phuket pada tahun 2006, yang tercatat sebagai resor pertama merek tersebut di Asia Tenggara. Sebelum berlabuh di Bintan, Richard sukses memimpin Amari Phuket di bawah naungan ONYX Hospitality Group selama hampir sepuluh tahun dan berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi di tingkat regional maupun internasional.
Dalam sebuah kesempatan, Richard mengungkapkan optimismenya terhadap masa depan properti ini. “Mövenpick Resort & Spa Bintan Lagoon siap untuk mendefinisikan kembali keramahan pulau Bintan,” kata Richard Margo, General Manager. Ia menegaskan bahwa visinya adalah menciptakan tempat peristirahatan yang dinamis dan ramah, yang merayakan keindahan alam Bintan serta menyatukan orang-orang melalui kuliner yang menggugah selera dan pengalaman yang membangkitkan semangat.
Persiapan matang yang dilakukan tim saat ini bukan sekadar tentang infrastruktur, melainkan juga tentang pembangunan karakter pelayanan. Ia menambahkan, bahwa pihaknya bersiap untuk peluncuran. “Saya fokus untuk membangun tim yang menghidupkan semangat kedermawanan Mövenpick, layanan terbaik, dan hubungan yang bermakna dengan komunitas kami”, ungkapnya.
Kehadiran Mövenpick Resort & Spa Bintan Lagoon pada tahun 2026 diprediksi akan mengubah peta persaingan resor mewah di kawasan tersebut. Dengan menawarkan pelarian tropis yang mewah namun tetap santai, resor ini berupaya menjembatani desain kontemporer dengan budaya lokal. Bagi Bintan, ini adalah awal dari babak baru yang menjanjikan sebuah pengalaman berlibur yang tulus dan berkesan bagi para pelancong dunia./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















