JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuk ibu kota yang nyaris tak pernah berdiam diri, sebuah festival berani mengundang Jakarta untuk berhenti sejenak dan menyimak lewat cita rasa dan alunan musik dari sebuah negeri di jantung Eropa. Hungarian Cultural & Culinary Festival 2026 resmi bergulir di Mangkuluhur ARTOTEL Suites, Jakarta, dari 26 Maret hingga 4 April 2026, menawarkan sesuatu yang jarang tersedia dalam satu panggung: perpaduan gastronomi, seni, dan diplomasi budaya yang sesungguhnya autentik.
Festival ini bukan sekadar jamuan makan malam bertema asing. Ia lahir dari kolaborasi serius antara Mangkuluhur ARTOTEL Suites dan Kedutaan Besar Hungaria di Jakarta. Kedua institusi ini sepakat bahwa pengalaman budaya terbaik adalah yang bisa dirasakan langsung di tubuh, di lidah, di telinga, dan di hati. Hasilnya adalah sebuah peristiwa yang mengubah hotel tersebut menjadi semacam kedutaan rasa, tempat di mana warisan berusia ribuan tahun dari negeri Magyar berdialog dengan keramahan dan estetika seni kontemporer Indonesia.
Festival dibuka pada 26 Maret dengan sebuah workshop kuliner eksklusif di Tiara Ballroom, sebuah sesi langka dimana tamu berkesempatan menyaksikan dari dekat teknik dan filosofi memasak para ahli kuliner dari Hungaria, dalam kolaborasi langsung dengan koki-koki Indonesia. Malam harinya, sekitar 75 mitra media, jajaran manajemen ARTOTEL Group, dan delegasi dari Kedutaan Besar Hungaria berkumpul dalam seremoni pembukaan yang disambung dengan private dinner dan sesi wine tasting eksklusif di Beranda.

Mulai 27 Maret hingga 4 April, festival terbuka untuk umum. Bertempat di Beranda, pengunjung dapat menikmati pengalaman kuliner Hungaria seharga Rp380.000 nett per orang. Mengingat kaliber talenta yang hadir, terasa lebih seperti tiket ke Budapest ketimbang sekadar reservasi makan malam.
“Ini adalah salah satu tonggak kolaborasi terpenting kami di awal tahun 2026. Ini menjadi landasan bagi serangkaian acara berkualitas tinggi tahun ini, membuktikan bahwa Mangkuluhur ARTOTEL Suites lebih dari sekadar tempat menginap, ini adalah tempat suci di mana cita rasa, seni, dan warisan bertemu,” sebut Faisal Tranggono, General Manager, Mangkuluhur Artotel Suites.
Pada 27 dan 31 Maret, festival menyelenggarakan dua pertemuan istimewa yang sifatnya jauh melampaui makan malam biasa. Yang pertama adalah jamuan Chaîne des Rôtisseurs—organisasi gastronomi internasional bergengsi yang sejak abad pertengahan mengabdikan diri pada seni haute cuisine dan budaya meja makan berkelas. Yang kedua adalah Skål Dinner, pertemuan resmi komunitas Skål International, asosiasi global para pemimpin industri pariwisata dan perhotelan. Keduanya digelar di Tiara Ballroom dan diiringi oleh Flaska Banda, ansambel musik folk yang sengaja didatangkan langsung dari Hungaria—memastikan setiap melodi yang mengalun adalah asli, bukan sekadar rekayasa panggung.
Yang membedakan festival ini dari acara bertema kuliner lainnya adalah komitmen pada orisinalitas. Panitia mendatangkan delegasi talenta Hungaria kelas dunia secara langsung. Master Chef Béla Prohászka memimpin dapur bersama timnya, menghadirkan interpretasi terbaik masakan Hungaria yang kaya rempah dan sejarah. Krisztián Nyáry, seorang wine expert, siap memandu tamu menavigasi dunia anggur Hungaria, sebuah tradisi vinifikasi yang sering kali luput dari perhatian pecinta wine Asia, padahal wilayah Tokaj di Hungaria telah lama dikenal menghasilkan beberapa wine manis terbaik di dunia.
Sisi mixologi festival dipegang oleh Balázs Molnár, yang akan menerjemahkan karakter bahan-bahan khas Hungaria ke dalam gelas koktail yang segar dan inovatif. Sementara Flaska Banda menutup lingkaran pengalaman itu dengan membawa suara harpa, biola, dan vokal yang menggemakan padang puszta dan festival rakyat di pinggiran Danube./ JOURNEY OF INDONESIA | Morteza

















