Wednesday, August 12, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Candi Ijo, Singgasana Para Dewa di Atas Bukit Boko

by Redaksi
28/03/2026
Reading Time: 5 mins read
Candi Ijo, Singgasana Para Dewa di Atas Bukit Boko

Candi Ijo simbol pemujaan Dewa Siwa (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

YOGYAKARTA – Jauh dari hiruk-pikuk Malioboro dan keramaian Prambanan, tersembunyi di lereng perbukitan Boko, berdiri sebuah kompleks percandian Hindu yang sunyi namun menyimpan pesona luar biasa. Candi Ijo, dinamai begitu karena warna hijau rerumputan yang menyelimuti bukit di sekelilingnya. Candi Ijo juga menjadi 3 candi tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan mungkin salah satu tempat terbaik di seluruh Pulau Jawa untuk menyaksikan matahari terbenam.

Bagi sebagian besar wisatawan, Yogyakarta identik dengan Candi Borobudur yang megah atau Prambanan yang dramatis. Padahal, di balik Bukit Boko yang hijau, tersimpan sebuah situs bersejarah yang tak kalah menakjubkan yakninCandi Ijo, sebuah kompleks percandian Hindu yang dibangun antara abad ke-9 hingga ke-11 Masehi, tepat pada era keemasan Kerajaan Mataram Kuno.

Baca juga :

Menikmati Sudut Malioboro Saat Kemerdekaan Lewat Promo “Proklamasi Deals” Nueve Hotel

Sukses Besar di GIIAS 2026, Aletra L8 Raih 512 SPK dan Buka Pre-Booking L7

Vietnam Gaet VFS Global, Genjot Promosi Wisata ke Indonesia

Nama “Ijo” dalam Bahasa Jawa berarti hijau, merujuk pada lanskap bukit yang subur di sekitar situs ini. Berlokasi di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, candi ini berada di ketinggian sekitar 410 meter di atas permukaan laut, menjadikannya situs percandian tertinggi sekaligus paling dramatis di seluruh Yogyakarta.

Visual Candi Ijo lewat udara (Ihsan)

Candi Ijo pertama kali ditemukan dan mulai diteliti secara ilmiah pada awal abad ke-20. Berdasarkan kajian arkeologis dan analisis prasasti yang ditemukan di sekitar kawasan ini, para ahli menyimpulkan bahwa kompleks percandian ini dibangun secara bertahap selama beberapa abad, diperkirakan antara abad ke-9 hingga ke-11 Masehi.

Yang membedakan Candi Ijo dari situs percandian lain di Yogyakarta adalah struktur berterasnya yang unik. Kompleks ini terdiri atas 17 bangunan candi yang tersebar di 11 teras berbeda, membentuk semacam “punden berundak” bernuansa Hindu. Tata letak berteras ini bukan sekadar pilihan arsitektural yang mencerminkan konsep kosmologi Hindu tentang Gunung Meru, tempat tinggal para dewa.

Candi utama (induk) berorientasi ke barat, hal yang sangat khas untuk candi-candi Hindu di Jawa Tengah dan diapit oleh tiga candi perwara (pendamping) yang menghadap ke arah yang sama. Di dalam candi induk, wisatawan dapat menemukan lingga dan yoni, simbol pemujaan Dewa Siwa yang menjadi bukti kuat tentang aliran agama yang dianut para pembangun candi ini.

Salah satu temuan terpenting di kawasan Candi Ijo adalah Prasasti Poh, yang berangka tahun 906 Masehi. Prasasti ini memberikan informasi berharga tentang kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Mataram Kuno, serta menjadi acuan penting bagi para sejarawan dalam merekonstruksi kronologi pembangunan candi.

Keunggulan dan Daya Tarik Utama Candi Ijo
1. Sunset Paling Spektakuler di Yogyakarta
Ini adalah alasan utama mengapa Candi Ijo akhir-akhir ini semakin ramai dikunjungi. Posisinya yang berada di puncak Bukit Boko, dengan orientasi bangunan menghadap barat, menciptakan kondisi ideal untuk menikmati golden hour yang luar biasa. Saat matahari mulai condong ke barat, seluruh kompleks candi m emerah keemasan, sementara di bawah sana, Kota Yogyakarta, Gunung Merapi di utara, dan siluet Gunung Merbabu terlukis dalam gradasi cahaya yang memukau.

Siluet pengunjung Candi Ijo (Ist)

2. Sepi, Autentik, dan Belum Terlalu Komersial
Di sinilah letak keistimewaan lain Candi Ijo, destinasi ini belum sepopuler Prambanan atau Borobudur. Artinya pengunjung bisa menikmati suasana percandian yang lebih tenang dan personal, tanpa berdesak-desakan dengan ribuan turis. Pada pagi hari di luar musim liburan, bahkan bisa merasa seperti satu-satunya pengunjung yang berdiri di antara batu-batu bersejarah itu.

3. Panorama 360 Derajat yang Menakjubkan
Dari pelataran Candi Ijo, pandangan tidak terhalang ke segala penjuru. Ke utara, deretan gunung berapi Jawa Tengah berdiri kokoh. Ke selatan, laut Hindia tampak berkilau di hari yang cerah. Ke barat, hamparan Kota Yogyakarta terbentang luas dengan guratan rel kereta api dan bangunan-bangunan kecil bak miniatur. Dan langsung di bawah kaki bukit yang menambah keunikan tersendiri karena terlihat landasan pacu Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto, dengan pesawat-pesawat yang sesekali lepas landas dan mendarat.

4. Nuansa Mistis dan Spiritual yang Kental
Tidak seperti Prambanan yang sudah sangat tertata rapi, Candi Ijo masih mempertahankan aura mistis situs arkeologi yang sesungguhnya. Beberapa bagian kompleks masih dalam proses penelitian dan pemugaran, sehingga wisatawan bisa merasakan sensasi menjelajahi situs bersejarah yang masih “hidup” secara ilmiah. Pohon-pohon besar yang tumbuh di sekitar teras-teras candi menambah atmosfer yang sakral dan penuh misteri.

Dari pusat Kota Yogyakarta, perjalanan menuju Candi Ijo ditempuh dengan melewati Jalan Solo ke arah timur. Setelah melewati kawasan Prambanan (sekitar 17 km dari pusat kota), ambil jalan ke arah selatan menuju kawasan Bukit Boko. Perempatan Prambanan adalah titik acuan penting dari sini, Candi Ijo masih sekitar 7–8 km lagi, sebagian besar melalui jalan berliku yang menanjak di lereng perbukitan.

Petunjuk jalan menuju Candi Ijo sudah tersedia dengan baik, dan Google Maps dapat memandu langsung ke lokasi. Cukup ketikkan “Candi Ijo Prambanan” di aplikasi peta. Sinyal seluler umumnya baik di sepanjang rute, meski di beberapa titik di lereng bukit sinyal dapat melemah.

Sunset di Candi Ijo (Ist)

Waktu terbaik untuk menikmati sunset di Candi Ijo, pengunjung sebaiknya datang sekitar pukul 15.00–16.00 WIB agar punya waktu menjelajahi kompleks sebelum momen golden hour tiba. Jangan lupa perhatikan cuaca, langit cerah tanpa awan tebal adalah kunci pemandangan terbaik. Waktu paling ideal adalah saat musim kemarau pada bulan April–Oktober.

Posisi geografis Candi Ijo yang berada di kawasan Prambanan memungkinkan wisatawan untuk merancang itinerari satu hari yang sangat kaya. Berikut adalah kombinasi wisata yang direkomendasikan oleh tim Journey of Indonesia:

Pagi: Prambanan (08.00–11.00)
Mulailah hari dengan mengunjungi kompleks Candi Prambanan yang megah. Cahaya pagi yang keemasan membuat foto-foto Anda akan tampak dramatis. Waktu pagi juga lebih sejuk dan belum seramai siang hari.

Siang: Keraton Ratu Boko (11.30–13.30)
Sekitar 3 km dari Prambanan, Keraton Ratu Boko menawarkan reruntuhan istana kerajaan Mataram Kuno yang luas. Setelah puas menjelajahi, nikmati makan siang di warung-warung lokal di sekitar kawasan Prambanan.

Sore: Candi Ijo (15.00–18.00)
Tutup hari dengan mahakarya alam dan budaya di Candi Ijo. Tiba lebih awal untuk menjelajahi semua teras dan bangunan candi, lalu pilih posisi terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam yang mempesona.

Candi Ijo adalah bukti bahwa Yogyakarta, kota yang kerap dikatakan sudah “habis dijelajahi” ternyata selalu menyimpan kejutan bagi yang mau sedikit berani keluar dari jalur wisata mainstream. Di saat Prambanan dan Borobudur semakin padat, Candi Ijo hadir sebagai alternatif yang tidak hanya setara dari sisi nilai sejarah, tetapi bahkan melampaui dalam hal pengalaman visual dan emosional./ JOURNEY OF INDONESIA | Nuhaa

Tags: CandiCandi IjoDestinasiDIYDusun GroyokanJourney of IndonesiaMataram KunoNewsSlemanSunsetYogyakarta
Share114Tweet72

Related Posts

Menikmati Sudut Malioboro Saat Kemerdekaan Lewat Promo “Proklamasi Deals” Nueve Hotel
Hotels

Menikmati Sudut Malioboro Saat Kemerdekaan Lewat Promo “Proklamasi Deals” Nueve Hotel

12/08/2026
Rooftop Cibubur Jadi Kanvas Baru Kolaborasi ARTOTEL dan Travel Agent
Hotels

Rooftop Cibubur Jadi Kanvas Baru Kolaborasi ARTOTEL dan Travel Agent

11/08/2026
Pikat Wisatawan di Bulan Kemerdekaan, Nueve Malioboro Hotel Hadirkan “Agustus Spesial Asik”
Hotels

Pikat Wisatawan di Bulan Kemerdekaan, Nueve Malioboro Hotel Hadirkan “Agustus Spesial Asik”

30/07/2026
Mirage, Saat ARTOTEL Gelora Senayan Jadi Panggung Seniman Muda
Hotels

Mirage, Saat ARTOTEL Gelora Senayan Jadi Panggung Seniman Muda

26/07/2026
Mau Merasakan Senja Terbaik di Pantai Glagah? Ayo Singgah ke Memory Senja
Hotels

Mau Merasakan Senja Terbaik di Pantai Glagah? Ayo Singgah ke Memory Senja

22/07/2026
Next Post
Mangkuluhur ARTOTEL Suites Hadirkan Hungarian Cultural & Culinary Festival 2026

Mangkuluhur ARTOTEL Suites Hadirkan Hungarian Cultural & Culinary Festival 2026

ADVERTISEMENT

Recomended

Menikmati Sudut Malioboro Saat Kemerdekaan Lewat Promo “Proklamasi Deals” Nueve Hotel
Hotels

Menikmati Sudut Malioboro Saat Kemerdekaan Lewat Promo “Proklamasi Deals” Nueve Hotel

12/08/2026
Sukses Besar di GIIAS 2026, Aletra L8 Raih 512 SPK dan Buka Pre-Booking L7
Automotive

Sukses Besar di GIIAS 2026, Aletra L8 Raih 512 SPK dan Buka Pre-Booking L7

12/08/2026
Vietnam Gaet VFS Global, Genjot Promosi Wisata ke Indonesia
News

Vietnam Gaet VFS Global, Genjot Promosi Wisata ke Indonesia

12/08/2026
Aluminium Pavilion Perdana Hadir di GIFA-METEC 2026 pada 9-12 September Mendatang
Events

Aluminium Pavilion Perdana Hadir di GIFA-METEC 2026 pada 9-12 September Mendatang

12/08/2026
Rooftop Cibubur Jadi Kanvas Baru Kolaborasi ARTOTEL dan Travel Agent
Hotels

Rooftop Cibubur Jadi Kanvas Baru Kolaborasi ARTOTEL dan Travel Agent

11/08/2026
The People’s Choice 2026, 427 Ribu Suara Tentukan Pemenang Properti Terbaik 2026
Events

The People’s Choice 2026, 427 Ribu Suara Tentukan Pemenang Properti Terbaik 2026

11/08/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.