KULON PROGO – Garis pantai selatan Yogyakarta kembali kedatangan wajah baru. Di kawasan Pantai Glagah, Kulon Progo, berdiri Memory Senja Coffee & Resto by NATTA, sebuah destinasi kuliner tepi laut yang menawarkan lebih dari sekadar menu makan sore dengan menawarkan momen matahari terbenam sebagai daya tarik utamanya.
Berbeda dari kafe pinggir pantai kebanyakan, Memory Senja dibangun di atas pengalaman NATTA Hospitality Management yang selama ini dikenal mengelola sejumlah properti perhotelan di Yogyakarta. Pengalaman itu kini dibawa ke sektor Food & Beverage, dengan gagasan bahwa wisata tak lagi hanya soal tempat, melainkan soal cerita yang dibawa pulang pengunjung.
Posisinya menghadap langsung ke laut lepas Glagah membuat setiap sore berubah menjadi tontonan tersendiri. Langit yang perlahan berganti warna dari biru ke jingga keemasan, ditemani semilir angin pantai, menjadi latar yang dirancang khusus untuk momen santai bersama keluarga, pasangan, atau komunitas.
Soal isi piring, Memory Senja tidak neko-neko. Menu yang disodorkan justru sengaja dibuat sederhana namun kaya rasa, mulai dari beragam pilihan kopi dan minuman non kopi, hingga menu berat seperti Nasi Tempong Ayam Kampung, Nasi Tempong Ayam, dan Nasi Tempong Lele. Untuk teman ngobrol sore, tersedia camilan seperti Cireng, Mendoan, dan Pisang Cokelat yang jadi favorit banyak pengunjung.
CEO NATTA Hospitality, Thomas Matantu, menjelaskan bahwa kehadiran Memory Senja lahir dari keyakinan perusahaan soal makna sebuah destinasi wisata. Pihaknya cukup percaya bahwa sebuah destinasi bukan hanya tentang tempat, tetapi tentang bagaimana setiap orang dapat membawa pulang kenangan indah.
“Memory Senja hadir sebagai ruang untuk menikmati waktu, mempererat kebersamaan, dan merasakan keindahan senja Pantai Glagah dengan suasana yang hangat dan pelayanan terbaik,” ujar Thomas.
Pernyataan itu sejalan dengan arah bisnis NATTA Hospitality secara keseluruhan. Sebagai perusahaan yang bergerak di dua lini sekaligus, hospitality dan Food & Beverage, NATTA disebut terus mencari format baru yang mengedepankan kualitas layanan, kenyamanan, dan pengalaman personal bagi setiap pelanggan.
Memory Senja menjadi salah satu wujud paling nyata dari arah tersebut, dengan konsep bersantai tepi pantai yang dirancang bisa dinikmati lintas kalangan, dari muda-mudi hingga keluarga besar.
Faktor lokasi turut menjadi nilai tambah. Akses yang relatif mudah dijangkau dari pusat kota maupun jalur wisata Kulon Progo membuat Memory Senja berpeluang menjadi jujukan baru, tak hanya bagi wisatawan lokal Yogyakarta, tetapi juga pelancong dari luar daerah yang ingin menyaksikan senja Glagah dari sudut pandang berbeda, sambil menyeruput kopi dan bukan sekadar berdiri di bibir pantai.
Geliat kafe bertema sunset di sepanjang Pantai Glagah sendiri bukan fenomena baru. Sejak beberapa waktu terakhir, kawasan ini perlahan menjelma menjadi sentra kuliner tepi pantai, dengan sejumlah kafe serupa yang lebih dulu membuka lapak menghadap laut. Kehadiran Memory Senja menambah variasi pilihan di tengah tren tersebut, dengan modal pembeda berupa standar pelayanan ala hospitality yang dibawa langsung dari pengalaman NATTA mengelola bisnis perhotelan.
Mengusung konsep Sunset, Coffee & Togetherness, Memory Senja menghadirkan ruang bersantai yang memadukan keindahan alam, sajian berkualitas, dan pelayanan hangat dalam satu destinasi di tepi Pantai Glagah, Kulon Progo./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















