YOGYAKARTA – Yogyakarta punya alamat baru untuk singgah. The Prajan Hotel & Villas di kawasan Sagan resmi membuka pintunya bagi tamu, menempatkan diri sebagai pilihan menginap yang tenang namun tetap dekat dari denyut kota. Hotel ini berdiri di Jalan Candrakirana No. 19, hanya lima menit dari Tugu Jogja, sekitar sepuluh menit dari Malioboro, dan lima belas menit dari Keraton Yogyakarta. Sejumlah pusat kuliner dan perbelanjaan bahkan bisa dicapai dengan berjalan kaki dari lobi hotel.
Filosofi yang diusung, “Your Serene Escape, Styled for You”, tampak diterjemahkan langsung ke dalam arsitektur dan interior kolonial modern yang menyelimuti seluruh area properti. Kombinasi ini yang coba ditawarkan The Prajan dengan lokasi strategis tanpa harus kehilangan suasana tenang, sesuatu yang tidak selalu mudah ditemukan di kawasan padat wisatawan.
Lima puluh kamar tersedia dalam tiga tipe, yaitu Deluxe Room, Deluxe Premiere, dan Suite, dengan luas mulai dari 26 hingga 58 meter persegi. Tempat tidur dan bantal berkualitas menjadi standar di setiap kamar, dilengkapi smart TV, Google Nest, serta WiFi berkecepatan tinggi. Layanan butler, afternoon tea, dan turndown service turut disematkan sebagai bagian dari pengalaman menginap, sebuah pendekatan yang menempatkan detail personal sebagai nilai jual utama dibanding sekadar fasilitas standar bintang empat.
Bagi tamu yang bepergian berkelompok atau membawa keluarga besar, villa Omah Manten hadir sebagai pilihan lain. Villa ini menyediakan tiga kamar tidur dengan konfigurasi king dan twin, dilengkapi ruang tamu, ruang makan, pantry, hingga akses langsung ke kolam renang. Kolam renang, kid’s corner, dan ruang gym melengkapi fasilitas yang membuat tamu punya alasan untuk berlama-lama di area hotel, bukan hanya menjadikannya tempat singgah semalam.
Urusan bersantap dipercayakan pada Gianti Indonesian Fine Dining Restaurant, yang menyajikan menu-menu Indonesia dalam suasana yang dirancang nyaman untuk makan bersama. Fungsinya tidak berhenti sebagai restoran hotel biasa. Gianti juga difungsikan untuk pertemuan dan berbagai acara berskala lebih personal, menjadikannya ruang yang fleksibel bagi tamu maupun pengunjung dari luar hotel.

Kebutuhan pertemuan dan perayaan turut menjadi perhatian The Prajan. Klangenan Room disiapkan sebagai ruang pertemuan privat berkapasitas 10 orang, sementara Kedaton Room mampu menampung hingga 40 peserta rapat. Gianti Restaurant dan Gianti Veranda dapat digunakan untuk meeting, gathering, celebration, hingga wedding, dengan Gianti Veranda sanggup menampung hingga 200 orang untuk format tertentu. Area outdoor menjadi pelengkap bagi kegiatan seperti pernikahan, team building, gathering perusahaan, event privat, maupun kegiatan komunitas.
Chairul, Operations Manager The Prajan Hotel & Villas, menekankan bahwa keramahan yang ingin dibangun bukan sekadar soal pelayanan formal. “Kami ingin tamu merasa diterima sejak pertama kali datang. Bagi kami, keramahan bukan hanya tentang memberikan pelayanan, tetapi tentang perhatian terhadap kebutuhan dan kenyamanan setiap tamu. Kami ingin ketika mereka kembali ke hotel setelah beraktivitas di Yogyakarta, mereka merasa seperti kembali ke tempat yang sudah familiar dan nyaman,” ungkap Chairul.
Pandangan itu diperkuat oleh Dina Yudhari, Sales & Marketing Manager The Prajan Hotel & Villas, yang melihat properti ini sebagai ruang yang harus relevan untuk berbagai jenis tamu. “The Prajan dibangun untuk menjadi ruang yang relevan bagi berbagai kebutuhan, mulai dari tamu individu yang mencari ketenangan, pasangan yang merayakan momen penting, hingga perusahaan yang membutuhkan tempat untuk pertemuan dan kegiatan bersama. Kami percaya konsep hotel & layanan yang kami tawarkan dan lokasi kami di kawasan Sagan menjadi nilai yang membedakan The Prajan di Yogyakarta,” kata Dina.
Dengan kombinasi lokasi di Sagan, konsep kolonial modern, serta ruang yang bisa menyesuaikan kebutuhan mulai dari staycation pribadi hingga acara berkapasitas ratusan orang, The Prajan Hotel & Villas memposisikan diri bukan hanya sebagai tempat menginap baru di Yogyakarta, melainkan sebagai ruang yang mencoba menjawab beragam kebutuhan tamu dalam satu alamat yang sama./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















