Monday, June 29, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Sekolah Adat Arus Kualan, Sekolah Tradisional Lestarikan Budaya Dayak

by Administrator
10/08/2023
Reading Time: 5 mins read
Sekolah Adat Arus Kualan, Sekolah Tradisional Lestarikan Budaya Dayak

Kegiatan di hutan murid Sekolah Adat Arus Kualan (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

Saat masyarakat Dayak bergulat dengan ancaman kehilangan hutan, Sekolah Adat Arus Kualan muncul sebagai kekuatan yang memberdayakan anak-anak, seperti Selsi dan Elis untuk menjadi pewaris budaya. Perjalanan kehidupan mereka menggambarkan dampak besar pendidikan dalam membentuk masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

Di Sekolah Adat Arus Kualan, alam adalah guru yang dihormati, dan proses belajar dipadukan dengan upaya menjaga budaya Dayak.

Baca juga :

Liburan Sekolah Makin Seru, Nueve Malioboro Hotel Tawarkan Swimming Package Hemat

Abadikan 16 Lagu Original, GCN Resmi Rilis Album Original Cast Keumalahayati The Musical di Platform Digital

Perkuat Pariwisata RI-Korea, Rute Baru Jakarta-Incheon Jadi Sorotan Seminar KTO 

Selsi, 12 tahun, telah menemukan minatnya dalam mengajar seni memainkan Sampe, alat musik tradisional suku Dayak. Di luar musik, dia juga mengajarkan berbagai permainan kuno dan seni tenun tradisional yang rumit. Dengan antusias, Selsi mengungkapkan, “Arus Kualan telah memberi saya kesempatan untuk belajar tentang budaya saya dan menginspirasi orang lain untuk merangkul tradisi kami. Saya sangat senang melihat teman-teman mempelajari dan melestarikan warisan kami.”

Sedangkan Elis, 14 tahun, yang memiliki ikatan leluhur yang kuat, memiliki hasrat besar dalam melestarikan ilmu pengobatan tradisional. Terinspirasi dari neneknya, yang juga anggota masyarakat adat Dayak, Elis dengan penuh semangat menjalani peran sebagai tabib.

Selain itu, kefasihannya dalam bahasa Inggris membentuknya menjadi duta budaya. Ia selalu menyambut tamu dari negara lain dengan hangat dan memandu mereka menyaksikan keajaiban Arus Kualan. “Saya ingin menjembatani kesenjangan antara warisan budaya kami dan dunia. Dengan berbagi pengetahuan tentang pengobatan dan seni tradisional, kami dapat menciptakan apresiasi yang lebih dalam terhadap identitas kami,” ujar Elis.

Didirikan pada tahun 2014, cabang sekolah tradisional Arus Kualan tersebar di seluruh Kalimantan Timur sebagai mercusuar pelestarian budaya. Sekolah ini membentuk komunitas pelajar yang beragam yang ingin melestarikan warisan Dayak.

Selsi (Ist)

Berakar pada keyakinan bahwa kearifan lokal adalah kunci dalam mempertahankan warisan budaya, lembaga pendidikan nonformal ini menanamkan seni tari, musik, dan kerajinan tradisional kepada para siswan. Berpijak pada filosofi “alam raya adalah sekolah dan setiap orang adalah guru,” Arus Kualan merangkul pelajar dari segala usia.

Selama beberapa generasi, orang Dayak sangat menghargai tanah mereka, memandang setiap pohon, sungai, dan makhluk hidup sebagai bagian dari identitas mereka. Arus Kualan menanamkan cinta dan rasa hormat terhadap alam kepada para siswanya.

Hilangnya hutan di Kalimantan mengancam pengetahuan tradisional dan cara hidup masyarakat adat. Karena sangat bergantung pada hutan untuk makanan dan sumber daya, berkurangnya hutan membahayakan kesejahteraan dan ikatan budaya. Upaya konservasi mendesak dan praktik berkelanjutan sangat penting untuk melestarikan hutan Kalimantan dan menjaga warisannya untuk generasi mendatang.

Di tengah tantangan deforestasi dan perubahan iklim, fokus Arus Kualan pada pengelolaan lingkungan menjadi sangat penting. Sekolah ini mengintegrasikan ajaran konservasi ke dalam kurikulumnya. Siswa terjun ke alam melalui trek hutan dan pengamatan satwa liar sehingga menumbuhkan apresiasi yang mendalam atas keterkaitan semua makhluk hidup.

Selsi dan Elis memahami pentingnya menjaga hutan mereka untuk pengobatan tradisional dan kesejahteraan masyarakat. Arus Kualan memberdayakan mereka untuk menjaga warisan budaya dan lingkungan untuk masa depan yang berkelanjutan.

Selsi berkomentar, “Semakin saya belajar tentang alam, semakin saya merasa terhubung dengan akar budaya kita. Arus Kualan telah mengajari saya bahwa kita adalah penjaga lingkungan kita, dan merupakan tanggung jawab kita untuk melindunginya demi generasi mendatang.”

Elis (Ist)

Elis juga menambahkan, “Saya percaya bahwa kita memegang kunci untuk menjaga warisan budaya dan lingkungan kita. Melalui pengalaman langsung dengan keajaiban alam, kita dapat menumbuhkan apresiasi yang mendalam terhadap tradisi kita dan keterkaitan semua makhluk hidup.”

Menyadari bahwa literasi adalah pintu gerbang menuju pengetahuan dan pemberdayaan, Arus Kualan sangat menekankan pada pembangunan keterampilan membaca dan menulis. Dengan cara ini, siswa dapat mengungkapkan pemikiran dan aspirasi mereka secara efektif. Arus Kualan berupaya membekali mahasiswanya dengan sarana untuk menjadi komunikator yang percaya diri dan pemikir kritis.

Mereka menggelar kelas literasi bagi anak-anak untuk belajar membaca, menulis, bahkan bahasa asing dan komputer. Kelas-kelas ini dirancang untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan memperluas wawasan siswa, memungkinkan mereka terhubung dengan dunia luar. Melalui literasi, Arus Kualan memberdayakan siswanya menjadi peserta aktif dalam masyarakat global, di mana komunikasi dan pemahaman tentang berbagai perspektif adalah kuncinya.

Selsi dan Elis mencontohkan potensi transformatif dari pendidikan ini. Saat mereka menggali keunggulan akademik, mereka menabur benih pelestarian budaya. Kesuksesan mereka menjadi bukti jalinan jalinan warisan budaya dan pertumbuhan pribadi yang dipupuk di Arus Kualan.

Yayasan Arus Kualan menjadi kekuatan pendorong di balik pendidikan transformatif ini, Dengan komitmen untuk memberdayakan generasi muda, yayasan ini memupuk impian dan aspirasi, seperti yang dilakukan Selsi dan Elis.

Plorentina Dessy, Pendiri Sekolah Adat Arus Kualan, mengungkapkan rasa bangganya, “Melihat Selsi dan Elis menjalankan peran mereka sebagai guru dan duta, memberi kami harapan untuk masa depan. Mereka mewakili hati dan jiwa dari misi Arus Kualan.”
Kedua siswa ini, sekarang juga guru yang dibanggakan, adalah katalisator budaya. Mereka menginspirasi harapan dan dedikasi pada generasi berikutnya, mewariskan kearifan yang diperoleh di sekolah.

Sekolah Adat Arus Kualan (Ist)

Bersama Arus Kualan, masyarakat Dayak telah menemukan kunci melestarikan warisannya sambil merangkul masa depan yang berkelanjutan. “Bersama Arus Kualan, saya menemukan akar saya, tujuan saya. Sekarang, sebagai seorang guru, saya bertekad menjaga warisan kami tetap hidup untuk generasi yang akan datang,” ujar Elis.

Dengan individu-individu yang berdedikasi seperti itu, jantung budaya Dayak akan terus berdenyut kuat, dipupuk oleh kearifan Arus Kualan. Perjalanan mereka adalah bukti kekuatan pendidikan dan pelestarian budaya.

Plorentina Dessy berharap Arus Kualan dapat menjadi model bagi masyarakat adat di negara lain, khususnya di kawasan Asia Tenggara, di mana modernisasi menjadi ancaman signifikan bagi kelangsungan hidup dan identitas budaya masyarakat asli.

Dessy juga bercita-cita jika berhasil diadopsi oleh masyarakat adat di negara lain, program serupa di sekolahnya dapat memperoleh perlindungan dan dukungan dari pemerintah daerah.

“Seiring upaya kami untuk melestarikan warisan budaya dan memberdayakan masyarakat adat, Arus Kualan berdiri sebagai mercusuar harapan. Semoga model kami dapat menginspirasi dan melindungi budaya asli di Asia Tenggara dan sekitarnya, mengatasi tantangan modernisasi sambil menghargai identitas dan tradisi.” ujar Dessy./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: BudayaDayakJourney of IndonesiaPendidikanSekolah Adat Arus Kualan
Share50Tweet31

Related Posts

Perkuat Pariwisata RI-Korea, Rute Baru Jakarta-Incheon Jadi Sorotan Seminar KTO 
News

Perkuat Pariwisata RI-Korea, Rute Baru Jakarta-Incheon Jadi Sorotan Seminar KTO 

28/06/2026
SHOW Token Luncurkan Platform Digital, Dorong Pertumbuhan Film Indonesia
Entertainment

SHOW Token Luncurkan Platform Digital, Dorong Pertumbuhan Film Indonesia

27/06/2026
Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini
Culture

Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

25/06/2026
Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali
Culture

Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

24/06/2026
KRISTAInterFOOD Digelar di NICE PIK 2, Tandai 27 Tahun Bangun Industri F&B Nasional
Events

KRISTAInterFOOD Digelar di NICE PIK 2, Tandai 27 Tahun Bangun Industri F&B Nasional

23/06/2026
Next Post
Wuling Hadirkan Perdana Eksterior & Interior New Almaz RS di GIIAS 2023

Wuling Hadirkan Perdana Eksterior & Interior New Almaz RS di GIIAS 2023

ADVERTISEMENT

Recomended

Liburan Sekolah Makin Seru, Nueve Malioboro Hotel Tawarkan Swimming Package Hemat
Hotels

Liburan Sekolah Makin Seru, Nueve Malioboro Hotel Tawarkan Swimming Package Hemat

29/06/2026
Abadikan 16 Lagu Original, GCN Resmi Rilis Album Original Cast Keumalahayati The Musical di Platform Digital
Music

Abadikan 16 Lagu Original, GCN Resmi Rilis Album Original Cast Keumalahayati The Musical di Platform Digital

28/06/2026
Perkuat Pariwisata RI-Korea, Rute Baru Jakarta-Incheon Jadi Sorotan Seminar KTO 
News

Perkuat Pariwisata RI-Korea, Rute Baru Jakarta-Incheon Jadi Sorotan Seminar KTO 

28/06/2026
Tandai 26 Tahun Berkarya, Andien Rilis Album “Sehidup Semusik”
Music

Tandai 26 Tahun Berkarya, Andien Rilis Album “Sehidup Semusik”

28/06/2026
Paviliun Raden Saleh Hadirkan “Matahari dan Bayangan”, Menyelami Sunyi di Tengah Dunia yang Bising
Hotels

Paviliun Raden Saleh Hadirkan “Matahari dan Bayangan”, Menyelami Sunyi di Tengah Dunia yang Bising

27/06/2026
Poster dan Trailer “Andai Waktu Bisa Diulang Kembali” Resmi Dirilis
FIlm

Poster dan Trailer “Andai Waktu Bisa Diulang Kembali” Resmi Dirilis

27/06/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.