Wednesday, January 7, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Jaran Kencak, Kesenian Tradisional Khas Lumajang

by Ibonk
10/12/2018
Reading Time: 3 mins read
Jaran Kencak, Kesenian Tradisional Khas Lumajang

Pertunjukan Jaran Kencak (Ibonk)

Share on FacebookShare on Twitter

Sayup-sayup dari kejauhan terdengar tabuhan gending gamelan Jawa, dari yang semula lamat-lamat akhirnya semakin jelas. Terlihat serombongan orang dengan menggendong dan memainkan musik tradisional mengikuti iring iringan 3 ekor kuda yang dipenuhi pernak pernik yang cantik berjalan perlahan di tepi Danau Klakah, Lumajang, Jawa Timur, Senin, 9 April 2018.

Seorang laki-laki berkostum kuda lumping yang diyakini adalah pawangnya tampak memecutkan cambuk ke udara sambil memberikan perintah kepada seekor kuda yang menari-nari memimpin di depan untuk menuruti apa yang diperintahkan.

Baca juga :

Mengenal Pesan dan Makna Sarung Perempuan Suku Tengger

Jelajahi 6 Pesona Ranu di Lumajang

Tiga ekor kuda Bima berjenis kelamin betina ini masing-masing di sematkan zirah yang meriah, penuh pernak-pernik dengan warna mencolok. Kuda paling depan meliuk-liukkan badan, mengikuti irama gending. Intonasi kian meninggi kalau kuda bergerak makin atraktif.

Sang kuda, misalnya, akan mengangkat kedua kaki bila di pecut tapalnya, kemudian akan duduk terpekur bila pawang menyentuh leher si kuda. Yang paling hebat jika jika kedua lutut kuda tersebut di tepuk kuat, kuda tersebut akan tidur dalam posisi telentang dijalanan.

Pertunjukan Jaran Kencak (Ibonk)

“Ini namanya pertunjukan “Jaran Kencak,” ungkap Abdullah Al-Kudus, budayawan yang ikut menyaksikan pertunjukan tersebut. Jaran Kencak sendiri sebenarnya tak jauh berbeda dengan Jaran Jenggo di Pantura dan Kuda Renggong di tanag Sunda.

Jaran Kencak ditampilkan hampir satu jam di kawasan danau ini. “Normalnya 8 jam, dari jam 2 siang sampai jam 10 malam,” ujar Abdullah. Dia berkisah, Jaran Kencak adalah produk budaya masyarakat asli Lumajang, yang biasa ditampilkan untuk hajatan.

Konon, tarian ini muncul sebagai bentuk kekaguman masyarakat terhadap Rangga Lawe. Ia adalah ksatria yang tak bisa lepas dari imej kuda bernama Nila Ambara. Kuda Nila dan Rangga Lawe seperti kesatuan yang utuh. Adapun masyarakat lokal percaya, pencipta tarian jaran kencak ialah Kelabi Sajeh.

“Dia petapa yang konon hidup di Gunung Lemongan. Lalu diserang kuda liar. Tapi kekuatannya mampu menaklukkan kuda-kuda itu,” ujar Abdullah. Masyarakat lokal hanya meyakini bahwa tari Jaran Kencak bermula dari seorang petapa bernama Kelabi Sajeh. Kelabi terinspirasi oleh kisah yang dialaminya sendiri saat berperang menundukkan kuda. Juga mengadopsi babat Rangga Lawe yang lekat akan kisah persahabatan manusia dan kuda.

Jaran Kencak sendiri bukanlah pertunjukan hiburan biasa. Atraksi ini bagi masyarakat setempat menyiratkan simbol status. Dihadirkan pada acara-acara hajatan, menunjukkan kemampuan si empunya hajat. Semakin banyak kuda yang dilibatkan, artinya makin kaya orang tersebut.

Pemain musik yang mengiringi Jaran Kencak (Ibonk)

Formasi tarinya sendiri tidak berubah, meski kuda mengalami penambahan jumlah. Kuda atraksi tetap paling depan yang diikuti kuda lainnya yang disebut Temanten. Nah, kuda temanten ini bisa bertambah jumlah. Biaya per ekor kuda yang ditampilkan dalam pertunjukan di banderol rata-rata Rp. 1 juta.

Kuda-kuda temanten inilah nantinya akan mengangkut si pemilik hajat, berikut keluarganya. Adapun kuda atraksi, yang sudah dilatih khusus oleh pawang, tak bakal ditunggangi manusia. Ia akan bergerak lincah menari-nari sepanjang pertunjukan.

Untuk melatih kuda Bima ini hingga terampil dan dapat mempertontonkan kepiawaiannya dibutuhkan waktu kira-kira 3 tahun. Ini sebuah pelatihan yang tidak gampang, dan si pawang akan merasa rugi jika dalam masa pelatihan kuda tersebut cedera ataupun mati.

Atraksi Jaran Kencak tak cuma ada di acara-acara khusus. Tiap November-Desember, Lumajang menggelar Festival Jaran Kencak. Lokasinya di Alun-Alun Kota Lumajang. Pengunjung yang hadir dari berbagai daerah bakal bisa menyaksikan kesenian tersebut dengan leluasa./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: GamelanJaran KencakLumajang
Share395Tweet247

Related Posts

Menyingkap Keajaiban Tanggedu, “Grand Canyon” Tersembunyi di Jantung Savana Sumba Timur
Tourism

Menyingkap Keajaiban Tanggedu, “Grand Canyon” Tersembunyi di Jantung Savana Sumba Timur

02/01/2026
“Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia
Culture

“Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

05/12/2025
Paling Doyan Liburan! Tren Wisata 2026 Agoda, Orang Indonesia Gencar Staycation Keluarga hingga Berburu Hidden Gem
News

Paling Doyan Liburan! Tren Wisata 2026 Agoda, Orang Indonesia Gencar Staycation Keluarga hingga Berburu Hidden Gem

27/11/2025
JETOUR T2 Resmi Mengaspal di Indonesia, Siap Berpetualang dengan Harga Spesial Rp 568 Juta
Automotive

JETOUR T2 Resmi Mengaspal di Indonesia, Siap Berpetualang dengan Harga Spesial Rp 568 Juta

22/11/2025
Klook Travel Fest 2025, Ajak Wisatawan Indonesia Temukan Liburan Impian
Tourism

Klook Travel Fest 2025, Ajak Wisatawan Indonesia Temukan Liburan Impian

21/11/2025
Next Post
Adinia Wirasti Rebut Best Actress pada Ajang AAA 2018

Adinia Wirasti Rebut Best Actress pada Ajang AAA 2018

ADVERTISEMENT

Recomended

Jambuluwuk Bromo, Ketika Kemewahan Resort dan Gaya Hidup “Poshtel” Bertemu dalam Harmoni
Hotels

Jambuluwuk Bromo, Ketika Kemewahan Resort dan Gaya Hidup “Poshtel” Bertemu dalam Harmoni

06/01/2026
Menelusuri Gelapnya Jalur Mitos dalam Film “Alas Roban”, Saat Teror Terasa Nyata
FIlm

Menelusuri Gelapnya Jalur Mitos dalam Film “Alas Roban”, Saat Teror Terasa Nyata

06/01/2026
Menata Masa Depan ASEAN: Menakar Filosofi “Touch This Earth Lightly” di Tengah Deru Pembangunan
News

Menata Masa Depan ASEAN: Menakar Filosofi “Touch This Earth Lightly” di Tengah Deru Pembangunan

06/01/2026
Menapak Jejak Warisan Kombi, Transformasi Volkswagen ID. Buzz Warnai Lanskap Otomotif Indonesia 2025
Automotive

Menapak Jejak Warisan Kombi, Transformasi Volkswagen ID. Buzz Warnai Lanskap Otomotif Indonesia 2025

05/01/2026
Anis Byarwati Minta Sengkarut Kasus Dana Syariah Indonesia Diselesaikan
News

Anis Byarwati Minta Sengkarut Kasus Dana Syariah Indonesia Diselesaikan

03/01/2026
Blue Sky Premier Lounge Hadirkan Wajah Baru Hospitalitas di Terminal 1C Soekarno-Hatta
News

Blue Sky Premier Lounge Hadirkan Wajah Baru Hospitalitas di Terminal 1C Soekarno-Hatta

03/01/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.