Sebuah catatan pinggir dari Gideon Momongan….
JAKARTA – Masih sangat muda, itu modal bagusnya. Kerapkali, begitu ia tampil menyanyi dimanapun, ada saja publik yang menontonnya, jadi terkesiap. Eh tepatnya terkesimalah. Siapa dia ini? Suaranya bagus amat…
Nah, lewat warna khas vokalnya tersebutlah, kok seperti selera “lebih dewasa” dari usianya. And, so far it seems so good. Well, I think so…. Makin banyak yang mengenal, mengetahui bahkan kemudian mulai menyukainya. Ya setelah terkejut atau terkesima itu tadi.
Yang membuatnya jadi tambah menarik sebenarnya, tubuhnya itu tinggi besar. Suaranya juga berkonotasi baritone, tebal dengan artikulasi jelas. It sounds that he got interesting clearly on his low-voice. Dalam dan jelas. Yang menarik, jenis suaranya itu membuatnya unik, khas dan “tiada duanya. Paling tidak sampai saat ini ya.
Pada usianya yang baru 18 tahun, Alonzo Brata menghasilkan album, Giant Baby Steps. Album tersebut dirilis Februari 2022 dengan sektor musik ditangani oleh pianis, Nial Djoeliarso. Album yang cukup mencuri perhatian khalayak, sekali lagi dikarenakan warna suaranya. Bulat dan tebal serta perfect-pitch pula.
Album jazz-swing tersebut terpilih masuk nominasi pada ajang prestisius, Anugerah Musik Indonesia pada tahun 2022. Kemudian disusul album berikutnya, sebuah album Christmas Song, Tap Into the Holidays yang merupakan album berisi lagu-lagu natal tradisional. Musiknya kembali lagi ditangani oleh Nial Djoeliarso.

Sebuah album standard yang menarik, menjadi backsound suasana Natal dimana-mana. Nikmat betul, segar, nyaman didengar lamat-lamat di lounge, lobby hotel ataupun suasana perayaan Natal di keluarga.
Di penghujung 2025 lalu, Alonzo beruntung beroleh kesempatan tampil di beberapa acara. Ia menyajikan lagu-lagu dari album terbarunya tersebut dan audience yang menyaksikan performance dari Alonzo rata-rata memberi apresiasi bagus. Mereka terhibur. Sebuah langkah bagus tentu untuk lebih memperkenalkan Alonzo ke Masyarakat.
Memasuki tahun 2026 ini, pihak management Alonzo Brata, Starcreation.id mengatakan telah menyiapkan beberapa music-project bagi Alonzo. Sebagian besar telah selesai dikerjakan sebenarnya dan sebagian lagi memasuki tahap akhir. Yang asyik untuk dinantikan release-nya adalah, kabarnya program berikut Alonzo sejatinya adalah jazz & beyond. Jadi tak berhenti hanya di sajian album rekaman jazz saja. Aha!
Sementara itu, Alonzo Brata membuka tahun 2026, merilis single dulu berjudul ”Simple Pleasure”. Dari album bertitel sama dan akan dirilis, dalam beberapa bulan ke depan. Single tersebut hasil kerjabareng Alonzo dan penyanyi cum penulis lagu, Rifki Soeria.
Single yang renyah, ringan, joyful and entertain. Lagu yang ditulis Alonzo dan Rifki ini mempertemukan Starcreation dengan Suara Biru Production. Melibatkan gitaris muda Abraham Song dan aranjer Dava Giustizia, yang bertindak sebagai produser. Rekaman single juga didukung Timothy Hutagalung (drums), Joshua Alexander (upright-bass) dan pianis, Nial Djoeliarso. Trumpet oleh Vermal, Ricky Danni pada saxophone serta Evan Sinaga, trombone. Alhasil, musiknya terasa ramai dan riuh. Menyenangkan mendengarkannya. Sebuah lagu yang mengasyikkan.

Serasa kita bak diterbangkan ke sebuah pojok daerah Brooklyn, NYC. Di pinggiran St. Leonard Street, New York. Jalanan sekitaran Knitting Factory misalnya? Ini memang lagu yang cocok jadi “lagu tema tongkrongan”…
Tongkrongan di New York atau New Orleans? Eh siapa tahu lantas jadi lagu yang manstap nemenin nongkrong di Jakarta. Di Senoparty kali? Suasana lagunya itu soalnya. Sahut-sahutan ala Canon gitu lhow, asyik betul! Relatif baru sih….
Pada akhirnya, materi lagu selain single tersebut, sangat layak untuk dinanti-nantikan. Akankah memang ada semacam pelebaran pada bebunyian musik di album tersebut? Karena kalau saja kita menyimak dari single, ada tema-tema “relatif baru” yang menyegarkan. Yang punya potensi, menarik perhatian publik. Dalam hal ini, publik milenial, bahkan juga zilenial a.k.a gen-z.
Pada akhirnya, memang selalu menarik menanti kiprah lanjutan Alonzo Brata, pria muda gagah bertinggi 183 cm dan berat badan sekitar 88-89 kg, yang spesifik ini. Akan kemana lagi musik yang melatari perjalanan bermusik, penyanyi muda penggemar berat Al Jarreau ini selanjutnya?… etapi, bukannya Alonzo disebut-sebut sebagai Frank Sinatra muda…? Sesekali malah mengingatkan kita pada…Engelbert Humperdinck atau yang mudaan deh. Michael Buble? Well ok then. Please welcome, Alonzo Brata!/ JOURNEY OF INDONESIA | *dM


















