Friday, January 23, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Float Hadirkan ‘Dimabuk Cahaya’ Melawan Algoritma dengan Kejujuran Musikalitas Vintage

by Redaksi
08/12/2025
Reading Time: 3 mins read
Float Hadirkan ‘Dimabuk Cahaya’ Melawan Algoritma dengan Kejujuran Musikalitas Vintage

‘Dimabuk Cahaya’ mengangkat tema kejujuran dan kesadaran (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Sebuah nama yang sudah mendedikasikan lebih dari dua dekade hidupnya di kancah musik Indonesia, Float, kembali menyapa penggemar dan penikmat musik Tanah Air. Band yang dikenal dengan karya-karya puitis dan mendalam ini meluncurkan single teranyar mereka berjudul ‘Dimabuk Cahaya’.

Lagu ini hadir sebagai penanda 21 tahun perjalanan Float dalam ekosistem musik, namun ia bukan sekadar perayaan. Ini adalah sebuah deklarasi, sebuah perlawanan halus terhadap tuntutan industri yang bergerak terlalu cepat, serta penegasan bahwa eksistensi mereka terus berlanjut.

Baca juga :

Bekali Calon Jamaah, Harum Travel Rutin Bedah Persiapan Umroh Lewat Webinar Gratis Setiap Pekan

Tampil di Sarinah Jakarta, Pipilaka Calling Dukung IP Lokal Berbasis Edukasi Sosial

Primitive Monkey Noose, Rayakan Kehidupan Lewat “Panen Raya” di Medio 2026

Hotma “Meng” Roni Simamora (vokal/gitar), salah satu pilar Float, menegaskan bahwa kehadiran ‘Dimabuk Cahaya’ bukanlah sebuah gebrakan mendadak atau upaya comeback. Ia bersama formasi terbarunya, yang kini diperkuat oleh Timur Segara (drum), David Qlintang (gitar), dan Binsar Tobing (bass), menganggap lagu ini sebagai lanjutan dari filosofi yang telah mereka anut sejak awal karya yang jujur, organik, dan kaya rasa.

“Ini bukan comeback,” kata Meng. “Kami cuma meneruskan nafas yang sama, tapi mungkin warnanya beda, lebih segar,” lanjutnya memberikan petunjuk akan tone yang berbeda namun tetap mempertahankan esensi Float.

Bagi band yang mengidentikkan diri mereka dengan konsep ‘mengapung’, posisi stabil di tengah, tidak tenggelam namun juga tidak terlalu tinggi, filosofi ini menjadi jangkar di tengah tuntutan dunia musik untuk selalu menjadi viral.

Sementara Binsar Tobing menjelaskan esensi sikap mereka. “Kami tidak perlu ikut ribut agar terlihat relevan. Yang penting jujur dengan karya kami sendiri,” ucap Binsar, menyoroti penolakan band ini untuk tunduk pada tekanan algoritma media sosial.

‘Dimabuk Cahaya’ secara tegas dihadirkan sebagai bentuk penolakan terhadap kepalsuan yang dipicu oleh kecepatan tren. Lagu ini mengajak pendengar untuk benar-benar berhenti dan menikmati musik.

Rayakan 21 Tahun, Float hadirkan single ‘Dimabuk Cahaya’ (Ist)

Secara musikalitas, single ini membawa nuansa hangat dan berkarakter dengan warna vintage ala 70-an yang kental dan organik. Meng mengungkapkan inspirasi tak terduga di balik aransemen ini, yakni lagu tema James Bond yang berjudul ‘You Only Live Twice’. Gabungan antara sound retro dan penceritaan yang kuat menghasilkan sebuah karya yang menenangkan namun menggugah.

Di sisi lirik, ‘Dimabuk Cahaya’ tidak mengangkat tentang keindahan biasa, melainkan tentang kejujuran dan kesadaran yang terkadang menyakitkan. Float menginterpretasikan ‘cahaya’ bukan sebagai hal yang lembut, melainkan yang “menelanjangi” hal-hal tersembunyi. Cahaya, bagi mereka, adalah simbol akan pengetahuan dan iman, sesuatu yang meski menyakitkan dalam prosesnya, pada akhirnya justru membebaskan.

David Qlintang, sang gitaris, menambahkan sentuhan personal dari proses kreatif ini, “Yang terpenting, lewat lagu ini kami merasa lebih hidup!” Dengan segala kejujuran dan idealismenya, lagu ini sangat ideal diputar dalam momen kontemplatif, seperti saat menikmati perjalanan malam atau mencari ketenangan di tengah hiruk-pikuk.

Float memastikan bahwa cahaya yang menuntun mereka sejak awal masih menyala, dan kini mereka berharap para pendengar pun dapat merasakan pijar yang sama. Ini adalah cara Float untuk memastikan relevansi abadi mereka, bukan melalui tren, melainkan melalui karya otentik yang bertahan lama./ JOURNEY OF INDONESIA | Norman Sadik

Tags: 21 TahunBand IndonesiaBinsar TobingDavid QlintangDimabuk CahayaFloatHotma “Meng” Roni SimamoraJourney of IndonesiaNewsTimur Segara
Share118Tweet74

Related Posts

Primitive Monkey Noose, Rayakan Kehidupan Lewat “Panen Raya” di Medio 2026
Music

Primitive Monkey Noose, Rayakan Kehidupan Lewat “Panen Raya” di Medio 2026

22/01/2026
Pernikahan Semalam, Blues dengan Jazz. Menyenangkan!
Music

Pernikahan Semalam, Blues dengan Jazz. Menyenangkan!

20/01/2026
Romantisme ‘Cegil’ ala Nabila Taqiyyah, Saat Obsesi Menjadi Bahasa Cinta yang Manis
Music

Romantisme ‘Cegil’ ala Nabila Taqiyyah, Saat Obsesi Menjadi Bahasa Cinta yang Manis

18/01/2026
Antara Pena dan Nada, Penantian 17 Tahun Dee Lestari dalam Balutan ‘(Jangan) Jatuh Cinta’
Music

Antara Pena dan Nada, Penantian 17 Tahun Dee Lestari dalam Balutan ‘(Jangan) Jatuh Cinta’

15/01/2026
Konsep Merelakan dan Janji untuk Pulang Jadi Debut Diva Ramaniya di Ranah Musik Tanah Air
Music

Konsep Merelakan dan Janji untuk Pulang Jadi Debut Diva Ramaniya di Ranah Musik Tanah Air

12/01/2026
Next Post
Film “Musuh Dalam Selimut”, Angkat Pengkhianatan Terkejam dari Lingkar Terdekat

Film "Musuh Dalam Selimut", Angkat Pengkhianatan Terkejam dari Lingkar Terdekat

ADVERTISEMENT

Recomended

Bekali Calon Jamaah, Harum Travel Rutin Bedah Persiapan Umroh Lewat Webinar Gratis Setiap Pekan
Travel

Bekali Calon Jamaah, Harum Travel Rutin Bedah Persiapan Umroh Lewat Webinar Gratis Setiap Pekan

22/01/2026
Tampil di Sarinah Jakarta, Pipilaka Calling Dukung IP Lokal Berbasis Edukasi Sosial
News

Tampil di Sarinah Jakarta, Pipilaka Calling Dukung IP Lokal Berbasis Edukasi Sosial

22/01/2026
Sanggraloka Ubud Bali Jadi Barometer Baru “Eco-Luxury Retreat” di Indonesia
Tourism

Sanggraloka Ubud Bali Jadi Barometer Baru “Eco-Luxury Retreat” di Indonesia

22/01/2026
Primitive Monkey Noose, Rayakan Kehidupan Lewat “Panen Raya” di Medio 2026
Music

Primitive Monkey Noose, Rayakan Kehidupan Lewat “Panen Raya” di Medio 2026

22/01/2026
Vespa Mendefinisikan Ulang Gaya Urban Masa Kini Lewat Napas Heritage dalam Balutan Streetwear
Automotive

Vespa Mendefinisikan Ulang Gaya Urban Masa Kini Lewat Napas Heritage dalam Balutan Streetwear

21/01/2026
Nikmati Indahnya Boekit Saila, Wisata Asik Berkemah di Sentul
Tourism

Nikmati Indahnya Boekit Saila, Wisata Asik Berkemah di Sentul

21/01/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.