Monday, September 7, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Purwacarita Borobudur, Saat Sejarah Divalidasi Sebelum Divisualkan AI

    Purwacarita Borobudur, Saat Sejarah Divalidasi Sebelum Divisualkan AI

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Purwacarita Borobudur, Saat Sejarah Divalidasi Sebelum Divisualkan AI

    Purwacarita Borobudur, Saat Sejarah Divalidasi Sebelum Divisualkan AI

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Float Hadirkan ‘Dimabuk Cahaya’ Melawan Algoritma dengan Kejujuran Musikalitas Vintage

by Redaksi
08/12/2025
Reading Time: 3 mins read
Float Hadirkan ‘Dimabuk Cahaya’ Melawan Algoritma dengan Kejujuran Musikalitas Vintage

‘Dimabuk Cahaya’ mengangkat tema kejujuran dan kesadaran (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Sebuah nama yang sudah mendedikasikan lebih dari dua dekade hidupnya di kancah musik Indonesia, Float, kembali menyapa penggemar dan penikmat musik Tanah Air. Band yang dikenal dengan karya-karya puitis dan mendalam ini meluncurkan single teranyar mereka berjudul ‘Dimabuk Cahaya’.

Lagu ini hadir sebagai penanda 21 tahun perjalanan Float dalam ekosistem musik, namun ia bukan sekadar perayaan. Ini adalah sebuah deklarasi, sebuah perlawanan halus terhadap tuntutan industri yang bergerak terlalu cepat, serta penegasan bahwa eksistensi mereka terus berlanjut.

Baca juga :

Enzy Storia, Afgan, dan Barisan Komika Perempuan Bikin Ngakak di Agensi Rumah Tangga

A Bowl of Indonesia, Kala 10 Sup Nusantara Bertemu dalam Satu Meja di Dwangsa9

Bukan Sekadar Film, “Last Witness” Jadi Kelas Akting Berjalan Menuju Layar Lebar

Hotma “Meng” Roni Simamora (vokal/gitar), salah satu pilar Float, menegaskan bahwa kehadiran ‘Dimabuk Cahaya’ bukanlah sebuah gebrakan mendadak atau upaya comeback. Ia bersama formasi terbarunya, yang kini diperkuat oleh Timur Segara (drum), David Qlintang (gitar), dan Binsar Tobing (bass), menganggap lagu ini sebagai lanjutan dari filosofi yang telah mereka anut sejak awal karya yang jujur, organik, dan kaya rasa.

“Ini bukan comeback,” kata Meng. “Kami cuma meneruskan nafas yang sama, tapi mungkin warnanya beda, lebih segar,” lanjutnya memberikan petunjuk akan tone yang berbeda namun tetap mempertahankan esensi Float.

Bagi band yang mengidentikkan diri mereka dengan konsep ‘mengapung’, posisi stabil di tengah, tidak tenggelam namun juga tidak terlalu tinggi, filosofi ini menjadi jangkar di tengah tuntutan dunia musik untuk selalu menjadi viral.

Sementara Binsar Tobing menjelaskan esensi sikap mereka. “Kami tidak perlu ikut ribut agar terlihat relevan. Yang penting jujur dengan karya kami sendiri,” ucap Binsar, menyoroti penolakan band ini untuk tunduk pada tekanan algoritma media sosial.

‘Dimabuk Cahaya’ secara tegas dihadirkan sebagai bentuk penolakan terhadap kepalsuan yang dipicu oleh kecepatan tren. Lagu ini mengajak pendengar untuk benar-benar berhenti dan menikmati musik.

Rayakan 21 Tahun, Float hadirkan single ‘Dimabuk Cahaya’ (Ist)

Secara musikalitas, single ini membawa nuansa hangat dan berkarakter dengan warna vintage ala 70-an yang kental dan organik. Meng mengungkapkan inspirasi tak terduga di balik aransemen ini, yakni lagu tema James Bond yang berjudul ‘You Only Live Twice’. Gabungan antara sound retro dan penceritaan yang kuat menghasilkan sebuah karya yang menenangkan namun menggugah.

Di sisi lirik, ‘Dimabuk Cahaya’ tidak mengangkat tentang keindahan biasa, melainkan tentang kejujuran dan kesadaran yang terkadang menyakitkan. Float menginterpretasikan ‘cahaya’ bukan sebagai hal yang lembut, melainkan yang “menelanjangi” hal-hal tersembunyi. Cahaya, bagi mereka, adalah simbol akan pengetahuan dan iman, sesuatu yang meski menyakitkan dalam prosesnya, pada akhirnya justru membebaskan.

David Qlintang, sang gitaris, menambahkan sentuhan personal dari proses kreatif ini, “Yang terpenting, lewat lagu ini kami merasa lebih hidup!” Dengan segala kejujuran dan idealismenya, lagu ini sangat ideal diputar dalam momen kontemplatif, seperti saat menikmati perjalanan malam atau mencari ketenangan di tengah hiruk-pikuk.

Float memastikan bahwa cahaya yang menuntun mereka sejak awal masih menyala, dan kini mereka berharap para pendengar pun dapat merasakan pijar yang sama. Ini adalah cara Float untuk memastikan relevansi abadi mereka, bukan melalui tren, melainkan melalui karya otentik yang bertahan lama./ JOURNEY OF INDONESIA | Norman Sadik

Tags: 21 TahunBand IndonesiaBinsar TobingDavid QlintangDimabuk CahayaFloatHotma “Meng” Roni SimamoraJourney of IndonesiaNewsTimur Segara
Share114Tweet71

Related Posts

Indah Permatasari Siap Comeback Lewat Single Terbaru
Music

Indah Permatasari Siap Comeback Lewat Single Terbaru

04/09/2026
Rony Parulian Rilis Dunia dan Seisinya, Ungkap Proses di Baliknya
Music

Rony Parulian Rilis Dunia dan Seisinya, Ungkap Proses di Baliknya

04/09/2026
Rockafella’s Vol. 20, Pesta Hangat Bersama Sahabat di Rock and Roll for the Fella’s
Music

Rockafella’s Vol. 20, Pesta Hangat Bersama Sahabat di Rock and Roll for the Fella’s

31/08/2026
Billkiss Bikin Hipdut Orisinal Lewat “Wanna Be With My Bubu”
Music

Billkiss Bikin Hipdut Orisinal Lewat “Wanna Be With My Bubu”

30/08/2026
Operasi Pesta Copet, Menggugat Realita Lewat Tawa dan Keresahan
Music

Operasi Pesta Copet, Menggugat Realita Lewat Tawa dan Keresahan

19/08/2026
Next Post
Film “Musuh Dalam Selimut”, Angkat Pengkhianatan Terkejam dari Lingkar Terdekat

Film "Musuh Dalam Selimut", Angkat Pengkhianatan Terkejam dari Lingkar Terdekat

ADVERTISEMENT

Recomended

Enzy Storia, Afgan, dan Barisan Komika Perempuan Bikin Ngakak di Agensi Rumah Tangga
FIlm

Enzy Storia, Afgan, dan Barisan Komika Perempuan Bikin Ngakak di Agensi Rumah Tangga

07/09/2026
A Bowl of Indonesia, Kala 10 Sup Nusantara Bertemu dalam Satu Meja di Dwangsa9
Hotels

A Bowl of Indonesia, Kala 10 Sup Nusantara Bertemu dalam Satu Meja di Dwangsa9

06/09/2026
Bukan Sekadar Film, “Last Witness” Jadi Kelas Akting Berjalan Menuju Layar Lebar
FIlm

Bukan Sekadar Film, “Last Witness” Jadi Kelas Akting Berjalan Menuju Layar Lebar

06/09/2026
Nikah Massal di GBK, Cara Yayasan Meutia Hatta Bantu Warga Urus Status Hukum Keluarga
Events

Nikah Massal di GBK, Cara Yayasan Meutia Hatta Bantu Warga Urus Status Hukum Keluarga

05/09/2026
Di Energy Week 2026, Kolaborasi Jadi Fondasi Ekosistem Industri Masa Depan
Events

Di Energy Week 2026, Kolaborasi Jadi Fondasi Ekosistem Industri Masa Depan

04/09/2026
Filosofi Taihe, Rahasia Harmoni di Balik Desain Hongqi E-HS9
Automotive

Filosofi Taihe, Rahasia Harmoni di Balik Desain Hongqi E-HS9

04/09/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.