JAKARTA – Dunia musik anak Indonesia belakangan ini seolah kehilangan kompasnya. Di tengah gempuran tren media sosial yang sering kali memaksa anak-anak mengonsumsi konten mature. Namun akhirnya sebuah harapan muncul dari tangan dingin Haris The Brothers. Melalui inisiatif bertajuk Swara Anak Nusantara, sebuah gerakan kreatif diluncurkan bukan sekadar untuk memproduksi nada, melainkan untuk membangun kembali ekosistem lagu anak yang edukatif, inspiratif, dan berakar pada nilai positif.
Kegelisahan akan minimnya panggung bagi penyanyi cilik di daerah menjadi pemantik utama lahirnya gerakan ini. Haris mengamati bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan talenta, namun sering kali kehilangan arah pengembangan. “Banyak sekali anak-anak berbakat di Indonesia, dari kota besar hingga daerah. Namun mereka tidak tahu harus melangkah ke mana. Swara Anak Nusantara hadir sebagai tempat bagi mereka untuk menyampaikan suara dan karya, sekaligus membawa kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Haris The Brothers menjelaskan visi besarnya.
Langkah nyata ini dimulai dengan proses pembinaan yang komprehensif. Para talenta muda tidak hanya dilepas untuk bernyanyi, tetapi dibekali dengan pembinaan vokal profesional hingga proses rekaman di studio mumpuni seperti Bros Studio dan Studio Dua Puluh milik Aang dari grup musik The Rain. Standar kualitas industri ini sengaja diterapkan agar lagu anak tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan mampu bersaing secara kualitas di platform digital global.
Keberagaman identitas Nusantara menjadi ruh dalam setiap karya yang dihasilkan. Hal ini tercermin dari asal daerah para talenta yang terlibat, mulai dari Yogyakarta, Surabaya, Samarinda, hingga jauh ke timur Indonesia, yakni Timika, Papua. Nama-nama seperti Valdio Marpaung, Duet 2 AM, Duet Arletha & Aurel, Jojo, Twins Amalia & Gita, Sinar, Geovan, Arsa, Hiro, Rahel, Yaya, serta Miyuki kini bersiap mengisi ruang dengar masyarakat secara konsisten setiap minggunya.

Sosok Valdio Marpaung, penyanyi cilik asal Timika, menjadi pembuka jalan dalam penayangan perdana gerakan ini. Di bawah bimbingan guru vokal Miss Pita, Valdio membawakan lagu bertajuk “Sa Sayang Kam Dua”. Sebuah karya yang menyentuh sisi emosional tentang rasa syukur dan cinta seorang anak kepada orang tuanya. Melalui karakter vokal yang kuat, Valdio membuktikan bahwa jarak geografis bukan penghalang bagi lahirnya kualitas musikalitas yang memukau. Video musik ini dijadwalkan menyapa publik melalui kanal YouTube resmi Swara Anak Nusantara pada Minggu, 1 Maret 2026.
Lebih dari sekadar proyek musiman, Swara Anak Nusantara juga mengemban misi sosial untuk mendemokrasikan akses bagi anak-anak berbakat. Ryan Toding selaku Project Manager menegaskan bahwa faktor ekonomi tidak boleh menjadi penghambat kreativitas. “Anak-anak membutuhkan panggung dan kesempatan. Swara Anak Nusantara hadir agar kesempatan tersebut tidak hanya dimiliki oleh mereka yang memiliki sumber daya, tetapi juga oleh talenta-talenta hebat dari seluruh Indonesia,” tegas Ryan.
Harapan besar kini disampirkan pada pundak gerakan ini. Ke depan, Swara Anak Nusantara tidak hanya berhenti pada perilisan lagu digital, tetapi juga merencanakan rangkaian konser di berbagai kota. Tujuannya jelas: memberikan pengalaman panggung yang nyata bagi para penyanyi muda sekaligus menggaungkan kembali lagu anak ke ruang-ruang keluarga di Indonesia.
Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, Haris The Brothers berharap lahirnya gelombang baru musik anak yang lebih berkelanjutan. Swara Anak Nusantara kini berdiri sebagai manifesto bahwa lagu anak Indonesia belum mati; ia hanya sedang bersiap untuk bangkit kembali sebagai kebanggaan generasi masa depan./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















