Sejak pandemi Covid-19 bercokol di tanah air, sektor pariwisata menjadi sisi yang paling terdampak oleh keadaan ini, termasuklah di dalamnya bisnis perhotelan. Dalam hitungan setahun saja, sudah banyak hotel yang terpaksa menutup operasionalnya, karena tidak mampu untuk menjalankan roda bisnisnya karena anjloknya angka wisatawan.

Salah satu yang masih tetap survive adalah Hotel Des Indes, Menteng yang berlokasi di jalan HOS Cokroaminoto No.84-86 Menteng, Jakarta Pusat. Hotel yang mengusung desain klasik Batavia yang dipadupadankan dengan era modern kekinian ini pada dasarnya juga turut mengalami kesulitan di tengah pandemi Covid-19 yang menerpa dunia dan Indonesia khususnya industri pariwisata Indonesia.

Namun di bawah kepemimpinan Felix F Lukman selaku Direktur Utama Hotel Des Indes, hotel ini mampu bertransformasi untuk menjadi hotel terbaik di kelasnya di area Jakarta. “Kami tahu betapa beratnya situasi saat ini untuk industri perhotelan, namun kami yakin kami bisa melalui pandemi ini tanpa melakukan pengurangan karyawan,” kata Felix melalui keterangan tertulis.

Sejak Hotel Des Indes dikomandoi oleh Felix, belum pernah terjadi efisiensi karyawan karena pandemi Covid-19 yang pada saat ini sudah memasuki tahun kedua. "Kami berharap agar pandemi ini dapat segera berlalu dan industri hotel serta pariwisata Indonesia bisa bangkit kembali," imbuh Felix.

Salah satu yang menjadi signature food di Paloma Resto adalah Sop Buntut IstSalah satu yang menjadi signature food di Paloma Resto adalah Sop Buntut (Ist)

Hotel Des Indes memiliki total 83 kamar yang terdiri dari 3 (tiga) tipe kamar yang sangat nyaman untuk Anda beristirahat dari sibuknya aktivitas sehari-hari. Hotel Des Indes berada di lokasi yang sangat strategis karena sangat dekat dengan kawasan Sudirman-Thamrin di mana area tersebut menjadi jantung ekonomi nasional dari berbagai perusahaan multinasional di Ibukota DKI Jakarta.

Salah satu daya tarik Hotel Des Indes tentunya dengan desain khas kolonial dan arsitektur yang instagramable. Hotel ini memiliki pelayanan yang sangat ramah serta memiliki fasilitas televisi 80 channel. Tamu juga bisa menikmati berbagai hidangan dengan menu spesial baik makanan maupun minuman di Hotel Des Indes. Selain itu hotel ini juga memiliki 2 outlet makanan dan minuman. Paloma resto adalah salah satu outletyang dimiliki oleh Hotel Des Indes. Menyajikan makanan cita rasa Nusantara serta makanan ala Tiongkok yang digemari banyak orang.

Nah, Sop Buntut di Paloma Resto ini menjadi salah satu signature food dari sekian banyak makanan di outlet ini. Tersedia pula menu lain seperti Soto Betawi, Gulai Salmon dan lain sebagainya.

Bagi Anda yang memiliki jadwal bisnis meeting yang padat Anda bisa sekaligus melakukan pertemuan di Harmonie Lounge & Bar di Hotel Des Indes. Harmonie Lounge and Bar yang menyuguhkan camilan-camilan menarik serta tersedia pula minuman beraneka ragam yang diracik bartender andal./ JOURNEY OF INDONESIA

Goethe-Institut telah merilis video bunyi lingkungan (soundscape) terbarunya berjudul "Invisible Comfort". Video soundscape ini adalah kreasi Lie Indra Perkasa (komposer) dan John Navid (pemain drum dan perkusi White Shoes & the Couples Company) dalam rangka menghidupkan kembali bebunyian kenyamanan yang hilang di Jakarta. Karya mereka dapat ditonton di kanal YouTube Goethe-Institut Indonesien.

Invisible Comfort adalah bagian dari proyek digital internasional Sound of X, sebuah inisiatif dari Goethe-Institut yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2020. Sound of X menampilkan latar bebunyian sebuah kota yang sering diabaikan. Menggunakan suara, kebisingan, dan akustik, seniman dan musisi dari berbagai negara mengeksplorasi lingkungan sonik masing-masing dalam rangka mengusulkan cara unik untuk memulihkan hubungan dengan kota dan ruang yang kita diami, khususnya dalam masa pandemi Covid-19.

Elizabeth Soegiharto, koordinator program Goethe-Institut Indonesien mengatakan bahwa pihaknya sangat bersemangat dengan adanya proyek Sound of X dan merasa seseorang harus menciptakan sesuatu yang unik sebagai representasi kehidupan di Jakarta.

"Indra Perkasa dan John Navid adalah duo yang tepat untuk melakukan hal itu, karena mereka sama-sama berhasrat menyampaikan cerita mengenai Jakarta dan bahkan sempat berencana mengerjakan proyek serupa. Kami berharap penonton dapat berpaling sejenak dari rutinitas mereka selama isolasi dan terhubung kembali dengan Jakarta melalui video pendek ini. Lokasi-lokasi pilihan Indra dan John untuk pengambilan gambar dalam rangka memperlihatkan berbagai wajah Jakarta sungguh memukau,” kata Elizabeth pada Jumat (16/7/2021).

Konsep Invisible Comfort mengacu kepada semua hal di Jakarta yang sudah jarang terlihat, namun memberi kenyamanan. “Bagi sebagian besar orang, kehidupan di kota besar seperti Jakarta melulu diisi dengan bekerja. Melarikan diri dari rutinitas sulit dilakukan, sehingga kenyamanan dari keseharian pun terlupakan. Saat menggarap proyek ini, satu hal yang kami temukan ialah rasa nyaman yang kita kenal di masa lalu sebenarnya masih ada, tersembunyi di depan mata. Kita mungkin tidak selalu menyadarinya, tapi kita masih bisa mendengarnya di tengah kerumunan orang, di sela- sela rutinitas,” ucap Indra, komposer dalam video soundscape ini.

Indra dan John merekam suara suara dan membuat video di semua penjuru Jakarta selama lebih dari 2 minggu pada bulan Mei 2021 John NavidIndra dan John merekam suara-suara dan membuat video di semua penjuru Jakarta selama lebih dari 2 minggu pada bulan Mei 2021 (John Navid)

Untuk mencari suara kenyamanan yang hilang, Indra dan John merekam suara-suara dan membuat video di semua penjuru Jakarta selama lebih dari 2 minggu pada bulan Mei 2021. John, selaku Director of Photography proyek ini, menambahkan, “Kami mengunjungi semua kota administrasi di Jakarta dan mengeksplorasi Pasar Malam Cengkareng, Rumah Duka Jelambar, Glodok, Pasar Senen, Pasar Poncol, dan banyak tempat lagi. Selama proyek ini, kami mendatangi lebih banyak sudut-sudut Jakarta dari yang pernah kami datangi dan kami banyak menemukan hal-hal baru.”

Eksplorasi mereka disajikan dalam video soundscape berdurasi lima setengah menit yang berisi suara-suara keseharian yang memikat, mulai dari suara klakson kereta api, derit rel, orang berkaraoke, hingga berbagai suara yang terkait dengan jajanan jalanan—jingle dan suara lainnya yang digunakan penjual untuk menarik pelanggan serta suara saat proses pembuatan makanan berlangsung.

Suara khas jajanan jalanan menjadi elemen penting dalam proyek ini untuk memperlihatkan kenyamanan yang hilang versi Indra dan John. Karena sama-sama besar di Jakarta, keduanya mempunyai kenangan manis mengenai jajanan jalanan berikut suara khasnya, seperti bunyi melengking yang terdengar dari gerobak kue putu, denting suara sendok beradu mangkok kecil berisi sekoteng, sampai bunyi tuk- tuk-tuk dari kentungan bambu tukang bakso keliling.

Untuk proyek ini, Indra bereksperimen dengan Walkman untuk membuat tape loops. Ia menjelaskan bahwa beberapa rekaman suara seperti penjual tahu bulat dan jingle es krim Miami disampel lewat pita kaset lama untuk membuat tape loops, dan kemudian diproses lebih lanjut. Indra menambahkan, “Saya melakukannya karena merasa ini cocok dengan tema proyeknya, yaitu membuat efek berulang. Ini juga menggambarkan proses kehidupan urban di mana segala sesuatu dalam hidup itu berulang,” pungkasnya./ JOURNEY OF INDONESIA

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dikenal sarat akan informasi dan menjadi salah satu ikon kebanggaan nasional. Oleh karena itu, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, berharap pengelolaan salah satu destinasi terbaik di Jakarta itu bisa lebih profesional dan modern.

Pernyataan tersebut disampaikan LaNyalla tatkala menanggapi berpindahnya pengelolaan TMII yang selama 44 tahun dilakukan Yayasan Harapan Kita ke pemerintah melalui Kemensetneg. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 tentang TMII.

"Pengelolaan Yayasan Harapan Kita terhadap eksistensi TMII telah berhenti berdasarkasn Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 tentang TMII terkait pengaturan penguasaan dan pengelolaan TMII dilakukan oleh pemerintah/Kemensetneg. Tentu kita berharap pengalihan ini akan membuat TMII lebih baik," tuturnya pada Kamis (8/4/2021).

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu menjelaskan, dalam Keppres Nomor 51 Tahun 1977, TMII disebut merupakan milik negara, hanya pengelolaannya diberikan kepada Yayasan Harapan Kita."Diharapkan ke depan pemerintah mampu membuat angin perubahan pengelolaan TMII lebih profesional dan modern, menjadi sarana rekreasi edukatif dan menghibur," harapnya.

Selanjutnya, LaNyalla menambahkan bahwa TMII sarat dengan informasi-informasi tentang ke-Indonesiaan. "Jika dikelola dengan manajemen yang profesional TMII dapat menjadi magnet yang mendatangkan pengunjung dan menghidupkan berbagai aspek," tutupnya./ JOURNEY OF INDONESIA

Penyelenggaraan MUFFEST tahun ini hadir di Kota Pahlawan, Surabaya, berlangsung pada tanggal 1 - 11 April 2021 di Pakuwon Mall. Pada Jum'at (2/4) kemarin, berlangsung acara Konferensi Pers secara hybrid yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang diwakilkan oleh Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur, Ir. Tiat Suwardi, M.Si; National Chairman IFC, Ali Charisma; Local Chairwomen IFC Surabaya Chapter, Yunita Kosasih; Branch Manager of Dyandra Promosindo, Agustien Dyah Ekawati; Senior Marketing Manager Pakuwon Mall, Dian Apriliana Dewi; Market Development Executive Wardah Cosmetic, Sabrina; Person in Charge MUFFEST Surabaya 2021, Alben Ayub Andal.

"Memasuki tahun keenam penyelenggaraan, MUFFEST semakin memantapkan eksistensinya sebagai event fashion muslim terbesar dengan komitmen untuk terus berperan serta dalam upaya mempromosikan karya desainer tanah air dan menyukseskan tujuan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dan modest wear dunia. Dyandra dan IFC selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam penyelenggaraan MUFFEST dan berkomitmen untuk mendorong kreativitas anak bangsa dalam menciptakan produk lokal dengan standar, mutu, dan kreasi yang dapat bersaing di mancanegara serta memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional," ungkap Branch Manager of Dyandra Promosindo, Agustien Dyah Ekawati dalam Konferensi Pers MUFFEST Surabaya 2021.

National Chairman Indonesian Fashion Chamber, Ali Charisma menyampaikan dalam sambutan, "Masa pandemi yang berkepanjangan dengan dampak besar sekali terhadap industri fesyen, kami sadar bahwa kami perlu bergandeng tangan, bergerak bersama dengan menyesuaikan perubahan kondisi sekarang sehingga industri fesyen di Indonesia mulai menggeliat lagi. MUFFEST ditargetkan untuk membangun industri fesyen bukan hanya di ibukota Jakarta, tetapi juga daerah-daerah potensial lainnya, sehingga kami menjemput bola dengan menghadirkan MUFFEST di kota-kota besar di Indonesia."

"MUFFEST juga mengajak pelaku dan pengguna fesyen untuk sadar dan memahami pentingnya sustainable fashion. Sesuai konsep sustainable, peserta MUFFEST kali ini tidak harus membuat koleksi baru, namun bisa memanfaatkan koleksi lama dengan syarat disesuaikan perkembangan tren terbaru supaya diterima oleh pasar secara luas," lanjut Ali Charisma.

Brand Nina Nugroho IstBrand Nina Nugroho (Ist)

Dalam sambutannya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang disampaikan oleh Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur, Ir. Tiat Suwardi, M.Si, mengatakan dengan adanya vaksin, kegiatan ekonomi perlahan mulai meningkat. Sehingga tepat untuk memulai kegiatan ekonomi di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya. Pemerintah Jatim sangat mendukung penyelenggaraan kegiatan ini dan berterima kasih kepada IFC dan Dyandra yang telah memprakarsai untuk memulai kembali menggerakkan ekonomi kreatif, khususnya bidang fesyen.

Selanjutnya Khofifah melanjutkan bahwa kegiatan yang mendukung UKM sektor fesyen muslim ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Jatim untuk memfasilitasi UKM. Kegiatan ini bukan hanya untuk masyarakat Jatim dengan ibukota Surabaya saja, karena ada 18 provinsi lainnya yang terkait erat dengan Jatim. Kami berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dengan cita-cita yang lebih besar, bukan hanya untuk Surabaya, tapi untuk daerah lainnya di Indonesia Bagian Timur.

Kehadiran MUFFEST di Surabaya disambut dengan antusiasme para pelaku industri fesyen muslim yang berbasis di Jawa Timur dan sekitarnya. Melalui pameran dan fashion show di MUFFEST, para pelaku kreatif dan usaha berharap dapat menggiatkan kembali pasar busana muslim di tanah air, khususnya momen yang potensial menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Seperti yang diungkapkan oleh Desainer Yeti Topiah, “Penyelengaraan MUFFEST di Surabaya dengan konsep hybrid merupakan solusi terbaik di masa pandemi bagi pelaku bisnis modest/muslim fashion, terutama yang berada di daerah untuk tetap bisa branding dengan mengikuti fashion show dan ada wadah untuk jualan produk. Menjelang Ramadan adalah waktu yang tepat, karena biasanya ini puncak bisnis modest/muslim fashion. Mudah-mudahan dengan MUFFEST datang ke daerah-daerah akan memudahkan pelaku usaha untuk berjualan dan konsumen untuk berbelanja, tidak perlu harus jauh-jauh ke Jakarta. Sehingga bisa membangkitkan ekonomi daerah, khususnya sektor modest/muslim fashion.”

Desainer nasional Hannie Hananto pun berharap dengan terselenggaranya MUFFEST di masa pandemi dapat mengangkat kembali sektor usaha fesyen muslim di daerah untuk memulihkan industri fesyen muslim nasional. “Bisnis fesyen muslim di masa pandemi memang terdampak, tapi tetap jalan apalagi yang berjualan secara online. Masyarakat tetap butuh dan membeli baju untuk Ramadan dan Lebaran, jadi masih ada kesempatan buat kita, para desainer dan brand fesyen muslim. Kita harus semangat untuk tetap membuat koleksi baru. Sangat penting kita mengikuti event seperti MUFFEST untuk branding dan berjualan sehingga mempermudah konsumen mencari produk kita. Kita tidak bisa ikut event seperti MUFFEST sekali saja, tapi harus berkelanjutan, konsisten berulang kali sampai pangsa pasar yang dituju aware terhadap brand atau produk kita.”

Beberapa look yang ditampilkan IstBeberapa look yang ditampilkan (Ist)

Selain kegiatan pameran dan fashion show, MUFFEST di Surabaya akan menghadirkan kegiatan interaktif dan inspiratif yaitu Seminar “The New Beginning Trend Fashion 2021/2022" dengan narasumber Dina Midiani selaku Koordinator & Trend Expert, Taruna K. Kusmayadi selaku Team Riset dan Penulis, dan Sofie selaku Team Decoding yang dipersembahkan oleh Kemenparekraf/ Baparekraf, talkshow tentang Zero Waste Fashion dan Hijab Creation bersama Aryani Widagdo, bincang tentang Bisnis Kebaya dengan Lenny Agustin, dan Styling Sarung bersama IFC Community. Tak kalah menarik yaitu Live Shopping.

Perhelatan MUFFEST di Surabaya ini terselenggara atas dukungan dan kerjasama sinergis dengan berbagai pihak, meliputi Official Venue: Pakuwon Mall, Official Makeup Partner: Wardah, Supporting Partner: Debellin Premium Cookware, JJ Production, Melodia, Sari Bumi, dan YOUC1000, dan Official Community: Hijabersmom Community.

Sebagai penutup Konferensi Pers menampilkan Trunk Show koleksi dari para desainer, diantaranya Raniah Badubah, Interim Clothing, Alphiana Chandrajani, AM by Anggiasari, Ardalano, Mourad Couture, Parahyangan, Afra, Andi Sugik X Hefi Rosid, Threelogy by SMK 3 Blitar, Three Can SMKN 3 Malang, Belquinza by Ajeng Cahya, Yeti Topiah, dan Hannie Hananto X Gadiza.

Koleksi lebih lengkap akan ditampilkan pada gelaran fashion show tanggal 9 April 2021 dengan turut menghadirkan parade koleksi dari Arinz, Yusi Martha, Elva Fauqo, Tan’eem, J99 Garment, Emmy Thee, Rosie Rahmadi, Rengganis, Alden Ayub Andal, Mahdiyah, Tufiana, Nadiah Syammach, Alfatir Muhammad, Kiki Mahendra, dan Sofie.

Selain Surabaya, rangkaian MUFFEST pekan ini juga dilaksanakan di Yogyakarta yang bertempat di Hartono Mall, mulai tanggal 31 Maret-11 April 2021. Fashion show MUFFEST Yogyakarta digelar pada tanggal 9, 10 dan 11 April 2021 yang menampilkan parade koleksi di antaranya dari Phillip, Afif Syakur, Ina Priyono, Tuty Adib, Wening Angga, Lia Mustafa, Deden Siswanto, Ohmm by BAI, Retty Selya, Luffi Luvnic, Dewi Roesdji, Mia Ridwan, Sofie R, dan Lanny Amborowati, serta karya dari BBPLK Semarang dan BLK Kendari.

Turut dimeriahkan pula dengan bincang kreatif, salah satunya dengan Aisha Novakovich, Modest Fashion Australia Founder yang akan berbagi pengalaman tentang perkembangan modest fashion di Australia dalam talkshow bertema “The Rise of Modest Fashion in Australia”.

Untuk selanjutnya, MUFFEST akan diselenggarakan di Grand Galaxy Park, Bekasi, kemudian di 23Paskal Shopping Center, Bandung, dan diakhiri di Gandaria City, Jakarta.
Secara virtual, MUFFEST 2021 dapat diakses streaming melalui www.muslimfashionfestival.com, YouTube Channel: Muslim Fashion Festival dan Instagram Live di @muslimfashionfestival. Informasi terkini dan follow akun Instagram MUFFEST @muslimfashionfestival dan website https:// muslimfashionfestival.com/ JOURNEY OF INDONESIA

Terletak strategis di bilangan Kuningan, Jakarta, HAKA Resto adalah kedai kopi dan restoran untuk bersantai dan berkumpul bersama keluarga atau teman-teman. Didesain secara nyaman, HAKA Resto menawarkan secangkir cerita kenikmatan kopi yang dijual sangat tidak lazim.

Disaat kedai atau coffee shop lain menjual secangkir Cappuccino, Latte, Americano dan Espresso di atas Rp20.000 tapi di HAKA Resto harganya jauh lebih rendah. Yang membuat menarik lagi, penikmat kopi dapat free flow alias nambah gratis dan sepuasnya pula.

Ada sebuah pesan menarik jika kita melangkahkan kaki ke H Tower, Jl. Rasuna Said, Jakarta Selatan, berada di lantai Mezzanin dan tepat di depan pintu masuk HAKA Resto kita akan sangat mudah membaca pesan “Ngopi Rp15.000 Free Flow Sepuasnya”.

Seperti yang disampaikan oleh Isnan Abdul Jabar selaku FB Attendant HAKA Resto bahwa untuk mendapatkan minuman gratis sepuasnya, cuma satu syaratnya yaitu harus menghabiskan minumannya terlebih dahulu. “Syarat dan ketentuan berlaku lainnya adalah, promo ini dapat dinikmati setiap hari Senin – Jum’at, dimulai dari jam 15.00 – 18.00 WIB,” terang Isnan.

Isnan juga menambahkan bahwa promo "Ngopi Rp15.000 Free Flow Sepuasnya" ini pun bisa cross menu atau menikmati menu kopi lain. “Misal, tamu order pertama cappuccino, ketika ia ingin free flow dapat ganti menu latte, Americano, atau Espresso, baik panas maupun dingin,” tandasnya.

Meski dengan banderol yang sangat terjangkau, HAKA Resto tidak mengurangi sedikit pun kualitas rasa dan aroma kopinya. Sementara untuk kopinya sendiri, HAKA Resto yang berada di bawah naungan HARPER Hotel Cawang ini menggunakan kopi Java Blend dari salah satu roastery ternama di Jakarta yang telah dikurasi secara ketat sebelum sampai ke meja saji konsumennya.

Beberapa jenis kopi racikan HAKKA Resto FatkhurrohimHAKA Resto, Tawarkan Ngopi Sepuasnya di Hari Kerja

Dalam secangkir kopi minuman yang sampai ke tangan konsumen, HAKA Resto menggunakan komposisi 60 persen kopi Robusta dan 40 persen kopi Arabika di setiap 16 gramnya. Java Blend sendiri saat ini menjadi pilihan utama di beberapa kedai kopi atau coffee shop yang ada di Jakarta dan sudah tidak asing lagi bagi penikmat kopi.

Untuk diketahui pula, bahwasannya fresh milk yang digunakan untuk secangkir Cappuccino dan Latte menggunakan susu terbaik sebagaimana digunakan oleh brand-brand coffee shop besar lainnya.

Selain itu, lewat balutan desain interior bergaya industrial dan vintage, HAKA Resto juga dapat dipergunakan untuk menggelar beberapa kegiatan social event seperti ulang tahun, arisan, dan lainnya dengan daya tampung lebih dari 100 orang.

Ihwal mengapa pihak HAKKA Resto menggelar promo ngopi sepuasnya di hari dan jam tersebut, tak lain dikarenakan HAKA Resto menyasar market perkantoran yang berada di kawasan Jl. Rasuna Said dan Epicentrum, Jakarta Selatan. “Kami ingin menarik konsumen usai pulang kantor, untuk rehat sejenak dan menikmati kopi sejenak dengan harga yang murah,” jabarnya.

“Menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19 dan sebagaimana anjuran pemerintah, kapasitas pemakaian pun kita sesuaikan. Dan kita ngasih fasilitas protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer dan jaga jarak,” ujarnya kembali.

Untuk menu kegiatan pendukung social event, HAKA Resto pun memberikan diskon 50 persen setiap 5 pemesanan menu makanan setiap harinya. “Potongan harga 50 persen ini berlaku untuk pemesanan 5 menu sekaligus, baik yang dari local food seperti ayam goreng, bebek goring, iga bakar dan lain-lain,” terangnya./ JOURNEY OF INDONESIA

Page 1 of 10