JAKARTA – Lanskap musik populer Indonesia kembali diperkaya oleh kehadiran narasi yang kontemplatif. Kali ini, hembusan angin segar itu datang dari seorang solois muda asal Bali, Diva Ramaniya. Lewat karya bertajuk ‘Tempat Berlabuh’, Diva tidak sekadar memperkenalkan warna vokalnya ke publik, tetapi juga membawa sebuah refleksi mendalam mengenai hubungan manusia yang kerap terjebak antara keinginan untuk menggenggam dan keberanian untuk melepaskan.
Langkah profesional Diva diresmikan di bawah bendera label anyar SEVENTH STARS dalam sebuah peluncuran single perdananya ini di Gajah Mada Plaza, Jakarta Barat, Minggu (11/1/2026). Bagi Diva, momen ini merupakan muara dari kerinduan panjang yang telah ia pupuk sejak masa kanak-kanak. Ia mengenang bagaimana dunia tarik suara telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dirinya bahkan sejak usia belia. “Tentu saja sangat senang dan cukup terharu juga. Aku sudah bernyanyi sejak kecil, mungkin dari umur tiga atau empat tahun. Sekarang bisa punya lagu sendiri rasanya seperti mimpi,” ungkap Diva dengan nada penuh syukur.

Secara musikal ‘Tempat Berlabuh’ dikemas dalam balutan pop balada yang tenang dan bersahaja. Deril Matahelumual selaku music director memilih aransemen minimalis agar kejujuran lirik dan kehangatan vokal Diva tetap menjadi poros utama. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menonjolkan kemampuan interpretasi Diva yang dinilai memiliki kemiripan dengan karakteristik vokal Raisa maupun Bernadya. Sebuah perbandingan yang sempat menjadi beban, namun kini diterima sebagai motivasi positif.
Mahasiswa University of Western Australia ini mengakui bahwa kemampuannya berekspresi lewat lagu adalah hasil dari proses kreatif yang organik. Lirik ‘Tempat Berlabuh’ lahir dari sebuah percakapan telepon personal dan berhasil diselesaikan hanya dalam satu malam. Ada sebuah kesadaran yang tajam dalam bait-baitnya, terutama mengenai prinsip bahwa kebersamaan tidak selalu berarti keterikatan yang mengekang. “Lagu ini memang aku tulis dari perasaan cinta. Tapi aku ingin siapa pun yang mendengarnya bisa menemukan ceritanya sendiri—entah tentang pasangan, tentang rindu, atau tentang seseorang yang pernah menjadi tempat pulang,” tutur Diva Ramaniya.

Pesan yang diusung lagu ini memang cukup dewasa bagi seorang pendatang baru. Diva mengeksplorasi metafora laut dan pelayaran untuk menggambarkan keteguhan hati. Baginya, memberikan ruang bagi seseorang untuk pergi adalah bentuk tertinggi dari sebuah kepercayaan. “Pesan dari lagu ini lebih ke melepaskan, tapi yakin aku adalah tempat pulangnya. Jadi biarkan lepas dulu, tapi yakin ujungnya akan kembali ke aku,” tambahnya menjelaskan makna mendalam di balik liriknya.
Haris The Brothers, produser sekaligus sosok di balik layar SEVENTH STARS, melihat potensi Diva sebagai paket lengkap seorang musikus. Pertemuan mereka yang bermula dari media sosial saat Diva masih menempuh studi di Australia membuahkan sebuah kolaborasi lintas benua yang produktif. Haris menilai Diva memiliki kepekaan penulisan lagu yang kuat serta karakter suara yang relevan dengan telinga pendengar masa kini.
Keunikan lain dari karya ini adalah transformasi identitasnya. Awalnya, lagu ini direncanakan mengusung judul ‘Berlayar’. Namun, setelah membedah kekuatan melodi pada bagian bridge dan chorus, tim produksi sepakat bahwa ‘Tempat Berlabuh’ jauh lebih representatif untuk menggambarkan filosofi tentang seseorang yang akhirnya berhenti berpindah hati dan menemukan titik kembali yang sejati.

Meski kini menetap di Australia dikarenakan dirinya masih menempuh pendidikan di The University of Western Australia, jarak tidak menyurutkan ambisi Diva untuk terus berkarya. Berbekal latar belakang pendidikan di bidang Marketing and Management, ia menunjukkan kedewasaan dalam merancang strategi kariernya. Saat ini, ia telah mengantongi sekitar lima hingga sepuluh tabungan lagu yang siap diproduksi dalam waktu dekat. Rencananya, sebuah Extended Play (EP) akan menjadi target selanjutnya setelah perilisan single kedua nanti.
Diva menyadari bahwa industri musik Indonesia adalah medan yang kompetitif, namun ia memilih untuk berjalan dengan integritas dan kejujuran rasa. Sesuai dengan arti namanya yang bermakna pembawa kebahagiaan, ia berharap kehadirannya mampu memberi dampak positif bagi para pendengar. “Nama saya ‘Diva’ pun memiliki arti pembawa kebahagiaan bagi banyak orang, jadi saya ingin kehadiran saya sesuai dengan arti nama itu,” pungkasnya.
Kini, ‘Tempat Berlabuh’ telah tersedia di berbagai platform musik digital, mengundang siapa saja untuk sejenak berhenti, mendengarkan, dan merenungkan kembali ke mana sebenarnya arah pulang mereka./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















