HANGZHOU – Industri otomotif global mencatat sejarah baru seiring dengan keberhasilan Geely Automobile Holdings Limited (Geely Auto) melampaui target ambisiusnya di penghujung tahun 2025. Perusahaan manufaktur asal Tiongkok ini secara resmi mengumumkan total penjualan kendaraan global mencapai 3.024.567 unit, sebuah angka yang menandai pertumbuhan signifikan sebesar 39 persen secara tahunan (year-on-year). Pencapaian ini tidak hanya melampaui target revisi perusahaan sebesar 3 juta unit, tetapi juga mengukuhkan posisi Geely dengan total penjualan kumulatif yang kini menembus angka 20 juta unit di seluruh dunia.
Keberhasilan luar biasa ini berakar pada transformasi besar-besaran Geely menuju kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV). Sepanjang tahun 2025, segmen NEV menjadi tulang punggung pertumbuhan dengan kontribusi mencapai 1.687.767 unit, atau melonjak 90 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lini Geely Yinhe menjadi bintang utama dalam portofolio ini dengan membukukan penjualan 1,24 juta unit. Sejak pertama kali diperkenalkan pada Mei 2023, lini ini hanya membutuhkan waktu kurang dari 2,5 tahun untuk mencapai angka satu juta unit, menjadikannya salah satu merek dengan pertumbuhan tercepat di pasar otomotif global saat ini.
Strategi yang terintegrasi di bawah payung ‘One Geely’ terbukti efektif dalam menyatukan kekuatan berbagai merek seperti Lynk & Co dan ZEEKR. Sinergi ini tidak hanya mendorong volume penjualan, tetapi juga meningkatkan profitabilitas di segmen premium. Sebagai contoh, ZEEKR mencatatkan rekor penjualan bulanan tertingginya pada Desember 2025 dengan angka di atas 30.000 unit.
Sementara itu, Lynk & Co berhasil membukukan penjualan lebih dari 350.000 unit, yang didukung oleh penerimaan positif pasar terhadap model-model unggulan seperti Lynk & Co 900 dan ZEEKR 9X.
Memasuki tahun 2026, Geely Auto telah menetapkan target yang lebih menantang dengan proyeksi penjualan global sebesar 3,45 juta unit, di mana 2,22 juta unit di antaranya merupakan kendaraan energi baru. Ambisi ini akan dikawal oleh peluncuran sekitar 10 model baru di pasar internasional, mencakup wilayah strategis seperti Asia Tenggara, Eropa, Afrika Selatan, hingga Amerika Latin. Salah satu yang paling dinantikan adalah debut MPV flagship pertama mereka, Geely V900, yang dijadwalkan meluncur pada kuartal pertama tahun ini untuk menyasar segmen kendaraan mewah keluarga dan bisnis.

Pasar Indonesia memegang peranan krusial dalam peta ekspansi global Geely. Komitmen ini dibuktikan melalui langkah lokalisasi manufaktur yang progresif. Fasilitas perakitan Geely di Indonesia telah memulai produksi massal untuk model Geely Starray EM-i, yang segera disusul oleh Geely EX5 dan Geely EX2. Melalui target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen, Geely berupaya memperkuat ekosistem industri hijau di tanah air. Respons pasar lokal pun terlihat sangat positif, terbukti dari model Geely EX2 yang berhasil mengantongi lebih dari 1.000 SPK hanya dalam waktu singkat sejak masa prapemesanan dibuka pada November lalu.
Di balik performa penjualan yang gemilang, kekuatan riset dan pengembangan menjadi fondasi utama melalui strategi “Intelligent Geely 2025”. Geely telah merealisasikan visi integrasi antariksa dan bumi dengan mengoperasikan 64 satelit aktif di orbit rendah (LEO). Teknologi ini mendukung sistem kemudi otonom G-Pilot Safety Assisted Driving serta ekosistem intelligent cockpit Flyme Auto 2. Inovasi AI full-domain yang dikembangkan perusahaan kini telah diproduksi massal, memberikan nilai tambah pada aspek keamanan dan kenyamanan yang sulit ditandingi oleh kompetitor di kelasnya.
Meskipun fokus pada elektrifikasi sangat kuat, Geely tetap menjaga stabilitas pada lini kendaraan bermesin konvensional (ICE). Melalui grup premium Geely China Star, perusahaan mencatatkan penjualan 1,21 juta unit, membuktikan bahwa permintaan terhadap kendaraan ICE berkualitas tinggi masih sangat stabil. Model-model seperti Geely Monjaro dan Geely Coolray tetap menjadi primadona di berbagai negara, termasuk di pasar Kazakhstan dan Mesir, di mana fasilitas produksi lokal telah beroperasi penuh untuk memenuhi permintaan kawasan tersebut.
Prestasi Geely di tahun 2025 juga mendapat pengakuan dari sisi tata kelola lingkungan dan sosial. Perusahaan berhasil meraih peringkat AA dari MSCI ESG, menempatkan mereka di posisi teratas di antara produsen otomotif Tiongkok lainnya. Pengakuan internasional ini mempertegas bahwa pertumbuhan masif yang diraih Geely selaras dengan prinsip keberlanjutan. Dengan jaringan global yang kini menjangkau 88 negara dan lebih dari 1.200 outlet, Geely siap melangkah ke tahun 2026 sebagai pemimpin baru dalam mobilitas cerdas global./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















