JAKARTA – Dinamika kehidupan di wilayah perkotaan pada tahun 2026 menuntut mobilitas yang semakin tinggi. Batasan antara ruang kerja, area edukasi, hingga ruang bersosialisasi kini kian samar, memaksa masyarakat untuk lebih cermat dalam menentukan pilihan busana. Meng-upgrade gaya kini bukan lagi sekadar menumpuk pakaian di dalam lemari, melainkan tentang bagaimana setiap helai kain mampu beradaptasi dengan ritme hidup yang serba cepat namun tetap mampu memancarkan identitas personal yang kuat.
Pilihan material menjadi fondasi utama dalam menjaga rasa percaya diri sepanjang hari. Ditengah cuaca yang kerap tidak menentu, kenyamanan tidak bisa ditawar lagi. Penggunaan bahan-bahan yang memiliki sirkulasi udara baik atau breathable menjadi standar baru dalam berpakaian.
Kemeja berukuran besar (oversized), gaun midi, hingga celana dengan potongan longgar kini menjadi primadona karena mampu memberikan ruang gerak maksimal. Detail-detail kecil seperti menggulung lengan kemeja secara kasual atau menyematkan satu sisi baju ke dalam celana kini dianggap sebagai teknik sederhana namun efektif untuk menciptakan kesan modis tanpa terlihat kaku.
Transisi dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya juga memicu populernya teknik layering atau tumpuk yang lebih cerdas. Tahun 2026 membawa filosofi smart stacking di mana penggunaan knitwear ringan, seperti kardigan atau sweter tipis, menjadi elemen pelengkap yang fungsional. Teknik ini memungkinkan seseorang untuk menyesuaikan tampilan dengan suhu ruangan maupun cuaca luar tanpa harus merasa terbebani oleh pakaian yang berat.
Menariknya, keraguan konsumen dalam memadupadankan gaya kini dijawab oleh kemajuan teknologi melalui fitur Coba Virtual di Shopee, yang memungkinkan siapa pun memastikan kecocokan pakaian secara digital sebelum memutuskan untuk memilikinya.
Namun, di balik semua eksplorasi tersebut, kesederhanaan tetap menjadi jangkar utama dalam dunia fashion. Kaos dasar berkualitas tinggi dengan potongan clean cut tetap menjadi investasi jangka panjang yang tak lekang oleh waktu. Pilihan palet warna netral seperti putih tulang, abu-abu lembut, beige, hingga warna pastel yang redup memberikan fleksibilitas tanpa batas untuk dipadukan dengan berbagai jenis luaran maupun bawahan. Melalui kurasi yang tepat, busana dasar ini menjadi medium ekspresi yang bersih dan elegan bagi kaum urban.
Sentuhan akhir yang menentukan karakter seseorang sering kali terletak pada detail aksesori yang dipilih. Pada tahun ini, tren bergerak menuju penggunaan item yang multifungsi namun tetap memiliki pernyataan gaya yang kuat. Tas berukuran sedang yang mampu menampung kebutuhan harian, dipadukan dengan sepatu loafers atau sneakers yang rapi, menjadi standar gaya yang diusung. Penambahan elemen minimalis seperti jam tangan klasik atau scarf tipis sering kali menjadi penentu apakah sebuah penampilan terlihat biasa saja atau naik kelas ke level berikutnya.
Daniel Minardi, Director of Business Partnership Shopee Indonesia mengungkapkan, “Setiap orang punya preferensi yang berbeda dalam berbusana. Ada yang nyaman dengan gaya minimal dan praktis, ada juga yang suka bereksperimen lewat warna maupun siluet tampilan yang lebih statement. Oleh karena itu, agar lebih bijak dalam berbelanja fashion, penggunaan kumpulan item esensial melalui Starter Pack Fashion 2026 ala Shopee dapat menjadi inspirasi. Setiap item punya fungsi, fleksibilitas, dan cerita. Karena di era ini, gaya terbaik adalah yang bergerak seirama dengan hidup ringkas, relevan, dan tetap autentik.”
Pada akhirnya, esensi dari gaya berpakaian di masa depan adalah tentang bagaimana teknologi dan selera lokal dapat bersinergi. Masyarakat kini semakin dipermudah dengan kehadiran platform digital yang menyediakan ruang bagi brand lokal untuk bersinar.
Dengan memanfaatkan fitur interaktif seperti Shopee Video atau Shopee Live, konsumen kini memiliki referensi visual yang lebih nyata dalam menentukan gaya yang paling sesuai dengan kepribadian mereka, sekaligus mendukung ekosistem industri kreatif di tanah air./ JOURNEY OF INDONESIA | Nuhaa


















