JAKARTA – Dunia digital kini bukan lagi sekadar layar yang dipandang dari kejauhan. Di jantung Jakarta Pusat, tepatnya di K Mall Menara Jakarta, Kemayoran, sebuah gerbang menuju dimensi baru telah resmi dibuka. Bertajuk PORTAL, wahana ini menawarkan pengalaman imersif sinematik pertama di Indonesia yang mengajak pengunjungnya melangkah masuk, menyentuh, dan menjadi bagian dari narasi masa depan.
Bukan sekadar hiburan visual biasa, PORTAL merupakan hasil kolaborasi strategis antara DF Experiences dan NETASIA. Proyek ini hadir sebagai jawaban atas kerinduan masyarakat urban akan ruang kreatif yang memadukan kecanggihan teknologi dengan kedalaman seni bercerita. Di sini, batas antara gerak fisik dan dunia virtual dilebur sedemikian rupa sehingga pengunjung merasa benar-benar berpindah ruang dan waktu.
Managing Director DF Experiences, Jacky, menegaskan bahwa kehadiran wahana ini memiliki visi yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat rekreasi. “PORTAL bukan sekadar tempat ini adalah platform untuk koneksi, kreativitas, dan pertukaran budaya. Dengan membawa pengalaman ini ke Jakarta, kami bertujuan untuk berkontribusi secara berarti pada ekosistem imersif yang berkembang di kawasan ini sambil menciptakan peluang kolaborasi lintas batas,” tuturnya saat pembukaan resmi.
Salah satu daya tarik utama yang menjadi primadona adalah tema perdana bertajuk “The Element Code”. Mengambil latar waktu tahun 2050, pengunjung diajak bertualang bersama Pemandu Chen Guo dan rekannya, Xiao Tian. Misi mereka tidak main-main yakni, menemukan istana bawah tanah yang hilang untuk memperbaiki Huo Tian, sebuah perangkat ruang-waktu yang rusak dan memiliki kekuatan untuk mengubah jalannya sejarah.

Berbeda dengan teknologi Virtual Reality (VR) konvensional yang sering kali membatasi gerak, PORTAL mengusung konsep teater VR yang dapat dijelajahi dengan bebas. Pengunjung dapat berjalan di dalam ruang digital berskala besar, dikelilingi visual 360 derajat, dan didukung oleh lanskap suara dinamis yang merespons setiap pergerakan. Mulai dari aksi yang memacu adrenalin hingga permainan mini yang santai, semua dirancang agar mudah diakses oleh semua kalangan usia.
Menariknya, PORTAL tidak hanya berhenti pada kecanggihan piksel dan sensor. Destinasi ini mengukuhkan diri sebagai titik temu budaya dengan menghadirkan pojok merchandise dan Snack Bar yang dikurasi secara khusus. Di sudut ini, teknologi futuristik bersanding harmonis dengan kehangatan kerajinan tangan lokal. Pengunjung dapat menemukan produk unggulan seperti tembikar Naruna dari Salatiga, sulaman Sinta Craft dari Semarang, hingga wastra unik dari Wastraloka Yogyakarta.
Sentuhan lokal ini merupakan bagian dari strategi kurasi NETASIA Singapura untuk mengangkat derajat produk kreatif regional. Bahkan, sebagai bagian dari rangkaian pembukaan, Naruna akan menggelar lokakarya pembuatan kreasi tanah liat langsung di area PORTAL pada 13-14 Februari 2026 mendatang.
Sripeni Puspasari selaku Direktur NETASIA menjelaskan bahwa integrasi antara gaya hidup dan teknologi adalah kunci dari pengalaman di PORTAL. “Kami sangat antusias menjadi bagian dari PORTAL, di mana teknologi imersif bertemu dengan gaya hidup dan budaya. Melalui merchandise yang dikurasi, kami bertujuan untuk menciptakan titik sentuh bermakna untuk merayakan kemajuan keterampilan kerajinan regional dan meningkatkan pengalaman pengunjung secara keseluruhan,” ujar Sripeni.
Dengan komitmen untuk terus memperbarui tema dan dunia imersifnya secara berkala, PORTAL diproyeksikan menjadi destinasi wisata digital yang tidak akan pernah membosankan. Bagi warga Jakarta yang ingin merasakan bagaimana rasanya hidup di dalam sebuah film fiksi ilmiah sambil tetap mendukung kreativitas lokal, PORTAL di K Mall Kemayoran adalah jawaban yang tepat./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















