JAKARTA – Bayangkan sedang menyiapkan mango sauce yang lembut atau melakukan teknik simmering untuk kaldu yang sempurna, namun suhu kompor tiba-tiba naik-turun tak terkendali. Bagi seorang juru masak, kestabilan panas adalah harga mati. Di tengah pergeseran gaya hidup masyarakat urban yang kian praktis, kompor listrik bukan lagi sekadar pelengkap estetika dapur, melainkan instrumen krusial yang menentukan keberhasilan sebuah hidangan.
Dunia kuliner tanah air baru saja menyaksikan bagaimana ketangguhan teknologi ini diuji dalam ajang Indonesia Memasak by Yummy di Jakarta, awal April ini. Di sana, para koki rumahan hingga profesional bertarung dengan waktu dan presisi. Salah satu sosok yang merasakan langsung pengalaman tersebut adalah Muhammad Ramdani, seorang pastry cook. Saat meracik Mango Mousse, ia mengandalkan kompor induksi portabel untuk membuat saus mangga dengan teknik suhu rendah.
“Saya pakai kompor listrik MODENA untuk buat mango sauce. Dipakai untuk simmering dengan tingkatan api di level 6, panasnya cepat banget. Nggak sampai lima menit, sudah simmer dengan baik. Saus nggak cepat gosong, karena panasnya stabil dan merata,” ujar Ramdani. Pengakuan ini mematahkan mitos lama bahwa kompor listrik sulit dikendalikan suhunya dibandingkan api konvensional.

Keberhasilan Ramdani menjaga tekstur sausnya tidak lepas dari fitur 10 Level Adjustable Power yang tertanam pada seri Portable Induction PI 1316. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengatur panas secara presisi, mulai dari kebutuhan suhu tinggi untuk menumis cepat (stir-fry) hingga suhu sangat rendah yang konsisten.
Verina Winata, Head of Product Marketing MODENA, menjelaskan bahwa relevansi produk dengan kebutuhan nyata konsumen menjadi kunci utama pengembangan teknologi mereka. “Kami ingin memastikan setiap kompor listrik MODENA, baik portable maupun tanam, benar-benar bisa menjawab kebutuhan memasak yang beragam dengan fitur yang sudah terbukti. Portable Induction MODENA digunakan dalam kompetisi Indonesia Memasak by Yummy yang diikuti oleh chef rumahan hingga profesional,” ungkap Verina.
Ia juga menambahkan bahwa kepercayaan publik telah tervalidasi melalui Indonesia Customer Experience (ICX) Award. “Kompor listrik MODENA juga meraih Indonesia Customer Experience (ICX) Award sebagai kompor listrik paling diminati konsumen di enam kota, yang menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan performa produk kami,” lanjutnya.
Namun, inovasi tidak berhenti di perangkat portabel yang fleksibel untuk traveling atau dapur minimalis. Bagi mereka yang menginginkan integrasi desain interior yang elegan, kompor listrik tanam (built-in) menjadi pilihan utama. Di sini, MODENA menjawab kekhawatiran klasik pengguna kompor induksi: fluktuasi panas saat daya listrik rendah.

Melalui lini produk seperti BI 3321 EBBK hingga seri BI 4725 EBBK, diperkenalkan teknologi Low Power Constant Heat. Fitur ini menjadi terobosan penting karena menjamin aliran panas tetap stabil meski kompor diatur pada level daya rendah. Hasilnya, konsumsi energi menjadi lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas kematangan masakan.
Kemudahan operasional juga diperhatikan lewat kontrol sentuh yang intuitif. Pada model premium, terdapat fitur Slide Control untuk pengaturan suhu yang lebih halus, serta tombol Stop & Go yang memungkinkan pengguna menjeda proses memasak sejenak tanpa harus mengulang pengaturan dari awal. Sebuah detail kecil yang sangat membantu ketika ritme di dapur sedang tinggi.
Kini, dengan jaminan purnajual berupa garansi seumur hidup untuk ceramic glass pada model tertentu, transisi menuju dapur elektrik terasa lebih aman dan menjanjikan. Kompor listrik tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan telah berevolusi menjadi standar baru bagi mereka yang mengedepankan efisiensi tanpa mengabaikan seni memasak itu sendiri./ JOURNEY OF INDONESIA | Ismed Nompo

















