JAKARTA – Gairah industri properti di tanah air kini tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan, tetapi seberapa konsisten pengembang dalam menjaga standar kualitas dan kepercayaan pasar. Di tengah munculnya berbagai stimulus fiskal, seperti kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah yang mendorong minat beli masyarakat, para pemain di sektor ini dituntut untuk memiliki diferensiasi produk yang kuat agar tetap relevan di mata investor maupun konsumen akhir.
Salah satu pemain yang terus menunjukkan agresivitas positif dalam menjaga reputasi adalah PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA). Emiten properti yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia ini memilih jalur penguatan fundamental melalui tata kelola pengembangan yang disiplin. Upaya tersebut baru-baru ini membuahkan pengakuan publik melalui capaian dalam ajang Indonesia My Home Award (IMHA) pada November 2025 lalu, sebuah ajang penghargaan yang selama ini dikenal cukup selektif dalam menilai kualitas serta kontribusi sebuah proyek terhadap industri.
Validasi tersebut diraih melalui Apple 3 Condovilla, sebuah proyek hunian premium yang mengusung konsep unik di kawasan Jakarta Selatan. Proyek ini tidak sekadar menawarkan tempat tinggal, tetapi dirancang sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat urban akan hunian bergaya Eropa yang menggabungkan estetika arsitektur dengan efisiensi ruang. Keberhasilan ini mempertegas posisi DADA sebagai pengembang yang tidak hanya fokus pada perluasan portofolio, namun juga pada penciptaan produk dengan nilai investasi jangka panjang yang terukur.

Direktur dan CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan tegaskan bahwa penghargaan ini menjadi validasi atas arah strategis Perseroan sebagai emiten properti. “Raihan Indonesia My Home Award melalui Apple 3 Condovilla menunjukkan bahwa strategi pengembangan yang kami terapkan di DADA berada pada jalur yang tepat. Sebagai perusahaan terbuka, kami berkomitmen untuk menghadirkan produk properti yang tidak hanya unggul dari sisi desain dan kualitas, tetapi juga memberikan nilai berkelanjutan bagi konsumen dan pemegang saham,” ujar Bayu.
Kehadiran stimulus fiskal memang menjadi angin segar yang meningkatkan volume penjualan properti residensial secara nasional. Namun bagi DADA, momentum ini harus dibarengi dengan konsistensi kualitas agar kepercayaan pasar tetap terjaga. Apple 3 Condovilla kini diposisikan sebagai tolok ukur atau benchmark bagi proyek-proyek masa depan perusahaan. Strategi ini diambil untuk memastikan bahwa setiap ekspansi di lokasi strategis tetap berjalan dalam koridor tata kelola yang baik.
Menutup keterangannya, Bayu optimis bahwa penguatan citra perusahaan akan berbanding lurus dengan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. “Validasi dari lembaga independen tentunya kita diharapkan mampu memperkuat reputasi Perseroan di mata investor, sekaligus mendukung prospek pertumbuhan DADA dalam jangka menengah dan Panjang,” ungkap Bayu Setiawan.
Secara rinci, pencapaian ini juga membawa pesan kuat bagi para pemangku kepentingan di pasar modal. Kepercayaan investor menjadi pilar utama bagi perusahaan terbuka untuk terus bertumbuh dalam jangka menengah dan panjang. Melalui pengakuan dari lembaga independen, reputasi korporasi mendapatkan legitimasi tambahan yang sangat krusial dalam peta persaingan industri real estat yang semakin padat.
Dengan langkah strategis ini, DADA Tbk konsisten perkuat reputasi dan kualitas, pasca raih penghargaan IMHA sebagai bagian dari komitmennya di industri properti nasional./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















