Wednesday, June 24, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Lestarikan Alam adalah Kunci Masyarakat Adat Menjaga Masa Depan

by Redaksi
24/12/2024
Reading Time: 3 mins read
Lestarikan Alam adalah Kunci Masyarakat Adat Menjaga Masa Depan

Masyarakat subsuku Afsya Kampung Bariat, Sorong Selatan, gotong royong mengupas kulit pohon sagu (Deta Widyananda)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Di tengah ancaman perubahan iklim dan eksploitasi hutan yang kian masif, masih tersimpan kisah inspiratif tentang harmoni antara manusia dan alam. Melalui praktik berkelanjutan, masyarakat adat di berbagai daerah membuktikan bahwa melestarikan hutan adalah kunci menjaga masa depan.

Media perjalanan TelusuRI mengungkap kisah-kisah ini dalam ekspedisi “Arah Singgah” 2023–2024. Tim yang terdiri dari Mauren Fitri, Rifqy Faiza Rahman, dan Deta Widyananda menyusuri hutan di sepuluh kabupaten dari enam provinsi, yakni Jawa Tengah, Sumatra Utara, Riau, Kalimantan Timur, Papua Barat Daya, dan Papua. Mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat adat yang bergantung pada hutan untuk kehidupannya.

Baca juga :

Foufo, Film Komedi Sci-Fi Pertama Berbahasa Madura Garapan Bayu Skak

KRISTAInterFOOD Digelar di NICE PIK 2, Tandai 27 Tahun Bangun Industri F&B Nasional

ARTOTEL BARSpace Tampil Baru, Hadirkan Sundown Rave di Poolside ARTOTEL Gelora Senayan Jakarta

Di Papua, hutan dianggap sebagai “ibu” yang menyediakan kebutuhan hidup masyarakat. Sebagai contoh, masyarakat Sorong Selatan memanfaatkan sagu dari hutan tanpa menanam secara khusus. Kepala Kampung Bariat menuturkan bahwa satu pohon sagu mampu mencukupi kebutuhan satu kampung selama berhari-hari. Kearifan lokal juga terlihat dari cara masyarakat memanen sagu secara bijak. Pohon yang ditebang digantikan oleh tunas baru untuk menjaga keberlanjutan. Pengetahuan ini diwariskan turun-temurun, bahkan beberapa area keramat ditandai untuk melindungi pohon-pohon sagu.

Yunita Ulim tunjukkan potongan pelepah nipah sebagai bahan baku pembuatan bumbu asin nipah ala suku Moi di Sorong (Deta Widyananda)

Sementara masyarakat Kampung Malawele di Sorong memanfaatkan pohon nipah untuk menghasilkan garam nipah, warisan leluhur Suku Moi. Bahan ini diolah menjadi bumbu tradisional dengan metode modern untuk keperluan komersial. Selain itu, mereka juga memproduksi teh dari kayu hutan lokal, menunjukkan betapa personalnya hubungan mereka dengan alam.

Di Kampung Merabu, Kalimantan Timur, masyarakat Dayak Lebo menjaga hutan di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat dari ancaman perkebunan kelapa sawit. Hutan tidak hanya menjadi sumber madu dan hasil buruan, tetapi juga menjadi apotek alami. Tradisi ini melibatkan generasi muda, memperkuat koneksi mereka dengan alam.

Di Desa Batu Songgan, Riau, aturan adat seperti “hutan larangan” diterapkan untuk menjaga ekosistem hutan dan sungai. Ketika larangan dicabut, masyarakat secara kolektif memanen hasil alam. Tradisi ini mirip dengan konsep egek di Papua, yang mengatur pemanfaatan sumber daya laut dan darat demi keberlanjutan.

Petani kopi robusta di Desa Brenggolo memetik buah kopi siap panen (Rony Tri SP)

Ekowisata menjadi jalan tengah yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan manfaat ekonomi. Contohnya adalah program pengelolaan mangrove di Bengkalis, Riau, yang dikembangkan Samsul Bahri bersama Lembaga Pengelola Hutan Desa. Selain itu, Kampung Malagufuk di Sorong mengundang wisatawan untuk mengamati burung cenderawasih, sedangkan Kampung Merabu menawarkan perjalanan ke situs bersejarah seperti Goa Bloyot dan Danau Nyadeng.

Kisah inspiratif juga muncul dari Desa Brenggolo di Wonogiri, Jawa Tengah, yang berhasil keluar dari keterbatasan ekonomi berkat budidaya kopi. Sementara itu, di Langkat, Sumatra Utara, mantan pembalak liar Rutkita Sembiring beralih menjadi pelaku ekowisata setelah berdialog dengan mahasiswa pencinta alam.

Tim TelusuRI menyimpulkan bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak bisa hanya berpusat pada perspektif kota besar seperti Jakarta. Pendekatan berbasis kearifan lokal, seperti yang diterapkan oleh masyarakat adat, menawarkan solusi nyata untuk menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Melalui perjalanan ini, terlihat jelas bahwa menjaga hutan bukan hanya tentang konservasi, tetapi juga tentang melindungi warisan budaya dan kehidupan. Praktik-praktik ini memberikan pelajaran berharga bahwa keharmonisan dengan alam adalah kunci keberlanjutan di masa depan./ JOURNEY OF INDONESIA | Morteza

Tags: EkowisataJourney of IndonesiaKearifan LokalMasyarakat AdatNewsPelestarian Hutan
Share114Tweet71

Related Posts

KRISTAInterFOOD Digelar di NICE PIK 2, Tandai 27 Tahun Bangun Industri F&B Nasional
Events

KRISTAInterFOOD Digelar di NICE PIK 2, Tandai 27 Tahun Bangun Industri F&B Nasional

23/06/2026
Juara Liga Europa, Aston Villa Pastikan Tantang Indonesia All Stars di GBK
Events

Juara Liga Europa, Aston Villa Pastikan Tantang Indonesia All Stars di GBK

22/06/2026
Sukses Digelar Perdana, IEE Series Balikpapan 2026 Perkuat Kolaborasi Industri dan Siap Kembali pada 2027
News

Sukses Digelar Perdana, IEE Series Balikpapan 2026 Perkuat Kolaborasi Industri dan Siap Kembali pada 2027

16/06/2026
Kilau SDM di Balik Kesuksesan CMK Sabet HR Asia Awards 2026
News

Kilau SDM di Balik Kesuksesan CMK Sabet HR Asia Awards 2026

08/06/2026
Pariwisata Era Algoritma, Saat Mesin Arahkan Pilihan dan Manusia Pegang Kendali
News

Pariwisata Era Algoritma, Saat Mesin Arahkan Pilihan dan Manusia Pegang Kendali

06/06/2026
Next Post
Semarakkan Hari Ibu, Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Weekend Market

Semarakkan Hari Ibu, Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Weekend Market

ADVERTISEMENT

Recomended

Foufo, Film Komedi Sci-Fi Pertama Berbahasa Madura Garapan Bayu Skak
FIlm

Foufo, Film Komedi Sci-Fi Pertama Berbahasa Madura Garapan Bayu Skak

24/06/2026
KRISTAInterFOOD Digelar di NICE PIK 2, Tandai 27 Tahun Bangun Industri F&B Nasional
Events

KRISTAInterFOOD Digelar di NICE PIK 2, Tandai 27 Tahun Bangun Industri F&B Nasional

23/06/2026
ARTOTEL BARSpace Tampil Baru, Hadirkan Sundown Rave di Poolside ARTOTEL Gelora Senayan Jakarta
Hotels

ARTOTEL BARSpace Tampil Baru, Hadirkan Sundown Rave di Poolside ARTOTEL Gelora Senayan Jakarta

23/06/2026
Menjaga Denyut Musik Independen di Buitenstage Vol. 9 Bogor
Events

Menjaga Denyut Musik Independen di Buitenstage Vol. 9 Bogor

23/06/2026
Sambal & Spice Luncurkan Menu Baru, Tawarkan Diskon hingga 30 Persen
Culinary

Sambal & Spice Luncurkan Menu Baru, Tawarkan Diskon hingga 30 Persen

23/06/2026
Audi Q5 Sportback ‘District Green’, Menakar Ulang Arti Kemewahan Terbaik
Automotive

Audi Q5 Sportback ‘District Green’, Menakar Ulang Arti Kemewahan Terbaik

22/06/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.