Saturday, August 8, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Lestarikan Alam adalah Kunci Masyarakat Adat Menjaga Masa Depan

by Redaksi
24/12/2024
Reading Time: 3 mins read
Lestarikan Alam adalah Kunci Masyarakat Adat Menjaga Masa Depan

Masyarakat subsuku Afsya Kampung Bariat, Sorong Selatan, gotong royong mengupas kulit pohon sagu (Deta Widyananda)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Di tengah ancaman perubahan iklim dan eksploitasi hutan yang kian masif, masih tersimpan kisah inspiratif tentang harmoni antara manusia dan alam. Melalui praktik berkelanjutan, masyarakat adat di berbagai daerah membuktikan bahwa melestarikan hutan adalah kunci menjaga masa depan.

Media perjalanan TelusuRI mengungkap kisah-kisah ini dalam ekspedisi “Arah Singgah” 2023–2024. Tim yang terdiri dari Mauren Fitri, Rifqy Faiza Rahman, dan Deta Widyananda menyusuri hutan di sepuluh kabupaten dari enam provinsi, yakni Jawa Tengah, Sumatra Utara, Riau, Kalimantan Timur, Papua Barat Daya, dan Papua. Mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat adat yang bergantung pada hutan untuk kehidupannya.

Baca juga :

Airlangga Sambangi Booth Hyundai di GIIAS 2026, Intip Langsung IONIQ 9

GIIAS 2026 Bukakan Pintu Industri Otomotif Bagi Generasi Muda

Wajah Baru Seni Rupa Lokal, Pemenang MR.D.I.Y. Art Competition 2026 Siap Unjuk Gigi di Kancah Regional

Di Papua, hutan dianggap sebagai “ibu” yang menyediakan kebutuhan hidup masyarakat. Sebagai contoh, masyarakat Sorong Selatan memanfaatkan sagu dari hutan tanpa menanam secara khusus. Kepala Kampung Bariat menuturkan bahwa satu pohon sagu mampu mencukupi kebutuhan satu kampung selama berhari-hari. Kearifan lokal juga terlihat dari cara masyarakat memanen sagu secara bijak. Pohon yang ditebang digantikan oleh tunas baru untuk menjaga keberlanjutan. Pengetahuan ini diwariskan turun-temurun, bahkan beberapa area keramat ditandai untuk melindungi pohon-pohon sagu.

Yunita Ulim tunjukkan potongan pelepah nipah sebagai bahan baku pembuatan bumbu asin nipah ala suku Moi di Sorong (Deta Widyananda)

Sementara masyarakat Kampung Malawele di Sorong memanfaatkan pohon nipah untuk menghasilkan garam nipah, warisan leluhur Suku Moi. Bahan ini diolah menjadi bumbu tradisional dengan metode modern untuk keperluan komersial. Selain itu, mereka juga memproduksi teh dari kayu hutan lokal, menunjukkan betapa personalnya hubungan mereka dengan alam.

Di Kampung Merabu, Kalimantan Timur, masyarakat Dayak Lebo menjaga hutan di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat dari ancaman perkebunan kelapa sawit. Hutan tidak hanya menjadi sumber madu dan hasil buruan, tetapi juga menjadi apotek alami. Tradisi ini melibatkan generasi muda, memperkuat koneksi mereka dengan alam.

Di Desa Batu Songgan, Riau, aturan adat seperti “hutan larangan” diterapkan untuk menjaga ekosistem hutan dan sungai. Ketika larangan dicabut, masyarakat secara kolektif memanen hasil alam. Tradisi ini mirip dengan konsep egek di Papua, yang mengatur pemanfaatan sumber daya laut dan darat demi keberlanjutan.

Petani kopi robusta di Desa Brenggolo memetik buah kopi siap panen (Rony Tri SP)

Ekowisata menjadi jalan tengah yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan manfaat ekonomi. Contohnya adalah program pengelolaan mangrove di Bengkalis, Riau, yang dikembangkan Samsul Bahri bersama Lembaga Pengelola Hutan Desa. Selain itu, Kampung Malagufuk di Sorong mengundang wisatawan untuk mengamati burung cenderawasih, sedangkan Kampung Merabu menawarkan perjalanan ke situs bersejarah seperti Goa Bloyot dan Danau Nyadeng.

Kisah inspiratif juga muncul dari Desa Brenggolo di Wonogiri, Jawa Tengah, yang berhasil keluar dari keterbatasan ekonomi berkat budidaya kopi. Sementara itu, di Langkat, Sumatra Utara, mantan pembalak liar Rutkita Sembiring beralih menjadi pelaku ekowisata setelah berdialog dengan mahasiswa pencinta alam.

Tim TelusuRI menyimpulkan bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak bisa hanya berpusat pada perspektif kota besar seperti Jakarta. Pendekatan berbasis kearifan lokal, seperti yang diterapkan oleh masyarakat adat, menawarkan solusi nyata untuk menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Melalui perjalanan ini, terlihat jelas bahwa menjaga hutan bukan hanya tentang konservasi, tetapi juga tentang melindungi warisan budaya dan kehidupan. Praktik-praktik ini memberikan pelajaran berharga bahwa keharmonisan dengan alam adalah kunci keberlanjutan di masa depan./ JOURNEY OF INDONESIA | Morteza

Tags: EkowisataJourney of IndonesiaKearifan LokalMasyarakat AdatNewsPelestarian Hutan
Share114Tweet71

Related Posts

GIIAS 2026 Bukakan Pintu Industri Otomotif Bagi Generasi Muda
Automotive

GIIAS 2026 Bukakan Pintu Industri Otomotif Bagi Generasi Muda

07/08/2026
Pesisir Jakarta Tenggelam 5,71 Cm Setahun, Prudential Tambah 5.500 Mangrove di Pulau Harapan
News

Pesisir Jakarta Tenggelam 5,71 Cm Setahun, Prudential Tambah 5.500 Mangrove di Pulau Harapan

07/08/2026
Siasat Membeli Mobil Baru Tanpa Terjebak FOMO dan Bencana Finansial
Automotive

Siasat Membeli Mobil Baru Tanpa Terjebak FOMO dan Bencana Finansial

07/08/2026
Palmeera Lounge, Hadirkan Wajah Baru Hospitality Perjalanan Religi di Soekarno-Hatta
News

Palmeera Lounge, Hadirkan Wajah Baru Hospitality Perjalanan Religi di Soekarno-Hatta

05/08/2026
Pertamina Patra Niaga Hadir di GIIAS 2026, Tampilkan Ekosistem MyPertamina dan Solusi Energi Masa Depan
Events

Pertamina Patra Niaga Hadir di GIIAS 2026, Tampilkan Ekosistem MyPertamina dan Solusi Energi Masa Depan

30/07/2026
Next Post
Semarakkan Hari Ibu, Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Weekend Market

Semarakkan Hari Ibu, Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Weekend Market

ADVERTISEMENT

Recomended

Daihatsu Gratiskan Servis Gran Max 2 Tahun di GIIAS 2026, Ini Syaratnya
Automotive

Daihatsu Gratiskan Servis Gran Max 2 Tahun di GIIAS 2026, Ini Syaratnya

08/08/2026
Airlangga Sambangi Booth Hyundai di GIIAS 2026, Intip Langsung IONIQ 9
Automotive

Airlangga Sambangi Booth Hyundai di GIIAS 2026, Intip Langsung IONIQ 9

08/08/2026
GIIAS 2026 Bukakan Pintu Industri Otomotif Bagi Generasi Muda
Automotive

GIIAS 2026 Bukakan Pintu Industri Otomotif Bagi Generasi Muda

07/08/2026
Wajah Baru Seni Rupa Lokal, Pemenang MR.D.I.Y. Art Competition 2026 Siap Unjuk Gigi di Kancah Regional
Events

Wajah Baru Seni Rupa Lokal, Pemenang MR.D.I.Y. Art Competition 2026 Siap Unjuk Gigi di Kancah Regional

07/08/2026
Pesisir Jakarta Tenggelam 5,71 Cm Setahun, Prudential Tambah 5.500 Mangrove di Pulau Harapan
News

Pesisir Jakarta Tenggelam 5,71 Cm Setahun, Prudential Tambah 5.500 Mangrove di Pulau Harapan

07/08/2026
Siasat Membeli Mobil Baru Tanpa Terjebak FOMO dan Bencana Finansial
Automotive

Siasat Membeli Mobil Baru Tanpa Terjebak FOMO dan Bencana Finansial

07/08/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.