JAKARTA – Dunia kecantikan global tengah mengalami pergeseran paradigma yang fundamental. Tren yang semula hanya berfokus pada upaya “terlihat lebih muda” secara instan, kini mulai bergerak ke arah beauty longevity. Ini merupakan sebuah pendekatan yang memandang kesehatan kulit tidak bisa dipisahkan dari kondisi metabolisme, ritme gaya hidup, dan ketahanan tubuh dalam jangka panjang.
Dalam kerangka berpikir tersebut, ZAP Clinic memperkenalkan sebuah terobosan yang mengintegrasikan perawatan estetika dengan pengelolaan kesehatan internal melalui program Z-Weight Loss. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan kesehatan masyarakat yang kian kompleks. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi obesitas pada penduduk usia di atas 18 tahun telah menyentuh angka 23,4 persen.
Popularitas terapi GLP-1 (Glucagon-Like Peptide-1) yang kerap dibicarakan di media sosial dan digunakan oleh figur publik dunia menjadi pintu masuk bagi ZAP untuk memberikan edukasi medis yang tepat. GLP-1 sejatinya adalah hormon alami manusia yang mengatur sinyal lapar dan kenyang di otak serta sistem pencernaan. Dalam ranah medis, penggunaan analog GLP-1 seperti Semaglutide berfungsi untuk menstabilkan regulasi energi dan kontrol nafsu makan.
Namun, ZAP menekankan bahwa pengelolaan berat badan bukanlah sekadar mengejar angka di timbangan demi estetika semata. Obesitas dipahami sebagai penyakit metabolik kronik multifaktorial yang jika tidak ditangani, akan mempercepat proses penuaan dan menurunkan kualitas energi harian.

Dokter Spesialis Gizi Klinik di ZAP, dr. Cipuk Muhaswitri, SpGK, menjelaskan bahwa terapi ini harus dipandang sebagai bagian dari intervensi medis yang menyeluruh, bukan solusi tunggal yang ajaib. “GLP-1 membantu tubuh mengatur kembali sinyal lapar dan kenyang secara fisiologis. Dengan pendampingan medis yang tepat, tubuh menjadi lebih tenang sehingga perubahan pola makan dan gaya hidup bisa dijalani dengan lebih konsisten dan berkelanjutan,” ujar dr. Cipuk Muhaswitri, SpGK.
Salah satu keunikan dari Z-Weight Loss adalah pendekatannya yang tidak mengandalkan pembatasan ekstrem. Sebaliknya, program ini dirancang untuk “mendidik ulang” tubuh agar mencapai ritme metabolisme yang lebih teratur. ZAP menyadari bahwa perubahan gaya hidup yang permanen memerlukan dukungan dari berbagai sisi.
Untuk mendukung keberlanjutan hasil, ZAP menjalin kolaborasi eksklusif dengan mitra yang memiliki visi serupa dalam kesehatan, yakni FTL Gym dan Healthy Go. Sinergi ini memastikan pasien mendapatkan dukungan latihan fisik yang terstruktur serta asupan nutrisi yang terjaga melalui meal plan personal.“Z-Weight Loss Program bukan program instan, melainkan ruang transisi yang aman bagi mereka yang ingin membangun ulang gaya hidup tanpa tekanan,” sebagaimana ditegaskan dalam filosofi program tersebut. Kolaborasi ini memperkuat posisi Z-Weight Loss sebagai jembatan bagi individu yang ingin melakukan lifestyle reset dengan cara yang realistis dan aman secara medis.
Program intensif ini ditawarkan mulai dari harga Rp4.999.000 untuk durasi satu bulan. Melalui harga tersebut, pasien tidak hanya mendapatkan akses terhadap terapi medis, tetapi juga pendampingan dalam lingkungan yang suportif dan bebas dari penilaian (judgment-free).
Pada akhirnya, esensi dari beauty longevity yang diusung ZAP adalah keyakinan bahwa kecantikan sejati bermula dari tubuh yang tidak sedang “berjuang” melawan gangguan metabolisme atau stres internal. Dengan tubuh yang sehat dan metabolisme yang optimal, kualitas kulit dan energi akan bertahan lebih baik dan lebih lama./ JOURNEY OF INDONESIA | Morteza


















