<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Art for Peace and a Better Future: Collaboration Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/art-for-peace-and-a-better-future-collaboration/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/art-for-peace-and-a-better-future-collaboration/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Aug 2026 05:29:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Art for Peace and a Better Future: Collaboration Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/art-for-peace-and-a-better-future-collaboration/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Menembus Batas Studio, Pameran Art for Peace di TIM Usung Semangat Kolaborasi Global</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/events/menembus-batas-studio-pameran-art-for-peace-di-tim-usung-semangat-kolaborasi-global/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 05:29:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Art for Peace and a Better Future: Collaboration]]></category>
		<category><![CDATA[Christopher Lehmpfuhl]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran Seni]]></category>
		<category><![CDATA[SBY Art CommunityPlein Air Painting]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Rupa]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Ismail Marzuki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=25025</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Kawasan Taman Ismail Marzuki di Cikini, Jakarta Pusat, menjadi saksi perjumpaan artistik lintas negara. Melalui pameran “Art for Peace and a Better Future: Collaboration” yang diinisiasi Kementerian Ekonomi Kreatif bersama SBY Art Community, publik diajak merenungkan esensi berkarya di alam terbuka. Sorotan utama tertuju pada seniman asal Berlin, Jerman, Christopher Lehmpfuhl, yang membawakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/events/menembus-batas-studio-pameran-art-for-peace-di-tim-usung-semangat-kolaborasi-global/">Menembus Batas Studio, Pameran Art for Peace di TIM Usung Semangat Kolaborasi Global</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Kawasan Taman Ismail Marzuki di Cikini, Jakarta Pusat, menjadi saksi perjumpaan artistik lintas negara. Melalui pameran <em>“Art for Peace and a Better Future: Collaboration”</em> yang diinisiasi <a href="https://ekraf.go.id" data-type="link" data-id="https://ekraf.go.id">Kementerian Ekonomi Kreatif</a> bersama <a href="https://www.instagram.com/sbyartcommunity/?hl=en" data-type="link" data-id="https://www.instagram.com/sbyartcommunity/?hl=en">SBY Art Community</a>, publik diajak merenungkan esensi berkarya di alam terbuka. Sorotan utama tertuju pada seniman asal Berlin, Jerman, Christopher Lehmpfuhl, yang membawakan teknik melukis en plein air.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pameran yang berlangsung hingga akhir Agustus 2026 ini menghadirkan sesi <em>Artist Talk di Lounge Teater Kecil TIM</em>. <strong>Christopher Lehmpfuhl</strong> bersama perupa <strong>I Gede Arya Sucitra</strong>, <strong>Naufal Abshar</strong>, dan <strong>Willy Himawan </strong>membedah bagaimana alam menjadi mitra dialog yang hidup. Lehmpfuhl, kolaborator Kornfeld Galerie, dikenal lewat teknik melukis langsung menggunakan tangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Lehmpfuhl, interaksi langsung dengan elemen alam memberikan dimensi emosional yang mendalam. “Melukis di luar ruang mempunyai banyak tantangan sekaligus keuntungan. Kita tidak hanya menghadapi cuaca, tetapi juga hujan, salju, cahaya, bahkan warna yang mampu memberikan pengalaman emosi yang dalam. Ini memberikan pengalaman yang berbeda dari melukis di studio,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, “Lukisan tidak merekam apa yang dilihat, tetapi juga bagaimana sebuah tempat dialami secara fisik dan dituangkan dalam karya.” Sebagai seniman yang telah berkarya selama sekitar 20 tahun secara resmi mewakili Kornfeld Galerie, Berlin, sebagai salah satu kolaborator dalam pameran. Ia dikenal memiliki teknik melukis yang unik dengan menggunakan tangan secara langsung.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Suasana-diskusi-Art-for-Peace-and-a-Better-Future-Collaboration-iBonk.jpg" alt="" class="wp-image-25026" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Suasana-diskusi-Art-for-Peace-and-a-Better-Future-Collaboration-iBonk.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Suasana-diskusi-Art-for-Peace-and-a-Better-Future-Collaboration-iBonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Suasana-diskusi-Art-for-Peace-and-a-Better-Future-Collaboration-iBonk-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Suasana-diskusi-Art-for-Peace-and-a-Better-Future-Collaboration-iBonk-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Suasana-diskusi-Art-for-Peace-and-a-Better-Future-Collaboration-iBonk-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Suasana diskusi “Art for Peace and a Better Future- Collaboration” (iBonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Menurut Lehmpfuhl, melukis en plein air memiliki tantangan sekaligus keunggulan tersendiri karena seniman berhadapan langsung dengan kondisi alam. “Melukis di luar ruang mempunyai banyak tantangan sekaligus keuntungan. Kita tidak hanya menghadapi cuaca, tetapi juga hujan, salju, cahaya, bahkan warna yang mampu memberikan pengalaman emosi yang dalam. Ini memberikan pengalaman yang berbeda dari melukis di studio,” ujar Lehmpfuhl.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan, ketertarikannya menggunakan jari dalam melukis justru berkembang ketika dirinya mulai menekuni teknik en plein air. Baginya, sebuah lukisan tidak sekadar merekam apa yang dilihat, tetapi juga menggambarkan bagaimana seorang seniman mengalami suatu tempat secara fisik dan emosional. “Lukisan tidak hanya merekam apa yang dilihat, tetapi juga bagaimana sebuah tempat dialami secara fisik dan dituangkan dalam karya,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandangan berbeda datang dari seniman muda Naufal Abshar yang turut berpartisipasi dalam pameran kedua yang digelar SAC pada 2026. Selama ini, Naufal lebih banyak berkarya di studio yang memiliki kondisi lebih tertata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Naufal Abshar memandang metode en plein air sebagai “new school” yang mendobrak kemapanan konvensional perupa studio. Semangat meruntuhkan batasan ego juga terpancar dalam karya kolaborasi sepanjang tujuh meter. Perasaan dan pengalaman kolektif ini terangkum dalam pernyataan narasumber berikut. &#8220;Kesan pertamanya tentu ini adalah kolaborasi yang luar biasa. Seniman-seniman yang terlibat memiliki latar belakang dan institusi yang beragam, termasuk bisa berkolaborasi dengan Pak SBY. Yang paling menarik adalah unsur kekeluargaannya. Sebagai komunitas seniman (ISB Art Community), kami mencoba melepas ego masing-masing. Kita tahu seniman biasanya punya ego yang kuat, tetapi melalui karya kolaborasi sepanjang 7 meter ini, kami meleburkan ego tersebut menjadi satu kesatuan dalam harmoni (SBY White Harmony).&#8221;</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Naufal-Abshar-saat-menjabarkan-pengalamannya-iBonk.jpg" alt="" class="wp-image-25027" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Naufal-Abshar-saat-menjabarkan-pengalamannya-iBonk.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Naufal-Abshar-saat-menjabarkan-pengalamannya-iBonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Naufal-Abshar-saat-menjabarkan-pengalamannya-iBonk-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Naufal-Abshar-saat-menjabarkan-pengalamannya-iBonk-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Naufal-Abshar-saat-menjabarkan-pengalamannya-iBonk-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Naufal Abshar saat menjabarkan pengalamannya (iBonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Transformasi dari keheningan studio menuju spontanitas alam terbuka menuntut adaptasi mental dan fisik yang intens. Proses di Pacitan, misalnya, menguji ketahanan stamina dan kepekaan estetik para perupa. &#8220;Pastinya ada dan sangat menarik. Biasanya saya terbiasa melukis di studio di mana semuanya sangat terukur dan terkontrol. Pengalaman baru yang saya dapat justru dari unsur ketidakterdugaan (unpredictability), seperti faktor waktu, cuaca, dan respons publik. Di sini, saya belajar melihat dari sudut pandang yang lebih luas (helicopter view). Kalau di studio kita harus sempurna, di luar ruangan kita harus menangkap esensi dari suasana tersebut dengan cepat, lalu move on.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kemarin di Pacitan sekitar 3 sampai 4 jam saja, itu sudah cukup melelahkan bagi yang belum terbiasa. Teman-teman dari street art atau yang sudah terbiasa di luar ruangan tentu punya stamina lebih. Tapi bagi saya dan seniman studio, ini pengalaman baru yang memperkaya ketahanan (durability) berkarya. Prosesnya kompleks karena harus membawa banyak alat, tapi hasilnya sangat memuaskan,&#8221; kenang Naufal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dinamika ekosistem seni rupa tanah air turut menjadi sorotan, terutama dalam menyeimbangkan peluang digital dengan tantangan struktural seperti regulasi pajak seniman. &#8220;Peluangnya selalu ada dan luas, terutama di era digital dan media sosial saat ini. Namun, tantangannya adalah banyaknya informasi, distraksi, dan persaingan. Di sisi lain, ekonomi kreatif di Indonesia sedang berkembang karena banyak kolektor yang mulai menghargai seni. Harapannya kepada pemerintah, semoga ada dukungan lebih bagi seniman—terutama terkait keringanan pajak pekerja bebas bagi seniman dan harga alat lukis yang cukup tinggi—serta memperbanyak event pameran dan edukasi seni untuk generasi muda.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pameran di TIM ini merayakan estetika sekaligus merajut simpul persahabatan global. &#8220;Poin positifnya banyak sekali. Selain belajar bernegosiasi dengan diri sendiri dan lingkungan, saya juga mendapat inspirasi tak terduga. Misalnya, biasanya saya memakai cat akrilik, di proyek besar ini saya jadi mencoba menggunakan cat minyak secara on-the-spot. Selain itu, ada rencana ke depan untuk memperluas jejaring kolaborasi tidak hanya di Eropa, tetapi juga merambah kancah Asia-Pasifik bersama Pak SBY, mengingat dukungan pemerintah di negara-negara Asia terhadap seni sangat luar biasa,&#8221; tutup Naufal./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/events/menembus-batas-studio-pameran-art-for-peace-di-tim-usung-semangat-kolaborasi-global/">Menembus Batas Studio, Pameran Art for Peace di TIM Usung Semangat Kolaborasi Global</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25025</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
