Thursday, August 20, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Menembus Batas Studio, Pameran Art for Peace di TIM Usung Semangat Kolaborasi Global

by Redaksi
20/08/2026
Reading Time: 4 mins read
Menembus Batas Studio, Pameran Art for Peace di TIM Usung Semangat Kolaborasi Global

Sesi Artist Talk di Lounge Teater Kecil TIM bersama Christopher Lehmpfuhl Willy Himawan, I Gede Arya Sucitra dan Naufal Abshar (iBonk)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Kawasan Taman Ismail Marzuki di Cikini, Jakarta Pusat, menjadi saksi perjumpaan artistik lintas negara. Melalui pameran “Art for Peace and a Better Future: Collaboration” yang diinisiasi Kementerian Ekonomi Kreatif bersama SBY Art Community, publik diajak merenungkan esensi berkarya di alam terbuka. Sorotan utama tertuju pada seniman asal Berlin, Jerman, Christopher Lehmpfuhl, yang membawakan teknik melukis en plein air.

Pameran yang berlangsung hingga akhir Agustus 2026 ini menghadirkan sesi Artist Talk di Lounge Teater Kecil TIM. Christopher Lehmpfuhl bersama perupa I Gede Arya Sucitra, Naufal Abshar, dan Willy Himawan membedah bagaimana alam menjadi mitra dialog yang hidup. Lehmpfuhl, kolaborator Kornfeld Galerie, dikenal lewat teknik melukis langsung menggunakan tangan.

Baca juga :

IEE Series 2026 di Jakarta, Satukan 10 Pameran Industri

GIFA-METEC 2026, Hadirkan Pameran Logam Jadi Bukti Hilirisasi RI

EDRR Indonesia 2026 Usai, Cetak 7.578 Pengunjung di JIExpo

Bagi Lehmpfuhl, interaksi langsung dengan elemen alam memberikan dimensi emosional yang mendalam. “Melukis di luar ruang mempunyai banyak tantangan sekaligus keuntungan. Kita tidak hanya menghadapi cuaca, tetapi juga hujan, salju, cahaya, bahkan warna yang mampu memberikan pengalaman emosi yang dalam. Ini memberikan pengalaman yang berbeda dari melukis di studio,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Lukisan tidak merekam apa yang dilihat, tetapi juga bagaimana sebuah tempat dialami secara fisik dan dituangkan dalam karya.” Sebagai seniman yang telah berkarya selama sekitar 20 tahun secara resmi mewakili Kornfeld Galerie, Berlin, sebagai salah satu kolaborator dalam pameran. Ia dikenal memiliki teknik melukis yang unik dengan menggunakan tangan secara langsung.

Suasana diskusi “Art for Peace and a Better Future- Collaboration” (iBonk)

Menurut Lehmpfuhl, melukis en plein air memiliki tantangan sekaligus keunggulan tersendiri karena seniman berhadapan langsung dengan kondisi alam. “Melukis di luar ruang mempunyai banyak tantangan sekaligus keuntungan. Kita tidak hanya menghadapi cuaca, tetapi juga hujan, salju, cahaya, bahkan warna yang mampu memberikan pengalaman emosi yang dalam. Ini memberikan pengalaman yang berbeda dari melukis di studio,” ujar Lehmpfuhl.

Ia menjelaskan, ketertarikannya menggunakan jari dalam melukis justru berkembang ketika dirinya mulai menekuni teknik en plein air. Baginya, sebuah lukisan tidak sekadar merekam apa yang dilihat, tetapi juga menggambarkan bagaimana seorang seniman mengalami suatu tempat secara fisik dan emosional. “Lukisan tidak hanya merekam apa yang dilihat, tetapi juga bagaimana sebuah tempat dialami secara fisik dan dituangkan dalam karya,” katanya.

Pandangan berbeda datang dari seniman muda Naufal Abshar yang turut berpartisipasi dalam pameran kedua yang digelar SAC pada 2026. Selama ini, Naufal lebih banyak berkarya di studio yang memiliki kondisi lebih tertata.

Naufal Abshar memandang metode en plein air sebagai “new school” yang mendobrak kemapanan konvensional perupa studio. Semangat meruntuhkan batasan ego juga terpancar dalam karya kolaborasi sepanjang tujuh meter. Perasaan dan pengalaman kolektif ini terangkum dalam pernyataan narasumber berikut. “Kesan pertamanya tentu ini adalah kolaborasi yang luar biasa. Seniman-seniman yang terlibat memiliki latar belakang dan institusi yang beragam, termasuk bisa berkolaborasi dengan Pak SBY. Yang paling menarik adalah unsur kekeluargaannya. Sebagai komunitas seniman (ISB Art Community), kami mencoba melepas ego masing-masing. Kita tahu seniman biasanya punya ego yang kuat, tetapi melalui karya kolaborasi sepanjang 7 meter ini, kami meleburkan ego tersebut menjadi satu kesatuan dalam harmoni (SBY White Harmony).”

Naufal Abshar saat menjabarkan pengalamannya (iBonk)

Transformasi dari keheningan studio menuju spontanitas alam terbuka menuntut adaptasi mental dan fisik yang intens. Proses di Pacitan, misalnya, menguji ketahanan stamina dan kepekaan estetik para perupa. “Pastinya ada dan sangat menarik. Biasanya saya terbiasa melukis di studio di mana semuanya sangat terukur dan terkontrol. Pengalaman baru yang saya dapat justru dari unsur ketidakterdugaan (unpredictability), seperti faktor waktu, cuaca, dan respons publik. Di sini, saya belajar melihat dari sudut pandang yang lebih luas (helicopter view). Kalau di studio kita harus sempurna, di luar ruangan kita harus menangkap esensi dari suasana tersebut dengan cepat, lalu move on.”

“Kemarin di Pacitan sekitar 3 sampai 4 jam saja, itu sudah cukup melelahkan bagi yang belum terbiasa. Teman-teman dari street art atau yang sudah terbiasa di luar ruangan tentu punya stamina lebih. Tapi bagi saya dan seniman studio, ini pengalaman baru yang memperkaya ketahanan (durability) berkarya. Prosesnya kompleks karena harus membawa banyak alat, tapi hasilnya sangat memuaskan,” kenang Naufal.

Dinamika ekosistem seni rupa tanah air turut menjadi sorotan, terutama dalam menyeimbangkan peluang digital dengan tantangan struktural seperti regulasi pajak seniman. “Peluangnya selalu ada dan luas, terutama di era digital dan media sosial saat ini. Namun, tantangannya adalah banyaknya informasi, distraksi, dan persaingan. Di sisi lain, ekonomi kreatif di Indonesia sedang berkembang karena banyak kolektor yang mulai menghargai seni. Harapannya kepada pemerintah, semoga ada dukungan lebih bagi seniman—terutama terkait keringanan pajak pekerja bebas bagi seniman dan harga alat lukis yang cukup tinggi—serta memperbanyak event pameran dan edukasi seni untuk generasi muda.”

Pameran di TIM ini merayakan estetika sekaligus merajut simpul persahabatan global. “Poin positifnya banyak sekali. Selain belajar bernegosiasi dengan diri sendiri dan lingkungan, saya juga mendapat inspirasi tak terduga. Misalnya, biasanya saya memakai cat akrilik, di proyek besar ini saya jadi mencoba menggunakan cat minyak secara on-the-spot. Selain itu, ada rencana ke depan untuk memperluas jejaring kolaborasi tidak hanya di Eropa, tetapi juga merambah kancah Asia-Pasifik bersama Pak SBY, mengingat dukungan pemerintah di negara-negara Asia terhadap seni sangat luar biasa,” tutup Naufal./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

Tags: Art for Peace and a Better Future: CollaborationChristopher LehmpfuhlEventJourney of IndonesiaKementerian Ekonomi KreatifNewsPameran SeniSBY Art CommunityPlein Air PaintingSeni RupaTaman Ismail Marzuki
Share114Tweet71

Related Posts

IEE Series 2026 di Jakarta, Satukan 10 Pameran Industri
Events

IEE Series 2026 di Jakarta, Satukan 10 Pameran Industri

20/08/2026
GIFA-METEC 2026, Hadirkan Pameran Logam Jadi Bukti Hilirisasi RI
Events

GIFA-METEC 2026, Hadirkan Pameran Logam Jadi Bukti Hilirisasi RI

19/08/2026
EDRR Indonesia 2026 Usai, Cetak 7.578 Pengunjung di JIExpo
Events

EDRR Indonesia 2026 Usai, Cetak 7.578 Pengunjung di JIExpo

19/08/2026
Balon “INTENS” Muncul di 10 Kota, Publik Dibuat Penasaran
Events

Balon “INTENS” Muncul di 10 Kota, Publik Dibuat Penasaran

15/08/2026
Ketika Showroom BMW Astra Disulap Menjadi Galeri Seni dan Rumah Bagi Misi Kemanusiaan
Automotive

Ketika Showroom BMW Astra Disulap Menjadi Galeri Seni dan Rumah Bagi Misi Kemanusiaan

14/08/2026
ADVERTISEMENT

Recomended

Menembus Batas Studio, Pameran Art for Peace di TIM Usung Semangat Kolaborasi Global
Uncategorized

Menembus Batas Studio, Pameran Art for Peace di TIM Usung Semangat Kolaborasi Global

20/08/2026
IEE Series 2026 di Jakarta, Satukan 10 Pameran Industri
Events

IEE Series 2026 di Jakarta, Satukan 10 Pameran Industri

20/08/2026
GIFA-METEC 2026, Hadirkan Pameran Logam Jadi Bukti Hilirisasi RI
Events

GIFA-METEC 2026, Hadirkan Pameran Logam Jadi Bukti Hilirisasi RI

19/08/2026
EDRR Indonesia 2026 Usai, Cetak 7.578 Pengunjung di JIExpo
Events

EDRR Indonesia 2026 Usai, Cetak 7.578 Pengunjung di JIExpo

19/08/2026
Ini Kami Nusantara, Hadirkan Panggung Inklusif Musik Nusantara Lintas Generasi 2026
Music

Ini Kami Nusantara, Hadirkan Panggung Inklusif Musik Nusantara Lintas Generasi 2026

17/08/2026
Mengurai Teknik dan Sains Olahan Coklat di The Alana Sentul
Hotels

Mengurai Teknik dan Sains Olahan Coklat di The Alana Sentul

16/08/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.