<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Band Indonesia Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/band-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/band-indonesia/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Dec 2025 18:32:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Band Indonesia Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/band-indonesia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Float Hadirkan &#8216;Dimabuk Cahaya&#8217; Melawan Algoritma dengan Kejujuran Musikalitas Vintage</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/float-hadirkan-dimabuk-cahaya-melawan-algoritma-dengan-kejujuran-musikalitas-vintage/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 13:03:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[21 Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Band Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Binsar Tobing]]></category>
		<category><![CDATA[David Qlintang]]></category>
		<category><![CDATA[Dimabuk Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Float]]></category>
		<category><![CDATA[Hotma “Meng” Roni Simamora]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Timur Segara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=20898</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Sebuah nama yang sudah mendedikasikan lebih dari dua dekade hidupnya di kancah musik Indonesia, Float, kembali menyapa penggemar dan penikmat musik Tanah Air. Band yang dikenal dengan karya-karya puitis dan mendalam ini meluncurkan single teranyar mereka berjudul &#8216;Dimabuk Cahaya&#8217;. Lagu ini hadir sebagai penanda 21 tahun perjalanan Float dalam ekosistem musik, namun ia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/float-hadirkan-dimabuk-cahaya-melawan-algoritma-dengan-kejujuran-musikalitas-vintage/">Float Hadirkan &#8216;Dimabuk Cahaya&#8217; Melawan Algoritma dengan Kejujuran Musikalitas Vintage</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA – Sebuah nama yang sudah mendedikasikan lebih dari dua dekade hidupnya di kancah musik Indonesia, <a href="https://www.instagram.com/float_project/?hl=en">Float</a>, kembali menyapa penggemar dan penikmat musik Tanah Air. Band yang dikenal dengan karya-karya puitis dan mendalam ini meluncurkan single teranyar mereka berjudul &#8216;Dimabuk Cahaya&#8217;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini hadir sebagai penanda 21 tahun perjalanan Float dalam ekosistem musik, namun ia bukan sekadar perayaan. Ini adalah sebuah deklarasi, sebuah perlawanan halus terhadap tuntutan industri yang bergerak terlalu cepat, serta penegasan bahwa eksistensi mereka terus berlanjut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Hotma “Meng” Roni Simamora</strong> (vokal/gitar), salah satu pilar Float, menegaskan bahwa kehadiran &#8216;Dimabuk Cahaya&#8217; bukanlah sebuah gebrakan mendadak atau upaya comeback. Ia bersama formasi terbarunya, yang kini diperkuat oleh <strong>Timur Segara</strong> (drum), <strong>David Qlintang</strong> (gitar), dan <strong>Binsar Tobing</strong> (bass), menganggap lagu ini sebagai lanjutan dari filosofi yang telah mereka anut sejak awal karya yang jujur, organik, dan kaya rasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini bukan <em>comeback,</em>” kata Meng. “Kami cuma meneruskan nafas yang sama, tapi mungkin warnanya beda, lebih segar,” lanjutnya memberikan petunjuk akan tone yang berbeda namun tetap mempertahankan esensi Float.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/solo-city-jazz-2025-meriahnya-festival-jazz-ke-13-walau-tanpa-dukungan-pemkot-solo/">band</a> yang mengidentikkan diri mereka dengan konsep ‘mengapung’, posisi stabil di tengah, tidak tenggelam namun juga tidak terlalu tinggi, filosofi ini menjadi jangkar di tengah tuntutan dunia musik untuk selalu menjadi viral.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara Binsar Tobing menjelaskan esensi sikap mereka. “Kami tidak perlu ikut ribut agar terlihat relevan. Yang penting jujur dengan karya kami sendiri,” ucap Binsar, menyoroti penolakan band ini untuk tunduk pada tekanan algoritma media sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8216;Dimabuk Cahaya&#8217; secara tegas dihadirkan sebagai bentuk penolakan terhadap kepalsuan yang dipicu oleh kecepatan tren. Lagu ini mengajak pendengar untuk benar-benar berhenti dan menikmati musik.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Rayakan-21-Tahun-Float-hadirkan-single-Dimabuk-Cahaya-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-20901" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Rayakan-21-Tahun-Float-hadirkan-single-Dimabuk-Cahaya-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Rayakan-21-Tahun-Float-hadirkan-single-Dimabuk-Cahaya-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Rayakan-21-Tahun-Float-hadirkan-single-Dimabuk-Cahaya-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Rayakan 21 Tahun, Float hadirkan single &#8216;Dimabuk Cahaya&#8217; (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Secara musikalitas, single ini membawa nuansa hangat dan berkarakter dengan warna vintage ala 70-an yang kental dan organik. Meng mengungkapkan inspirasi tak terduga di balik aransemen ini, yakni lagu tema James Bond yang berjudul ‘You Only Live Twice’. Gabungan antara sound retro dan penceritaan yang kuat menghasilkan sebuah karya yang menenangkan namun menggugah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lirik, &#8216;Dimabuk Cahaya&#8217; tidak mengangkat tentang keindahan biasa, melainkan tentang kejujuran dan kesadaran yang terkadang menyakitkan. Float menginterpretasikan &#8216;cahaya&#8217; bukan sebagai hal yang lembut, melainkan yang &#8220;menelanjangi&#8221; hal-hal tersembunyi. Cahaya, bagi mereka, adalah simbol akan pengetahuan dan iman, sesuatu yang meski menyakitkan dalam prosesnya, pada akhirnya justru membebaskan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">David Qlintang, sang gitaris, menambahkan sentuhan personal dari proses kreatif ini, “Yang terpenting, lewat lagu ini kami merasa lebih hidup!” Dengan segala kejujuran dan idealismenya, lagu ini sangat ideal diputar dalam momen kontemplatif, seperti saat menikmati perjalanan malam atau mencari ketenangan di tengah hiruk-pikuk. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Float memastikan bahwa cahaya yang menuntun mereka sejak awal masih menyala, dan kini mereka berharap para pendengar pun dapat merasakan pijar yang sama. Ini adalah cara Float untuk memastikan relevansi abadi mereka, bukan melalui tren, melainkan melalui karya otentik yang bertahan lama./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Norman Sadik</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/float-hadirkan-dimabuk-cahaya-melawan-algoritma-dengan-kejujuran-musikalitas-vintage/">Float Hadirkan &#8216;Dimabuk Cahaya&#8217; Melawan Algoritma dengan Kejujuran Musikalitas Vintage</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20898</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Good Morning Everyone Hadirkan Single Doa Dalam Nada</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/good-morning-everyone-hadirkan-single-doa-dalam-nada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Mar 2025 12:51:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Band Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Good Morning Everyone]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Single Release]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Ada Yang SepertiMu]]></category>
		<category><![CDATA[Yuli Prakoso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=17820</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Good Morning Everyone kembali menyapa pendengar dengan karya penuh makna lewat karya terbaru mereka &#8216;Tak Ada Yang SepertiMu&#8217;. Secara jelas lagu ini menggambarkan hubungan spiritual yang mendalam dengan Sang Pencipta. Dirilis sebagai bagian dari album &#8220;Bapak&#8221;, lagu ini menjadi refleksi tentang kebergantungan manusia pada Tuhan, mengisahkan pencarian, kepasrahan, dan cinta yang tak tergantikan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/good-morning-everyone-hadirkan-single-doa-dalam-nada/">Good Morning Everyone Hadirkan Single Doa Dalam Nada</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; <a href="https://www.instagram.com/gme_id/?hl=en">Good Morning Everyone</a> kembali menyapa pendengar dengan karya penuh makna lewat karya terbaru mereka &#8216;Tak Ada Yang SepertiMu&#8217;. Secara jelas lagu ini menggambarkan hubungan spiritual yang mendalam dengan Sang Pencipta. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirilis sebagai bagian dari album &#8220;Bapak&#8221;, lagu ini menjadi refleksi tentang kebergantungan manusia pada Tuhan, mengisahkan pencarian, kepasrahan, dan cinta yang tak tergantikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Liriknya ditulis dengan kejujuran yang menyentuh, menggambarkan bagaimana manusia sering kali merasa kecil di hadapan kehidupan, namun selalu menemukan kedamaian saat bersandar kepada-Nya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih dari sekadar lagu, &#8216;Tak Ada Yang SepertiMu&#8217; menghadirkan pengalaman spiritual dalam bentuk melodi dan kata, seolah menjadi doa yang mengalun dalam harmoni. “Lagu ini adalah tentang perjalanan spiritual seseorang. Tentang bagaimana, dalam segala kesibukan dan gejolak hidup, kita selalu mencari pegangan, dan pada akhirnya menyadari bahwa tak ada yang sebanding dengan kasih-Nya,” ungkap <strong>Yuli Prakoso</strong>, <em>gitaris sekaligus penulis lagu ini.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari segi musikalitas, Good Morning Everyone keluar dari kebiasaannya dengan menghadirkan aransemen dalam ketukan 6/8, pola ritmis yang jarang mereka gunakan sebelumnya. Ritme ini menciptakan nuansa mengalun yang memperkuat suasana reflektif, seolah mengajak pendengar untuk larut dalam perjalanan spiritual yang disampaikan melalui melodi vokal dan progresi akor yang melankolis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih dari sekadar komposisi <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/torpedoest-hadirkan-album-kelima-sumber-waras-menyuarakan-perlawanan-dan-kewarasan-sosial/">musik</a>, &#8216;Tak Ada Yang SepertiMu&#8217; hadir sebagai pengingat bahwa di tengah segala pencarian dan kehilangan, selalu ada satu cinta yang tidak pernah meninggalkan kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, lagu ini dapat dinikmati di berbagai platform musik digital. Dengarkan, resapi, dan biarkan lantunannya menemani langkah spiritualmu./ <em><strong>JOURNEY OF INDONESIA</strong></em> | Ismed Nompo</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/good-morning-everyone-hadirkan-single-doa-dalam-nada/">Good Morning Everyone Hadirkan Single Doa Dalam Nada</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">17820</post-id>	</item>
		<item>
		<title>THE RAIN Rilis Single &#8216;Mengembara&#8217; Tandai Momen 22 tahun Berkarya</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/the-rain-rilis-single-mengembara-tandai-momen-22-tahun-berkarya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Administrator]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Oct 2023 04:43:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Aang Anggoro]]></category>
		<category><![CDATA[Band Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Bahri]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Prasta]]></category>
		<category><![CDATA[Iwan Tanda]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mengembara]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Single Release]]></category>
		<category><![CDATA[The Rain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=9885</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Band asal kota Jogja, THE RAIN kembali dengan sebuah single baru menjelang penghujung tahun 2023. Ini adalah kepingan pertama dari album studio ke-8 THE RAIN yang direncanakan untuk dirilis pada tahun 2024, setelah sebelumnya THE RAIN merilis album Mereka Bilang Kita Terjebak Bersama di tahun 2022. Single yang berjudul &#8216;Mengembara&#8217; ini merupakan sebuah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/the-rain-rilis-single-mengembara-tandai-momen-22-tahun-berkarya/">THE RAIN Rilis Single &#8216;Mengembara&#8217; Tandai Momen 22 tahun Berkarya</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Band asal kota Jogja, <strong><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/The_Rain">THE RAIN</a></strong> kembali dengan sebuah single baru menjelang penghujung tahun 2023. Ini adalah kepingan pertama dari album studio ke-8 THE RAIN yang direncanakan untuk dirilis pada tahun 2024, setelah sebelumnya THE RAIN merilis album Mereka Bilang Kita Terjebak Bersama di tahun 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single yang berjudul &#8216;Mengembara&#8217; ini merupakan sebuah rilisan untuk menyambut momen 22 tahun THE RAIN berkarya bersama. Sejak pertengahan tahun 2023, <strong>Indra Prasta</strong> (vokal, gitar), <strong>Iwan Tanda</strong> (gitar, vokal), <strong>Ipul Bahri</strong> (bass, vokal) dan <strong>Aang Anggoro</strong> (drum, vokal) kembali masuk studio dengan setumpuk materi baru yang dikumpulkan sejak beberapa bulan sebelumnya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kali ini saya banyak menulis lagu di perjalanan. Menulis lagu di berbagai tempat dan suasana berbeda, membantu memberi perspektif yang berbeda akan sebuah tema”, ujar Indra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk lagu &#8216;Mengembara&#8217;, penulisannya bermula dari momen Indra bermain gitar sambil bersenandung di rumahnya. “Genjrengan malam hari dengan kord gitar dan notasi vokal senemunya, tanpa lirik”, lanjutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Senandung tersebut direkam secara spontan menggunakan ponsel. Beberapa hari kemudian, THE RAIN berangkat ke luar kota. Indra mendengarkan hasil rekaman tersebut di perjalanan, dan melanjutkan pengerjaan notasi dan liriknya hingga selesai dalam waktu seminggu sejak awal proses penulisan.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/10/The-Rain-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-9887" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/10/The-Rain-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/10/The-Rain-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/10/The-Rain-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>THE RAIN (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Bukan hanya proses penulisannya yang dilakukan di berbagai tempat, sebagian sesi <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/sebelum-rilis-mini-album-sigit-wardana-kembali-hadirkan-tunggalan-terbaru/">rekaman</a> lagu ini juga dikerjakan saat THE RAIN berada di luar kota. Bagian bass dikerjakan di sebuah kamar hotel di Surabaya ketika THE RAIN ada jadwal manggung di kota tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kebetulan saat itu kami harus berangkat sehari sebelumnya karena hal teknis, jadi ada waktu lowong,” ujar Iwan. “Daripada menyocokkan waktu lagi sepulang tur, mending langsung digarap di perjalanan,” tambah Ipul.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu “Mengembara” menceritakan tentang perjalanan hidup. Sebuah lagu dengan lirik yang menguatkan karena mengajak pendengarnya untuk mengingat kembali pahit manisnya sebuah kehidupan. “Tentang berserah, namun tanpa menghilangkan semangat untuk melangkah,” tutup Indra./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/the-rain-rilis-single-mengembara-tandai-momen-22-tahun-berkarya/">THE RAIN Rilis Single &#8216;Mengembara&#8217; Tandai Momen 22 tahun Berkarya</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9885</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Grassrock Gelar Konser Online, Bawakan Semangat Nostalgia</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/grassrock-gelar-konser-online-bawakan-semangat-nostalgia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nuhaa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 May 2023 08:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Band Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Grassrock]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=7455</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA- Band rock legendaris Indonesia, Grassrock akan mengelar konser online pada 7 Mei 2023 pukul 20.00 WIB di akun media sosial resmi Grassrock atau bit.ly/grassrocktv. Konser ini digelar untuk mengenang almarhum Dayan Zamachsyari (vokal) dan Yudhi Tamtama Adjie (bass) yang telah lama meninggalkan band asal Surabaya ini. Dayan telah meninggal pada tahun 1999 dan Yudhi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/grassrock-gelar-konser-online-bawakan-semangat-nostalgia/">Grassrock Gelar Konser Online, Bawakan Semangat Nostalgia</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA- Band rock legendaris Indonesia, <strong>Grassrock</strong> akan mengelar konser online pada 7 Mei 2023 pukul 20.00 WIB di akun media sosial resmi Grassrock atau <em>bit.ly/grassrocktv</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konser ini digelar untuk mengenang almarhum Dayan Zamachsyari (vokal) dan Yudhi Tamtama Adjie (bass) yang telah lama meninggalkan band asal Surabaya ini. Dayan telah meninggal pada tahun 1999 dan Yudhi meninggal pada tahun 2014. Saat ini, band yang berdiri pada tahun 1984 ini digawangi oleh <strong>Hans Sinjal</strong> (vokal), <strong>Edi Kemput</strong> (gitar), <strong>Rere Reza</strong> (drum), <strong>Zondy Kaunang</strong> (bass) dan <strong>Denny Irenk</strong> (keyboard).</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Grassrock akan tampil bersama bintang tamu seperti Toto Tewel, Mando eks kibordis Grassrock, serta musisi muda seperti Ronie Udara (Rubah Di Selatan), Yandi Pratama, Liya Amelia dan Youslam,&#8221; kata Rere belum lama ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun lagu-lagu yang dibawakan merupakan lagu hit seperti &#8216;Bersamamu&#8217;, &#8216;Peterson (Anak Rembulan)&#8217;, &#8216;Gadis Tersesat&#8217;, &#8216;Adakah Hasratmu&#8217;, &#8216;Bulan Sabit&#8217; dan lainnya. &#8220;Konser live ini juga akan dirilis di <em>platform</em> digital musik,&#8221; tambah Rere.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konser ini digagas oleh Rere Reza melalui Grass Management yang diprakarsai oleh YP Production. &#8220;Kalau dari saya sebagai drummer saya mengidolakan mas Rere Reza. Waktu dulu saya di Banjarmasin juga pas ikut festival musik banyak menggunakan lagu-lagu Grassrock,&#8221; kata Yandi selaku founder YP Production.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/05/Grassrock-2-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-7457" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/05/Grassrock-2-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/05/Grassrock-2-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/05/Grassrock-2-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Bagi Maryadi, Grasrock salah satu legenda band rock tanah air. Dia ingin mendukung Grassrock dalam konser ini. &#8220;Buat Grassrock terus bergerak dan berkarya,&#8221; kata Maryadi Mduro selaku perwakilan Citraindo Technika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ronnie yang baru saja merilis single &#8216;Kidung Kelana&#8217; bersama Putri Ariani ini mengungkapkan kebanggannya diajak untuk ikut dalam konser tersebut. &#8220;Suatu kebanggaan dan kehormatan dapat terlibat konser online ini. Salah satu band rock legendaris Indonesia yang saya suka. Dari kecil suka musik rock dan Grassrock adalah idola saya. Terima kasih atas kesempatannya,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sang vokalis, Hans mengatakan konser ini sudah ditunggu oleh para fans Grassrock. Bahkan, para fans tak sabar untuk band yang telah berumur 39 tahun ini. &#8220;Banyak di akun media sosial yang kasih komentar menunggu konser Grassrock. Banyak komentar dari penggemar di Medan, Makassar, Palu, Banjarmasin, Bali dan kota-kota lain yang selalu menanyakan kabar Grass rock. Dan berharap bisa kembali ke zaman itu,&#8221; ujar Hans.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat lagi kebelakang, sebelum 2015, industri musik Indonesia lebih mengenalnya bernama &#8220;Grass Rock&#8221;. Dibentuk di Surabaya pada tanggal 4 Mei 1984, Grass Rock pertama kali diperkuat oleh Hari (vokal), Mando (keyboard), Harto (gitar), Yudhi Rumput (bass), dan Rere (drum).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Grass Rock telah merilis empat album &#8220;Anak Rembulan (Peterson)&#8221; (1990), &#8220;Bulan Sabit&#8221; (1992), &#8220;Grass Rock (Self Titled)&#8221; (1994), &#8220;Menembus Jaman&#8221; (1999), &#8220;Album Kolaborasi &#8220;3 To Rock&#8221; (2016) dan album kompilasi &#8220;Grassrock The Greatest Hits&#8221; (2019)./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/grassrock-gelar-konser-online-bawakan-semangat-nostalgia/">Grassrock Gelar Konser Online, Bawakan Semangat Nostalgia</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7455</post-id>	</item>
		<item>
		<title>The Fly Rilis Tembang Anyar Berjudul &#8216;Let the Music&#8217;</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/the-fly-rilis-tembang-anyar-berjudul-let-the-music/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ibonk]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2022 14:41:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Band Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kin Aulia]]></category>
		<category><![CDATA[Let the Music]]></category>
		<category><![CDATA[Levi Santoso]]></category>
		<category><![CDATA[The Fly]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=5596</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap masalah, pasti bisa diatasi, apalagi dengan adanya ‘penyemangat’ untuk menghadapinya. Keyakinan itu disuarakan The Fly, lewat lagu rilisan tunggal (single) terbarunya yang bertajuk &#8216;Let the Music&#8217;. Di sini, vokalis/gitaris Kin Aulia dan bassis Levi Santoso, dua personel yang bertekad meneruskan guliran karir The Fly &#8211; ingin mengajak berdamai dengan masalah. Salah satunya dengan mendengarkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/the-fly-rilis-tembang-anyar-berjudul-let-the-music/">The Fly Rilis Tembang Anyar Berjudul &#8216;Let the Music&#8217;</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Setiap masalah, pasti bisa diatasi, apalagi dengan adanya ‘penyemangat’ untuk menghadapinya. Keyakinan itu disuarakan The Fly, lewat lagu rilisan tunggal (single) terbarunya yang bertajuk &#8216;Let the Music&#8217;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sini, vokalis/gitaris <strong>Kin Aulia</strong> dan bassis <strong>Levi Santoso</strong>, dua personel yang bertekad meneruskan guliran karir The Fly &#8211; ingin mengajak berdamai dengan masalah. Salah satunya dengan mendengarkan musik sebagai peredam sekaligus penenang. Menurut keduanya musik memiliki semacam ‘kekuatan magis’ untuk mengubah mood seseorang seketika. Di saat merasa terpuruk, maka mendengarkan musik adalah ‘siraman rohani’ yang tepat untuk dilakukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Lagu itu harus ada bobot atau pesan yang ingin disampaikan. Dan pesan lagu ini cukup simpel. Pada saat lo down, sedih, merasa hopeless, terkadang dengan mendengarkan lagu itu bisa mengobati. Itu juga berhubungan dengan kehidupan gue secara pribadi. Pada saat merasa ada masalah, dengan mendengarkan lagu bisa bikin happy lagi,” tutur Levi mengurai misi di balik lahirnya lagu &#8216;Let the Music&#8217;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada yang istimewa di gebrakan The Fly kali ini. Sejak 2019 hingga hari ini, Kin dan Levi semakin yakin untuk terus berkarya dengan memaksimalkan potensi berdua. Karena menurut mereka, justru kondisi itu membuka peluang bagi keduanya untuk bereksplorasi secara bebas. Yang mana, memang sudah menjadi karakter The Fly sejak pertama kali terbentuk pada 1994 silam yang melawan arus tren dan menciptakan karya yang fresh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekad itu semakin menguat, apalagi setelah mengalami beberapa kali pergantian vokalis. Mulai dari era Muhammad ‘B’Jah’ Hamzah, lalu ke Firman Siagian (2007) hingga Teddy Suryaman (2011).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses adaptasi diakui Kin dan Levi melelahkan, butuh proses yang tidak mudah untuk menemukan ‘jodoh’ yang tepat. Nah bereksplorasi &#8211; di antaranya dengan cara membuka kolaborasi &#8211; adalah salah satu solusi yang paling masuk akal bagi The Fly saat ini. Dan mereka sudah memulainya pada 15 Mei 2015 lalu, ketika melibatkan aktor Rio Dewanto untuk merilis lagu &#8216;Indah Pada Waktunya&#8217;, serta saat mendaur ulang lagu &#8216;Terbang&#8217; yang menghadirkan vokal Nagita Slavina.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/12/The-Fly-Logo.jpg" alt="" class="wp-image-5597" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/12/The-Fly-Logo.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/12/The-Fly-Logo-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/12/The-Fly-Logo-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>The Fly Logo</em> <em>(Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Lewat &#8216;Let the Music&#8217;, The Fly kali ini memilih berkolaborasi dengan Widyo ‘Iyas’ Prastowo, kibordis grup Ecoutez!. Kebetulan, &#8216;Let the Music&#8217; memang merupakan lagu ciptaan Iyas yang tidak dimaksudkan terpakai untuk Ecoutez! lantaran tidak sesuai dengan karakter band tersebut. Sebaliknya bagi Kin dan Levi, lagu itu justru terbilang sangat fresh untuk menjadi penyemangat baru di The Fly.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Emang kami sedang proses bikin single baru memakai lagu-lagu (ciptaan) gue. Lagu itu emang bukan buat Ecoutez!, sementara lagu gue sendiri kalah kuat sama lagu ini. Ini pertama kali kami bener-bener pakai lagu fresh karya teman kami sendiri. Lagu ini belum pernah dipublikasikan, dan gue ikut ngerjain di lirik. Jadi kami bertiga aja yang mengeksekusi musiknya. Itu sudah cukup,” seru Kin, semangat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara di vokal, Kin sekali lagi kembali ‘dipaksa’ untuk berdiri di posisi tersebut. Sebuah tanggung jawab yang sebenarnya sudah diembannya sejak The Fly melepas lagu &#8216;Pelangi Semu&#8217; pada 1997 silam, walau sebenarnya ia merasa lebih nyaman di lini gitar dan sebagai vokalis latar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karena gue sebenarnya lebih senang dengan konsep sebagai gitaris dan <em>backing vocal</em>, seperti format (pasangan) Bono dan The Edge (U2), atau Steven Tyler dan Joe Perry (Aerosmith), Mick Jagger dan Keith Richards (The Rolling Stones). Tapi dari awal, memang gue juga yang selalu mengarahkan vokal di the Fly, jadi gue semakin paham dengan kebutuhan The Fly sendiri,” cetus Kin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8216;Let the Music&#8217; sendiri bagi The Fly, adalah wujud tanggungjawab mereka sebagai musisi. Musisi harus punya <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/defy-cassaino-rilis-single-perdana-bertajuk-cintaku-di-ibukota/" class="ek-link">karya</a>. Kin dan Levi ingin menghasilkan lagu dan ingin orang-orang mendengarkan dan menikmatinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bermusik adalah passion, bukan sekadar untuk menjaga eksistensi. Dan kebetulan, entah bagaimana asal-muasalnya, lagu “Terbang” yang pernah melejitkan nama The Fly kembali ramai didengarkan orang belakangan ini, yang membuat Kin dan Levi kembali bersemangat untuk berkarya./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/the-fly-rilis-tembang-anyar-berjudul-let-the-music/">The Fly Rilis Tembang Anyar Berjudul &#8216;Let the Music&#8217;</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5596</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rilis Single Trilogi Kedua, Samsons Hadirkan &#8216;Rasa yang Salah&#8217;</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/rilis-single-trilogi-kedua-samsons-hadirkan-rasa-yang-salah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ibonk]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Sep 2022 03:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Band Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Samsons]]></category>
		<category><![CDATA[Single Release]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=4291</guid>

					<description><![CDATA[<p>Grup musik Samsons kembali hadir dengan merilis single terbaru mereka berjudul &#8216;Rasa yang Salah&#8217;, sekaligus mengenalkan vokalis baru bernama Adrian Martadinata. Single ini merupakan bagian single trilogi kedua yang diluncurkan grup band asal Jakarta itu. Nama Adrian sendiri bukanlah nama baru di industri musik tanah air. Sebelumnya Adrian pernah melepas single hit &#8216;Ajari Aku&#8217; beberapa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/rilis-single-trilogi-kedua-samsons-hadirkan-rasa-yang-salah/">Rilis Single Trilogi Kedua, Samsons Hadirkan &#8216;Rasa yang Salah&#8217;</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Grup musik <strong>Samsons</strong> kembali hadir dengan merilis single terbaru mereka berjudul &#8216;Rasa yang Salah&#8217;, sekaligus mengenalkan vokalis baru bernama Adrian Martadinata. Single ini merupakan bagian single trilogi kedua yang diluncurkan grup band asal Jakarta itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nama Adrian sendiri bukanlah nama baru di industri musik tanah air. Sebelumnya Adrian pernah melepas single hit &#8216;Ajari Aku&#8217; beberapa tahun lalu. Setelah merilis single &#8216;Rayu&#8217;, kini band yang mempunyai beberapa <em>hits single </em>melegenda ini kembali merilis <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/tampil-lebih-light-dn-effortless-melly-mono-hadirkan-single-singgah/" class="ek-link">lagu</a> baru berjudul &#8216;Rasa Yang Salah&#8217;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu &#8216;Rasa Yang Salah&#8217; merupakan kolaborasi Adrian Martadinata yang berperan sebagi pencipta lagu dengan personil Samsons menjadi sebuah balutan aransemen megah namun tetap mudah didengar dan dinikmati sampai akhir lagu. “&#8217;Rasa Yang Salah&#8217; adalah sebuah rangkaian dari trilogi yang dikonsepkan. Awalnya tidak ada plan trilogi, pertama kali ‘Rayu’ itu yang bikin Irfan tapi yang aransemen <em>basic</em> nya, gue. Jadi banyak yang menyangka ‘Rayu’ itu gue padahal Irfan. Abis itu gue bikin ‘Rasa Yang Salah’, orang mikirnya yang bikin Irfan. Lucunya kayak gitu,&#8221; aku Adrian.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/09/Adrian-Martadinata-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-4292" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/09/Adrian-Martadinata-Ibonk.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/09/Adrian-Martadinata-Ibonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/09/Adrian-Martadinata-Ibonk-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Adrian Martadinata (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Adrian melanjutkan jika memang <em>basic</em> lagu berdasarkan kisah nyata yang dirinya hiperbolakan. &#8220;Jadi gak sedrama itu sebenarnya. Sampai kita melihat ‘oh dua lagu ini bisa connect nih’. Jadi trilogi seru, jadi kita konsepkan seperti itu. Sebuah lirik terhadap kondisi laki-laki yang selalu salah di mata perempuan. Intinya mengenai suatu hubungan dimana si perempuan ini selalu benar dalam suatu hubungan tapi kenyataannya si cowok ini emang ada salah. Tapi sebelum menyudahi hubungan jangan tinggalkan rasa bersalah”, aku Adrian saat release party di Lucy in the Sky, SCBD, Jakarta, pada hari Rabu (21/9).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Senada degan yang disampaikan Irfan Aulia selaku Gitaris SamSonS, bahwa dengan masuknya Adrian, departemen dalam hal penciptaan lagu juga menjadi lebih segar karena Adrian membawa sesuatu yang berbeda ke dalam band. &#8220;Terus terang Samsons tidak mencari vokalis, tapi mencari member band,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau penyanyi banyak banget, kayaknya tinggal pilih. Kita berpikirnya kalau band tuh kepalanya harus berempat. Itu konsep dasarnya. Kalau kita featuring mungkin secara industri lebih gampang untuk menjalaninya. Tapi untuk jangka panjang kayaknya kita berpikir apa yang mau kita kasih bukan apa mau kita dapatkan. Jadi itu tidak terhindarkan untuk penyegaran. Kalau featuring pasti tidak akan konsisten. Kebetulan Adrian itu single-songwriter, jadi itu benefit buat Samsons. Kita tinggal meramunya menjadi rasanya Samsons. Harusnya ini menjadi sinergi yang positif”.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/09/Samsons3-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-4293" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/09/Samsons3-Ibonk.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/09/Samsons3-Ibonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/09/Samsons3-Ibonk-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Aldri, Adrian Martadinata, Irfan, Erik (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, Samsons kini digawangi<strong> Irfan</strong> (gitar), <strong>Erik</strong> (gitar) <strong>Aldri</strong> (bas) dan<strong> Adrian Martadinata</strong> (vokal). Irfan mengatakan, formasi baru ini akan membawa Samsons ke arah yang lebih baik setelah ditinggal tiga personel terdahulunya yakni Bams, Konde, dan Ariadinata. &#8220;Diksi yang digunakan untuk menggambarkan narasi galau dirangkai dengan elegan oleh Adrian yang kemudian aku beri bagian yang lebih galau dengan nuansa Samsons. Tambah kita perkuat dengan tampilan visual dengan video klipnya yang akan menjadikan Samsons kembali ke jalur yang dulu pernah dilewati,&#8221; paparnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan tersebut, Irfan juga membocorkan bahwa single penutup dari trilogi ini akan menghadirkan sesuatu yang berbeda dari apa yang mereka pernah sajikan. ”Tunggu saja yaa..,” tutup Irfan bikin penasaran./<strong><em> JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/rilis-single-trilogi-kedua-samsons-hadirkan-rasa-yang-salah/">Rilis Single Trilogi Kedua, Samsons Hadirkan &#8216;Rasa yang Salah&#8217;</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4291</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
