<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BPOM Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/bpom/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/bpom/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Aug 2024 10:59:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>BPOM Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/bpom/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Dilarang di Negara Maju, Pakar Polimer Tetap Abaikan Bahaya BPA</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/lifestyle/health/dilarang-di-negara-maju-pakar-polimer-tetap-abaikan-bahaya-bpa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Aug 2024 00:44:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Air Kemasan]]></category>
		<category><![CDATA[AMDK]]></category>
		<category><![CDATA[Bisfenol A]]></category>
		<category><![CDATA[BPA]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Otoritas Keamanan Pangan Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Akhmad Zainal Abidin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=14838</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Kesadaran akan bahaya senyawa kimia Bisfenol A (BPA) terus meningkat. Hal ini terlihat dari banyaknya negara yang menerapkan dan memperketat regulasi untuk mengendalikan paparan BPA dalam kehidupan sehari-hari. Keadaan seperti itu juga akhirnya memaksa Indonesia mulai mewajibkan peringatan label bahaya BPA pada galon guna ulang polikarbonat. Namun, pemerintah masih bersikap setengah hati dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/lifestyle/health/dilarang-di-negara-maju-pakar-polimer-tetap-abaikan-bahaya-bpa/">Dilarang di Negara Maju, Pakar Polimer Tetap Abaikan Bahaya BPA</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>JAKARTA &#8211; Kesadaran akan bahaya senyawa kimia Bisfenol A (BPA) terus meningkat. Hal ini terlihat dari banyaknya negara yang menerapkan dan memperketat regulasi untuk mengendalikan paparan BPA dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Keadaan seperti itu juga akhirnya memaksa Indonesia mulai mewajibkan peringatan label bahaya BPA pada galon guna ulang polikarbonat. Namun, pemerintah masih bersikap setengah hati dengan memberi napas cukup panjang kepada produsen air minum dalam kemasan (AMDK) berbahan BPA untuk mematuhi regulasi, yakni selama empat tahun, sejak peraturan tersebut diberlakukan tahun ini.</p>



<p>Banyaknya tekanan yang begitu besar, mulai dari asosiasi AMDK yang ketuanya justru petinggi perusahaan asing yang sudah puluhan tahun memproduksi galon polikarbonat BPA di Indonesia, hingga opini tanpa riset ilmiah beberapa pakar yang makin mengaburkan bahaya BPA. Semua ini membuat regulasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait BPA mendapat perlawanan tanpa henti, hingga baru bisa diresmikan tahun ini.</p>



<p>“Pelabelan ‘BPA Free’ pada botol PET bisa menyesatkan. Bahaya sebenarnya bukan hanya BPA, tetapi juga bahan kimia lain seperti etilen glikol. Label harus lebih spesifik,” kata <strong>Prof. Akhmad Zainal Abidin</strong>,<em> seorang pakar polimer dari ITB</em>, dalam diskusi “Fomo Apa-Apa BPA Free” di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, (21/08).</p>



<p>Akhmad selama ini pandangannya dikenal lunak terhadap bahaya BPA. Dan dia kembali mengkritisi regulasi BPOM tentang pelabelan galon polikarbonat berbahan BPA. Sebaliknya, Akhmad juga mengecilkan arti sebutan label “BPA Free” pada botol plastik bening dari jenis Polietilena tereftalat (PET), yang justru secara internasional dinilai jauh lebih aman dan karenanya lazim digunakan di seluruh dunia.</p>



<p>Akhmad kembali menyampaikan kritik dengan menyoroti kurangnya transparansi dalam pelabelan produk, dan kebutuhan mendesak akan informasi yang akurat tentang bahan kimia berbahaya.</p>



<p>Meski demikian, ia mengakui adanya potensi bahaya jika kandungan zat berbahaya seperti BPA melebihi ambang batas. &#8220;Ada faktor bahaya? Ya kalau jumlahnya itu gede ya ada, tapi kalau jumlahnya kecil ya aman. Tapi sejauh ini, jumlahnya enggak besar,&#8221; katanya.</p>



<p>Sekadar mengingatkan, BPOM sudah cukup transparan dengan memutuskan untuk mengeluarkan regulasi terkait pelabelan bahaya BPA pada galon guna ulang polikarbonat, setelah sebelumnya mendapatkan data tiga kali hasil pemeriksaan pada fasilitas produksi dalam kurun waktu 2021-2022, di mana didapati kadar BPA yang bermigrasi pada air minum dengan jumlah melebihi ambang batas aman 0,6 ppm mengalami peningkatan berturut-turut sebesar 3,13%, 3,45%, dan 4,58%.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/Ilustrasi-Galon-Elements-Envanto.jpg" alt="" class="wp-image-14839" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/Ilustrasi-Galon-Elements-Envanto.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/Ilustrasi-Galon-Elements-Envanto-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/Ilustrasi-Galon-Elements-Envanto-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Ilustrasi Galon (Elements Envanto)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Mengenai pernyataan Akhmad yang agak mengecilkan bahaya BPA kalau dalam jumlah kecil, realitasnya justru menunjukkan sebaliknya. Dalam lima tahun terakhir, negara-negara Eropa bahkan sudah bertindak lebih jauh ketimbang Indonesia, dalam memperketat penggunaan BPA untuk kemasan makanan dan minuman. Bukan cuma memperkecil batas migrasi BPA, Eropa juga secara drastis menurunkan angka asupan harian (total daily intake/TDI) pada asupan tercemar BPA yang bisa dikonsumsi manusia setiap hari.</p>



<p>Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) pun sudah melakukan penilaian ulang terhadap TDI atau asupan harian yang bisa ditoleransi terhadap BPA. Semula pada 2015, EFSA menetapkan TDI untuk BPA sebesar 4 mikrogram per kilogram berat badan per hari. Namun, pada April 2023 lalu, sudah ada pemberitahuan dari EFSA bahwa TDI yang baru sudah ditetapkan dengan nilai 0,2 nanogram per kilogram berat badan per hari. Ini artinya, nilai TDI yang baru ini 20.000 kali lebih rendah.</p>



<p>“Jadi, asupan harian (BPA) yang bisa ditoleransi menjadi lebih ketat. Ini salah satu yang melatarbelakangi kenapa kami juga melakukan penilaian ulang terhadap regulasi yang ada,” kata Anisyah, Direktur Standardisasi Pangan Olahan BPOM, saat wawancara dialog tentang BPA di sebuah stasiun televisi beberapa waktu lalu.</p>



<p>Ia mencontohkan pengetatan regulasi di Uni Eropa (UE) pada 2011 menetapkan batas migrasi BPA sebesar 0,6 PPM, tetapi pada 2018 justru direvisi dan diperketat jadi semakin rendah di level 0,05 PPM.</p>



<p>Artinya, risiko kontaminasi BPA dari kemasan pangan atau minuman ke produk yang diwadahinya, sudah dianggap sangat berbahaya dan harus dihindari.</p>



<p>Menurut EFSA, BPA yang menjadi campuran plastik kemasan atau wadah dapat bermigrasi ke makanan dan minuman, yang meskipun dalam jumlah kecil tapi dapat membahayakan kesehatan konsumen.</p>



<p>Dibandingkan Indonesia yang masih sangat lunak, Uni Eropa bahkan bertindak lebih keras lagi dari sekadar melabeli AMDK galon berbahan BPA.</p>



<p>Sebanyak 27 negara maju yang bergabung dalam UE tegas menyatakan, BPA sudah tidak boleh lagi digunakan mulai akhir tahun 2024. “Setelah periode <em>phase-out</em>, bahan kimia (BPA) tersebut tidak akan lagi diizinkan digunakan dalam produk-produk (kemasan makanan dan minuman) di Uni Eropa,” demikian paparan rilis Uni Eropa yang disiarkan ke media (12/6).</p>



<p>Secara praktis, larangan penggunaan BPA, bahan yang digunakan di dalam makanan kaleng, botol air minum, gelas plastik, dan baki, tetapi dianggap berbahaya untuk sistem kekebalan tubuh oleh EFSA, akan dimulai pada akhir tahun 2024./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/lifestyle/health/dilarang-di-negara-maju-pakar-polimer-tetap-abaikan-bahaya-bpa/">Dilarang di Negara Maju, Pakar Polimer Tetap Abaikan Bahaya BPA</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">14838</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Arzeti Bilbina, Kosmetik yang Baik Tentukan Kesehatan Fisik</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/lifestyle/health/arzeti-bilbina-kosmetik-yang-baik-tentukan-kesehatan-fisik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nuhaa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2022 03:27:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Arzeti Bilbina]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[Kosmetik]]></category>
		<category><![CDATA[Rachmi Setyorini]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=3810</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada yang menarik pada saat menghadiri giat Workshop Komunikasi, Informasi dan Edukasi “Cara Memilih Kosmetik yang Baik”, pada Sabtu (20/8/2022) lalu di lobi Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta. Sebagai salah seorang pembicara, Arzeti Bilbina, SE, M.A.P. mengungkapkan bahwa perempuan atau laki-laki tidak bisa melepaskan diri dari ketergantungan pada kosmetik. Ini dilakukan untuk menunjang penampilan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/lifestyle/health/arzeti-bilbina-kosmetik-yang-baik-tentukan-kesehatan-fisik/">Arzeti Bilbina, Kosmetik yang Baik Tentukan Kesehatan Fisik</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ada yang menarik pada saat menghadiri giat Workshop Komunikasi, Informasi dan Edukasi “Cara Memilih Kosmetik yang Baik”, pada Sabtu (20/8/2022) lalu di lobi Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta.</p>



<p>Sebagai salah seorang pembicara, <strong>Arzeti Bilbina, SE, M.A.P</strong>. mengungkapkan bahwa perempuan atau laki-laki tidak bisa melepaskan diri dari ketergantungan pada kosmetik. Ini dilakukan untuk menunjang penampilan. Namun tetap harus memahami dan memperhatikan cara memilih kosmetik yang baik agar tidak merusak kulit. &#8220;Artinya, dalam hidup dan kehidupan kita butuh kosmetik, namun bagaimanapun kita semua butuh yang namanya kesehatan fisik,&#8221; ungkap wanita yang juga menjabat sebagai anggota Komisi IX DPR sekaligus artis tersebut.</p>



<p>Senada dengan yang disampaikan oleh <em>Direktur Standarisasi Obat Tradisional dan Kosmetik BPOM</em>, <strong>Rachmi Setyorini</strong> bahwa kosmetika tidak digunakan untuk mengobati atau mencegah penyakit. “Fungsi utama kosmetika adalah untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, memperbaiki bau badan, melindungai atau memelihara tubuh pada kondisi baik,” sebut Rachmi Setyorini di hadapan ratusan siswa/i SLTA se Jabodetabek yang menjadi peserta.</p>



<p>Rachmi menjabarkan beragam kategori kosmetika antara lain,<a href="https://journeyofindonesia.com/lifestyle/health/bumame-health-hadirkan-apotek-dan-spot-medical-check-up-dalam-satu-lokasi/" class="ek-link"> kosmetika</a> untuk kulit, masker wajah. Lalu bedak untuk rias wajah, sabun mandi, alas bedak, sediaan mandi, sediaan depilatori, deodorant dan anti perspiran, sediaan rambut, sediaan cukur. Kemudian, sediaan rias mata, rias wajah, pembersih ris mata dan rias wajah, sediaan perawatan, sediaan perawatan gigi, sediaan untuk perawatan dan rias kuku. Juga, sediaan untuk menggelapkan kulit tanpa berjemur, sediaan pencerah kulit.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/08/Workshop-Komunikasi-Informasi-dan-Edukasi-Cara-Memilih-Kosmetik-yang-baik-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-3813" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/08/Workshop-Komunikasi-Informasi-dan-Edukasi-Cara-Memilih-Kosmetik-yang-baik-Ibonk.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/08/Workshop-Komunikasi-Informasi-dan-Edukasi-Cara-Memilih-Kosmetik-yang-baik-Ibonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/08/Workshop-Komunikasi-Informasi-dan-Edukasi-Cara-Memilih-Kosmetik-yang-baik-Ibonk-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Workshop Komunikasi, Informasi dan Edukasi Cara Memilih Kosmetik yang baik (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Rachmi mengingatkan untuk berhati-hati dengan kandungan bahan berbahaya pada kosmetik. “Temuan kosmetik mengandung bahan berhaya, umumnya memiliki kandungan bahan berbahaya yaitu, Merkuri, Hidrokinon, Pewarna Merah K10,” ungkapnya.</p>



<p>Merkuri dan hidrokinon, ungkap Rachmi, ditemukan pada kosmetik bentuk krim yang biasanya digunakan sebagai pemutih kulit. Sedangkan pewarna merah K10 ditemukan pada produk lipstick dan kosmetik sediaan dekoratif lain seperti pemulas kelopak mata dan perona pipi.</p>



<p>Selanjutnya, Rahcmi memberikan tips menyimpan kosmetik yang baik. Yaitu pastikan kosmetik selalu dalam keadaan tertutup apabila sedang tidak digunakan, agar kosmetik tidak mudah rusak. Dia juga mengingatkan, jangan menyimpan kosmetika di tempat yang panas atau terkena sinar matahari langsung, simpanlah di tempat bersih dan sejuk. “Jauhkan dari jangkaauan anak-anak,” imbuhnya,</p>



<p>Dalam sesi penutup Arzeti Bilbina ini kembali mengingatkan tentang kondisi selama pandemi Covid-19 yang harus fokus dan concern, untuk menjaga kesehatan baik diri sendiri, keluarga ataupun lingkungan. Keadaan tersebut harus terus berlanjut, mengingat keadaan tidak baik terhadap kesehatan selalu mengintai disaat kita lengah,&#8221; ungkap bintang &#8220;Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck&#8221; yang juga model ternama ini.</p>



<p>Terkait dengan BPOM dan perlindungan terhadap konsumen, Koordinator Kelompok Substansi Standarisasi Kosmetik, Yurita memaparkan tentang BPOM Mobile. Ini merupakan aplikasi yang dapat digunakan masyarakat untuk mengecek produk Obat dan Makanan yang terdaftar di BPOM.</p>



<p>“Caranya dengan memindai 2D Barcode yang ada produk obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan ataupun produk pangan olahan,” paparnya./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/lifestyle/health/arzeti-bilbina-kosmetik-yang-baik-tentukan-kesehatan-fisik/">Arzeti Bilbina, Kosmetik yang Baik Tentukan Kesehatan Fisik</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3810</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
