<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kalimantan Timur Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/kalimantan-timur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/kalimantan-timur/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Jul 2026 11:10:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Kalimantan Timur Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/kalimantan-timur/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/culture/peluncuran-delapan-motif-batik-derawan-maratua-dan-tari-dalling-perkuat-identitas-budaya-kaltim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2026 11:05:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Batik Derawan Maratua]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Bahari]]></category>
		<category><![CDATA[Diplomasi Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[GIK]]></category>
		<category><![CDATA[IPBN]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Berau]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Budaya Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Suku Bajau]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Dalling]]></category>
		<category><![CDATA[Wastra Nusantara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=24599</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Ombak yang memecah di perairan Derawan kini punya wujud baru, yakni goresan canting di atas kain. Kementerian Kebudayaan bersama Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN) memperkenalkan delapan motif Batik Derawan-Maratua sekaligus menghidupkan kembali Tari Dalling, dua warisan yang digadang-gadang menjadi identitas budaya baru Kalimantan Timur di kancah nasional maupun global. Peluncuran program bertajuk &#8220;Dalling [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/culture/peluncuran-delapan-motif-batik-derawan-maratua-dan-tari-dalling-perkuat-identitas-budaya-kaltim/">Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA – Ombak yang memecah di perairan Derawan kini punya wujud baru, yakni goresan canting di atas kain. Kementerian Kebudayaan bersama <em>Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN)</em> memperkenalkan delapan motif Batik Derawan-Maratua sekaligus menghidupkan kembali Tari Dalling, dua warisan yang digadang-gadang menjadi identitas budaya baru Kalimantan Timur di kancah nasional maupun global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peluncuran program bertajuk &#8220;Dalling dan Batik untuk Derawan, Maratua, dan Budaya&#8221; berlangsung di Jakarta, Kamis (30/7/2026). Program ini digagas IPBN sebagai upaya merawat kekayaan bahari Kabupaten Berau, sekaligus mendorong diplomasi budaya dan ekonomi kreatif masyarakat pesisir.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, </em><strong>Bambang Wibawarta</strong> menegaskan bahwa kekayaan Kepulauan Derawan dan Maratua tidak melulu soal keindahan bawah laut. Menurutnya, jejak panjang kehidupan bahari masyarakat pesisir menjadi harta yang tak kalah berharga. &#8220;Ketika ombak diterjemahkan menjadi motif, penyu menjadi simbol kehidupan, dan alam diwujudkan dalam tarian, sesungguhnya masyarakat sedang memindahkan ingatan alam menjadi ingatan budaya,&#8221; ujar Bambang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Bambang, budaya semestinya tidak berhenti sebagai warisan yang disimpan rapi. Ia menyebut kebudayaan harus terus bergerak dan menjadi sumber inovasi. &#8220;Budaya yang kuat bukan budaya yang hanya disimpan, tetapi budaya yang terus hidup, dipelajari, digunakan, dan menginspirasi,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengingatkan, langkah ini juga menjadi bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya itu, Bambang turut mengajak para pemangku kepentingan memanfaatkan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, agar kekayaan budaya Indonesia kian mudah diakses masyarakat sekaligus memperkuat posisi diplomasi budaya di tingkat global. &#8220;Setiap motif batik baru bukan sekadar memperkaya wastra Nusantara, tetapi memperkuat identitas Indonesia di mata dunia. Kebudayaan adalah titipan yang kita pinjam dari anak cucu kita sehingga harus dirawat sebaik-baiknya,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Delapan motif Batik Derawan-Maratua yang dikembangkan IPBN seluruhnya telah mengantongi perlindungan <em>Hak Kekayaan Intelektual (HKI)</em>. Sumber inspirasinya beragam, mulai dari penyu hijau, ubur-ubur tak menyengat Danau Kakaban, ombak, biota laut, hingga denyut kehidupan masyarakat pesisir Berau sehari-hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tiga motif dipilih untuk diperkenalkan lebih dulu ke publik. Bokko&#8217; Lumangi merepresentasikan penyu Derawan sebagai simbol keseimbangan hidup dan ketangguhan. Buung Embal Naban mengangkat keunikan ubur-ubur tak menyengat di Danau Kakaban sebagai lambang harmoni ekosistem. Sementara Goyak menggambarkan dinamika ombak dan kekayaan laut tropis Derawan. Motif-motif lainnya akan diperkenalkan secara bertahap dan tampil di ajang Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2026.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Delapan-Motif-Batik-Derawan-Maratua-dihadirkan-pada-22Dalling-dan-Batik-untuk-Derawan-Maratua-dan-Budaya22-Ihsan.jpg" alt="" class="wp-image-24601" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Delapan-Motif-Batik-Derawan-Maratua-dihadirkan-pada-22Dalling-dan-Batik-untuk-Derawan-Maratua-dan-Budaya22-Ihsan.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Delapan-Motif-Batik-Derawan-Maratua-dihadirkan-pada-22Dalling-dan-Batik-untuk-Derawan-Maratua-dan-Budaya22-Ihsan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Delapan-Motif-Batik-Derawan-Maratua-dihadirkan-pada-22Dalling-dan-Batik-untuk-Derawan-Maratua-dan-Budaya22-Ihsan-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Delapan-Motif-Batik-Derawan-Maratua-dihadirkan-pada-22Dalling-dan-Batik-untuk-Derawan-Maratua-dan-Budaya22-Ihsan-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Delapan-Motif-Batik-Derawan-Maratua-dihadirkan-pada-22Dalling-dan-Batik-untuk-Derawan-Maratua-dan-Budaya22-Ihsan-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dihadirkan pada Dalling dan Batik untuk Derawan, Maratua, dan Budaya (Ihsan)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph"><em>Project Leader Pengembangan Batik dan Tari Dalling Derawan-Maratua</em>, <strong>Nazam</strong>, menyebut peluncuran ini sebagai fondasi awal membangun identitas budaya baru Kalimantan Timur. Menurutnya, pengenalan motif tidak berhenti pada tampilan visual semata. &#8220;Tahapan berikutnya difokuskan pada pengenalan melalui berbagai platform media sosial agar masyarakat tidak hanya mengenal batiknya, tetapi juga memahami filosofi dan cerita di balik setiap motif,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain merancang motif batik, IPBN turut merevitalisasi Tari Dalling, tarian tradisional masyarakat Suku Bajau yang belakangan mulai jarang dikenal generasi muda. Penyempurnaan dilakukan pada koreografi, aransemen musik, hingga tata busana, tanpa menghilangkan nilai tradisional yang menjadi ruh tarian tersebut. Untuk memperluas jangkauan, IPBN turut menyiapkan kampanye Dalling TikTok Trends agar tarian ini lebih akrab dengan generasi muda dan berkembang menjadi ekspresi budaya yang hidup di ruang digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Dewan Pembina IPBN</em>, <strong>Sapta Nirwandar</strong>, meyakini Derawan dan Maratua punya modal besar menjadi destinasi wisata budaya kelas dunia karena mampu memadukan keindahan alam dengan kekayaan tradisi masyarakat pesisir. Mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu menilai destinasi wisata masa depan tidak bisa lagi hanya mengandalkan panorama, melainkan harus diperkuat lewat identitas budaya, festival, dan produk kreatif yang bernilai ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Derawan memiliki modal luar biasa. Alamnya kelas dunia, diperkaya budaya masyarakat Bajau, Tari Dalling, dan kini motif batik khas yang menjadi identitas baru. Kombinasi ini menjadi keunggulan yang tidak dimiliki banyak destinasi wisata lain,&#8221; ujarnya. Ia berharap promosi budaya Indonesia bisa diperluas melalui diplomasi budaya di berbagai kota dunia sehingga batik dan budaya Derawan-Maratua semakin dikenal di pasar internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program &#8220;Dalling dan Batik untuk Derawan, Maratua, dan Budaya&#8221; berjalan di bawah payung Layanan Produksi Bidang Kebudayaan yang didukung Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan dan LPDP. Kolaborasi pemerintah, komunitas budaya, akademisi, pelaku seni, dan masyarakat lokal ini diharapkan tak sekadar memperkuat identitas Kepulauan Derawan dan Maratua, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi pariwisata dan ekonomi kreatif berkelanjutan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/culture/peluncuran-delapan-motif-batik-derawan-maratua-dan-tari-dalling-perkuat-identitas-budaya-kaltim/">Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24599</post-id>	</item>
		<item>
		<title>8th Maratua Jazz &#038; Dive Fiesta, hadirkan Deddy Dhukun, Keljo hingga Whansetiyawan</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/events/maratua-jazz-dive-fiesta-2025-festival-musik-dan-ekowisata-di-surga-bawah-laut-kalimantan-timur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2025 03:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[8th Maratua Jazz & Dive Fiesta 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Setiawan Basuni]]></category>
		<category><![CDATA[beraulestari]]></category>
		<category><![CDATA[Deddy Dhukun]]></category>
		<category><![CDATA[From the Simplicity to the Sustainable Festival]]></category>
		<category><![CDATA[FromSimplicityToSustainable]]></category>
		<category><![CDATA[jagalaut]]></category>
		<category><![CDATA[jazzpulauterluar]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kelvin Jojo]]></category>
		<category><![CDATA[MaratuaJazz]]></category>
		<category><![CDATA[MJDF2025]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Road to Maratua Jazz & Dive]]></category>
		<category><![CDATA[SustainableTourism]]></category>
		<category><![CDATA[wartajazz]]></category>
		<category><![CDATA[wartajazzfestivals]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=19050</guid>

					<description><![CDATA[<p>BERAU &#8211; Pulau Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali menyita perhatian pecinta musik dan pencinta alam. Festival tahunan bertajuk 8th Maratua Jazz &#38; Dive Fiesta 2025 siap digelar pada 25–29 Juni 2025, menghadirkan harmoni jazz, budaya lokal, dan semangat konservasi dalam satu rangkaian acara berkelas internasional. Mengusung semangat &#8220;From the Simplicity to the Sustainable [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/events/maratua-jazz-dive-fiesta-2025-festival-musik-dan-ekowisata-di-surga-bawah-laut-kalimantan-timur/">8th Maratua Jazz &amp; Dive Fiesta, hadirkan Deddy Dhukun, Keljo hingga Whansetiyawan</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">BERAU &#8211; Pulau Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali menyita perhatian pecinta musik dan pencinta alam. Festival tahunan bertajuk 8th Maratua Jazz &amp; Dive Fiesta 2025 siap digelar pada 25–29 Juni 2025, menghadirkan harmoni jazz, budaya lokal, dan semangat konservasi dalam satu rangkaian acara berkelas internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengusung semangat &#8220;From the Simplicity to the Sustainable Festival&#8221;, ajang ini tidak sekadar menampilkan pertunjukan musik, tapi juga mengusung misi pelestarian lingkungan melalui pendekatan <em>5C: Conservation, Community, Culture, Culinary</em>, dan <em>Concert</em>. Ikon tahun ini adalah Napoleon Fish, spesies ikan karang ramah penyelam yang melambangkan harmoni antara manusia dan laut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak tanggung-tanggung, sederet musisi nasional dan lokal turut memeriahkan panggung, di ntaranya Deddy Dhukun, Kelvin Jojo (Keljo), Whansetiyawan, Kakaban Groove, hingga band muda berbakat asal Berau, Risalah. Pemilihan nama-nama lintas generasi ini bukan tanpa alasan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut <strong>Agus Setiawan Basuni</strong> dari WartaJazz, <em>yang merupakan penggagas acara</em> menyampaikan dipilihnya dua nama Deddy Dhukun dan Keljo untuk menjembatani generasi yang berbeda. Sementara Whansetiyawan merupakan seniman Berau yang telah berkolaborasi dengan Indra Lesmana, salah seorang maestro Jazz Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya panggung utama, festival ini juga diramaikan dengan program &#8220;Road to Maratua Jazz &amp; Dive&#8221;, termasuk kegiatan edukatif seperti Goes to Campus and School yang sudah menyapa SMA 4 Berau, sekolah Adiwiyata yang jadi pionir pelestarian lingkungan di daerah. Dalam program ini, siswa diajak menyelami isu perubahan iklim, konservasi terumbu karang, hingga pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kawasan segitiga terumbu karang dunia. Tak hanya teori, mereka juga didorong untuk terlibat dalam aksi nyata seperti voluntourism dan kampanye ekowisata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu langkah konkret yang diambil penyelenggara adalah mengurangi plastik sekali pakai selama festival berlangsung. Setiap panitia, penampil, dan pengunjung diwajibkan membawa tumbler pribadi, sebuah contoh kecil namun berarti dalam mendukung festival yang berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, lonjakan minat dari wisatawan mulai terasa. Sejumlah <em>resort</em> dan <em>homestay</em> di Pulau Maratua dilaporkan telah penuh dipesan menjelang pelaksanaan acara. Meski masih tersedia beberapa penginapan alternatif, pihak penyelenggara mengimbau para calon pengunjung untuk segera melakukan reservasi agar tidak kehabisan tempat menginap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Festival ini juga mendapatkan dukungan luas dari berbagai pihak, mulai dari Bank Kaltimtara, Hutan Sanggam Berau, hingga Kementerian Pariwisata, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Berau. Dukungan lainnya datang dari sektor swasta, lembaga media nasional dan lokal, serta resort-resort ternama seperti Pratasaba Resort dan Arasatu Villas &amp; Sanctuary.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu beberapa mediapartner juga ikut terlibat seperti KLCBS Bandung The Jazz Wave, LKBN Antara, Lewatlensa.com, Tempo, Media Indonesia, Seputar Musik Indonesia, Info Event Nusantara, &#8211; Acarakita.net, Warta Musik, Bolehmusic.com, Jakarta Network, Popaktif, Indomusikgram, JourneyofIndonesia.com, Konsernusantara.id, Info Panggung, Konser Akhir Pekan, Portal Berau Official dan Borneo Social.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan latar eksotis Pulau Maratua yang menyajikan keindahan laut biru, terumbu karang alami, dan kekayaan budaya lokal, Maratua Jazz &amp; Dive Fiesta 2025 tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tapi juga panggilan untuk peduli dan terlibat dalam pelestarian bumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk informasi lengkap dan update program, kunjungi situs resmi www.maratuajazz.com dan ikuti akun Instagram mereka di @maratuajazz./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk </p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/events/maratua-jazz-dive-fiesta-2025-festival-musik-dan-ekowisata-di-surga-bawah-laut-kalimantan-timur/">8th Maratua Jazz &amp; Dive Fiesta, hadirkan Deddy Dhukun, Keljo hingga Whansetiyawan</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19050</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
