<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yogyakarta Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/yogyakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/yogyakarta/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Mar 2026 04:23:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Yogyakarta Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/yogyakarta/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Candi Ijo, Singgasana Para Dewa di Atas Bukit Boko</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/travel/candi-ijo-singgasana-para-dewa-di-atas-bukit-boko/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 16:13:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Candi]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Ijo]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[DIY]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Groyokan]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mataram Kuno]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sleman]]></category>
		<category><![CDATA[Sunset]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=22496</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA &#8211; Jauh dari hiruk-pikuk Malioboro dan keramaian Prambanan, tersembunyi di lereng perbukitan Boko, berdiri sebuah kompleks percandian Hindu yang sunyi namun menyimpan pesona luar biasa. Candi Ijo, dinamai begitu karena warna hijau rerumputan yang menyelimuti bukit di sekelilingnya. Candi Ijo juga menjadi 3 candi tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan mungkin salah satu tempat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/candi-ijo-singgasana-para-dewa-di-atas-bukit-boko/">Candi Ijo, Singgasana Para Dewa di Atas Bukit Boko</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>YOGYAKARTA &#8211; Jauh dari hiruk-pikuk Malioboro dan keramaian Prambanan, tersembunyi di lereng perbukitan Boko, berdiri sebuah kompleks percandian Hindu yang sunyi namun menyimpan pesona luar biasa. <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Ijo" type="link" id="https://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Ijo">Candi Ijo</a>, dinamai begitu karena warna hijau rerumputan yang menyelimuti bukit di sekelilingnya. Candi Ijo juga menjadi 3 candi tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan mungkin salah satu tempat terbaik di seluruh Pulau Jawa untuk menyaksikan matahari terbenam.</p>



<p>Bagi sebagian besar wisatawan, Yogyakarta identik dengan Candi Borobudur yang megah atau Prambanan yang dramatis. Padahal, di balik Bukit Boko yang hijau, tersimpan sebuah situs bersejarah yang tak kalah menakjubkan yakninCandi Ijo, sebuah kompleks percandian Hindu yang dibangun antara abad ke-9 hingga ke-11 Masehi, tepat pada era keemasan Kerajaan Mataram Kuno.</p>



<p>Nama &#8220;Ijo&#8221; dalam Bahasa Jawa berarti hijau, merujuk pada lanskap bukit yang subur di sekitar situs ini. Berlokasi di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, candi ini berada di ketinggian sekitar 410 meter di atas permukaan laut, menjadikannya situs percandian tertinggi sekaligus paling dramatis di seluruh Yogyakarta.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Visual-Candi-Ijo-lewat-udara-Ihsan.jpg" alt="" class="wp-image-22500" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Visual-Candi-Ijo-lewat-udara-Ihsan.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Visual-Candi-Ijo-lewat-udara-Ihsan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Visual-Candi-Ijo-lewat-udara-Ihsan-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Visual-Candi-Ijo-lewat-udara-Ihsan-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Visual-Candi-Ijo-lewat-udara-Ihsan-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Visual Candi Ijo lewat udara (Ihsan)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Candi Ijo pertama kali ditemukan dan mulai diteliti secara ilmiah pada awal abad ke-20. Berdasarkan kajian arkeologis dan analisis prasasti yang ditemukan di sekitar kawasan ini, para ahli menyimpulkan bahwa kompleks percandian ini dibangun secara bertahap selama beberapa abad, diperkirakan antara abad ke-9 hingga ke-11 Masehi.</p>



<p>Yang membedakan Candi Ijo dari situs percandian lain di Yogyakarta adalah struktur berterasnya yang unik. Kompleks ini terdiri atas 17 bangunan candi yang tersebar di 11 teras berbeda, membentuk semacam &#8220;punden berundak&#8221; bernuansa Hindu. Tata letak berteras ini bukan sekadar pilihan arsitektural yang mencerminkan konsep kosmologi Hindu tentang Gunung Meru, tempat tinggal para dewa.</p>



<p>Candi utama (induk) berorientasi ke barat, hal yang sangat khas untuk candi-candi Hindu di Jawa Tengah dan diapit oleh tiga candi perwara (pendamping) yang menghadap ke arah yang sama. Di dalam candi induk, wisatawan dapat menemukan lingga dan yoni, simbol pemujaan Dewa Siwa yang menjadi bukti kuat tentang aliran agama yang dianut para pembangun candi ini.</p>



<p>Salah satu temuan terpenting di kawasan Candi Ijo adalah Prasasti Poh, yang berangka tahun 906 Masehi. Prasasti ini memberikan informasi berharga tentang kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Mataram Kuno, serta menjadi acuan penting bagi para sejarawan dalam merekonstruksi kronologi pembangunan candi.</p>



<p><em><strong>Keunggulan dan Daya Tarik Utama Candi Ijo</strong></em><br><em>1. Sunset Paling Spektakuler di Yogyakarta</em><br>Ini adalah alasan utama mengapa Candi Ijo akhir-akhir ini semakin ramai dikunjungi. Posisinya yang berada di puncak Bukit Boko, dengan orientasi bangunan menghadap barat, menciptakan kondisi ideal untuk menikmati golden hour yang luar biasa. Saat matahari mulai condong ke barat, seluruh kompleks candi m emerah keemasan, sementara di bawah sana, Kota Yogyakarta, Gunung Merapi di utara, dan siluet Gunung Merbabu terlukis dalam gradasi cahaya yang memukau.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Siluet-pengunjung-Candi-Ijo-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-22498" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Siluet-pengunjung-Candi-Ijo-Ist.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Siluet-pengunjung-Candi-Ijo-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Siluet-pengunjung-Candi-Ijo-Ist-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Siluet-pengunjung-Candi-Ijo-Ist-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Siluet-pengunjung-Candi-Ijo-Ist-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Siluet pengunjung Candi Ijo (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p><em>2. Sepi, Autentik, dan Belum Terlalu Komersial</em><br>Di sinilah letak keistimewaan lain Candi Ijo, destinasi ini belum sepopuler Prambanan atau Borobudur. Artinya pengunjung bisa menikmati suasana percandian yang lebih tenang dan personal, tanpa berdesak-desakan dengan ribuan turis. Pada pagi hari di luar musim liburan, bahkan bisa merasa seperti satu-satunya pengunjung yang berdiri di antara batu-batu bersejarah itu.</p>



<p><em>3. Panorama 360 Derajat yang Menakjubkan</em><br>Dari pelataran Candi Ijo, pandangan tidak terhalang ke segala penjuru. Ke utara, deretan gunung berapi Jawa Tengah berdiri kokoh. Ke selatan, laut Hindia tampak berkilau di hari yang cerah. Ke barat, hamparan Kota Yogyakarta terbentang luas dengan guratan rel kereta api dan bangunan-bangunan kecil bak miniatur. Dan langsung di bawah kaki bukit yang menambah keunikan tersendiri karena terlihat landasan pacu Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto, dengan pesawat-pesawat yang sesekali lepas landas dan mendarat.</p>



<p><em>4. Nuansa Mistis dan Spiritual yang Kental</em><br>Tidak seperti Prambanan yang sudah sangat tertata rapi, Candi Ijo masih mempertahankan aura mistis situs arkeologi yang sesungguhnya. Beberapa bagian kompleks masih dalam proses penelitian dan pemugaran, sehingga wisatawan bisa merasakan sensasi menjelajahi situs bersejarah yang masih &#8220;hidup&#8221; secara ilmiah. Pohon-pohon besar yang tumbuh di sekitar teras-teras candi menambah atmosfer yang sakral dan penuh misteri.</p>



<p>Dari pusat Kota Yogyakarta, perjalanan menuju Candi Ijo ditempuh dengan melewati Jalan Solo ke arah timur. Setelah melewati kawasan Prambanan (sekitar 17 km dari pusat kota), ambil jalan ke arah selatan menuju kawasan Bukit Boko. Perempatan Prambanan adalah titik acuan penting dari sini, Candi Ijo masih sekitar 7–8 km lagi, sebagian besar melalui jalan berliku yang menanjak di lereng perbukitan.</p>



<p>Petunjuk jalan menuju Candi Ijo sudah tersedia dengan baik, dan Google Maps dapat memandu langsung ke lokasi. Cukup ketikkan &#8220;Candi Ijo Prambanan&#8221; di aplikasi peta. Sinyal seluler umumnya baik di sepanjang rute, meski di beberapa titik di lereng bukit sinyal dapat melemah.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Sunset-di-Candi-Ijo-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-22499" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Sunset-di-Candi-Ijo-Ist.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Sunset-di-Candi-Ijo-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Sunset-di-Candi-Ijo-Ist-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Sunset-di-Candi-Ijo-Ist-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Sunset-di-Candi-Ijo-Ist-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Sunset di Candi Ijo (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Waktu terbaik untuk menikmati sunset di Candi Ijo, pengunjung sebaiknya datang sekitar pukul 15.00–16.00 WIB agar punya waktu menjelajahi kompleks sebelum momen golden hour tiba. Jangan lupa perhatikan cuaca, langit cerah tanpa awan tebal adalah kunci pemandangan terbaik. Waktu paling ideal adalah saat musim kemarau pada bulan April–Oktober. </p>



<p>Posisi geografis Candi Ijo yang berada di kawasan Prambanan memungkinkan wisatawan untuk merancang itinerari satu hari yang sangat kaya. Berikut adalah kombinasi wisata yang direkomendasikan oleh tim <em>Journey of Indonesia:</em></p>



<p>Pagi: Prambanan (08.00–11.00)<br>Mulailah hari dengan mengunjungi kompleks Candi Prambanan yang megah. Cahaya pagi yang keemasan membuat foto-foto Anda akan tampak dramatis. Waktu pagi juga lebih sejuk dan belum seramai siang hari.</p>



<p>Siang: Keraton Ratu Boko (11.30–13.30)<br>Sekitar 3 km dari Prambanan, Keraton Ratu Boko menawarkan reruntuhan istana kerajaan Mataram Kuno yang luas. Setelah puas menjelajahi, nikmati makan siang di warung-warung lokal di sekitar kawasan Prambanan.</p>



<p>Sore: Candi Ijo (15.00–18.00)<br>Tutup hari dengan mahakarya alam dan budaya di Candi Ijo. Tiba lebih awal untuk menjelajahi semua teras dan bangunan candi, lalu pilih posisi terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam yang mempesona.</p>



<p>Candi Ijo adalah bukti bahwa Yogyakarta, kota yang kerap dikatakan sudah &#8220;habis dijelajahi&#8221; ternyata selalu menyimpan kejutan bagi yang mau sedikit berani keluar dari jalur wisata mainstream. Di saat Prambanan dan Borobudur semakin padat, Candi Ijo hadir sebagai alternatif yang tidak hanya setara dari sisi nilai sejarah, tetapi bahkan melampaui dalam hal pengalaman visual dan emosional./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Nuhaa</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/candi-ijo-singgasana-para-dewa-di-atas-bukit-boko/">Candi Ijo, Singgasana Para Dewa di Atas Bukit Boko</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22496</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hotel Nueve Malioboro Bersolek Total, Incar Bintang 4 dengan 81 Kamar</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/travel/hotels/hotel-nueve-malioboro-bersolek-total-incar-bintang-4-dengan-81-kamar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 09:28:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hotels]]></category>
		<category><![CDATA[Bobi Setia Budi]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[NUEVE Malioboro]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=22484</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA — Di balik dinding Jalan Mataram Nomor 9 yang sibuk, sebuah transformasi diam-diam sedang berlangsung. Hotel Nueve Malioboro yang selama ini dikenal sebagai penginapan nyaman di jantung Yogyakarta kini tengah berbenah jauh lebih dalam dari sekadar cat baru atau furnitur pengganti. Ini adalah metamorfosis total: dari hotel berbintang tiga dengan nuansa tradisional, menuju properti [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/hotels/hotel-nueve-malioboro-bersolek-total-incar-bintang-4-dengan-81-kamar/">Hotel Nueve Malioboro Bersolek Total, Incar Bintang 4 dengan 81 Kamar</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>YOGYAKARTA — Di balik dinding Jalan Mataram Nomor 9 yang sibuk, sebuah transformasi diam-diam sedang berlangsung. <a href="https://www.instagram.com/nuevemalioboro/" type="link" id="https://www.instagram.com/nuevemalioboro/">Hotel Nueve Malioboro</a> yang selama ini dikenal sebagai penginapan nyaman di jantung Yogyakarta kini tengah berbenah jauh lebih dalam dari sekadar cat baru atau furnitur pengganti. Ini adalah metamorfosis total: dari hotel berbintang tiga dengan nuansa tradisional, menuju properti bintang empat modern yang sengaja dirancang untuk generasi perjalanan hari ini.</p>



<p>Angka sembilan bukan kebetulan dalam cerita hotel ini. Nama &#8220;Nueve&#8221; sendiri berasal dari kata Spanyol untuk angka tersebut, dan alamatnya pun kebetulan — atau mungkin sudah takdir bertepatan di nomor 9. Kini, angka itu kembali menjadi titik tolak sebuah lompatan besar.</p>



<p><a href="https://www.google.com/search?client=safari&amp;rls=en&amp;q=PT+Natta+Hospitality+Management&amp;ie=UTF-8&amp;oe=UTF-8" type="link" id="https://www.google.com/search?client=safari&amp;rls=en&amp;q=PT+Natta+Hospitality+Management&amp;ie=UTF-8&amp;oe=UTF-8">PT Natta Hospitality Management</a>, perusahaan yang mengelola properti ini, tidak main-main dengan proyeknya. <em>Managing Director</em> <strong>Thomas Matantu</strong> menceritakan perjalanan panjang hotel yang terus tumbuh. &#8220;Awalnya hotel ini memiliki 40 kamar, kemudian berkembang menjadi 63 kamar. Ke depan, akan kita tingkatkan menjadi 81 kamar sekaligus naik kelas menjadi hotel bintang empat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sebuah lompatan yang tidak kecil, tentu. Untuk mencapainya, manajemen menyiapkan anggaran renovasi antara Rp20 miliar hingga Rp25 miliar. Sekitar 65 kamar akan direnovasi total, sementara dua tower baru akan dibangun di atas lahan tambahan sekitar 1.000 meter persegi yang kini sudah disiapkan — melengkapi lahan utama hotel seluas kurang lebih 3.000 meter persegi.</p>



<p>Tower baru itu bukan sekadar tambahan kapasitas. Di dalamnya akan hadir fasilitas meeting room dan area parkir yang selama ini menjadi salah satu keterbatasan hotel-hotel di kawasan padat Malioboro. Kamar-kamarnya pun dirancang lebih lega, dengan luas mulai dari 21 hingga 23 meter persegi, tersedia dalam pilihan tipe deluxe, family room, dan Junior Suite.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Nueve-Hotel-Malioboro3-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-22485" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Nueve-Hotel-Malioboro3-Ist.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Nueve-Hotel-Malioboro3-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Nueve-Hotel-Malioboro3-Ist-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Nueve-Hotel-Malioboro3-Ist-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Nueve-Hotel-Malioboro3-Ist-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /></figure>
</div>


<p>Keputusan paling berani dalam renovasi ini mungkin bukan soal jumlah kamar atau besaran investasi, melainkan perubahan identitas desain yang cukup fundamental. Jika sebelumnya Hotel Nueve Malioboro mengusung kehangatan tradisional Jawa dengan elemen joglo yang khas, kini arahnya berbeda lewat gaya semi-Japanese yang minimalis, dengan dominasi elemen kaca yang membiarkan cahaya bermain bebas di setiap sudut ruangan.</p>



<p>Thomas menjelaskan alasan di balik pilihan itu dengan lugas. &#8220;Pasar terbesar saat ini adalah anak muda, jadi konsepnya kita sesuaikan. Kita tidak hanya menyediakan tempat menginap, tetapi juga pengalaman,&#8221; jelasnya.</p>



<p></p>



<p>Di sinilah letak perbedaan <a href="https://www.instagram.com/nuevemalioboro/" type="link" id="https://www.instagram.com/nuevemalioboro/">Hotel Nueve Malioboro</a> dari banyak hotel Yogyakarta lain yang masih setia mempertahankan nuansa etnik sebagai nilai jual. Manajemen membaca pergeseran bahwa wisatawan muda masa kini tidak melulu mencari kesan tradisional ketika menginap. Mereka menginginkan ruang yang estetis, instagramable, dan berjiwa kontemporer, meski tetap berada di kota dengan kekayaan budaya setinggi Yogyakarta.</p>



<p>Salah satu daya tarik paling dinantikan dari renovasi ini adalah rooftop yang direncanakan selesai pada April mendatang. Area ini dirancang sebagai ruang sosial yang menghadap panorama kota Yogyakarta, melengkapi area restoran, dapur baru, dan ruang acara yang juga tengah dikerjakan di tahap yang sama.</p>



<p>Pembangunan dimulai sejak Februari lalu, dengan fase awal pembongkaran yang kini sudah berjalan. Target penyelesaian utama ditetapkan pada November tahun ini, sebelum pembangunan tower baru dilanjutkan di awal tahun berikutnya.</p>



<p>Yang menarik, hotel tidak menutup diri selama proses renovasi berlangsung. Operasional tetap berjalan, termasuk strategi promosi yang dijaga aktif  penawaran khusus tetap disiapkan, bahkan pada momentum Ramadan dan libur Lebaran. Keputusan ini menunjukkan pendekatan bisnis yang matang: renovasi dilakukan tanpa mengorbankan pendapatan, dan tanpa merumahkan karyawan.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Nueve-Hotel-Malioboro2-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-22486" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Nueve-Hotel-Malioboro2-Ist.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Nueve-Hotel-Malioboro2-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Nueve-Hotel-Malioboro2-Ist-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Nueve-Hotel-Malioboro2-Ist-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Nueve-Hotel-Malioboro2-Ist-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /></figure>
</div>


<p>Perubahan fisik hotel turut diiringi pembaruan identitas visual. Logo baru Hotel Nueve Malioboro hadir dengan pendekatan yang lebih modern, namun tetap setia pada elemen inti yang selama ini menjadi penanda properti ini.w <em>Director of Operation</em> <strong>Bobi Setia Budi</strong> menjelaskan filosofi di balik desain tersebut. &#8220;Angka 9 itu melambangkan angka tertinggi, sehingga kita tonjolkan dalam logo. Huruf &#8216;e&#8217; juga disesuaikan menjadi bentuk 9 sebagai bagian dari konsep visual,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Angka sembilan memang bukan sekadar nomor jalan atau asal nama. Dalam konteks brand ini, ia menjadi simbol posisi tertinggi yang ingin diraih — sebuah ambisi yang kini sedang dibuktikan lewat renovasi besar-besaran. Palet warna logo pun dipilih dengan pertimbangan: merah untuk keberanian, emas untuk kesan elegan yang tidak lekang waktu.</p>



<p>Ketika selesai nanti, Hotel Nueve Malioboro tidak akan lagi sekadar tempat singgah di dekat Malioboro. Ia ingin menjadi bagian dari pengalaman Yogyakarta itu sendiri, tempat di mana arsitektur minimalis bertemu budaya kota yang kaya, dan di mana generasi muda menemukan alasan untuk kembali./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/hotels/hotel-nueve-malioboro-bersolek-total-incar-bintang-4-dengan-81-kamar/">Hotel Nueve Malioboro Bersolek Total, Incar Bintang 4 dengan 81 Kamar</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22484</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menikmati Cakrawala Yogyakarta dari Ketinggian Heha Sky View</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/travel/tourism/menikmati-cakrawala-yogyakarta-dari-ketinggian-heha-sky-view/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 08:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[DIY]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungkidul]]></category>
		<category><![CDATA[HeHa Sky View]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=22469</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA &#8211; Kabupaten Gunungkidul tidak lagi hanya dikenal melalui deretan pantai pasir putihnya yang eksotis. Di wilayah perbukitan Patuk, sebuah destinasi bernama Heha Sky View telah menjelma menjadi magnet utama bagi wisatawan yang mencari perpaduan antara keindahan alam dan kreativitas arsitektur modern. Berada di jalur utama menuju jantung Gunungkidul, tempat ini menawarkan sudut pandang berbeda [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/tourism/menikmati-cakrawala-yogyakarta-dari-ketinggian-heha-sky-view/">Menikmati Cakrawala Yogyakarta dari Ketinggian Heha Sky View</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>YOGYAKARTA &#8211; Kabupaten Gunungkidul tidak lagi hanya dikenal melalui deretan pantai pasir putihnya yang eksotis. Di wilayah perbukitan Patuk, sebuah destinasi bernama <a href="https://www.instagram.com/hehaskyview/" type="link" id="https://www.instagram.com/hehaskyview/">Heha Sky View</a> telah menjelma menjadi magnet utama bagi wisatawan yang mencari perpaduan antara keindahan alam dan kreativitas arsitektur modern. Berada di jalur utama menuju jantung Gunungkidul, tempat ini menawarkan sudut pandang berbeda dalam menikmati lanskap Yogyakarta, terutama saat matahari mulai terbenam hingga lampu-lampu kota mulai berpendar di kejauhan.</p>



<p>Daya tarik utama yang menjadi keunggulan <a href="https://www.instagram.com/hehaskyview/" type="link" id="https://www.instagram.com/hehaskyview/">Heha Sky View</a> terletak pada penataan ruangnya yang memaksimalkan kontur perbukitan. Pengunjung akan disambut dengan teras-teras luas yang tertata rapi, memberikan keleluasaan untuk memandang hamparan hijau dan pemukiman warga dari ketinggian.</p>



<p>Saat cuaca cerah, siluet Gunung Merapi yang megah di sisi utara menjadi latar belakang yang sempurna, menambah kesan dramatis pada panorama yang tersaji. Transformasi pemandangan dari senja menuju malam hari seringkali menjadi momen yang paling dinanti, di mana suasana berubah menjadi lebih romantis dengan kerlap-kerlip lampu kota yang menyerupai taburan bintang.</p>



<p>Selain kekuatan visual alamnya, <a href="https://www.instagram.com/hehaskyview/" type="link" id="https://www.instagram.com/hehaskyview/">Heha Sky View</a> sangat unggul dalam menyediakan fasilitas swafoto yang dirancang dengan standar estetika tinggi. Salah satu yang paling populer adalah Sky Glass, sebuah dek lantai kaca transparan yang menantang adrenalin sekaligus memberikan hasil foto yang sangat memukau. </p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Pemandangan-Heha-Sky-View-Gunungkidul-dari-udara-Ihsan.jpg" alt="" class="wp-image-22471" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Pemandangan-Heha-Sky-View-Gunungkidul-dari-udara-Ihsan.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Pemandangan-Heha-Sky-View-Gunungkidul-dari-udara-Ihsan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Pemandangan-Heha-Sky-View-Gunungkidul-dari-udara-Ihsan-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Pemandangan-Heha-Sky-View-Gunungkidul-dari-udara-Ihsan-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Pemandangan-Heha-Sky-View-Gunungkidul-dari-udara-Ihsan-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Pemandangan Heha Sky View Gunungkidul dari udara (Ihsan)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Ada pula wahana balon udara ikonik dan Sky Swing yang memberikan sensasi melayang di atas perbukitan. Semua spot ini dikelola dengan sistem antrean yang teratur, memastikan setiap pengunjung mendapatkan momen terbaik mereka tanpa harus merasa terburu-buru.</p>



<p>Aspek kuliner juga menjadi pilar penting yang melengkapi pengalaman berkunjung ke destinasi ini. Pengelola menghadirkan konsep yang inklusif dengan menyediakan pilihan santapan yang beragam, mulai dari restoran berkelas dengan menu Indonesia dan internasional hingga area street food yang menjajakan camilan lokal berkualitas.</p>



<p>Konsep ini memungkinkan wisatawan dari berbagai kalangan untuk tetap bisa menikmati suasana sembari mencicipi hidangan favorit di tengah udara perbukitan yang sejuk. Integrasi antara fasilitas pendukung seperti area parkir yang luas, musala yang bersih, dan aksesibilitas yang baik menjadikan tempat ini sangat ideal untuk kunjungan keluarga maupun grup besar.</p>



<p>Sebagai bagian dari ekosistem pariwisata di Yogyakarta, <a href="https://www.instagram.com/hehaskyview/" type="link" id="https://www.instagram.com/hehaskyview/">Heha Sky View</a> juga memberikan dampak positif bagi pemberdayaan ekonomi lokal di sekitar Patuk. Keberadaannya seolah menjadi gerbang pembuka bagi wisatawan sebelum mereka melanjutkan perjalanan menuju destinasi alam lainnya seperti Gunung Api Purba Nglanggeran atau jajaran pantai di selatan.</p>



<p>Dengan manajemen yang profesional dan inovasi yang terus dilakukan, tidak mengherankan jika <a href="https://www.instagram.com/hehaskyview/" type="link" id="https://www.instagram.com/hehaskyview/">Heha Sky View</a> tetap mempertahankan posisinya sebagai destinasi wajib bagi siapa pun yang merindukan sisi modern dari keanggunan Yogyakarta.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Salah-satu-spot-foto-di-HeHa-Sky-View-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-22470" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Salah-satu-spot-foto-di-HeHa-Sky-View-Ist.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Salah-satu-spot-foto-di-HeHa-Sky-View-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Salah-satu-spot-foto-di-HeHa-Sky-View-Ist-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Salah-satu-spot-foto-di-HeHa-Sky-View-Ist-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Salah-satu-spot-foto-di-HeHa-Sky-View-Ist-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Salah satu spot foto di HeHa Sky View (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Jika ingin berkunjung, perjalanan dari pusat Kota Yogyakarta menuju<a href="https://www.instagram.com/hehaskyview/" type="link" id="https://www.instagram.com/hehaskyview/">Heha Sky View</a> merupakan sebuah transisi yang menyenangkan dari hiruk-pikuk perkotaan menuju ketenangan perbukitan Gunungkidul. Jarak yang harus ditempuh berkisar antara 18 hingga 20 kilometer, dengan durasi perjalanan rata-rata sekitar 45 hingga 60 menit. Waktu tempuh ini tentu sangat bergantung pada kondisi lalu lintas, terutama pada akhir pekan atau hari libur nasional di mana jalur utama Jalan Wonosari biasanya mengalami peningkatan volume kendaraan.</p>



<p>Bagi wisatawan yang mengandalkan kendaraan pribadi, rute yang dilalui tergolong sangat mudah dan sudah didukung dengan infrastruktur jalan yang sangat baik. Perjalanan dimulai dengan mengarah ke timur melewati Jalan Wonosari, kemudian mulai menanjak saat memasuki area Bukit Bintang di wilayah Patuk. </p>



<p>Menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil maupun motor, memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana malam di Heha Sky View tanpa harus terikat jadwal transportasi tertentu, mengingat jalur ini juga sudah dilengkapi dengan penerangan jalan yang memadai.</p>



<p>Sementara itu, bagi pengguna transportasi umum, opsi yang paling efisien adalah dengan memanfaatkan bus antar kota jurusan Yogyakarta—Wonosari yang dapat ditemukan di Terminal Giwangan atau melalui beberapa titik pemberhentian di sepanjang Jalan Wonosari. </p>



<p>Penumpang cukup menginformasikan kepada kondektur untuk turun di persimpangan Patuk yang menjadi gerbang masuk menuju kawasan wisata Heha. Dari titik penurunan tersebut, perjalanan dapat dilanjutkan dengan menggunakan jasa transportasi daring atau ojek lokal yang tersedia di sekitar lokasi untuk mencapai gerbang utama dalam waktu kurang dari sepuluh menit./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/tourism/menikmati-cakrawala-yogyakarta-dari-ketinggian-heha-sky-view/">Menikmati Cakrawala Yogyakarta dari Ketinggian Heha Sky View</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22469</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bukan Sekadar Mengelola Hotel, NATTA Hadir dengan Cara yang Berbeda</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/travel/hotels/bukan-sekadar-mengelola-hotel-natta-hadir-dengan-cara-yang-berbeda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2026 04:03:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hotels]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Perhotelan]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Perhotelan]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[NATTA Hospitality Management]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[NUEVE Malioboro]]></category>
		<category><![CDATA[Thomas Matantu]]></category>
		<category><![CDATA[WONOSARE]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=22442</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA — Menginap di sebuah hotel kini bukan lagi soal kasur yang empuk atau kamar yang bersih. Tamu modern menginginkan sesuatu yang lebih dan pengalaman yang terasa personal, relevan, serta meninggalkan kesan jauh setelah mereka check-out. Tekanan itulah yang kini memaksa industri perhotelan Indonesia untuk berbenah dan di sinilah PT NATTA Hospitality Management memilih masuk. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/hotels/bukan-sekadar-mengelola-hotel-natta-hadir-dengan-cara-yang-berbeda/">Bukan Sekadar Mengelola Hotel, NATTA Hadir dengan Cara yang Berbeda</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>YOGYAKARTA — Menginap di sebuah hotel kini bukan lagi soal kasur yang empuk atau kamar yang bersih. Tamu modern menginginkan sesuatu yang lebih dan  pengalaman yang terasa personal, relevan, serta meninggalkan kesan jauh setelah mereka <em>check-out</em>. Tekanan itulah yang kini memaksa industri perhotelan Indonesia untuk berbenah dan di sinilah <a href="https://nattagroup.id" type="link" id="https://nattagroup.id">PT NATTA Hospitality Management</a> memilih masuk.</p>



<p>Perusahaan yang berbasis di Yogyakarta ini bukan hadir dengan formula lama. Sejak berdiri, NATTA membangun model pengelolaan hotel yang memadukan tiga hal sekaligus yakni; standar operasional yang disiplin, strategi pemasaran digital yang responsif, dan pengembangan sumber daya manusia yang benar-benar berorientasi pada tamu. Hasilnya? Dalam tempo kurang dari enam bulan, mereka sudah mengelola lima properti di Yogyakarta — sebuah pencapaian yang terbilang cepat untuk perusahaan manajemen hotel yang baru menapaki langkah pertamanya.</p>



<p>Managing Director NATTA Hospitality Management, Thomas Matantu, punya keyakinan yang menjadi landasan seluruh pendekatan perusahaannya: bahwa tidak ada dua hotel yang benar-benar sama. &#8220;Setiap hotel memiliki potensi unik yang dapat dikembangkan melalui manajemen yang tepat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Karena itulah NATTA tidak datang dengan template tunggal yang dipaksakan ke semua properti. Pendekatan mereka lebih terstruktur berbasis data, namun tidak meninggalkan elemen manusiawi yang justru menjadi pembeda nyata di industri ini. Fokusnya bukan hanya pada efisiensi operasional harian, tetapi pada pembangunan sistem yang mampu mendongkrak nilai properti secara jangka panjang.</p>



<p>Filosofi ini tercermin dari portofolio properti yang mereka kelola saat ini yakni; NUEVE Malioboro, NAYANIKA, Ning Tilem, serta dua properti di bawah brand WONOSARE. Masing-masing memiliki karakter berbeda, dan NATTA memilih untuk merawat keunikan itu alih-alih menyeragamkannya.</p>



<p>Yogyakarta memang jadi titik awal, tapi bukan titik akhir. Pada semester kedua tahun ini, NATTA menargetkan portofolionya berkembang menjadi sembilan hotel yang hampir dua kali lipat dari yang ada sekarang. Lebih jauh lagi, perusahaan ini sedang menyiapkan ekspansi ke sejumlah kota besar: Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Bali. Kota-kota yang masing-masing memiliki karakter pasar dan dinamika wisatawan yang berbeda-beda dan itulah justru yang membuat rencana ini menarik untuk dicermati.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Nueve-Yogyakarta-room-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-22444" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Nueve-Yogyakarta-room-Ist.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Nueve-Yogyakarta-room-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Nueve-Yogyakarta-room-Ist-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Nueve-Yogyakarta-room-Ist-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Nueve-Yogyakarta-room-Ist-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /></figure>
</div>


<p>NATTA tidak datang ke kota-kota itu hanya untuk menambah angka. Mereka membawa fokus yang konsisten: properti hospitality dengan konsep fungsional, nyaman, dan dikelola secara efisien sekaligus mampu menghadirkan pengalaman menginap yang terasa personal bagi setiap tamu yang datang.</p>



<p>Industri perhotelan Indonesia sedang tidak sepenuhnya mulus. Merebaknya vila dan homestay yang kompetitif dalam harga, ditambah penurunan tajam kontribusi kegiatan pemerintah terhadap tingkat hunian hotel, membuat para pelaku industri harus berpikir jauh lebih kreatif dari sebelumnya.</p>



<p>Di tengah lanskap yang berubah itu, NATTA memosisikan diri bukan sebagai pengelola yang sekadar menjaga hotel tetap beroperasi — melainkan sebagai mitra strategis yang ikut memikirkan pertumbuhan bisnis hotel secara menyeluruh. Strategi distribusi digital, penguatan budaya pelayanan internal, hingga analisis data untuk memahami perilaku tamu menjadi bagian dari paket yang mereka tawarkan.</p>



<p>Dengan ambisi yang jelas dan fondasi yang mulai terbentuk, NATTA Hospitality Management menaruh diri sebagai salah satu nama yang patut diperhitungkan dalam peta industri hospitality Indonesia ke depan. Bukan dengan cara yang berisik, tetapi lewat hasil kerja yang berbicara sendiri — satu properti dalam satu waktu./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Ismed Nompo</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/hotels/bukan-sekadar-mengelola-hotel-natta-hadir-dengan-cara-yang-berbeda/">Bukan Sekadar Mengelola Hotel, NATTA Hadir dengan Cara yang Berbeda</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22442</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Batik Cap Kertas dan Eksplorasi Diri, Cara Loman Park Menafsir Ulang Tradisi Jawa</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/travel/hotels/batik-cap-kertas-dan-eksplorasi-diri-cara-loman-park-menafsir-ulang-tradisi-jawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 00:36:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hotels]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Batik Weton]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Handono S. Putro]]></category>
		<category><![CDATA[Jagongan Gayeng]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Loman Park Hotel]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Nurohmad]]></category>
		<category><![CDATA[Weton Iku Ora Waton]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=21871</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA – Di salah satu sudut asri Loman Park Hotel Yogyakarta, Sabtu, 14 Februari 2026, aroma malam panas menyeruak, berpadu dengan diskusi hangat tentang eksistensi diri. Hotel yang dikenal sebagai titik temu budaya ini baru saja merampungkan sebuah eksperimen kreatif bertajuk “Batik Weton” dan “Jagongan Gayeng”, sebuah upaya berani untuk menarik filosofi Jawa yang adiluhung [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/hotels/batik-cap-kertas-dan-eksplorasi-diri-cara-loman-park-menafsir-ulang-tradisi-jawa/">Batik Cap Kertas dan Eksplorasi Diri, Cara Loman Park Menafsir Ulang Tradisi Jawa</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>YOGYAKARTA – Di salah satu sudut asri <a href="https://lomanparkhotel.com" type="link" id="https://lomanparkhotel.com">Loman Park Hotel Yogyakarta</a>, Sabtu, 14 Februari 2026, aroma malam panas menyeruak, berpadu dengan diskusi hangat tentang eksistensi diri. Hotel yang dikenal sebagai titik temu budaya ini baru saja merampungkan sebuah eksperimen kreatif bertajuk “Batik Weton” dan “Jagongan Gayeng”, sebuah upaya berani untuk menarik filosofi Jawa yang adiluhung ke dalam ranah yang lebih personal dan kontemporer.</p>



<p>Berbeda dengan workshop batik konvensional yang biasanya menyodorkan pola pakem, acara ini justru menantang peserta untuk menengok ke dalam diri sendiri. Dipandu oleh seniman <strong>Nurohmad, S.Sn</strong> dari <em><a href="https://www.instagram.com/dongaji_batik/?hl=en" type="link" id="https://www.instagram.com/dongaji_batik/?hl=en">Omah Kreatif DONGAJI</a></em>, para peserta diajak menyelami karakter mereka berdasarkan hari lahir atau weton. Hasil pembacaan karakter itulah yang kemudian dituangkan menjadi visual, mulai dari siluet fauna, flora, hingga simbol-simbol abstrak yang dianggap mewakili jiwa masing-masing.</p>



<p>Proses teknisnya pun unik, peserta tidak menggunakan canting tradisional, melainkan teknik batik cap kertas. Pola yang telah digambar di atas kertas dibentuk menjadi alat cap mandiri, dicelupkan ke dalam lilin malam, lalu ditekan di atas kain. Pendekatan ini membuat batik tidak lagi terasa kaku atau sekadar replikasi motif kuno, melainkan sebuah pernyataan identitas yang sangat privat.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="900" height="450" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/Teknik-batik-dengan-cap-kertas-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-21873" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/Teknik-batik-dengan-cap-kertas-Ist.jpg 900w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/Teknik-batik-dengan-cap-kertas-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/Teknik-batik-dengan-cap-kertas-Ist-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/Teknik-batik-dengan-cap-kertas-Ist-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/Teknik-batik-dengan-cap-kertas-Ist-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Teknik batik dengan cap kertas (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p><strong>Handono S. Putro</strong>, <em>Founder &amp; Managing Director Loman Park Hotel Yogyakarta</em>, memandang kegiatan ini sebagai jembatan antara masa lalu dan masa kini. &#8220;Hari ini kita melihat perpaduan yang indah antara kreativitas tangan melalui batik cap kertas dan pengasahan nalar melalui Jagongan Gayeng. Di Loman Park Hotel, kami berkomitmen agar setiap tamu tidak hanya mendapatkan pengalaman menginap, tapi juga membawa pulang nilai-nilai kearifan lokal. Batik Weton adalah cara kami merayakan identitas individu dalam balutan tradisi yang asyik, personal, dan tidak kaku,&#8221; ungkap Handono S. Putro.</p>



<p>Refleksi atas jati diri tersebut semakin diperdalam melalui sesi diskusi bertajuk<em> “Weton Iku Ora Waton” </em>yang digelar di area Garden. Menghadirkan Ketua Lesbumi, Cak Udin, bersama Nurohmad dan dimoderatori oleh Iwan RS, diskusi ini membedah mitos seputar weton. Pesan utamanya jelas: weton bukanlah sekadar ramalan atau angka penanggalan mati, melainkan sebuah kompas karakter dan panduan laku hidup bagi masyarakat Jawa dalam meniti keseharian.</p>



<p>Suasana &#8220;gayeng&#8221; atau penuh keakraban menyelimuti taman hotel, menunjukkan bahwa narasi tradisional masih memiliki daya pikat kuat jika dikemas dengan relevansi modern. Bagi Loman Park, inisiatif ini bukan sekadar seremoni singkat. Keberlanjutan semangat ini ditunjukkan melalui Pameran Karya Seni Batik di area Lobby yang dijadwalkan berlangsung hingga 21 Februari 2026. Pameran tersebut terbuka untuk umum, memamerkan beragam motif batik hasil eksplorasi filosofis yang kaya makna.</p>



<p>Melalui acara ini, Loman Park Hotel Yogyakarta seolah menegaskan kembali posisinya bukan sekadar penyedia jasa akomodasi, melainkan sebuah cultural hub. Sebuah ruang inklusif di mana seni, tradisi, dan modernitas beririsan, memberikan pengalaman yang lebih mendalam dari sekadar kunjungan wisata biasa./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | eR Bee</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/hotels/batik-cap-kertas-dan-eksplorasi-diri-cara-loman-park-menafsir-ulang-tradisi-jawa/">Batik Cap Kertas dan Eksplorasi Diri, Cara Loman Park Menafsir Ulang Tradisi Jawa</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21871</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Memecah Tembok Ekonomi Kreatif Jogja, dari Mural Jalanan hingga Pasar Global</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/events/memecah-tembok-ekonomi-kreatif-jogja-dari-mural-jalanan-hingga-pasar-global/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 01:51:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Monetisasi Karya & Aktivasi Ruang]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Roof Talk #1: "Monetisasi Karya & Aktivasi Ruang]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=20909</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA – Ekosistem industri kreatif di Yogyakarta menemukan titik temu baru dalam diskusi lintas komunitas bertajuk Roof Talk #1: &#8220;Monetisasi Karya &#38; Aktivasi Ruang&#8221;. Acara yang digagas oleh Jogjalink.co.id dan Studio 103 ini digelar di Rooftop Pasar Prawirotaman pada 23 November 2025, menyatukan pegiat seni, pengelola ruang publik, praktisi platform digital, hingga pembuat kebijakan untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/events/memecah-tembok-ekonomi-kreatif-jogja-dari-mural-jalanan-hingga-pasar-global/">Memecah Tembok Ekonomi Kreatif Jogja, dari Mural Jalanan hingga Pasar Global</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>YOGYAKARTA – Ekosistem industri kreatif di Yogyakarta menemukan titik temu baru dalam diskusi lintas komunitas bertajuk Roof Talk #1: &#8220;Monetisasi Karya &amp; Aktivasi Ruang&#8221;. Acara yang digagas oleh <a href="https://www.presentationmagazine.com/#google_vignette">Jogjalink.co.id</a> dan Studio 103 ini digelar di <em>Rooftop Pasar Prawirotaman</em> pada 23 November 2025, menyatukan pegiat seni, pengelola ruang publik, praktisi platform digital, hingga pembuat kebijakan untuk merumuskan formula keberlanjutan ekonomi kreatif.</p>



<p>Diskusi ini menghadirkan lima narasumber kunci: <strong>Ibnu Prabowo</strong> (Founder Jogja Link), <strong>Agung Dini Wahyudi Soelistyo</strong> (Kepala UPT Bisnis/Pengelola Studio 103), <strong>Sigit Nurcahyo</strong> (Komisi B DPRD Kota Yogyakarta), <strong>Anton Sugiarto</strong> (platform Semuabisa.org), dan<strong> Adit “Doodleman”</strong> (Yogyakarta Art Crime/YORC).</p>



<p>Inti dari diskusi ini adalah penekanan bahwa karya kreatif harus memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan. Ibnu Prabowo, <em>Founder Jogja Link</em>, menegaskan peran platformnya sebagai penghubung dan fasilitator. “Acara ini memperluas jejaring dan menjadi ruang bersama untuk mempromosikan karya kreatif secara lebih luas,” ujar Ibnu.</p>



<p>Ibnu juga menekankan bahwa kunci awal adalah mempertemukan gagasan antar-pelaku kreatif. Jogjalink.co.id hadir untuk memperluas visibilitas karya sekaligus menjadi kanal aspirasi.</p>



<p>Pesan ini diperkuat lewat kisah sukses nyata dari komunitas seni jalanan. Adit “Doodleman” dari YORC menceritakan transformasi komunitasnya dari sekadar ekspresi menjadi entitas yang mampu menciptakan peluang ekonomi.</p>



<p>“Setelah kami memperkuat literasi, kami sadar mural bukan sekadar ekspresi, tetapi ruang ekonomi kreatif yang bisa membuka peluang,” kata Adit. YORC kini menjadi contoh bagaimana seni jalanan berhasil bermitra dengan brand, menginisiasi event, dan menghasilkan karya mural komisioning yang menjadikannya <em>success story</em> di ekosistem seni Yogyakarta.</p>



<p>Lantas, bagaimana karya-karya ini menembus pasar yang lebih luas? Anton Sugiarto dari platform Semuabisa.org menawarkan perspektif pasar digital. Ia menghilangkan mitos kesulitan dalam ekspor, menegaskan bahwa keterampilan digital dasar sudah cukup untuk membuka jalur perdagangan internasional. “Kalau bisa jualan di marketplace atau media sosial, artinya kita bisa ekspor. Peluangnya besar bagi siapa pun,” jelas Anton. </p>



<p>Hal ini menggarisbawahi bahwa monetisasi karya membutuhkan akses pasar yang tepat, yang kini semakin dimudahkan oleh platform digital. Pondasi utama yang mengikat seluruh gagasan ini adalah ketersediaan dan aktivasi ruang kreatif. Agung Dini Wahyudi Soelistyo, pengelola Studio 103, menyoroti peran strategis Rooftop Pasar Prawirotaman sebagai ruang kolaborasi yang dibangun untuk terus dihidupkan. </p>



<p>“Studio 103 sejak awal bertumbuh dari kolaborasi. Aktivasi ruang harus memberi manfaat yang saling menguntungkan bagi semua pihak,” kata Agung. Ruang tidak lagi dilihat sekadar sebagai aset, melainkan sebagai ekosistem yang menumbuhkan ide.</p>



<p>Lebih lanjut, dukungan pemerintah Kota Yogyakarta untuk memperkuat ruang kerja kreatif dan fasilitas pendukung seperti studio podcast, foto, dan musik juga menjadi bagian penting dari komitmen. “Aset kreatif harus diaktivasi setiap hari. Ide-ide komunitas justru menjadi sumber inovasi paling kuat,” tambah Sigit Nurcahyo dari Komisi B DPRD Kota Yogyakarta.</p>



<p>Dalam konteks kebijakan, Sigit Nurcahyo mengakui bahwa potensi pasar dan kreativitas sering kali terhambat oleh birokrasi yang kurang fleksibel. Oleh karena itu, masukan dari forum lintas komunitas seperti Roof Talk menjadi sangat vital bagi pemerintah kota. “Industri kreatif sering tidak linear dengan birokrasi. Karena itu, masukan komunitas menjadi bahan penting bagi kami untuk dibahas di komisi,” ujar Sigit. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menciptakan regulasi yang lebih adaptif terhadap dinamika industri kreatif.</p>



<p>Diskusi Roof Talk #1 ditutup dengan optimisme tinggi. Sinergi antara komunitas seni, pelaku kreatif, platform digital, ruang kolaboratif, dan dukungan regulasi dinilai sebagai formula paling efektif untuk memperkuat keberlanjutan dan ketahanan ekosistem kreatif di Yogyakarta, mengubah tembok jalanan menjadi peluang ekonomi dan ruang publik menjadi pusat inovasi./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/events/memecah-tembok-ekonomi-kreatif-jogja-dari-mural-jalanan-hingga-pasar-global/">Memecah Tembok Ekonomi Kreatif Jogja, dari Mural Jalanan hingga Pasar Global</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20909</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wisatawan Korea Selatan Serbu Jawa Tengah, Agoda Catat Lonjakan Minat ke Yogyakarta dan Surakarta</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/travel/tourism/wisatawan-korea-selatan-serbu-jawa-tengah-agoda-catat-lonjakan-minat-ke-yogyakarta-dan-surakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ibonk]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 04:53:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Gede Gunawan]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja Cultural Wellness Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Korea Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Royal Surakarta Wellness Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Wellness Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Wonderful Indonesia Wellness Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=20454</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Gelombang wisatawan asing, terutama dari Korea Selatan, diperkirakan akan membanjiri Yogyakarta dan Surakarta pada November 2025. Platform perjalanan digital Agoda mencatat lonjakan pencarian akomodasi dari Negeri Ginseng meningkat lebih dari 11 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini bertepatan dengan penyelenggaraan Wonderful Indonesia Wellness Festival, sebuah ajang yang mengangkat kekayaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/tourism/wisatawan-korea-selatan-serbu-jawa-tengah-agoda-catat-lonjakan-minat-ke-yogyakarta-dan-surakarta/">Wisatawan Korea Selatan Serbu Jawa Tengah, Agoda Catat Lonjakan Minat ke Yogyakarta dan Surakarta</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>JAKARTA – Gelombang wisatawan asing, terutama dari Korea Selatan, diperkirakan akan membanjiri Yogyakarta dan Surakarta pada November 2025. Platform perjalanan digital Agoda mencatat lonjakan pencarian akomodasi dari Negeri Ginseng meningkat lebih dari 11 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini bertepatan dengan penyelenggaraan Wonderful Indonesia Wellness Festival, sebuah ajang yang mengangkat kekayaan tradisi kebugaran Nusantara dalam balutan budaya dan modernitas.</p>



<p>Festival yang diinisiasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini di bagi menjadi dua agenda utama yakni; <em>Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) </em>di Yogyakarta dan <em>Royal Surakarta Wellness Festival (RSWF)</em> di Surakarta. Keduanya menyoroti warisan kebugaran Kerajaan Mataram yang berpadu dengan praktik wellness kontemporer, menjadikannya daya tarik baru bagi wisatawan yang mencari keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan budaya.</p>



<p>Menurut data Agoda, minat wisatawan terhadap dua kota budaya di Jawa Tengah itu melonjak signifikan. Pencarian akomodasi ke Yogyakarta naik 15%, sementara Surakarta meningkat 119% dibandingkan tahun sebelumnya. Tak hanya dari Korea Selatan, minat juga datang dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang, dengan pasar Asia menjadi pendorong utama tren wisata kebugaran di Indonesia.</p>



<p>Khusus Korea Selatan, peningkatan pencarian mencapai 1.121%, jauh melampaui negara lain. Tren ini tidak muncul tiba-tiba. Sebelumnya, pemerintah Indonesia gencar mempromosikan potensi pariwisata kebugaran di Seoul pada September lalu, memperkenalkan praktik kebugaran tradisional seperti pijat Jawa, jamu, serta meditasi berbasis filosofi lokal kepada masyarakat Korea yang dikenal memiliki minat tinggi pada gaya hidup sehat.</p>



<p>Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa wisata kebugaran (wellness tourism) kini menjadi salah satu daya tarik utama sektor pariwisata Indonesia. Dalam skala global, Indonesia bahkan menempati peringkat enam besar ekonomi kebugaran Asia Pasifik, dengan laju pertumbuhan tercepat ketiga menurut Global Wellness Institute.</p>



<p>“Potensi wisata kebugaran Indonesia sangat besar dan layak mendapat perhatian dunia. Selain Bali, kota-kota seperti Yogyakarta dan Surakarta punya kekayaan budaya dan praktik kebugaran tradisional yang belum banyak dikenal,” ujar <strong>Gede Gunawan</strong>, <em><a href="https://journeyofindonesia.com/travel/tourism/agoda-umumkan-destinasi-wisata-alam-terbaik-di-asia-puncak-masuk-tiga-besar-favorit-dataran-tinggi/">Senior Country Director Agoda</a> untuk Indonesia</em>. “Agoda berkomitmen membantu wisatawan menemukan pengalaman holistik yang menyegarkan tubuh, pikiran, dan jiwa,” sebutnya.</p>



<p>Melalui platformnya, Agoda menawarkan lebih dari 6 juta pilihan akomodasi, 130.000 rute penerbangan, dan 300.000 aktivitas yang bisa dipesan dalam satu kali transaksi. Wisatawan dapat menemukan beragam pengalaman wellness, mulai dari spa tradisional hingga retret yoga, hanya dengan beberapa ketukan di aplikasi seluler Agoda.</p>



<p>Dengan momentum Wonderful Indonesia Wellness Festival 2025, Yogyakarta dan Surakarta tidak hanya menegaskan posisinya sebagai pusat budaya Jawa, tetapi juga membuka babak baru sebagai destinasi wellness premium di Asia. Bagi wisatawan yang mencari keseimbangan antara tradisi dan ketenangan, kedua kota ini kini menjadi magnet baru wisata kebugaran dunia./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk<br>.</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/tourism/wisatawan-korea-selatan-serbu-jawa-tengah-agoda-catat-lonjakan-minat-ke-yogyakarta-dan-surakarta/">Wisatawan Korea Selatan Serbu Jawa Tengah, Agoda Catat Lonjakan Minat ke Yogyakarta dan Surakarta</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20454</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Acer Smart School Awards 2025 Perluas Cakupan ke Perguruan Tinggi, Dorong Transformasi Pendidikan Nasional</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/news/acer-smart-school-awards-2025-perluas-cakupan-ke-perguruan-tinggi-dorong-transformasi-pendidikan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 10:28:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Acer]]></category>
		<category><![CDATA[Acer EduTech 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Acer Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Acer Smart School Awards 2025]]></category>
		<category><![CDATA[ASSA 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Leny Ng]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Riko Gunawan]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=20005</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA – Acer Indonesia kembali menggelar Acer Smart School Awards (ASSA) 2025, ajang penghargaan pendidikan berbasis teknologi yang kini memasuki tahun kelima penyelenggaraan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini ASSA memperluas cakupan penghargaan hingga jenjang pendidikan tinggi dengan menambahkan kategori School of The Year Award untuk perguruan tinggi dan Dosen Kreatif Award. Langkah ini menegaskan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/acer-smart-school-awards-2025-perluas-cakupan-ke-perguruan-tinggi-dorong-transformasi-pendidikan-nasional/">Acer Smart School Awards 2025 Perluas Cakupan ke Perguruan Tinggi, Dorong Transformasi Pendidikan Nasional</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>YOGYAKARTA – Acer Indonesia kembali menggelar Acer Smart School Awards (ASSA) 2025, ajang penghargaan pendidikan berbasis teknologi yang kini memasuki tahun kelima penyelenggaraan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini ASSA memperluas cakupan penghargaan hingga jenjang pendidikan tinggi dengan menambahkan kategori School of The Year Award untuk perguruan tinggi dan Dosen Kreatif Award.</p>



<p>Langkah ini menegaskan komitmen Acer dalam mendorong percepatan transformasi digital di dunia pendidikan, dari sekolah dasar hingga universitas.<br>Wadah Apresiasi dan Inovasi Pendidikan Digital</p>



<p>Sejak pertama kali hadir pada 2021, ASSA berkembang menjadi ajang berskala nasional untuk mengapresiasi sekolah, madrasah, guru, serta tenaga pendidik kreatif yang berhasil menerapkan inovasi teknologi dalam proses belajar. Hingga 2024, lebih dari 6.800 sekolah dan pendidik dari seluruh Indonesia pernah ikut serta, menandakan antusiasme besar terhadap transformasi digital pendidikan. </p>



<p>“Selama lima tahun terakhir, ASSA telah menjadi wadah yang memfasilitasi percepatan transfer pengetahuan dan adopsi teknologi pembelajaran di sekolah. Dengan cakupan yang kini lebih luas, kami berharap manfaat inovasi pendidikan berbasis teknologi dapat dirasakan lebih banyak pihak,” ujar <strong>Leny Ng</strong>, <em>President Director Acer Indonesia.</em></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/08/Pembicara-di-Acer-Edu-Tech-2025-membahas-tentang-Percepat-Transformasi-Pendidikan-Nasional-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-20008" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/08/Pembicara-di-Acer-Edu-Tech-2025-membahas-tentang-Percepat-Transformasi-Pendidikan-Nasional-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/08/Pembicara-di-Acer-Edu-Tech-2025-membahas-tentang-Percepat-Transformasi-Pendidikan-Nasional-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/08/Pembicara-di-Acer-Edu-Tech-2025-membahas-tentang-Percepat-Transformasi-Pendidikan-Nasional-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Pembicara di Acer Edu Tech 2025, membahas Percepat Transformasi Pendidikan Nasional (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Untuk menjaga kualitas dan objektivitas, ASSA 2025 menghadirkan dewan juri yang terdiri dari tokoh-tokoh pendidikan terkemuka, di antaranya Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. (Ketua Umum PB PGRI), Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A., M.Phil., M.A., hingga Prof. Marsudi (Dewan Pengarah BRIN). Kehadiran dewan juri ini memastikan standar penilaian tetap tinggi dan kredibel.</p>



<p>Pendaftaran ASSA 2025 dibuka mulai 27 Agustus hingga 31 Oktober 2025 melalui laman resmi acerid.com/smartschool. Para pemenang akan memperoleh hadiah berupa perangkat teknologi dan kelas digital senilai lebih dari Rp700 juta.</p>



<p>Peluncuran ASSA 2025 berbarengan dengan penyelenggaraan Acer EduTech 2025 di Yogyakarta, yang mengangkat tema “Strategy Deep Learning dan Coding AI untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran”. Forum ini mempertemukan akademisi, praktisi pendidikan, dan pemangku kepentingan untuk berdiskusi mengenai strategi pembelajaran masa depan.<br></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/08/GKR-Bendara-Penghageng-Kawedan-Hageng-Punakawan-Nitya-Budaya-Keraton-Yogyakarta-beri-dukungannya-terhadap-ASSA-2025-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-20007" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/08/GKR-Bendara-Penghageng-Kawedan-Hageng-Punakawan-Nitya-Budaya-Keraton-Yogyakarta-beri-dukungannya-terhadap-ASSA-2025-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/08/GKR-Bendara-Penghageng-Kawedan-Hageng-Punakawan-Nitya-Budaya-Keraton-Yogyakarta-beri-dukungannya-terhadap-ASSA-2025-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/08/GKR-Bendara-Penghageng-Kawedan-Hageng-Punakawan-Nitya-Budaya-Keraton-Yogyakarta-beri-dukungannya-terhadap-ASSA-2025-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Sambutan</em> <em>GKR Bendara, Penghageng Kawedan Hageng Punakawan Nitya Budaya Keraton Yogyakarta (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Acara ini menghadirkan lebih dari 300 peserta dengan pembicara utama, antara lain Drs. Suhirman, M.Pd. (Kepala Dinas Pendidikan DIY), Dr. Yogi Anggraena, S.Si., M.Si. (Ketua Tim Kerja Kurikulum Kemendikbudristek), dan Prof. Dr. Djohan Yoga, M.Sc., MoT., Ph.D. (konsultan SDM bidang pendidikan Asia Pasifik).</p>



<p>Menurut <strong>Riko Gunawan</strong>, <em>Products &amp; Solutions Director Acer Indonesia</em>, penerapan deep learning dan coding AI bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital. “Melalui Acer EduTech 2025, kami ingin menghadirkan ruang dialog yang inklusif sekaligus mendorong pendidik mengadopsi strategi pembelajaran berbasis teknologi secara berkelanjutan,” ujarnya.</p>



<p>ASSA menjadi bagian dari inisiatif Acer for Indonesia, yang mencakup program Acer Smart School Academy, seminar pengembangan diri Acer EduTech, komunitas Guru Era Baru (Guraru), hingga penyediaan perangkat dan solusi digital. Semua program ini dirancang untuk memperluas akses dan pemerataan kualitas pendidikan dengan mengintegrasikan teknologi ke ruang belajar.</p>



<p>Dengan strategi ini, Acer menegaskan perannya bukan hanya sebagai penyedia perangkat, tetapi juga mitra strategis dalam membangun ekosistem pendidikan digital yang berkelanjutan di Indonesia./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Ismed Nompo</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/acer-smart-school-awards-2025-perluas-cakupan-ke-perguruan-tinggi-dorong-transformasi-pendidikan-nasional/">Acer Smart School Awards 2025 Perluas Cakupan ke Perguruan Tinggi, Dorong Transformasi Pendidikan Nasional</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20005</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ratu Boko: Menyapa Senja, Merawat Sejarah, Menghidupkan Masyarakat</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/travel/ratu-boko-menyapa-senja-merawat-sejarah-menghidupkan-masyarakat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 03:02:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Candi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pesona Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ratu Boko]]></category>
		<category><![CDATA[Wonderful Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=19574</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA — Saat mentari mulai condong ke barat dan langit berubah warna menjadi oranye keemasan, siluet megah Ratu Boko muncul dengan anggun dari balik perbukitan. Di puncak bukit itu, sejarah seolah berbicara pelan melalui puing-puing istana kuno, menyapa setiap pengunjung yang datang bukan hanya untuk menikmati panorama, tetapi juga untuk meresapi napas peradaban yang masih [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/ratu-boko-menyapa-senja-merawat-sejarah-menghidupkan-masyarakat/">Ratu Boko: Menyapa Senja, Merawat Sejarah, Menghidupkan Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>YOGYAKARTA — Saat mentari mulai condong ke barat dan langit berubah warna menjadi oranye keemasan, siluet megah <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Ratu_Boko">Ratu Boko</a> muncul dengan anggun dari balik perbukitan. Di puncak bukit itu, sejarah seolah berbicara pelan melalui puing-puing istana kuno, menyapa setiap pengunjung yang datang bukan hanya untuk menikmati panorama, tetapi juga untuk meresapi napas peradaban yang masih mengalir.</p>



<p>Ratu Boko bukan sekadar destinasi wisata. Situs purbakala ini merupakan simbol kejayaan masa lalu yang kini dihidupkan kembali dalam semangat baru: pelestarian budaya yang inklusif dan berkelanjutan. Dibangun bukan sebagai candi, melainkan istana atau tempat peristirahatan bangsawan pada masa Mataram Kuno, kompleks Ratu Boko menyimpan jejak sejarah dalam bentuk gerbang paduraksa yang menjulang, paseban luas, serta kolam-kolam pemandian yang masih tertata rapi.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/Salah-satu-sudut-situs-Candi-Ratu-Boko-DenPo.jpg" alt="" class="wp-image-19577" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/Salah-satu-sudut-situs-Candi-Ratu-Boko-DenPo.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/Salah-satu-sudut-situs-Candi-Ratu-Boko-DenPo-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/Salah-satu-sudut-situs-Candi-Ratu-Boko-DenPo-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Salah satu sudut situs Candi Ratu Boko (DenPo)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Namun daya tarik Ratu Boko tidak hanya terletak pada peninggalan arkeologinya. Kawasan ini kini juga menjadi contoh nyata bagaimana situs sejarah dapat dikelola secara modern tanpa meninggalkan kearifan lokal. Konsep pariwisata berkelanjutan diterapkan di sini dengan melibatkan langsung masyarakat sekitar dalam berbagai lini. Mulai dari pengelola homestay, pemandu wisata, penjaja makanan tradisional, hingga pengrajin lokal, semuanya menjadi bagian dari narasi baru Ratu Boko.</p>



<p>Pengunjung tidak hanya diajak menyusuri masa lalu melalui cerita-cerita rakyat dan catatan sejarah, tetapi juga dikenalkan pada kekayaan budaya setempat yang hidup dalam kerajinan tangan, kuliner, hingga sambutan ramah warga desa. Langkah-langkah pelestarian pun terus digalakkan: penggunaan bahan ramah lingkungan pada kios UMKM, pengurangan plastik sekali pakai, serta edukasi kebersihan bagi setiap wisatawan menjadi bagian tak terpisahkan dari komitmen ini.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/Salah-satu-sudut-puing-Candi-Ratu-Boko-DenPo.jpg" alt="" class="wp-image-19576" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/Salah-satu-sudut-puing-Candi-Ratu-Boko-DenPo.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/Salah-satu-sudut-puing-Candi-Ratu-Boko-DenPo-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/07/Salah-satu-sudut-puing-Candi-Ratu-Boko-DenPo-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Salah satu sudut puing Candi Ratu Boko (DenPo)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Senja di Ratu Boko bukan sekadar pemandangan yang indah. Ia menjadi simbol perenungan—tentang pentingnya menjaga warisan budaya dan alam dengan cara yang saling menghidupi. Panorama matahari tenggelam yang memantul di bebatuan purba seolah mengajak setiap orang untuk tidak hanya datang, tetapi juga ikut menjaga.</p>



<p>Kini, Ratu Boko telah menjelma sebagai ruang dialog antara masa lalu dan masa kini. Sebuah situs sejarah yang tak hanya menyimpan kisah kejayaan, tetapi juga mencerminkan masa depan pariwisata yang inklusif, lestari, dan berbasis masyarakat. Di tempat ini, sejarah tidak sekadar diceritakan—ia terus dihidupkan, hari demi hari./<strong><em> JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | DenPo</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/ratu-boko-menyapa-senja-merawat-sejarah-menghidupkan-masyarakat/">Ratu Boko: Menyapa Senja, Merawat Sejarah, Menghidupkan Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19574</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MORA Group Resmi Hadirkan H – LAMORA Sagan Yogyakarta</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/travel/hotels/mora-group-resmi-hadirkan-h-lamora-sagan-yogyakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2025 04:00:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hotels]]></category>
		<category><![CDATA[Andhy Irawan]]></category>
		<category><![CDATA[H – LAMORA Sagan]]></category>
		<category><![CDATA[Hengky Tambayong]]></category>
		<category><![CDATA[Ita Halim]]></category>
		<category><![CDATA[Lamora]]></category>
		<category><![CDATA[MORA Club]]></category>
		<category><![CDATA[MORA Group]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=18926</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA — MORA Group terus menunjukkan langkah agresif dalam memperluas jaringan bisnis perhotelannya di Indonesia dengan mengakuisisi H-Boutique Hotel Jogjakarta. Melalui transformasi strategis, hotel ini kini resmi beroperasi dengan identitas baru yakni H – LAMORA Sagan Yogyakarta, dan menjadi properti ke-8 dalam portofolio MORA Group yang terus berkembang. Berlokasi di jantung kota, H – LAMORA [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/hotels/mora-group-resmi-hadirkan-h-lamora-sagan-yogyakarta/">MORA Group Resmi Hadirkan H – LAMORA Sagan Yogyakarta</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>YOGYAKARTA — <a href="https://moragroup.id">MORA Group</a> terus menunjukkan langkah agresif dalam memperluas jaringan bisnis perhotelannya di Indonesia dengan mengakuisisi H-Boutique Hotel Jogjakarta. Melalui transformasi strategis, hotel ini kini resmi beroperasi dengan identitas baru yakni H – LAMORA Sagan Yogyakarta, dan menjadi properti ke-8 dalam portofolio MORA Group yang terus berkembang.</p>



<p>Berlokasi di jantung kota, H – LAMORA Sagan berada di kawasan Sagan, sebuah area yang dikenal dengan perpaduan atmosfer edukatif, nuansa budaya, dan hiruk-pikuk urban khas Yogyakarta. Lokasinya yang strategis membuat hotel ini ideal untuk wisatawan domestik, pebisnis, hingga turis mancanegara yang ingin menikmati keotentikan budaya lokal dalam balutan kenyamanan modern.</p>



<p>Transformasi ini tidak hanya berupa pergantian nama, tetapi juga menyentuh seluruh aspek operasional—dari sistem reservasi digital yang akan terintegrasi dengan platform MORA Club, hingga pelatihan SDM dan peremajaan desain interior yang merefleksikan nilai-nilai lokal namun tetap modern.</p>



<p><strong>Andhy Irawan</strong>, <em>CEO sekaligus pendiri MORA Group</em>, menyampaikan bahwa akuisisi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk membangun jaringan perhotelan berkualitas tinggi di kota-kota strategis Indonesia. “H – LAMORA Sagan bukan hanya menambah jumlah properti kami, tetapi juga memperkuat positioning LAMORA sebagai brand hotel bintang tiga yang menyasar traveler urban dan generasi muda dengan preferensi kenyamanan, estetika, dan efisiensi,” jelasnya.</p>



<p>Dukungan penuh juga datang dari <strong>Ita Halim</strong>, <em>Direktur Utama PT. Trimega Makmur Sentosa</em>, yang sebelumnya memiliki hotel tersebut. Menurutnya, kemitraan dengan MORA Group membuka peluang pertumbuhan investasi jangka panjang, seiring meningkatnya potensi sektor pariwisata Yogyakarta yang tak pernah surut.</p>



<p>Sementara itu, <strong>Hengky Tambayong</strong> selaku <em>Director of Operation and Revenue MORA Group</em> menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya standarisasi mutu layanan dan efisiensi manajemen. “Integrasi hotel ini akan membawa nilai tambah tak hanya bagi para tamu, tetapi juga bagi para pemilik properti yang bergabung dengan ekosistem MORA,” ujarnya.</p>



<p>LAMORA sebagai lini hotel bintang tiga dari MORA Group hadir untuk menjawab kebutuhan wisatawan modern—yang mengutamakan pengalaman menginap yang praktis, namun tetap berkelas. Dengan desain kontemporer dan layanan digital yang terintegrasi, H – LAMORA Sagan menjadi simbol sinergi antara kenyamanan, efisiensi, dan kekayaan lokal.</p>



<p>Langkah ekspansi ini sekaligus mempertegas ambisi MORA Group untuk tumbuh secara berkelanjutan, tidak hanya di Yogyakarta, tetapi juga di berbagai kota pariwisata utama di Indonesia. MORA juga membuka peluang kemitraan investasi strategis bagi pemilik properti lokal yang ingin bersaing di industri hospitality nasional dengan dukungan manajemen profesional.</p>



<p>Informasi lebih lengkap mengenai portofolio dan kolaborasi bisnis MORA Group tersedia di situs resmi mereka: www.moragroup.id./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Nuhaa</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/hotels/mora-group-resmi-hadirkan-h-lamora-sagan-yogyakarta/">MORA Group Resmi Hadirkan H – LAMORA Sagan Yogyakarta</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">18926</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
