PIK – Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 kembali mempertegas posisinya sebagai pusat gravitasi kuliner di Jakarta pada Rabu, 7 Januari 2026. Deretan destinasi gastronomi di utara Jakarta ini resmi kedatangan tamu baru yang membawa warisan rasa dari Tiongkok Utara.
Lan Zhou Mee Tarik, jenama yang telah dikenal luas di Malaysia, kini menyapa lidah masyarakat Indonesia melalui gerai pertamanya yang berlokasi di SOHO Ebony, Ebony Island. Kehadirannya bukan sekadar menambah pilihan tempat makan, melainkan membawa misi memperkenalkan budaya “Chinese Muslim” yang otentik.
Langkah ekspansi ke Indonesia ini merupakan tonggak strategis bagi Lan Zhou Mee Tarik setelah mencatatkan kesuksesan yang cukup pesat di negeri jiran. Sejak pertama kali berdiri pada tahun 2019, merek ini telah berkembang hingga memiliki belasan cabang di Malaysia. Francisca, salah satu pemilik restoran ini, menjelaskan bahwa pemilihan Jakarta sebagai titik awal di Indonesia didasari oleh ekosistem kuliner kota ini yang sangat dinamis. “Mee Tarik Zhang ini awalnya brand dari Malaysia. Itu kita sudah ada 11 cabang. Awal buka itu 2019,” ucapnya saat ditemui di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).
Daya tarik utama yang ditawarkan oleh restoran ini terletak pada keaslian teknik pembuatannya. Di balik kaca dapur terbuka, pengunjung dapat menyaksikan langsung kepiawaian juru masak dalam mengolah adonan tepung hingga menjadi helai helai mi yang kenyal dan konsisten. Teknik ini dikenal dengan sebutan La Mian, sebuah seni tradisional dari Lanzhou yang sudah berusia lebih dari satu abad. Untuk menjaga standar rasa agar tetap serupa dengan aslinya, manajemen bahkan mendatangkan juru masak profesional langsung dari Lanzhou, Tiongkok.

Sensasi visual dari atraksi dapur terbuka ini memang sengaja dihadirkan untuk membangun interaksi dengan pelanggan. Francisca menekankan bahwa konsep ini memberikan nilai tambah bagi pengalaman bersantap sekaligus menjamin higienitas masakan. “Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan mi tarik, mulai dari adonan hingga aksi menarik saat mi dibentuk dan diregangkan,” tandas Francisca.
Selain itu, ia menambahkan bahwa transparansi di dapur membuat kebersihan selalu terjaga. “Bisa dilihat, dari adonan terus sama mereka kan ada show-show, lempar lempar jadi mi nya. Otomatis kebersihan juga sangat terawasi karena open kitchen,” ungkapnya.
Berbicara mengenai menu, Lan Zhou Mee Tarik mengandalkan kehangatan kuah kaldu sapi yang kaya rempah. Namun, variasi pilihan yang ditawarkan cukup beragam untuk menyesuaikan dengan selera lokal yang cenderung menyukai rasa berani. Beberapa hidangan yang diprediksi akan menjadi primadona antara lain ramen daging sapi, mi ayam pedas, hingga varian mi goreng. Tidak hanya mi, sajian pendamping seperti dumpling juga menjadi elemen penting yang menyempurnakan hidangan di atas meja.

“Kita tuh ada di ramen daging sapi, mi pedas ayam, sama mi daging sapi yang goreng. Itu best seller kita. Kita juga ada kayak dessert atau bukan dessert. Camilan kayak dumpling-nya itu best, sih,” jelas Francisca secara terperinci.
Salah satu tantangan sekaligus peluang bagi restoran kuliner Tiongkok di Indonesia adalah aspek kehalalan. Menyadari hal tersebut, Lan Zhou Mee Tarik memposisikan diri sebagai restoran Muslim Tiongkok yang memberikan jaminan rasa aman bagi konsumen Muslim. Identitas ini menjadi pilar utama mereka dalam menembus pasar Indonesia yang mayoritas warganya mencari kepastian label halal tanpa harus mengorbankan keotentikan rasa. “Kita restoran itu semua kita klaim halal, kita termasuk Chinese Muslim Restaurant,” tambah Francisca mempertegas komitmen restorannya.
Hadirnya Lan Zhou Mee Tarik di SOHO Ebony PIK 2 seolah menjadi jawaban bagi para pemburu kuliner yang merindukan cita rasa mi tarik asli yang segar, dibuat saat itu juga (made to order), dan disajikan dalam suasana modern namun tetap hangat. Dengan sejarah panjang lebih dari 100 tahun dari tanah asalnya, mi tarik ini siap meramaikan peta persaingan kuliner di ibu kota dengan mengandalkan perpaduan antara tradisi, atraksi, dan tentunya kehalalan yang terjaga./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















