Wednesday, February 18, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Jazz, Progressive Rock, Piano dan Valentine’s Day

by Redaksi
17/02/2026
Reading Time: 5 mins read
Jazz, Progressive Rock, Piano dan Valentine’s Day

Dameria Hutabarat (Gideon Momongan)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah catatan pinggir dari Gideon Momongan….

JAKARTA – Bagaimana kalau mencoba suatu pengalaman berbeda banget. Khusus di Hari Kasih Sayang, Valentine’s Day. Bukan sekedari Pink, Love. Tapi kalau dengan musiknya, solo piano? Dan dengan suguhan karya-karya bagus yang kental suasana jazz, fusion, klasik sampai progressive rock. 

Maka adalah seorang, Dameria Hutabarat seorang musisi, pianis, dalam sekian waktu lamanya berkubang di khasanah musik iklan. Samen-werken dengan sang suami terkasih, Dotty Nugroho, menjadikan mereka pasangan pemusik iklan/jingle terkemuka, terdepan di sekian waktu lamanya. 

Baca juga :

Lakukan Ground Breaking Cluster Nala, Synthesis Development Berikan Sinyal Optimis

Bukan Sekadar Nostalgia, Menengok ‘Rumah Baru’ Para Pemilik VW ID. Buzz di Sentul

Formula 73, Cetak Biru Kejayaan Imola yang Lahir Kembali di Era Digital

Nah menariknya nih, sesekali kedua laki-bini ini suka aja, tampil dengan konsep masing-masing. Masing-masing masih berupaya menyediakan waktu untuk mengerjakan proyek musiknya. Ya tampil di panggung, baik dengan band, solo ataupun rekaman.

Pilihan musiknya, ya yang disukai yang seringkali didengar dan diresapi saban hari. Lantas memperkaya wawasan dan kemampuan bermusik mereka, secara sadar atau ga. Suka ataupun tidak suka. Mungkin juga musik-musik yang disukai, bisa bikin awet muda kan? Aliran darah lancar? Bisa ga? Biasanya sih gitu, bukan? Tanyain deh ke pasangan itu….

Bisa juga. Misal dengerin komposisi dari seorang Lyle Mays. Pianis, belakangan lebih dikenal sebagai pemain synthesizer. Musiknya “unik dan khas”. Nama ini populer di kalangan musisi di sini, tak hanya sebatas kibordis. Yang menarik racikan bunyi-bunyiannya dari peranti synthesizersnya sempat menjadi semacam trend di tahun 1980-an dulu di Indonesia sini.

Mays, tandem “sehidup-semati”nya Pat Metheny, dalam komposisi-kompisisi pribadinya mengandung unsur meditative. Menurut Dameria Hutabarat, progresi chord nya Mays relatif cantik. Yang membuatnya menyukai Mays, karena permainan pianonya seringkali dikombinasikan dengan nuansa soundscape yang dihasilkan dari soundsynthesizernya. Sehingga, tambah Dameria, memberi kebebasan bagi pendengarnya untuk berimajinasi.

Bahkan seolah Mays menyodorkan ruang tersendiri bagi setiap pendengar musiknya, untuk seperti membuat film di kepalanya sendiri masing-masing. Bermain-main dengan imajinasi masing-masing dilatari permainan musik Mays, yang seringkali emang sih kek “menerbangkan” pendengarnya. 

Tak heran, ia menyuguhkan 2 komposisi milik Mays, ‘Close to Home’ (Released 1986, lewat self-titled debut albumnya) dan ‘Mirror of the Heart’ (juga dari album yang sama). Dameria juga membawakan karya Pat Metheny, “September Fifteenth”, salah satu inspirasinya dari berpulangnya pianis legendaris, Bill Evans.

Dan lagu karya Metheny tersebut, berasal dari album As Falls Wichita, So Falls Wichita Falls. Dimana pada album tersebut, Mays ikut bermain, tentunya. Selain perkusionis, Nana Vasconcelos.

Konser Dameria Hutabarat tersebut bertitel, Journey to the Sooundscape. Digelar di venue, Ruang Tamu Tony(Prabowo). Di Kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Venue yang unik, karena memang ditempatkan di ruang tamu kediaman seniman musik, Tony Prabowo. Ada sekitar 60 orang penonton yang menyesaki ruang tamu tersebut.

Konser sendiri dibuka dengan komposisi untuk solo piano oleh Phillip Glass, “Etude No.1 & .2”. Lalu berlanjut, “The Fugue” yang adalah karya Keith Emerson. Menyoal pada Keith Emerson, kibordist dari kelompok progressive-rock, Emerson, Lake & Palmer. Dameria bahkan pernah pada beberapa tahun lalu, membentuk grup band khusus memainkan beberapa komposisi grup yang masuk kategori the early progressive-rock supergroup itu.

Dameria mengaku memang menyukai beberapa komposisi karya yang kental nuansa progressive rock pada E, L & P tersebut. Dan karya The Fugue, memang adalah part dari solo piano Keith Emerson. Dameria juga membawakan, “Lachesis from the Three Fates”, masih dari Keith Emerson. 

Ada satu nama lain, Hiromi Uehara, pianis jazz muda Jepang yang dikenal lewat energetic live performancenya. Bagus juga, Dameria menonton dan meresapi sajian jazz piano oleh Hiromi. Satu  karya Hiromi yang diambil adalah, “Wake Up and Dream”, dari album Spark  / The Trio Project (Hiromi dengan Anthony Jackson dan Simon Phillips).

Menurut Dameria, Hiromi memang menarik hatinya, karena keunikan ide bermusiknya yang memadukan jazz, klasik sampai progressive rock. Sebenarnya dia sangat melopdius dan Dameria menyukai karya-karya melodius dari Hiromi.

Ada juga karya the legendary, mendiang Chick Corea, “Childrens’ Song No. 1,2,3 and 5” yang dimainkan Dameria dengan cukup ekspresif. Sementara sebagai penutup, penonton disuguhkan, “Over the Rainbow”, karya ballad “populer” dari Keith Jarret. Rasanya menjadi satu-satunya lagu, yang paling dikenal semua penonton…

Tapi kemudian atas permintaan audience malam itu, Dameria menyuguhkan encore. Pilihannya jatuh pada karya yang aslinya adalah komposisi untuk solo gitar, “A Map of the World” karya Pat Metheny. Dan berakhirlah konser solo yang menyenangkan itu.

Pada kesempatan konser malam tersebut, Dotty Nugroho juga turun tangan. Dotty bertugas khusus, menambahkan nuansa spatial melalui permainan effects seperti reverb dan delay. Yang diterima telinga penonton dari 8 speakers yang diletakkan secara surround di areal konser.

Menjadikan sebuah pengalaman spesial dalam soal menikmati sebuah recital piano, terutama dengan suguhan berbagai “lintas genre”. Dotty juga mengemas penampilan sang istri ke dalam sebuah album rekaman. Sebagai dokumentasi saja, disimpan sebaik-baiknya, tutur Dotty. 

Seusai konser, sebagian besar penonton masih berada di venue. Beramah tamah dengan minuman penyegar dan penganan yang disediakan. Terlihat beberapa nama seniman seperti sutradara Riri Riza, sutradara pertunjukkan, Jay Subyakto, tokoh show-production, Toto Arto. Lalu ada aktor, Arswendy Nasution, pianis jazz kontemporer muda, Sri Hanuraga, Kibordis dan Music Director, Krisna Prameswara dan musisi progressive-rock, Iwan Hasan.

Ada pula tokoh penggerak jazz, Chico Hindarto, pematung Dolorosa Sinaga, musisi kontemporer Arjuna Hutagalung, juga Erros Djarot, Doddy Soekasah. Selain itu hadir tokoh pers, Goenawan Mohamad dan juga sang tuan rumah, Tony Prabowo.*/ JOURNEY OF INDONESIA | *dM

Tags: Dameria HutabaratDotty NugrohoEventJazzJourney of IndonesiaNewsPianoProgressive RockValentine’s Day
Share114Tweet71

Related Posts

Yongkie Vincent, Performer atau Song Writer? Ah, Kamu Keren!
Music

Yongkie Vincent, Performer atau Song Writer? Ah, Kamu Keren!

15/02/2026
HIMM dan Narasi Cinta Tanpa Gincu dalam Album Bertajuk Selamanya
Music

HIMM dan Narasi Cinta Tanpa Gincu dalam Album Bertajuk Selamanya

15/02/2026
Pulang ke Akar, Cloudy Tafsir Ulang ‘Arti Cinta’ dengan Presisi Berlin dan Rasa Jakarta
Music

Pulang ke Akar, Cloudy Tafsir Ulang ‘Arti Cinta’ dengan Presisi Berlin dan Rasa Jakarta

15/02/2026
Hiatus 7 Tahun, Ika Putri Paparkan Taktik ‘Sadis’ Tembus Pasar Digital
Music

Hiatus 7 Tahun, Ika Putri Paparkan Taktik ‘Sadis’ Tembus Pasar Digital

14/02/2026
Galaxy Big Band Mengajak Penonton…Let’s Swing!
Music

Galaxy Big Band Mengajak Penonton…Let’s Swing!

10/02/2026
ADVERTISEMENT

Recomended

Jazz, Progressive Rock, Piano dan Valentine’s Day
Uncategorized

Jazz, Progressive Rock, Piano dan Valentine’s Day

17/02/2026
Lakukan Ground Breaking Cluster Nala, Synthesis Development Berikan Sinyal Optimis
News

Lakukan Ground Breaking Cluster Nala, Synthesis Development Berikan Sinyal Optimis

16/02/2026
Bukan Sekadar Nostalgia, Menengok ‘Rumah Baru’ Para Pemilik VW ID. Buzz di Sentul
Automotive

Bukan Sekadar Nostalgia, Menengok ‘Rumah Baru’ Para Pemilik VW ID. Buzz di Sentul

16/02/2026
Formula 73, Cetak Biru Kejayaan Imola yang Lahir Kembali di Era Digital
Automotive

Formula 73, Cetak Biru Kejayaan Imola yang Lahir Kembali di Era Digital

16/02/2026
Eksplorasi Cita Rasa Nusantara dalam Balutan Seni, “A Wishful Ramadhan” di ARTOTEL Thamrin Jakarta
Hotels

Eksplorasi Cita Rasa Nusantara dalam Balutan Seni, “A Wishful Ramadhan” di ARTOTEL Thamrin Jakarta

16/02/2026
Batik Cap Kertas dan Eksplorasi Diri, Cara Loman Park Menafsir Ulang Tradisi Jawa
Hotels

Batik Cap Kertas dan Eksplorasi Diri, Cara Loman Park Menafsir Ulang Tradisi Jawa

16/02/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.