Saturday, July 4, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Datanglah Ke Padang Lama dan Biarkan Imajinasi Kembali Ke Masa Silam

by Ibonk
25/04/2021
Reading Time: 3 mins read
Datanglah Ke Padang Lama dan Biarkan Imajinasi Kembali Ke Masa Silam

Salah satu gedung paling ikonik di Kota Lama Padang (Ibonk)

Share on FacebookShare on Twitter

Jika tengah berada di Padang, Sumatra Barat, sempatkanlah mendatangi Kota Tua Padang atau Padang Lama. Sebuah destinasi wisata menarik jika ingin menikmati hari libur di Kota Padang. Sama seperti kota tua – kota tua lainnya dipelbagai pelosok negeri, Kota Tua Padang menyimpan sederet cerita yang sebenarnya bila ditelusuri lebih dalam akan menarik untuk dijelajahi.

Kota Tua Padang dengan bangunan peninggalan Belanda berjarak sekitar lima kilometer dari pusat kota merupakan salah satu landmark dan kebanggaan warga Padang karena memiliki ciri khas tersendiri dan sekaligus menjadi sebuah museum terbuka.

Baca juga :

Padang Dinobatkan Sebagai Destinasi Wisata Baru Teratas di Indonesia oleh Agoda

Kawasan yang meliputi cagar budaya di sehiliran sungai Batang Arau adalah merupakan peradaban pertama di Kota Padang yang secara administratif, Kota Tua Padang mencakupi sebagian wilayah kecamatan Padang Barat dan Padang Selatan. Kawasan Kota Tua ini meliputi Pelabuhan Muaro, Kelenteng, Pasa Batipuah, Stasiun Pulau Ayie, Pasa Mudiak, Ranah, Gantiang, Alang Laweh, Simpang Kinol, Pulau Karam. Di dalamnya terdapat potensi gedung-gedung tua zaman kolonial Belanda, Masjid, Klenteng, Pasar Tradisional, Pusat Kuliner dan lainnya.

Pada zaman dahulu, kawasan Kota Tua Padang adalah sebuah kawasan perdagangan yang sangat ramai melalui Pelabuhan Muara. Disebut sebagai Kota Tua, karena bangunan-bangunan di sana menggambarkan nuansa tempo dulu yang merupakan peninggalan kolonial Belanda. Selain itu, saat berada di kawasan kota tua para pengunjung seakan ditarik kembali ke masa lalu.

Pelabuah Muaro sungai Batang Arau (Ibonk)

Namun sayangnya, banyak bangunan-bangunan tua disana sudah mulai hancur dimakan zaman tanpa perawatan berarti, apalagi beberapa waktu lalu Padang sempat di guncang gempa cukup kuat yang mengakibatkan banyaknya gedung-gedung rubuh. Begitu juga dengan bangunan-bangunan bersejarah disini, walaupun ada juga beberapa bangunan tampak asli terpelihara dan difungsikan sebagai resto, tempat ngopi dan lainnya.

Kota Padang pernah menjadi kota metropolitan terbesar di Sumatra, hal ini terjadi pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, saat aktivitas perniagaan berkembang pesat lintas negara. Kota Padang juga pernah menjadi menjadi pusat kekuatan militer dan pemerintah Hindia Belanda.

Tidak hanya menyimpan hikayat Padang lama, Kota Tua Padang saat ini dihuni masyarakat yang multietnik juga memiliki kisah tersendiri dari beragamnya kehidupan masyarakat yang berkumpul di dalamnya. Ada etnis India, Tiongkok, Nias, Melayu, Jawa dan Minangkabau yang mendiami kawasan Kota Tua Padang saat ini. Akulturasi budaya dan pembauran etnik pun terjadi di kawasan kota tua dan menjadi sajian yang menarik untuk dikunjungi.

Paling asyik mungkin adalah berjalan perlahan dipedestrian di sekitar Pelabuhan Muaro sungai Batang Arau yang dipenuhi kursi-kursi untuk sekedar menghabiskan malam sambil menyeruput nikmatnya kopi di tempat ini. Diiringi perasaan membuncah mengingat betapa megahnya kawasan ini dahulu yang ditimpali pemandangan indah berupa kapal-kapal yang sedang parkir di pinggirannya.

Perahu dan Kapal tengah parkir di Pelabuah Muaro sungai Batang Arau (Ibonk)

Namun sekali lagi disayangkan, pelabuhan dangkal tersebut juga dihiasi sampah-sampah mengotori sungai dan lambung-lambung kapal kecil yang tengah bersandar. Sesekali pandangan disejukkan dengan melihat beberapa anak asyik berkecipak di sungai Batang Arau setelah mereka sengaja terjun ke air dari atap kapal kecil yang tengah bersandar disitu.

Tak begitu jauh dari lokasi ini, kita bisa langsung menuju destinasi wisata Jembatan Siti Nurbaya yang terkenal di Sumatra Barat ini. Jembatan Siti Nurbaya menghubungkan antara Seberang Padang dengan pusat kota. Jembatan itu sebagai akses dari pusat Kota Padang menuju kawasan wisata Gunung Padang, Bukit Gado-Gado, dan Pantai Air Manis atau di kenal sebagai wisata Batu Malin Kundang.

Selain itu juga banyak terdapat jenis ragam kuliner dan tradisi lainnya, seperti dari masyarakat keturunan India di kawasan Kampung Keling Pasar Gadang, tiap tanggal 1 Jumadil Akhir selalu digelar tradisi Serak Gulo (Serak Gula).

Kegiatan ini untuk mengenang tokoh pembawa Islam di India. Dalam lingkup dunia, tradisi tahunan ini hanya ada di India, Singapura dan Kota Padang./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: Batang ArauKota Tua PadangPadangPelabuhan MuaroSumatra Barat
Share634Tweet397

Related Posts

De Tiger Resmi Dibuka, Hidupkan Kembali Romansa Sejarah Batavia Lama
Culinary

De Tiger Resmi Dibuka, Hidupkan Kembali Romansa Sejarah Batavia Lama

02/07/2026
ARTOTEL Gelora Senayan Hadirkan ART Playcation, Liburan Sekolah Kian Berwarna
Hotels

ARTOTEL Gelora Senayan Hadirkan ART Playcation, Liburan Sekolah Kian Berwarna

01/07/2026
SK Thai Kitchen Buka Gerai Kedua di Mall of Indonesia, Hadirkan Mama Pot sebagai Menu Andalan
Culinary

SK Thai Kitchen Buka Gerai Kedua di Mall of Indonesia, Hadirkan Mama Pot sebagai Menu Andalan

30/06/2026
Liburan Sekolah Makin Seru, Nueve Malioboro Hotel Tawarkan Swimming Package Hemat
Hotels

Liburan Sekolah Makin Seru, Nueve Malioboro Hotel Tawarkan Swimming Package Hemat

29/06/2026
Paviliun Raden Saleh Hadirkan “Matahari dan Bayangan”, Menyelami Sunyi di Tengah Dunia yang Bising
Hotels

Paviliun Raden Saleh Hadirkan “Matahari dan Bayangan”, Menyelami Sunyi di Tengah Dunia yang Bising

27/06/2026
Next Post
Mengisi Gap di Sektor Pariwisata, Kemanayo Tawarkan Traveling Alternatif

Mengisi Gap di Sektor Pariwisata, Kemanayo Tawarkan Traveling Alternatif

ADVERTISEMENT

Recomended

Xiaomi Perkuat Ekosistem REDMI di Indonesia, Rilis 4 Perangkat Sekaligus
Gadget

Xiaomi Perkuat Ekosistem REDMI di Indonesia, Rilis 4 Perangkat Sekaligus

03/07/2026
Dari Kebuntuan Terlahir Karya, Manipol Akhirnya Rilis EP Perdana “Maximize the Minimum”
Music

Dari Kebuntuan Terlahir Karya, Manipol Akhirnya Rilis EP Perdana “Maximize the Minimum”

03/07/2026
MONDIAL Dreams Gandeng Mangmoel, Rajut Filosofi Mimpi Lewat Perhiasan Berlian
Fashion

MONDIAL Dreams Gandeng Mangmoel, Rajut Filosofi Mimpi Lewat Perhiasan Berlian

02/07/2026
Empat Dekade Konsisten di Balap Nasional, Honda Raih IMI Awards 2025
Automotive

Empat Dekade Konsisten di Balap Nasional, Honda Raih IMI Awards 2025

02/07/2026
Ducati Desmo250 MX Baru, Revolusi Mesin 15.000 RPM dan Kontrol Traksi Pintar di Lintasan Motocross
Automotive

Ducati Desmo250 MX Baru, Revolusi Mesin 15.000 RPM dan Kontrol Traksi Pintar di Lintasan Motocross

02/07/2026
Ekspansi ke Off-Road, Ducati Resmi Rilis Motor Enduro Pertama Desmo450 EDS
Automotive

Ekspansi ke Off-Road, Ducati Resmi Rilis Motor Enduro Pertama Desmo450 EDS

02/07/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.