Saturday, August 22, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Menjaga Napas Industri Kelapa, Sasa Inti dan IPB Bersinergi Perkuat Hilirisasi dan Kesejahteraan Petani

by Redaksi
07/04/2026
Reading Time: 3 mins read
Menjaga Napas Industri Kelapa, Sasa Inti dan IPB Bersinergi Perkuat Hilirisasi dan Kesejahteraan Petani

Perwakilan Sasa dan IPB dalam FGD multipihak untuk penguatan rantai pasok dan kemitraan berkelanjutan industri kelapa di Indonesia (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Kelapa bukan sekadar bahan baku. Bagi ribuan petani di Minahasa Selatan, pohon ini adalah sumber nafkah kehidupan. Kini, PT Sasa Inti dan Institut Pertanian Bogor (IPB) duduk bersama untuk memastikan yang terjadi di kebun petani benar-benar bermuara pada kesejahteraan mereka, bukan sekadar pasokan industri.

Pertemuan mereka hari ini menandai langkah serius untuk mengubah cara kita memandang kelapa, dari komoditas menjadi pilar ekonomi lokal yang berkelanjutan. Focus Group Discussion (FGD) yang dilangsungkan di kawasan Taman Kencana, Bogor, pada 7 April ini bukan sekadar forum rutin. Dikemas dalam tajuk “Penguatan Kapasitas Sistem Rantai Pasok dan Model Kemitraan Penyediaan Bahan Baku Kelapa melalui Kerja Sama Pentahelix,” ada niat nyata untuk merancang ulang ekosistem kelapa nasional mulai hulu petani hingga hilir industri.

Baca juga :

The Late Shift di Paviliun Raden Saleh, Menikmati Malam Jakarta dari Sudut Berbeda

Setelah Surabaya dan Medan, ICX 2026 Tutup Rangkaian di Jakarta

Menembus Batas Studio, Pameran Art for Peace di TIM Usung Semangat Kolaborasi Global

Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Minahasa Selatan, bukan daerah sembarangan dalam peta kelapa Indonesia. Dengan luas perkebunan mencapai 47.164 hektar dan produksi sekitar 42.209 ton per tahun, wilayah ini adalah salah satu tulang punggung industri kelapa nasional. Namun di balik angka-angka itu ada cerita yang kurang menyenangkan seperti persaingan bahan baku yang semakin ketat, pasokan yang tidak stabil, dan harga yang naik-turun membuat petani kesulitan merencanakan masa depan.

“Kelapa bukan hanya bahan baku industri, tetapi juga sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, penguatan rantai pasok harus dirancang secara komprehensif agar mampu menjawab tantangan pasar sekaligus memberi nilai tambah yang adil bagi petani,” ujar Ir. H. Snowerdi Sumardi, M.M., selaku Chief Manufacturing Officer PT Sasa Inti. Suara dari pimpinan manufaktur Sasa ini mencerminkan perubahan cara pandang industri, bahwa stabilitas pasokan dan kesejahteraan petani adalah dua sisi mata uang yang sama.

Sasa, yang mengelola fasilitas pengolahan kelapa di Minahasa Selatan sejak 2024, tidak hanya sebagai pembeli bahan baku. Perusahaan ini aktif merancang program pemberdayaan petani yang mencakup edukasi agronomi berbasis praktik modern, pendampingan langsung, serta jaminan serapan hasil panen. Inisiatif tersebut bukan suara sendiri dalam industri, melainkan bagian dari Sasa Sustainability Framework yang diterapkan di seluruh rantai nilai perusahaan.

Rida Atmiyanti, S.Psi, MM, Head of Stakeholder Relation PT Sasa Inti, menjelaskan visi ini lebih lanjut, “Bagi Sasa, keberlanjutan rantai pasok tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan petani. Karena itu, kami mendorong kemitraan jangka panjang yang berfokus pada peningkatan produktivitas, kualitas panen, dan kepastian serapan hasil petani.”

Kehadiran fasilitas pengolahan Sasa di sentra produksi kelapa membuka peluang yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan menghubungkan petani secara langsung ke industri hilir, Sasa membantu proses hilirisasi dengan mengubah kelapa mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi, mulai dari santan siap pakai hingga produk turunan lainnya. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka pasar yang lebih luas bagi petani dan meningkatkan daya saing komoditas kelapa di tingkat internasional.

Apa yang membuat FGD kali ini berbeda adalah keterlibatan pentahelix yakni akademisi, industri, pemerintah, petani, dan pemangku kepentingan lainnya. IPB tidak datang sebagai observer, tetapi sebagai mitra setara yang membawa riset dan kerangka ilmiah untuk mendukung kebijakan di lapangan. “Penguatan rantai pasok kelapa memerlukan pendekatan berbasis data, riset, dan kemitraan yang setara. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan kerangka ilmiah untuk mendukung kebijakan dan praktik di lapangan,” ujar Prof. Dr. Ir. Hariyadi, MS, Guru Besar Tetap Fakultas Pertanian dalam bidang ilmu Pertanian Berkelanjutan, Institut Pertanian Bogor.

Senada dengan hal tersebut, IPB memandang kolaborasi dengan industri sebagai langkah strategis untuk mempercepat hilirisasi berbasis riset. “Kolaborasi IPB dan Sasa merupakan contoh kemitraan akademisi industri yang dapat memperkuat daya saing komoditas kelapa sekaligus mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan,” ungkap Prof. Dr. A. Faroby Falatehan, SP, ME, Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi dan Manajemen dalam bidang ilmu Kebijakan Ekonomi Pertanian dan Sumberdaya Berkelanjutan, Institut Pertanian Bogor.

Pertemuan hybrid ini, dengan partisipan dari Bogor, Manado, dan Minahasa Selatan, juga membahas akses pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Sejak kelapa resmi masuk dalam cakupan komoditas kelolaan BPDP pada 2024, peluang untuk memperkuat kapasitas petani menjadi nyata.

Diskusi hari ini menghasilkan banyak rekomendasi, tetapi esensinya sederhana: kelapa harus menjadi komoditas yang memberdayakan, bukan sekadar menguntungkan. Ketika petani sejahtera, pasokan stabil. Ketika pasokan stabil, industri dapat berkembang, dan ketika industri berkembang, ekonomi lokal tumbuh.

Bagi Indonesia yang mencari cara untuk memperkuat daya saing komoditas pangan, model kemitraan yang dibangun Sasa dan IPB bisa menjadi inspirasi. Tidak hanya untuk kelapa, tetapi untuk komoditas strategis lainnya yang menjadi tulang punggung mata pencaharian masyarakat pedesaan. Langkah ini membuktikan bahwa keberlanjutan industri pertanian bukan hanya slogan, melainkan komitmen nyata untuk mengubah nasib ribuan keluarga petani di Indonesia./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

Tags: FGDIPBJourney of IndonesiaNewsProf. Dr. A. Faroby Falatehan SP MEProf. Dr. Ir. HariyadiPT Sasa IntiRida AtmiyantiSnowerdi Sumardi
Share115Tweet72

Related Posts

BMW iX3 dan MINI Aceman Pimpin Maybank Marathon 2026 di Bali
Automotive

BMW iX3 dan MINI Aceman Pimpin Maybank Marathon 2026 di Bali

13/08/2026
Sukses Besar di GIIAS 2026, Aletra L8 Raih 512 SPK dan Buka Pre-Booking L7
Automotive

Sukses Besar di GIIAS 2026, Aletra L8 Raih 512 SPK dan Buka Pre-Booking L7

12/08/2026
Vietnam Gaet VFS Global, Genjot Promosi Wisata ke Indonesia
News

Vietnam Gaet VFS Global, Genjot Promosi Wisata ke Indonesia

12/08/2026
The People’s Choice 2026, 427 Ribu Suara Tentukan Pemenang Properti Terbaik 2026
Events

The People’s Choice 2026, 427 Ribu Suara Tentukan Pemenang Properti Terbaik 2026

11/08/2026
Kemarau Kian Sengit, EDRR Indonesia 2026 Bawa Teknologi Pemadam Kebakaran ke JIExpo
Events

Kemarau Kian Sengit, EDRR Indonesia 2026 Bawa Teknologi Pemadam Kebakaran ke JIExpo

08/08/2026
Next Post
Menjemput Bola, MG Bawa Kenyamanan Mobil Listrik ke Lantai Mal Jakarta

Menjemput Bola, MG Bawa Kenyamanan Mobil Listrik ke Lantai Mal Jakarta

ADVERTISEMENT

Recomended

The Late Shift di Paviliun Raden Saleh, Menikmati Malam Jakarta dari Sudut Berbeda
Uncategorized

The Late Shift di Paviliun Raden Saleh, Menikmati Malam Jakarta dari Sudut Berbeda

21/08/2026
Setelah Surabaya dan Medan, ICX 2026 Tutup Rangkaian di Jakarta
Events

Setelah Surabaya dan Medan, ICX 2026 Tutup Rangkaian di Jakarta

21/08/2026
Menembus Batas Studio, Pameran Art for Peace di TIM Usung Semangat Kolaborasi Global
Events

Menembus Batas Studio, Pameran Art for Peace di TIM Usung Semangat Kolaborasi Global

20/08/2026
IEE Series 2026 di Jakarta, Satukan 10 Pameran Industri
Events

IEE Series 2026 di Jakarta, Satukan 10 Pameran Industri

20/08/2026
Operasi Pesta Copet, Menggugat Realita Lewat Tawa dan Keresahan
Music

Operasi Pesta Copet, Menggugat Realita Lewat Tawa dan Keresahan

19/08/2026
GIFA-METEC 2026, Hadirkan Pameran Logam Jadi Bukti Hilirisasi RI
Events

GIFA-METEC 2026, Hadirkan Pameran Logam Jadi Bukti Hilirisasi RI

19/08/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.