JAKARTA — Panggung malam grand final Miss Tourism Universe 2026 yang berlangsung meriah di Golden Sense Restaurant, Kamis (21/5/2026) malam, menjadi saksi lahirnya duta baru pariwisata. Nabila Fenelia resmi dinobatkan sebagai penyandang mahkota tertinggi setelah menyisihkan 19 finalis lainnya dalam kompetisi yang berlangsung ketat dan dinamis.
Keriuhan seribu tamu undangan yang memadati arena kompetisi seolah menjadi penegas betapa tingginya animo masyarakat terhadap ajang pencarian figur perempuan inspiratif ini. Melalui seleksi panjang yang memeras energi, sejak masa karantina hingga malam puncak, para finalis diuji tidak sekadar dari elok paras, melainkan kedalaman berpikir dan kematangan kepribadian.
Sistem kompetisi tahun ini bergerak dinamis menuntut konsistensi. Akumulasi penilaian performa di masa boot camp, kedisiplinan harian, kelancaran berkomunikasi, hingga aspek psikologis, menjadi variabel penentu bagi para finalis untuk bisa menembus jajaran sepuluh besar. Jalur tersebut kian kompetitif lantaran satu posisi tersisa diberikan khusus bagi finalis dengan perolehan dukungan suara digital tertinggi dari masyarakat umum.
Saat babak sepuluh besar bergulir, panggung berubah menjadi arena adu gagasan. Pada sesi krusial ini, setiap finalis dituntut menyampaikan pidato singkat yang membawa visi substantif mengenai emansipasi dan pengembangan sektor pariwisata. Di sinilah dewan juri menyaring kontestan menjadi enam besar, sebelum akhirnya menguji ketangkasan berpikir cepat lewat sesi tanya jawab langsung berdurasi satu menit.

Dalam ketatnya persaingan tersebut, Nabila Fenelia dinilai tampil paling konsisten dan meyakinkan. Kemenangan ini sekaligus mengantarkannya sebagai penerima hadiah utama senilai Rp 60 juta dan tanggung jawab besar selama satu tahun ke depan.
Penanggung Jawab sekaligus CEO El John, Donny de Keizer, menegaskan bahwa standar penilaian yang diterapkan pada edisi kali ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Ada parameter yang diperketat demi melahirkan pemenang yang benar-benar adaptif terhadap tantangan pariwisata modern.
“Oh, dibanding tahun-tahun sebelumnya, tentu tahun ini lebih berkualitas, ya! Karena ada beberapa aspek yang memang kita tambahkan dari sisi penilaian. Di samping itu, tentu selain brand, beauty and behavior, ada satu faktor yang tentu sangat erat kaitannya, tidak boleh lepas, yaitu attitude. Nah, attitude ini tentu menjadi satu faktor dominan dan utama yang membawa mereka menjadi yang terbaik dari yang terbaik, dan malam ini terkonfirmasi siapa pemenangnya.” kata Donny de Keizer saat diwawancarai seusai acara.
Menurut Donny, integrasi aspek kepribadian atau attitude yang kuat menjadi kunci utama untuk menyaring figur yang mampu merepresentasikan Indonesia. Dewan juri berharap, pemenang utama serta jajaran finalis lainnya tidak sekadar memegang gelar seremonial, tetapi benar-benar mampu mengemban misi diplomatik budaya dan mempromosikan destinasi pariwisata nasional ke tingkat internasional di sepanjang masa tugasnya.

Apresiasi senada juga datang dari Founder sekaligus Ketua Umum Yayasan El John Indonesia, Johnnie Sugiarto. Tokoh pariwisata nasional ini mengaku bangga menyaksikan dedikasi dan daya juang yang diperlihatkan seluruh peserta di atas panggung final. “Saya merasa bangga melihat perjuangan seluruh finalis yang sudah memberikan usaha terbaiknya selama mengikuti ajang ini. Tidak mudah melewati setiap tahapan, namun mereka mampu menunjukkan semangat dan kualitas yang luar biasa,” ungkap Johnnie.
Johnnie menekankan bahwa esensi utama dari pergelaran Miss Tourism Universe 2026 ini berpijak pada tema besar “The Power of Woman”. Di mata beliau, ajang ini harus menjadi motor penggerak bagi perempuan-perempuan muda Indonesia agar berani tampil memimpin dan membawa perubahan positif di masyarakat.
“Perempuan memiliki kekuatan untuk menginspirasi, memimpin, dan membawa perubahan. Saya berharap para pemenang dan seluruh finalis Miss Tourism Universe 2026 bisa menjadi representasi perempuan Indonesia yang cerdas, tangguh, dan membanggakan di mata dunia, termasuk untuk sektor pariwisata Indonesia” tutup Johnnie.
Penyelenggaraan Miss Tourism Universe 2026 pada akhirnya bukan sekadar urusan memperebutkan mahkota juara. Lebih dari itu, kompetisi ini telah melahirkan regenerasi baru para duta pariwisata berbakat. Kehadiran mereka diharapkan mampu menyebarkan narasi positif dan memperkuat citra ramah serta pesona alam Indonesia di kancah global./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















