TABANAN – Udara sejuk kawasan Bedugul kini semakin semarak dengan tabuhan gamelan dan warna-warni budaya khas Pulau Dewata. Wisatawan yang berkunjung ke destinasi Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali di Kabupaten Tabanan, tidak hanya disuguhkan keindahan alam semata, tetapi juga kemegahan atraksi budaya melalui Parade Gebogan dan Baleganjur yang siap memanjakan mata turis hingga awal Agustus 2026 mendatang.
Pergelaran berskala masif ini resmi bergulir sebagai bentuk penyajian pariwisata yang menitikberatkan pada kekayaan tradisi. Tidak tanggung-tanggung, panitia melibatkan sebanyak 1.500 seniman lokal yang berasal dari 20 desa adat di sekitar Pura Ulun Danu Beratan.
Kehadiran ribuan penampil yang beraksi secara bergiliran ini memastikan setiap pelancong yang datang mendapatkan suguhan estetika seni yang autentik secara berkelanjutan.
Inisiatif budaya ini lahir dari keinginan kuat pihak pengelola untuk memberikan nilai tambah yang tak terlupakan. Direktur Utama PT Ulun Danu Beratan Lestari, I Wayan Mustika menjelaskan bahwa parade tersebut dirancang secara khusus sebagai pengalaman budaya yang mendalam bagi para pelancong. Pelaksanaan atraksi yang membentang lebih dari satu bulan penuh ini diproyeksikan mampu mendongkrak daya tarik kunjungan wisata secara signifikan ke kawasan ikonik tersebut.
Selain iring-iringan gebogan yang menjulang indah dan hentakan ritmis baleganjur, gelaran ini turut mencetak sejarah dengan penampilan perdana Tari Amerta Danu. Tarian sakral ini secara resmi didapuk sebagai maskot Ulun Danu. Gerak gemulai para penari mengejawantahkan keluhuran sosok Dewi Danu, yang selama ini dipuja sebagai simbol air, penjaga keseimbangan alam, sekaligus sumber kehidupan utama bagi peradaban masyarakat Bali.
Kemasan pariwisata yang mengawinkan seni tari, alunan gamelan, serta tradisi luhur ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya menegaskan bahwa daya tarik pengembangan pariwisata berbasis budaya terletak pada esensinya.
Parade megah ini bukan sebatas komoditas pertunjukan wisata di mata pelancong, melainkan sebuah medium nyata dan ruang hidup bagi pelestarian tradisi warisan leluhur. “Ketika dipadukan dengan baleganjur, maka parade ini menjadi representasi yang sangat tepat dalam menampilkan kekayaan budaya dan spiritualitas masyarakat Tabanan,” kata Sanjaya dalam keterangannya kepada awak media.
Perpaduan harmonis antara lanskap magis danau berkabut dan denyut nadi kebudayaan lokal ini menjadikan Ulun Danu Beratan sebagai destinasi yang wajib masuk dalam kalender liburan tengah tahun Anda. Atraksi kebudayaan yang terus dijaga ini membuktikan bahwa Bali selalu memiliki cara yang elegan untuk merawat tradisi sekaligus memikat hati dunia./ JOURNEY OF INDONESIA | Morteza













