JAKARTA – Deretan nama besar musik Indonesia kembali bertambah panjang di gelaran Synchronize Fest 2026. Setelah sebelumnya merilis line up perdana, penyelenggara resmi mengumumkan puluhan penampil baru untuk fase kedua yang akan meramaikan panggung festival musik tahunan ini pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.
Memasuki usia penyelenggaraan ke-11, Synchronize Fest tak sekadar menambah jumlah nama di atas kertas. Kurasi pada fase kedua ini justru memperlihatkan ambisi festival untuk merangkul lebih banyak lapisan skena musik Tanah Air sekaligus, mulai dari nostalgia band-band emo era 2000-an, kolaborasi lintas negara, duet pasangan musisi paling dibicarakan publik, hingga panggung khusus yang merayakan sejarah girl group Indonesia.
Pada fase ini pula, Synchronize Fest kembali menggandeng Kobra Musik untuk mengkurasi Panggung Getarrr serta LaMunai Records untuk mengisi Oleng Upuk, dua panggung yang selama ini dikenal sebagai rumah bagi musik-musik alternatif dan elektronik independen.
Salah satu kejutan terbesar dari pengumuman kali ini datang dari pertunjukan spesial bertajuk Emo Revival, yang menyatukan kembali nama-nama yang membesarkan skena emo Indonesia di era 2000-an. Alone at Last, yang dijuluki legenda melodic emo asal Bandung, akan tampil bersama Friends of Mine, Killed by Butterfly, hingga formasi reuni Killing Me Inside bersama Onadio Leonardo, Fauzan “SanSan”, dan Raka Cyril Damar yang sempat mengubah arah musik post-hardcore Tanah Air lewat lagu-lagu seperti “Torment” dan “The Dynamic Boy”. Momen nostalgia ini akan semakin lengkap dengan kehadiran Side-B yang membawakan format Thirteen era 2009 serta The Side Project, grup emo yang terbentuk sejak 2006.
Semangat reuni juga terasa lewat panggung Sajama Cut: Deluxe Set. Band legendaris asal Jakarta yang telah berkarya sejak 1999 dan merilis sembilan album sepanjang perjalanannya ini akan tampil membawa formasi diperluas bersama generasi penerus skena independen seperti Alkateri, Eleanor Whisper, Patrivia, dan Sunwich.
Kejutan lain datang dari Sigmun, band psychedelic rock asal Bandung yang kerap disebut band “ghoib” karena jarang tampil di atas panggung dan terakhir merilis karya tiga belas tahun silam, kini bersiap membawakan kembali lagu-lagu yang dirindukan penggemarnya seperti “Prayer of Tempest” dan “Ozymandias”. Seringai turut kembali menggetarkan panggung dengan formasi live terbaru pascakepergian gitaris Ricky Siahaan, kini diperkuat Angga Kusuma dan Darma Respati mendampingi Arian Arifin, Sammy Bramantyo, dan Edy Khemod.
Fase kedua ini juga diwarnai sejumlah kolaborasi yang tak biasa. Reality Club akan berbagi panggung dengan musisi asal Bangkok, Phum Viphurit, pemilik lagu “Lover Boy” yang sempat menjadi bintang tamu ketika Reality Club membuka konser solonya di Jakarta pada 2019. Pertemuan yang berawal dari rasa saling kagum di berbagai wawancara media itu kini benar-benar terwujud di atas panggung yang sama, sekaligus membawa semangat Synchronize Fest untuk menjembatani narasi musik lokal dengan kancah global.
Panggung utama juga akan dihiasi kemesraan sepasang musisi terpopuler Tanah Air, Rizky Febian dan Mahalini, yang tampil bersama untuk pertama kalinya sebagai pasangan suami-istri sejak menikah pada Desember 2024. Keduanya dijadwalkan membawakan konsep panggung megah berisi kumpulan lagu cinta duet terbaik Indonesia. Kolaborasi lintas generasi lainnya hadir lewat Swellow Bernyanyi Bersama Bray-Bray, yang menghadirkan Bin Harlan dari C’mon Lennon, Jimi Multhazam dari The Upstairs dan Morfem, Henry Foundation dari Goodnight Electric, hingga Ratta Bill dan Techa Aurellia.
Sementara itu legenda jazz Indra Lesmana turut membawa penampilan spesial bertajuk “Little Things From The Heart” bersama Eva Celia, Teza Sumendra, Monita Tahalea, Michael Jakarimilena, dan grup musik LLW. Sementara itu, produser Mardial mengajak barisan rapper dalam format Mardial & Friends, termasuk Ramengvrl, Yacko, dan Obyrins.
Selain nama-nama besar, Synchronize Fest 2026 turut menyoroti talenta yang tengah naik daun. Kolektif AntiNRML di bawah pimpinan 808Bunny dan Tenxi, dengan Jemsii sebagai music director, akan memboyong seluruh jajaran penyanyinya yang menjadi motor tren hipdut atau hip-hop dangdut, genre yang menurut catatan festival telah menembus 100 juta stream hanya dalam tiga bulan lewat lagu-lagu seperti “Garam dan Madu” dan “Kasih Aba-Aba”. Regenerasi serupa juga terlihat pada Poris Vault Gang, kolektif rap dan hip-hop asal Tangerang yang mengusung identitas “anak kampung” lewat gaya trap modern.

Kancah indie pop kota Bogor turut mendapat panggung khusus bertajuk Satelit, merayakan estafet dari nama-nama seperti The Jansen, Texpack, dan Swellow kepada generasi baru: Rrag, Starrducc, Telly Blue, dan The Basement Dry. Dari Bandung, kuartet instrumental eksperimental Basajan yang mengusung Priangan psychedelic groove akan menjalani debut panggung Synchronize Fest setelah sebelumnya tampil di Wonderfruit Festival Thailand dan Cue Showcase Festival Jepang.
Wajah baru lain yang patut dinantikan adalah Jo Soegono, musisi berdarah Ambon-Jawa yang membawa warna bossa nova samba berbahasa Indonesia, serta Nadhif Basalamah yang mulai dikenal luas lewat single “Penjaga Hati”.
Synchronize Fest 2026 juga menghadirkan sejumlah pertunjukan tematik yang mengajak penonton bernostalgia. Salah satunya adalah panggung Indonesian Girl Group, yang menyatukan Chibi Chibi, G String, Princesstale, Super Girlies, 7icons, dan Agatha Pricilla bersama Febby Rastanty, Ify Alyssa, serta Sivia. Panggung ini merayakan era ketika tren girl group Tanah Air merajai tangga lagu mainstream pada dekade 2010-an lewat lagu-lagu seperti “Playboy” dan “Diam Diam Suka”.
Nostalgia berlanjut lewat panggung The Best of 80’s Indonesian Pop Kreatif, yang menghidupkan kembali era synthesizer pop era 1980-an lewat lagu-lagu milik Vina Panduwinata hingga mendiang Chrisye, dibawakan ulang oleh Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, dan sejumlah musisi muda lainnya dengan arahan musik dari Nikita Dompas. Ada pula panggung Reggae Gang yang menghadirkan Day Afternoon, Dhyo Haw, Momonon, Sejedewe, hingga Varid Putra Mbah Surip, putra dari mendiang legenda reggae Mbah Surip.
Skena musik Indonesia Timur pun turut mendapat ruang lewat Timur Basudara, sementara regenerasi punk dirayakan dalam pertunjukan Punk Sejak Dini yang mempertemukan band cilik Sakinah Mawaddah Warahmah dengan Sukatani dan Sukses Lancar Rejeki. Nuansa dangdut retrospektif turut hadir lewat panggung 4 Sehat 5 Nampol bersama Orkes Nunung Cs, Orkes Pensil Alis, Benang Kenur, dan Feel Koplo. Sebagai penutup rangkaian nostalgia, Float akan menggelar pertunjukan khusus “3 Hari Untuk Selamanya” merayakan 19 tahun perjalanan film dan album ikonik tersebut.
Dua panggung kurasi khusus turut memperkaya line up fase kedua ini. Panggung Getarrr, yang dikurasi oleh Kobra Musik, akan diisi nama-nama dari skena musik ekstrem dan alternatif seperti unit black metal Santet dan Tahlilan, horor punk Kelelawar Malam, hingga proyek tribut Ozzy Osbourne bertajuk Symphony Polyphonic Geng Format Black Sabar. Panggung ini juga menghadirkan warna orkes melayu lewat Babaloman, musik Timur Tengah psychedelic dari Clever Moose, serta nuansa Latin-Meksiko dari El Karmoya.
Sementara itu, Oleng Upuk yang dikurasi oleh LaMunai Records akan menjadi rumah bagi para DJ dan produser elektronik, mulai dari Dipha Barus yang dikenal lewat kolaborasinya bersama Nadin Amizah, Kunto Aji, dan Raisa, hingga Habibi Funk, label reissue asal Berlin yang khusus mengarsipkan musik Arabic funk dan soul era 1960-1980-an. Panggung ini juga diramaikan kolektif Drum ‘n Bass legendaris Mantasticmate x Muztang serta jaringan label dan komunitas independen seperti Jiwa Jiwa, Poppin Class, Radio Rumah Oma, dan Wicker Basket.
Dengan rentetan nama penampil yang semakin lengkap di fase kedua ini, Synchronize Fest 2026 mempertegas posisinya sebagai salah satu festival musik multigenre terbesar di Indonesia, sekaligus ruang temu lintas generasi dan lintas skena yang terus berkembang setiap tahunnya. Penyelenggara memastikan pengumuman line up masih akan berlanjut menjelang hari pelaksanaan pada Oktober mendatang.
Tiket Synchronize Fest 2026 sudah dapat dipesan melalui situs resmi www.synchronizefestival.com, dengan harga mulai dari Rp550.000 untuk kategori Presale 3 Day Pass./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















