JAKARTA – Api tidak pernah diam. Ia menjilat, membelah warna, lalu melahirkan bentuk baru yang tak pernah selesai berubah. Dari gagasan itulah MONDIAL kembali memperluas salah satu koleksi paling personal dalam perjalanannya bersama Nicholas Saputra.
Setelah pertama kali diperkenalkan pada Februari 2025, MONDIAL Precious Fire hadir dengan penambahan koleksi terbaru yang diluncurkan di Bimasena, The Dharmawangsa, Jakarta, pada 25 Juli 2026, membawa interpretasi yang lebih dalam atas elemen api melalui perpaduan ruby dan blue sapphire.
Bagi Nicholas Saputra, Brand Ambassador sekaligus Creative Director MONDIAL Precious, api adalah simbol yang tidak pernah berhenti bergerak. “Bagi saya, api tidak pernah berhenti bergerak. Ia terus berkembang dan melahirkan bentuk-bentuk baru, dan gagasan itulah yang menjadi dasar penambahan koleksi MONDIAL Precious Fire kali ini. Dalam proses kreatif, saya juga memberi perhatian yang sangat besar pada gradasi warna Ruby dan Blue Sapphire. Menciptakan transisi warna yang terasa natural bukanlah sesuatu yang sederhana. Setiap batu memiliki karakter yang berbeda, sehingga dibutuhkan ketelitian dan craftsmanship yang luar biasa untuk menemukan, memilih, lalu merangkainya menjadi sebuah komposisi yang harmonis. Justru proses inilah yang menurut saya membuat setiap karya memiliki nilai artistik sekaligus emosional yang begitu kuat,” ujarnya.

Sejak awal, MONDIAL Precious memang dibangun di atas eksplorasi warna. Berbeda dari kebanyakan signature collection yang mengandalkan potongan atau desain sebagai identitas utama, koleksi ini justru menempatkan gradasi natural precious stones sebagai bahasa desainnya. Setiap karya lahir dari kurasi batu mulia yang disusun satu demi satu hingga membentuk transisi warna yang mengalir alami, yang menampakkan sebuah proses yang jauh lebih rumit dibandingkan menyusun berlian, karena setiap batu warna memiliki tone, hue, dan saturation yang berbeda-beda.
Kompleksitas itu diakui langsung oleh Leslie Christian Saputra, General Manager MONDIAL yang juga gemologist lulusan GIA. Menurutnya, tantangan terbesar dari koleksi kali ini justru datang bukan dari desain, melainkan dari proses memilih batunya. Salah satu tantangan terbesar dalam koleksi ini justru terletak pada pemilihan precious stones. Ruby dan blue sapphire memiliki rentang warna yang sangat luas.
“Masing-masing batu memiliki kombinasi tone, hue, dan saturation yang berbeda, sehingga menemukan batu-batu yang dapat saling melengkapi bukanlah proses yang mudah. Kami harus melakukan kurasi secara sangat selektif untuk mendapatkan gradasi warna yang harmonis, lalu menyusun setiap batu satu per satu agar transisinya terasa natural di dalam sebuah karya perhiasan. Proses ini membutuhkan ketelitian, pengalaman, serta craftsmanship tingkat tinggi, karena sedikit saja perbedaan karakter warna dapat mengubah keseluruhan komposisi desain,” jelas Leslie.

Dari proses kurasi itulah lahir konsep besar yang menjadi jiwa dari koleksi terbaru ini yakni Duality of Fire. Ruby diposisikan sebagai representasi Fiery Flame yang menggambarkan keberanian, gairah, dan energi yang membara, sementara Blue Sapphire hadir sebagai Blue Flame yang membawa ketenangan, kedalaman, serta kekuatan yang terkendali. Dua karakter yang bertolak belakang itu justru saling melengkapi, menegaskan bahwa api bukan sekadar simbol kekuatan, melainkan juga proses transformasi yang mengubah batu mulia alami menjadi mahakarya yang memancarkan kepercayaan diri.
Duality of Fire itu kemudian diterjemahkan ke dalam tiga inspirasi desain, yaitu Meteorite, Lavart, dan Fire Flame. Ketiganya menghadirkan cara pandang berbeda terhadap bagaimana energi api bergerak, berubah, dan terus melahirkan bentuk baru. Dimulai dari siluet yang terinspirasi jejak meteor hingga komposisi warna yang menyerupai pijar api yang sedang membesar.
Leslie menambahkan bahwa komitmen MONDIAL Precious ada pada konsistensi menghadirkan filosofi, desain, dan eksplorasi warna melalui natural precious stones. MONDIAL Precious merupakan representasi komitmen brand ini dalam menghadirkan high jewelry yang memadukan filosofi, desain, dan eksplorasi warna melalui natural precious stones.
“Bagi kami, color bukan sekadar elemen visual, tetapi menjadi bahasa desain yang membentuk karakter setiap koleksi MONDIAL Precious. Melalui penambahan koleksi MONDIAL Precious Fire ini, kami ingin memperluas interpretasi mengenai energi api, sebagai simbol ambisi, desire, dan passion, yang terus berkembang dan melahirkan berbagai bentuk keindahan baru. Setiap koleksi menjadi refleksi bagaimana kreativitas terus bergerak tanpa batas, sebagaimana api yang selalu menyebarkan energinya,” katanya.

Untuk mendekatkan proses kreatif ini kepada publik, MONDIAL turut menggelar Precious Stone Workshop yang dipandu langsung oleh Leslie bersama Nicholas Saputra, mengajak peserta menyelami karakter ruby dan blue sapphire sekaligus memahami mengapa kurasi warna menjadi salah satu bentuk craftsmanship tertinggi dalam perhiasan colored stone.
Penambahan koleksi ini juga menegaskan posisi MONDIAL sebagai international luxury brand berkonsep House of Brands, yang konsisten menghadirkan perhiasan berlian dengan fancy color, fancy shape, dan fancy construction sebagai garis estetiknya. Selain Precious Fire, portofolio MONDIAL mencakup koleksi branded diamonds seperti MONDIAL Excellent Cut Ultimate, Light of Mondial, Brilliant Rose, hingga Mondial Excellent Pearl mutiara pertama di dunia bersertifikat GIA, dirancang untuk pencinta perhiasan mewah lintas generasi.
Koleksi terbaru MONDIAL Precious Fire dapat disaksikan langsung di butik MONDIAL terdekat. Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian produk maupun agenda butik MONDIAL dapat diakses melalui www.mondialjeweler.com dan akun Instagram @mondial./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk













