BSD – Angka 99 bukan sekadar catatan usia bagi Volvo. Tahun ini, perayaan tersebut dijadikan momentum oleh Volvo Car Indonesia untuk menegaskan kembali arah bisnisnya di pasar otomotif Tanah Air, sekaligus membuktikan bahwa filosofi keselamatan yang dibawa sejak generasi pertama masih relevan di era kendaraan listrik. Panggung GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dipilih sebagai tempat untuk merangkum perjalanan panjang itu, dengan Volvo EX90 sebagai bintang utama yang mewakili wajah baru merek asal Swedia tersebut.
Komunitas pengguna Volvo di Indonesia turut menjadi bagian penting dari narasi yang dibangun perusahaan tahun ini. Menurut Koji Horii, Chief Executive Officer Volvo Car Indonesia, pertumbuhan basis pelanggan menjadi indikator kepercayaan yang tidak bisa diukur hanya dari angka penjualan semata.
“Perayaan 99 tahun Volvo bukan hanya tentang perjalanan yang telah kami lalui, tetapi juga tentang kepercayaan yang terus kami bangun bersama pelanggan. Yang paling membanggakan bagi kami adalah melihat komunitas Volvo di Indonesia terus bertumbuh hingga lebih dari 500 anggota. Kepercayaan itulah yang menjadi semangat kami untuk terus menghadirkan inovasi dan pengalaman premium bagi pelanggan di Indonesia,” ujar Koji Horii.
Hampir satu abad beroperasi, Volvo memang dikenal tidak banyak berubah dalam hal prinsip dasarnya, meski produknya terus bertransformasi mengikuti zaman. Keselamatan, kualitas, dan pendekatan yang berpusat pada manusia tetap menjadi kerangka yang dipegang, bahkan ketika perusahaan mulai serius bermain di segmen elektrifikasi. Di titik inilah GIIAS 2026 menjadi ajang pembuktian, dengan jajaran kendaraan yang mencakup tiga jenis penggerak sekaligus: Battery Electric Vehicle (BEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Mild Hybrid Electric Vehicle (MHEV).
Line-up yang dibawa Volvo ke arena pameran cukup lengkap. Volvo EX90 dan ES90 mengisi kategori BEV, XC60 serta XC90 hadir dalam varian Plug-in Hybrid, sementara XC60 dan XC90 versi Mild Hybrid melengkapi opsi bagi konsumen yang belum sepenuhnya beralih ke listrik murni. Namun perhatian publik jelas tertuju pada EX90, yang diposisikan Volvo sebagai flagship fully electric SUV dan representasi paling matang dari arah teknologi perusahaan saat ini.
Haryanto Djayaputra, General Manager Sales & Operation Volvo Cars Indonesia, punya penjelasan yang cukup gamblang. Ia menyebut filosofi keselamatan pada EX90 tidak lagi sekadar merespons kecelakaan, melainkan berusaha mencegahnya sebelum terjadi. “EX90 ini dibangun di atas visi bahwa teknologi harus mampu membantu mencegah kecelakaan sebelum kecelakaan itu terjadi. Karena itu, kendaraan ini dilengkapi berbagai sistem keselamatan aktif yang didukung oleh rangkaian sensor, kamera, dan radar yang mampu memberikan pemahaman menyeluruh terhadap kondisi di sekitar kendaraan, bahkan dalam kondisi pencahayaan minim sekalipun,” ujar Haryanto.

Rangkaian sensor tersebut, menurutnya, tidak hanya bekerja untuk mendeteksi bahaya, tapi juga membantu pengemudi mengambil keputusan secara real-time di jalan, termasuk saat menghadapi kemacetan yang jadi pemandangan sehari-hari di kota-kota besar Indonesia. Pendekatan ini yang membedakan EX90 dari sekadar SUV listrik biasa, karena teknologi keselamatannya dirancang untuk terus belajar dari kondisi berkendara aktual.
Di luar urusan keselamatan, EX90 juga tidak pelit soal kenyamanan dan performa. Kabinnya lapang dengan material berkualitas tinggi, dilengkapi sistem audio premium dari Bowers & Wilkins serta konektivitas Google built-in yang memudahkan navigasi dan hiburan selama perjalanan. Dari sisi tenaga, konfigurasi twin motor pada EX90 sanggup menghasilkan output hingga 517 tenaga kuda, cukup untuk melesat dari diam ke 100 kilometer per jam hanya dalam waktu sekitar 4,9 detik, angka yang terbilang kompetitif untuk kelas SUV listrik premium tujuh penumpang.
Volvo tampaknya sadar betul bahwa menghadirkan produk canggih saja belum cukup untuk memenangkan hati konsumen Indonesia yang makin kritis. Karena itu, sepanjang gelaran GIIAS 2026, perusahaan turut menyiapkan sejumlah program kepemilikan yang dirancang agar transisi ke kendaraan elektrifikasi terasa lebih ringan, sekaligus memberi rasa percaya diri sejak hari pertama memiliki mobil.
Program tersebut antara lain pembiayaan bunga 0 persen untuk lini Plug-in Hybrid, Mild Hybrid, dan seluruh Volvo Electric Vehicles sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Bagi pembeli tunai, Volvo menyiapkan asuransi gratis selama satu tahun serta perpanjangan garansi dua tahun. Tak berhenti di situ, ada pula sederet exclusive rewards yang bisa dibawa pulang konsumen, mulai dari iPhone 17 Pro, voucher belanja atau bahan bakar, layanan coating gratis, hingga golf bag sebagai bentuk apresiasi bagi pelanggan setia Volvo di Indonesia.
Kombinasi antara produk dan program kepemilikan ini mencerminkan bagaimana Volvo memaknai istilah premium ownership experience, yakni pengalaman memiliki mobil yang tidak berhenti begitu transaksi selesai, melainkan berlanjut lewat berbagai bentuk perhatian purnajual. Pendekatan semacam ini juga menjadi salah satu cara Volvo bersaing di tengah makin ramainya pemain SUV listrik premium yang masuk ke pasar Indonesia belakangan ini.
Bagi pengunjung yang penasaran, booth Volvo di GIIAS 2026 terbuka untuk siapa saja yang ingin melihat langsung jajaran kendaraan premium tersebut, mencoba fitur dan kenyamanan kabinnya, sekaligus berdiskusi dengan tim Volvo mengenai skema kepemilikan yang paling pas dengan kebutuhan masing-masing.
Di usianya yang mendekati satu abad, Volvo tampak ingin membuktikan bahwa warisan keselamatan yang menjadi identitasnya sejak awal, kini menemukan bentuk barunya di era mobil listrik./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















