JAKARTA – Jakarta menjadi titik kumpul terakhir dari rangkaian panjang Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026. Setelah singgah di Balikpapan pada Juni dan Surabaya pada Juli, pameran industri energi dan engineering terbesar di Asia Tenggara ini kembali ke JIExpo Kemayoran lewat dua pekan berturut-turut, Energy Week pada 2-5 September dan Engineering Week pada 9-12 September 2026.
Skalanya kali ini lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Sebanyak 2.046 perusahaan dari 39 negara dan wilayah dipastikan hadir, dengan target lebih dari 75.000 pengunjung bisnis selama dua pekan penyelenggaraan. Luas area pameran mencapai 108.000 meter persegi, terbagi atas 68.000 meter persegi ruang indoor dan 40.000 meter persegi ruang outdoor, termasuk pemanfaatan hall baru JIExpo khusus untuk Engineering Week.
Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, menyebut IEE Series sebagai representasi utama industri energi dan engineering di kawasan. “Indonesia Energy & Engineering Series, adalah the largest exhibition atau the largest industrial gathering. Jadi kita yang terbesar untuk sektor energi dan engineering di Southeast Asia,” ujarnya dalam konferensi pers di bilangan GBK.

Sepuluh platform pameran akan berjalan beriringan di dua pekan tersebut. Energy Week mempertemukan Electric & Power Indonesia, The Battery Show Indonesia, dan Data Center Asia-Indonesia, ditopang empat hybrid stage dan 21 sesi seminar dari 73 pembicara. Sepekan berselang, Engineering Week tampil lebih besar dengan enam hybrid stage, 26 sesi seminar, dan 206 thought leaders, menaungi Construction Indonesia, Concrete Show South-East Asia-Indonesia, Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Water Indonesia, ADEXCO, hingga GIFA & METEC Indonesia.
Rangkaian sektor yang beragam itu justru menjadi kekuatan utama IEE Series. Konstruksi berjalan berdampingan dengan pertambangan dan migas, sementara pengecoran logam serta pengelolaan air melengkapi rantai industri dari hulu ke hilir. Kehadiran Shandong Heavy Industry (SDHI) Group sebagai Platinum Sponsor menegaskan besarnya kebutuhan sektor konstruksi dan pertambangan terhadap teknologi alat berat, dengan lebih dari 100 unit produk dipamerkan langsung selama Engineering Week.
Isu keberlanjutan menjadi benang merah yang mengikat seluruh sektor tersebut. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation“, IEE Series 2026 menempatkan sektor tambang sebagai salah satu sorotan utama tahun ini. Hanung menjelaskan bahwa penerapan teknologi di sektor tambang tidak lagi sebatas mengejar produktivitas.
“Sesuai dengan tema kami, keberlanjutan juga menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan berbagai sektor, salah satunya sektor tambang saat ini. Penerapan teknologi tidak hanya dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga untuk mendukung aspek keselamatan, pengelolaan lingkungan, serta keberlanjutan operasional. Salah satunya melalui Mining Indonesia, kami ingin mempertemukan pelaku industri dengan berbagai teknologi dan solusi yang dapat mendukung perkembangan industri yang semakin bertanggung jawab,” papar Hanung Hanindito.
Selain menjadi ajang bisnis, IEE Series juga membangun posisinya sebagai pusat pengetahuan sektor energi dan engineering di Indonesia. Total 279 pembicara mengisi 47 sesi seminar selama dua pekan, didukung 12 asosiasi pada Energy Week dan 49 asosiasi pada Engineering Week. Sejumlah asosiasi turut memaparkan pandangan mereka dalam konferensi pers, di antaranya PJCI, IDPRO, GAMMA, APLINDO, ASPINDO-IMSA, ASPERMIGAS, AP3I, serta PERPAMSI.

Bagi Hanung, banyaknya asosiasi yang terlibat mencerminkan kebutuhan industri akan ruang kolaborasi yang lebih luas. “Bagi kami, keterlibatan berbagai asosiasi dan institusi bukan hanya sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan IEE Series, tetapi juga bagian dari upaya membangun ruang kolaborasi yang lebih luas. Setiap asosiasi membawa perspektif dan kebutuhan dari sektor masing-masing, dan ketika perspektif tersebut dipertemukan, kami melihat peluang yang lebih besar untuk berbagi pengetahuan, memperkenalkan solusi, serta membangun kolaborasi lintas industri,” tambahnya.
Dengan rangkaian dua pekan penuh, sepuluh platform pameran, ratusan sesi seminar, dan ribuan perusahaan peserta, IEE Series 2026 di Jakarta bukan hanya penutup dari rangkaian nasional tahun ini, melainkan tolok ukur baru bagi arah transformasi industri energi dan engineering Indonesia ke depan./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















