Saturday, February 7, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Meski Minim Penonton, Pentas Chrisye Live Tour by Erwin Gutawa Sukses Menghibur

by Nuhaa
15/12/2019
Reading Time: 4 mins read
Meski Minim Penonton, Pentas Chrisye Live Tour by Erwin Gutawa Sukses Menghibur

Pentas Chrisye Live Tour by Erwin Gutawa (Ibonk)

Share on FacebookShare on Twitter

Apa yang dibayangkan sebelumnya akhirnya menjadi kenyataan, Erwin Gutawa berhasil menghibur dan membuat senang hati ratusan penonton dalam Pentas Chrisye Live Tour by Erwin Gutawa yang digelar Gedung Sasana Budaya Ganesha Bandung, Rabu (11/12/2019). Ini merupakan pentas langka, tidak mainstream dan mengusung konsep multimedia ini dikelola EG Production, bersama Trisatya Show & Entertainment dan KIMS.

Di atas panggung, Chrisye hanya muncul lewat video yang ditayangkan ke layar besar yang diletakan di tengah dan sisi kiri kanan panggung. Dari layar, terlihat Chrisye dalam video yang tengah menyanyi. Video ini diambil dari berbagai panggung antara tahun 1994 – 2002. Sementara suara musik dimainkan secara live oleh Erwin (piano) dan sejumlah musisi pengiring, antara lain Jeane Phialsa (drum), Adenanda Refano (bass), Yessi Kristianto (keyboard), Noni Dju (Keyboard & Synth), Erik Nur Firmansyah (Guitar 1) , Galih Galinggis (Guitar 2), Marcella Aprillia (Violin), Dwipa Hanggana Pratala (Cello ), Andika Candra (Saxophone/Flute), Dorry Windhu (Contra Bass/Mallet /Guitar Accoustic/Cuk/Timpani), dan Gelar Restusubada (Percussion)

Baca juga :

BMW Group Indonesia Unjuk Gigi di IIMS 2026 Lewat Strategi “Journey of JOY”, Dominasi 60% Pasar Premium

Dan Queen Akhirnya Menyatukan UI dan ITB

Target Minimal 30 Properti, MORA Group Siap Membangun Ekosistem Hospitality yang Tangguh

Bersama para musisi itu pula, Erwin dengan mudah membujuk penonton bernyanyi bahkan bergoyang. Suasana terasa seolah Chrisye hadir secara nyata di depan penonton. Padahal, Chrisye telah 12 tahun wafat. Sejumlah lagu Chrisye yang dimainkan malam itu, hampir semuanya lagu hits sepanjang masa. Maka tak heran jika lagu-lagu seperti ‘Semusim’, ‘Aku Cinta Dia’, ‘Kisah Cintaku’, ‘Anak Sekolah’, ‘Kidung’, juga ‘Gita Cinta’ habis di lahap penonton yang hadir.

Apalagi ketiga intro ‘Kala Cinta Menggoda’, terdengar, seluruh penonton dalam gedung Sabuga mendadak tersugesti bergoyang. Lagu ini ditutup dengan penampilan bass solo dari Erwin yang mengundang tepuk tangan bersemangat. Bass memang alat musik pertama yang membuat Erwin terkenal di pentas musik Indonesia.

Erwin Gutawa, back to bassist (Ibonk)

Sangat terasa memang jika Erwin tak ingin membuat panggung malam itu sekadar pentas nostalgia yang terlihat biasa saja. Karena itu, ia memunculkan Gita Gutawa dan Sandhy Sondoro untuk ambil bagian. Diawali oleh Gita yang secara solo menyanyikan lagu ‘Sendiri’ dan ‘Kala Sang Surya Tenggelam’ dengan mulus dan indah. Dan secara cemerlang, Erwin khusus merancang Gita menyanyi duet virtual dengan Chrisye, lewat lagu ‘Anggrek Bulan’.

Lagu yang diambil dari album Chrisye bertajuk Dekade, yang aslinya dinyanyikan Chrisye bersama Sophia Latjuba. Sophia sendiri pernah dimunculkan dalam duet virtual di atas panggung konser “Kidung Abadi” pada 2012. Sebuah konser yang didedikasikan untuk memperingati 5 tahun wafatnya Chrisye. Pola rekaman duet dan penampilan video “Anggrek Bulan” versi Gita-Chrisye, bagi anak milenial dianggap seperti mengadopsi gaya nyanyi karaoke pada aplikasi Smule.

Jauh sebelum Smule lahir, sesungguhnya ide virtual duet rekaman semacam ini, pernah dilakukan David Foster (1991), dengan mempertemukan suara Natalie Cole dan ayahnya Nat King Cole yang sudah wafat 26 tahun sebelum rekam dibuat. Khusus penggarapan duet Gita-Chrisye dalam ‘Anggrek Bulan’, Erwin meninggalkan jejak cerdas yang patut dicatat sekaligus dikenang baik sebagai karirnya pribadi, karir almarhum Chrisye dan Gita maupun catatan emas pentas musik rekaman Indonesia.

Selayaknya, lagu tersebut bisa disebarluaskan menjadi rekaman dan dijaja di toko digital maupun dalam bentuk fisik. Kalau memungkinkan, jangan ditunda terlalu lama waktu edarnya. Agar nasibnya tidak seperti lagu ‘Kidung Abadi’. Lagu unik pertama di dunia, karya Erwin dan Gita ini, seperti kita tahu, diciptakan Erwin Gutawa secara khusus, dengan lirik ditulis Gita dari menggabungan 264 suku kata, yang diambil dari lagu-lagu yang pernah direkam Chrisye.

Gita Gutawa dan Sandhy Sondoro (Ibonk)

“Ini mungkin pertama kali dalam sejarah dunia, sebuah lagu diciptakan dan direkam dari suara orang yang sudah wafat,” kata Erwin. Sayangnya, prose penciptaan lagu tersebut, terlambat diserbarluaskan dalam bentuk rekaman. Sehingga moment “kebaruan” dan “keistimewaan” penggarapannnya, seperti kurang mendapat atensi masyarakat.

Selanjutnya muncul Sandhy Sondoro yang menyuguhkan lagu ‘Anak Jalanan’ dan ‘Andai Aku Bisa’, sekaligus berduet dengan Gita dalam ‘Badai Pasti Berlalu’. Ini menjadi duet “maut” dan indah yang tak terbayangkan sebelumnya. Penyanyi pop dengan jenis suara soprano, dipertemukan dengan penyanyi soul dan blues. Sungguh paduan indah dan sempurna.

Bandung sebagai kota pembuka dari rangkaian tur Chrisye Live Tour by Erwin Gutawa, kelhatannnya kurang antusias menjadi saksi sejarah dari konser nostalgia untuk mengenang almarhum Chrisye (16 September 1957 – 30 Maret 2007). Terbukti, hanya separuh kapasitas Gedung Sasana Budaya Ganesha Bandung yang terisi penonton.

“Bisa jadi harga tiketnya kemahalan, terutama yang di posisi festival,” ungkap Ferry Mursyidan Baldan, Penggagas dan Pendiri Komunitas Kangen Chrisye (K2C), sesaat sebelum konser digelar. Ferry bersama Komunitas Kangen Chrisye (K2C) ikut ambil bagian menjadi penonton. Ferry juga mengajak lebih dari 60 orang sahabat dan kerabat untuk bernostalgia dengan Chrisye./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: BandungChrisye Live by Erwin GutawaErwin GutawaEventGita GutawaSabugaShow
Share808Tweet505

Related Posts

Dan Queen Akhirnya Menyatukan UI dan ITB
Music

Dan Queen Akhirnya Menyatukan UI dan ITB

05/02/2026
Inacraft 2026, Hadirkan Sentuhan Jemari Perempuan yang Membawa Kriya Nusantara ke Panggung Dunia
Events

Inacraft 2026, Hadirkan Sentuhan Jemari Perempuan yang Membawa Kriya Nusantara ke Panggung Dunia

03/02/2026
Konser Kolaborasi Gitaris demi Pulihkan Sumatra dari Dampak Bencana
Music

Konser Kolaborasi Gitaris demi Pulihkan Sumatra dari Dampak Bencana

28/01/2026
Transformasi IOITE 2026, Mengintegrasikan Solusi Perjalanan Insentif dan Retensi Karyawan dalam Satu Ekosistem
Events

Transformasi IOITE 2026, Mengintegrasikan Solusi Perjalanan Insentif dan Retensi Karyawan dalam Satu Ekosistem

27/01/2026
Padukan Apresiasi dan Harmoni Musik, ZAP Bikin Pecah Malam bertajuk “ZAPHRODITE Friends & Family Gathering 2026”
Show

Padukan Apresiasi dan Harmoni Musik, ZAP Bikin Pecah Malam bertajuk “ZAPHRODITE Friends & Family Gathering 2026”

27/01/2026
Next Post
Temen Kondangan, Film Komedi Angkat Kegalauan Jomblo

Temen Kondangan, Film Komedi Angkat Kegalauan Jomblo

ADVERTISEMENT

Recomended

BMW Group Indonesia Unjuk Gigi di IIMS 2026 Lewat Strategi “Journey of JOY”, Dominasi 60% Pasar Premium
Automotive

BMW Group Indonesia Unjuk Gigi di IIMS 2026 Lewat Strategi “Journey of JOY”, Dominasi 60% Pasar Premium

05/02/2026
Dan Queen akhirnya Menyatukan UI dan ITB
Uncategorized

Dan Queen akhirnya Menyatukan UI dan ITB

05/02/2026
Menembus Batas Realitas, PORTAL Hadirkan Sensasi Sinematik Imersif Pertama di Kemayoran
Gadget

Menembus Batas Realitas, PORTAL Hadirkan Sensasi Sinematik Imersif Pertama di Kemayoran

05/02/2026
HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Resmi Berkolaborasi di Indonesia
Gadget

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Resmi Berkolaborasi di Indonesia

05/02/2026
Menyoal Anomali Pariwisata, Saat Angka Kunjungan Tak Sebanding dengan Kesejahteraan Hotel
Hotels

Menyoal Anomali Pariwisata, Saat Angka Kunjungan Tak Sebanding dengan Kesejahteraan Hotel

05/02/2026
Simbol Ketangguhan dalam Balutan Estetika Italia, Pesona Vespa 946 Horse dan Koleksi “In Sella”
Automotive

Simbol Ketangguhan dalam Balutan Estetika Italia, Pesona Vespa 946 Horse dan Koleksi “In Sella”

04/02/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.