Sunday, May 24, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

‘Lebih Putih Dariku’, Tentang Sosok Nyai Dalam Nilai Nilai Jawa dan Pandangan Hidup Barat

by Ibonk
04/07/2022
Reading Time: 3 mins read
‘Lebih Putih Dariku’, Tentang Sosok Nyai Dalam Nilai Nilai Jawa dan Pandangan Hidup Barat
Share on FacebookShare on Twitter

Dipenghujung pekan lalu, tepatnya Sabtu, 2 Juli 2022 di Auditorium Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta ada sesuatu yang berbeda. Kehadiran seorang Dido Michielsen yang merupakan seorang penulis buku ‘Lichter dan Ik’ yang dialihbahasakan menjadi ‘Lebih Putih Dariku’ oleh Marjin Kiri untuk menjadi sebuah perenungan yang asik utuk didalami.

Ada sebuah fakta mengenai pandangan umum masyarakat terhadap tokoh Nyai ini menggelitik Dido Michielsen. Sebagai seseorang yang memiliki darah Indonesia dalam nadinya, Dido mendengar banyak sekali cerita Nyai yang berbeda dengan apa yang selama ini disajikan oleh buku-buku atau film-film yang beredar. Apalagi tokoh Nyai sering kali diartikan ke dalam konotasi negatif, bahwa seorang Nyai selayaknya wanita penggoda para tantara/tokoh Hindia Belanda. Cukup sulit mencari buku yang mengangkat tokoh Nyai dalam artian positif.

Baca juga :

“Tabayyun” Sajikan Kisah Cinta dan Luka Masa Lalu, dan Ending Sesuai Harapan

Season Finale Sarinah Jakarta Content Week 2021-2022

Tergelitik akan hal tersebut, Dido mulai mencoba untuk mengulik cerita nenek dan nenek buyutnya mengenai kehidupan Nyai di masa Kolonial Belanda di Indonesia. Hasilnya, terbitlah novel yang berjudul “Lichter dan Ik” ini.

Dalam bukunya ini Dido menceritakan tentang Isah, yang merupakan penghubung antara alam pikiran masyarakat Jawa dengan semesta kolonial Hindia Belanda. Melalui perannya sebagai seorang Nyai, kita tidak hanya bisa melihat betapa pahit dan penuh lika-likunya perjalanan hidup Isah, namun kita juga bisa melihat lanskap Hindia Belanda yang kompleks, tarik menarik antara nilai-nilai Jawa dan pandangan hidup Barat, antara kekuasaan absolut keraton dengan penindasan otoritas kolonial.

Diskusi Dido Michielsen dengan Moderator Dhianita Kusuma Pertiwi (Ibonk)

Ujung-ujungnya dalam kompleksitas lanskap tersebut, perempuan, apalagi perempuan pribumi selalu berada dalam posisi yang rentan dan termarjinalkan. Pada sisi lain, tokoh Isah juga mengingkatkan kita kepada sejumlah literatur yang mengangkat persoalan Nyai di Hindia Belanda, seperti kisah Nyai Dasima yang populer karya Gijsbert Francis.

Berbeda dengan stereotip Nyai yang digambarkan Gijsbert Francis sebagai perempuan licik penuh tipu muslihat, Isah adalah Nyai yang punya pikiran unik. Ia bisa melihat feodalisme Jawa yang problematis sekaligus kolonialisme yang sangat hirarkis.

Isah memang terbelenggu dalam dua dunia patriarki, patriarki Jawa dan patriarki kolonial, namun Isah tetap punya pikiran yang keluar dari kungkungan struktur sosial tersebut.

Dalam uraiannya, Dido menggambarkan bahwa karyanya ini secara tidak terikat didasarkan pada kisah nenek buyut saya sendiri. Dengan adanya versi terjemahan ke Bahasa Indonesia, dirinya merasa seperti membawanya pulang kembali.

“Orang Indonesia dan Belanda berbagi sejarah kuno yang berlanjut hingga hari ini. Saya berharap buku saya ini dapat menambah pengetahuan tentang sejarah yang saya tulis dari sudut pandang seorang perempuan Jawa,” ungkap Dido Michielsen selaku penulis dari Novel ini.

Yolande Melsert, Direktur Erasmus Huis memberikan cendera mata (Ibonk)

Gelar Literacy Program, Book Discussion and Book Signing: Out of the Book Lebih Putih Dariku ini adalah sebuah perayaan relasi literasi antara Indonesia dan Belanda, yang merupakan kerja sama Yayasan 17000 Pulau Imaji dan Erasmus Huis.

Yani Kurniawan selaku Production Manager Yayasan 17000 Pulau Imaji menyebutkan sebuah kebanggaan bagi pihaknya untuk dapat bekerja sama kembali dengan Erasmus Huis untuk merayakan keberagaman literasi Indonesia-Belanda yang saling bersinggungan. Ini merupakan tahun kedua mengangkat program yang sama setelah di tahun 2021 menghadirkan beberapa penulis Indonesia dan Belanda.

Sementara Yolande Melsert, Direktur Erasmus Huis menyampaikan kesannya bahwa novel ini adalah salah satu yang paling menyentuh. Berkesan yang pernah dibacanya dalam beberapa tahun terakhir. “Dalam cerita ini Dido Michielsen mengkombinasikan fakta sejarah ‘Hindia Belanda’ (dengan hirarki sosial yang kuat di zaman kolonial) dengan cerita pribadi mengenai seorang perempuan Yogyakarta dalam proses mencari kehidupan yang bahagia. Dido melakukannya dengan cara visualisasi yang sangat indah,” ungkapnya./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: Dido MichielsenErasmus HuisLebih Putih DarikuLichter dan IkNovelYayasan 17000 Pulau Imaji
Share120Tweet75

Related Posts

Nabila Fenelia Juarai Miss Tourism Universe 2026, Menang Lewat Kualitas Kognitif dan Perilaku
Events

Nabila Fenelia Juarai Miss Tourism Universe 2026, Menang Lewat Kualitas Kognitif dan Perilaku

22/05/2026
GAC Indonesia Bumikan Mobil Listrik Lewat “Electrifying Kids Fashion Show” di Indomobil Expo 2026
Automotive

GAC Indonesia Bumikan Mobil Listrik Lewat “Electrifying Kids Fashion Show” di Indomobil Expo 2026

18/05/2026
Pita Kuning Dukung Anak Pejuang Kanker Lewat Kolaborasi Komunitas Sepak Bola
Events

Pita Kuning Dukung Anak Pejuang Kanker Lewat Kolaborasi Komunitas Sepak Bola

17/05/2026
Jejak Kolaborasi di Kedalaman dan Petualangan, Sebuah Catatan Sukses DXI 2026
Events

Jejak Kolaborasi di Kedalaman dan Petualangan, Sebuah Catatan Sukses DXI 2026

05/05/2026
Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional
Culture

Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

30/04/2026
Next Post
Westlife Akan Gelar Tour Dunianya di Jakarta pada Februari 2023

Westlife Akan Gelar Tour Dunianya di Jakarta pada Februari 2023

ADVERTISEMENT

Recomended

Mengintip Kesiapan Audi Indonesia Rilis SUV Q-Series Anyar
Automotive

Mengintip Kesiapan Audi Indonesia Rilis SUV Q-Series Anyar

23/05/2026
Nabila Fenelia Juarai Miss Tourism Universe 2026, Menang Lewat Kualitas Kognitif dan Perilaku
Events

Nabila Fenelia Juarai Miss Tourism Universe 2026, Menang Lewat Kualitas Kognitif dan Perilaku

22/05/2026
Menjaga Remaja di Jagat Maya, Instagram Kini Pasang Pembatasan Konten Layaknya Sensor Film
News

Menjaga Remaja di Jagat Maya, Instagram Kini Pasang Pembatasan Konten Layaknya Sensor Film

22/05/2026
Huawei Rilis Watch Fit 5 Series, Andalkan Fitur Pantauan Klinis
Gadget

Huawei Rilis Watch Fit 5 Series, Andalkan Fitur Pantauan Klinis

22/05/2026
Menjawab Tantangan Energi, PEVS 2026 Fokus pada Ekosistem Mobilitas Masa Depan
Automotive

Menjawab Tantangan Energi, PEVS 2026 Fokus pada Ekosistem Mobilitas Masa Depan

21/05/2026
Beautylogica Clinic Kini Hadir Lebih Dekat di Jantung Jakarta Selatan
Lifestyle

Beautylogica Clinic Kini Hadir Lebih Dekat di Jantung Jakarta Selatan

20/05/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.