Thursday, July 23, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

‘Lebih Putih Dariku’, Tentang Sosok Nyai Dalam Nilai Nilai Jawa dan Pandangan Hidup Barat

by Ibonk
04/07/2022
Reading Time: 3 mins read
‘Lebih Putih Dariku’, Tentang Sosok Nyai Dalam Nilai Nilai Jawa dan Pandangan Hidup Barat
Share on FacebookShare on Twitter

Dipenghujung pekan lalu, tepatnya Sabtu, 2 Juli 2022 di Auditorium Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta ada sesuatu yang berbeda. Kehadiran seorang Dido Michielsen yang merupakan seorang penulis buku ‘Lichter dan Ik’ yang dialihbahasakan menjadi ‘Lebih Putih Dariku’ oleh Marjin Kiri untuk menjadi sebuah perenungan yang asik utuk didalami.

Ada sebuah fakta mengenai pandangan umum masyarakat terhadap tokoh Nyai ini menggelitik Dido Michielsen. Sebagai seseorang yang memiliki darah Indonesia dalam nadinya, Dido mendengar banyak sekali cerita Nyai yang berbeda dengan apa yang selama ini disajikan oleh buku-buku atau film-film yang beredar. Apalagi tokoh Nyai sering kali diartikan ke dalam konotasi negatif, bahwa seorang Nyai selayaknya wanita penggoda para tantara/tokoh Hindia Belanda. Cukup sulit mencari buku yang mengangkat tokoh Nyai dalam artian positif.

Baca juga :

“Tabayyun” Sajikan Kisah Cinta dan Luka Masa Lalu, dan Ending Sesuai Harapan

Season Finale Sarinah Jakarta Content Week 2021-2022

Tergelitik akan hal tersebut, Dido mulai mencoba untuk mengulik cerita nenek dan nenek buyutnya mengenai kehidupan Nyai di masa Kolonial Belanda di Indonesia. Hasilnya, terbitlah novel yang berjudul “Lichter dan Ik” ini.

Dalam bukunya ini Dido menceritakan tentang Isah, yang merupakan penghubung antara alam pikiran masyarakat Jawa dengan semesta kolonial Hindia Belanda. Melalui perannya sebagai seorang Nyai, kita tidak hanya bisa melihat betapa pahit dan penuh lika-likunya perjalanan hidup Isah, namun kita juga bisa melihat lanskap Hindia Belanda yang kompleks, tarik menarik antara nilai-nilai Jawa dan pandangan hidup Barat, antara kekuasaan absolut keraton dengan penindasan otoritas kolonial.

Diskusi Dido Michielsen dengan Moderator Dhianita Kusuma Pertiwi (Ibonk)

Ujung-ujungnya dalam kompleksitas lanskap tersebut, perempuan, apalagi perempuan pribumi selalu berada dalam posisi yang rentan dan termarjinalkan. Pada sisi lain, tokoh Isah juga mengingkatkan kita kepada sejumlah literatur yang mengangkat persoalan Nyai di Hindia Belanda, seperti kisah Nyai Dasima yang populer karya Gijsbert Francis.

Berbeda dengan stereotip Nyai yang digambarkan Gijsbert Francis sebagai perempuan licik penuh tipu muslihat, Isah adalah Nyai yang punya pikiran unik. Ia bisa melihat feodalisme Jawa yang problematis sekaligus kolonialisme yang sangat hirarkis.

Isah memang terbelenggu dalam dua dunia patriarki, patriarki Jawa dan patriarki kolonial, namun Isah tetap punya pikiran yang keluar dari kungkungan struktur sosial tersebut.

Dalam uraiannya, Dido menggambarkan bahwa karyanya ini secara tidak terikat didasarkan pada kisah nenek buyut saya sendiri. Dengan adanya versi terjemahan ke Bahasa Indonesia, dirinya merasa seperti membawanya pulang kembali.

“Orang Indonesia dan Belanda berbagi sejarah kuno yang berlanjut hingga hari ini. Saya berharap buku saya ini dapat menambah pengetahuan tentang sejarah yang saya tulis dari sudut pandang seorang perempuan Jawa,” ungkap Dido Michielsen selaku penulis dari Novel ini.

Yolande Melsert, Direktur Erasmus Huis memberikan cendera mata (Ibonk)

Gelar Literacy Program, Book Discussion and Book Signing: Out of the Book Lebih Putih Dariku ini adalah sebuah perayaan relasi literasi antara Indonesia dan Belanda, yang merupakan kerja sama Yayasan 17000 Pulau Imaji dan Erasmus Huis.

Yani Kurniawan selaku Production Manager Yayasan 17000 Pulau Imaji menyebutkan sebuah kebanggaan bagi pihaknya untuk dapat bekerja sama kembali dengan Erasmus Huis untuk merayakan keberagaman literasi Indonesia-Belanda yang saling bersinggungan. Ini merupakan tahun kedua mengangkat program yang sama setelah di tahun 2021 menghadirkan beberapa penulis Indonesia dan Belanda.

Sementara Yolande Melsert, Direktur Erasmus Huis menyampaikan kesannya bahwa novel ini adalah salah satu yang paling menyentuh. Berkesan yang pernah dibacanya dalam beberapa tahun terakhir. “Dalam cerita ini Dido Michielsen mengkombinasikan fakta sejarah ‘Hindia Belanda’ (dengan hirarki sosial yang kuat di zaman kolonial) dengan cerita pribadi mengenai seorang perempuan Yogyakarta dalam proses mencari kehidupan yang bahagia. Dido melakukannya dengan cara visualisasi yang sangat indah,” ungkapnya./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: Dido MichielsenErasmus HuisLebih Putih DarikuLichter dan IkNovelYayasan 17000 Pulau Imaji
Share121Tweet76

Related Posts

Fun Run Loman Park Ramaikan Jelang ASEAN Sports Day
Events

Fun Run Loman Park Ramaikan Jelang ASEAN Sports Day

22/07/2026
Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI, Sebut RS Swasta Topang 66 Persen Layanan JKN
Events

Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI, Sebut RS Swasta Topang 66 Persen Layanan JKN

22/07/2026
Rayakan HUT Ke-65, IKWI Siap Menjadi Organisasi Yang Adaptif dan Berwawasan Luas
Events

Rayakan HUT Ke-65, IKWI Siap Menjadi Organisasi Yang Adaptif dan Berwawasan Luas

22/07/2026
Galeri Indonesia Kaya Ajak Anak Belajar Budaya Lewat Panggung di Bulan Anak
Events

Galeri Indonesia Kaya Ajak Anak Belajar Budaya Lewat Panggung di Bulan Anak

19/07/2026
Nuanu Rangkul Kolektif Seni Independen, Gelar Dua Pameran Sekaligus di Labyrinth Art Gallery
Events

Nuanu Rangkul Kolektif Seni Independen, Gelar Dua Pameran Sekaligus di Labyrinth Art Gallery

19/07/2026
Next Post
Westlife Akan Gelar Tour Dunianya di Jakarta pada Februari 2023

Westlife Akan Gelar Tour Dunianya di Jakarta pada Februari 2023

ADVERTISEMENT

Recomended

Operasi Pesta Copet, Kisah Empat Sahabat yang Nekat karena Terpepet
FIlm

Operasi Pesta Copet, Kisah Empat Sahabat yang Nekat karena Terpepet

22/07/2026
“Refined in Motion”, Audi Indonesia Siapkan Kejutan di GIIAS 2026
Automotive

“Refined in Motion”, Audi Indonesia Siapkan Kejutan di GIIAS 2026

22/07/2026
Mau Merasakan Senja Terbaik di Pantai Glagah? Ayo Singgah ke Memory Senja
Hotels

Mau Merasakan Senja Terbaik di Pantai Glagah? Ayo Singgah ke Memory Senja

22/07/2026
Fun Run Loman Park Ramaikan Jelang ASEAN Sports Day
Events

Fun Run Loman Park Ramaikan Jelang ASEAN Sports Day

22/07/2026
Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI, Sebut RS Swasta Topang 66 Persen Layanan JKN
Events

Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI, Sebut RS Swasta Topang 66 Persen Layanan JKN

22/07/2026
Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Ditutup, Catat Ribuan Pengunjung dan Siap Kembali 2027
News

Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Ditutup, Catat Ribuan Pengunjung dan Siap Kembali 2027

22/07/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.