Friday, July 3, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Menyimak Respon Budayawan dan Seniman Dalam Cungkup Kekuasaan dan Perkembangan Sosial Politik Negeri

by Ibonk
11/01/2024
Reading Time: 3 mins read
Menyimak Respon Budayawan dan Seniman Dalam Cungkup Kekuasaan dan Perkembangan Sosial Politik Negeri

Taufik Rahzen, Arahmaiani , Bre Redana sebagai panelis dalam Diskusi Kebudayaan di TIM Jakarta (iBonk)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Diskusi Kebudayaan dengan tema Peran Budayawan dalam Situasi Politik Masa Kini dan Masa Depan: Melihat Kembali Jejak Chairil Anwar, Rendra, Hardi dan Kita digelar di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta, Rabu (10/1/2024)

Moderator acara, Amien Kamil, membuka diskusi dengan menyoroti pentingnya peran seniman dan budayawan dalam merespons perkembangan sosial politik, serta mencerahkan masyarakat mengenai etika, moral, dan politik yang beradab.

Baca juga :

MONDIAL Dreams Gandeng Mangmoel, Rajut Filosofi Mimpi Lewat Perhiasan Berlian

Empat Dekade Konsisten di Balap Nasional, Honda Raih IMI Awards 2025

Ducati Desmo250 MX Baru, Revolusi Mesin 15.000 RPM dan Kontrol Traksi Pintar di Lintasan Motocross

Diskusi tersebut menghadirkan tokoh-tokoh kunci seperti Bre Redana (Kritikus Seni & Sastrawan), Arahmaiani (Perupa), dan Taufik Rahzen (Budayawan).

Wajah-wajah terkenalpun seperti Butet Kartaradjasa, Jose Rizal Manua, Isti Nugroho, dan Miing Deddy Gumelar juga turut hadir dalam acara yang mempertegas urgensi budayawan dalam menghadapi tantangan politik saat ini.

Amien Kamil mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi masyarakat yang terlena oleh dinamika politik, khususnya selama Pemilu dan Pilpres. Ia menyatakan bahwa peradaban dapat terancam jika kepentingan praktis sesaat, golongan, dan partai menjadi fokus utama. Amien menekankan peran budayawan dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat agar memikirkan peradaban yang hendak dibangun, mempertahankan kebenaran, dan tidak terombang-ambing oleh perebutan kekuasaan semata.

Budayawan Taufik Rahzen menjelaskan bahwa dari masa ke masa, selalu ada pola-pola yang muncul untuk menyeimbangkan kekuasaan. Ia merinci bahwa di kalangan seniman, terdapat tokoh-tokoh seperti Chairil Anwar, WS Rendra, Hardi, Japi Tambayong, Radhar Pancadahana, dan lainnya. Menurut pakar sastra Jawa, Prof. Dr. Petrus Josephus Zoetmulder, mereka disebut sebagai Kalangwan, yang ditandai oleh otonomi moralitas tanpa bergantung pada agama atau kekuasaan.

Sesi Q&A dalam Diskusi Kebudayaan (iBonk)

Taufik Rahzen mencontohkan melalui puisi-puisi Chairil Anwar dan karya Pramudya Anantatoer, di mana konsep diri mereka sangat otonom. Bagi Kalangwan, keindahan adalah bagian dari tempat mereka berada, dan meskipun berbeda-beda, kebenaran selalu satu. “Dari dulu, masyarakat Nusantara selalu bertegangan antara kekuasaan dan agamawan. Para budayawan dan seniman selalu mengambil jalan keindahan tanpa terlalu mempedulikan kekuasaan,” kata Taufik.

Bre Redana, seorang wartawan senior, menyoroti pengaruh perguruan silat Perguruan Bangau Putih terhadap WS Rendra dan Hardi. Ia menyebut Hardi sebagai seorang pelukis yang kritis sekaligus kompromistis, mampu mengkritik pemerintah namun juga menjual karyanya kepada pihak yang dikritik. Sementara itu, WS Rendra banyak memasukkan pengaruh filsafat Taoisme dari perguruan Bangau Putih dalam karyanya, seperti dalam drama “Mas Willlly Kisah Perjuangan Suku Naga.”

Arahmaiani, seorang perupa, mengungkapkan bahwa WS Rendra sangat mempengaruhi sikap dan pola pikirnya. Setelah dipenjara dan dikeluarkan dari ITB tahun 1983, Arahmaiani bertemu dengan WS Rendra. “Dia memberi saya dua buku, salah satunya Kitab Pararaton. Saya tertarik pada budaya dan tradisi. Apalagi pada masa Diktator Soeharto, saya melihat tradisi budaya Jawa dipelintir oleh penguasa,” ujar Arahmaiani.

Terakhir, Arahmaiani menyoroti tantangan yang dihadapi oleh seniman seperti dirinya, terutama terkait isu-isu kontroversial. Ia menekankan bahwa saat ini, hanya isu lingkungan yang mampu mempersatukan berbagai kelompok, sementara isu-isu lain masih sulit untuk didiskusikan. Diskusi tersebut menjadi momentum refleksi bersama tentang bagaimana budayawan dan seniman dapat menjaga keindahan, otonomi moralitas, dan kebenaran di tengah arus politik yang kompleks./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: ArahmaianiBre RedanabudayawanEventJourney of IndonesiaNewsSenimanSosial PolitikTaman Ismail MarzukiTaufik Rahzen
Share232Tweet145

Related Posts

KRISTAInterFOOD Digelar di NICE PIK 2, Tandai 27 Tahun Bangun Industri F&B Nasional
Events

KRISTAInterFOOD Digelar di NICE PIK 2, Tandai 27 Tahun Bangun Industri F&B Nasional

23/06/2026
Menjaga Denyut Musik Independen di Buitenstage Vol. 9 Bogor
Events

Menjaga Denyut Musik Independen di Buitenstage Vol. 9 Bogor

23/06/2026
Juara Liga Europa, Aston Villa Pastikan Tantang Indonesia All Stars di GBK
Events

Juara Liga Europa, Aston Villa Pastikan Tantang Indonesia All Stars di GBK

22/06/2026
Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta
Culture

Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

21/06/2026
Jakarta International Pet Show (JIPS) 2026 Siap Digelar di NICE PIK 2 pada Juli Mendatang
Events

Jakarta International Pet Show (JIPS) 2026 Siap Digelar di NICE PIK 2 pada Juli Mendatang

05/06/2026
Next Post
Dukung Kreativitas Digital, Huawei Hadirkan Gadget Canggih HUAWEI MatePad Pro 13.2

Dukung Kreativitas Digital, Huawei Hadirkan Gadget Canggih HUAWEI MatePad Pro 13.2

ADVERTISEMENT

Recomended

MONDIAL Dreams Gandeng Mangmoel, Rajut Filosofi Mimpi Lewat Perhiasan Berlian
Fashion

MONDIAL Dreams Gandeng Mangmoel, Rajut Filosofi Mimpi Lewat Perhiasan Berlian

02/07/2026
Empat Dekade Konsisten di Balap Nasional, Honda Raih IMI Awards 2025
Automotive

Empat Dekade Konsisten di Balap Nasional, Honda Raih IMI Awards 2025

02/07/2026
Ducati Desmo250 MX Baru, Revolusi Mesin 15.000 RPM dan Kontrol Traksi Pintar di Lintasan Motocross
Automotive

Ducati Desmo250 MX Baru, Revolusi Mesin 15.000 RPM dan Kontrol Traksi Pintar di Lintasan Motocross

02/07/2026
Automotive

Ekspansi ke Off-Road, Ducati Resmi Rilis Motor Enduro Pertama Desmo450 EDS

02/07/2026
De Tiger Resmi Dibuka, Hidupkan Kembali Romansa Sejarah Batavia Lama
Culinary

De Tiger Resmi Dibuka, Hidupkan Kembali Romansa Sejarah Batavia Lama

02/07/2026
Sasa Raih PMR Award dari BPOM, Bukti Komitmen Angkat Derajat UMKM Pangan
News

Sasa Raih PMR Award dari BPOM, Bukti Komitmen Angkat Derajat UMKM Pangan

01/07/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.