Sunday, March 15, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Menyimak Respon Budayawan dan Seniman Dalam Cungkup Kekuasaan dan Perkembangan Sosial Politik Negeri

by Ibonk
11/01/2024
Reading Time: 3 mins read
Menyimak Respon Budayawan dan Seniman Dalam Cungkup Kekuasaan dan Perkembangan Sosial Politik Negeri

Taufik Rahzen, Arahmaiani , Bre Redana sebagai panelis dalam Diskusi Kebudayaan di TIM Jakarta (iBonk)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Diskusi Kebudayaan dengan tema Peran Budayawan dalam Situasi Politik Masa Kini dan Masa Depan: Melihat Kembali Jejak Chairil Anwar, Rendra, Hardi dan Kita digelar di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta, Rabu (10/1/2024)

Moderator acara, Amien Kamil, membuka diskusi dengan menyoroti pentingnya peran seniman dan budayawan dalam merespons perkembangan sosial politik, serta mencerahkan masyarakat mengenai etika, moral, dan politik yang beradab.

Baca juga :

Menakar Kecanggihan New Kia Sonet, Lebih dari Sekadar Pendamping Mobilitas Urban

Komitmen 15 Tahun Astra Siaga Lebaran, Kawal Pemudik dengan Layanan Terpadu

Mengasah Naluri di Balik Kemudi Bersama BMW Safety Driving Masterclass

Diskusi tersebut menghadirkan tokoh-tokoh kunci seperti Bre Redana (Kritikus Seni & Sastrawan), Arahmaiani (Perupa), dan Taufik Rahzen (Budayawan).

Wajah-wajah terkenalpun seperti Butet Kartaradjasa, Jose Rizal Manua, Isti Nugroho, dan Miing Deddy Gumelar juga turut hadir dalam acara yang mempertegas urgensi budayawan dalam menghadapi tantangan politik saat ini.

Amien Kamil mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi masyarakat yang terlena oleh dinamika politik, khususnya selama Pemilu dan Pilpres. Ia menyatakan bahwa peradaban dapat terancam jika kepentingan praktis sesaat, golongan, dan partai menjadi fokus utama. Amien menekankan peran budayawan dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat agar memikirkan peradaban yang hendak dibangun, mempertahankan kebenaran, dan tidak terombang-ambing oleh perebutan kekuasaan semata.

Budayawan Taufik Rahzen menjelaskan bahwa dari masa ke masa, selalu ada pola-pola yang muncul untuk menyeimbangkan kekuasaan. Ia merinci bahwa di kalangan seniman, terdapat tokoh-tokoh seperti Chairil Anwar, WS Rendra, Hardi, Japi Tambayong, Radhar Pancadahana, dan lainnya. Menurut pakar sastra Jawa, Prof. Dr. Petrus Josephus Zoetmulder, mereka disebut sebagai Kalangwan, yang ditandai oleh otonomi moralitas tanpa bergantung pada agama atau kekuasaan.

Sesi Q&A dalam Diskusi Kebudayaan (iBonk)

Taufik Rahzen mencontohkan melalui puisi-puisi Chairil Anwar dan karya Pramudya Anantatoer, di mana konsep diri mereka sangat otonom. Bagi Kalangwan, keindahan adalah bagian dari tempat mereka berada, dan meskipun berbeda-beda, kebenaran selalu satu. “Dari dulu, masyarakat Nusantara selalu bertegangan antara kekuasaan dan agamawan. Para budayawan dan seniman selalu mengambil jalan keindahan tanpa terlalu mempedulikan kekuasaan,” kata Taufik.

Bre Redana, seorang wartawan senior, menyoroti pengaruh perguruan silat Perguruan Bangau Putih terhadap WS Rendra dan Hardi. Ia menyebut Hardi sebagai seorang pelukis yang kritis sekaligus kompromistis, mampu mengkritik pemerintah namun juga menjual karyanya kepada pihak yang dikritik. Sementara itu, WS Rendra banyak memasukkan pengaruh filsafat Taoisme dari perguruan Bangau Putih dalam karyanya, seperti dalam drama “Mas Willlly Kisah Perjuangan Suku Naga.”

Arahmaiani, seorang perupa, mengungkapkan bahwa WS Rendra sangat mempengaruhi sikap dan pola pikirnya. Setelah dipenjara dan dikeluarkan dari ITB tahun 1983, Arahmaiani bertemu dengan WS Rendra. “Dia memberi saya dua buku, salah satunya Kitab Pararaton. Saya tertarik pada budaya dan tradisi. Apalagi pada masa Diktator Soeharto, saya melihat tradisi budaya Jawa dipelintir oleh penguasa,” ujar Arahmaiani.

Terakhir, Arahmaiani menyoroti tantangan yang dihadapi oleh seniman seperti dirinya, terutama terkait isu-isu kontroversial. Ia menekankan bahwa saat ini, hanya isu lingkungan yang mampu mempersatukan berbagai kelompok, sementara isu-isu lain masih sulit untuk didiskusikan. Diskusi tersebut menjadi momentum refleksi bersama tentang bagaimana budayawan dan seniman dapat menjaga keindahan, otonomi moralitas, dan kebenaran di tengah arus politik yang kompleks./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: ArahmaianiBre RedanabudayawanEventJourney of IndonesiaNewsSenimanSosial PolitikTaman Ismail MarzukiTaufik Rahzen
Share232Tweet145

Related Posts

Java Festival Production Umumkan Lineup Fase Pertama International Java Jazz Festival 2026
Events

Java Festival Production Umumkan Lineup Fase Pertama International Java Jazz Festival 2026

18/02/2026
IIMS 2026 Ciptakan Rekor Baru Lewat Penyerapan 20 Ribu Pekerja dan Wajah Baru ‘Autotainment’ Indonesia
Automotive

IIMS 2026 Ciptakan Rekor Baru Lewat Penyerapan 20 Ribu Pekerja dan Wajah Baru ‘Autotainment’ Indonesia

15/02/2026
Ayunan Stik Golf dan Misi Kemanusiaan Volvo untuk Sumatra
Events

Ayunan Stik Golf dan Misi Kemanusiaan Volvo untuk Sumatra

14/02/2026
Strategi Malih Rupa, Repsol Incar Pasar Premium lewat Rebranding dan Tiket Gratis ke Mandalika di IIMS 2026
Automotive

Strategi Malih Rupa, Repsol Incar Pasar Premium lewat Rebranding dan Tiket Gratis ke Mandalika di IIMS 2026

14/02/2026
Menilik Wajah Baru Mobilitas di IIMS 2026, Strategi Honda Menjawab Keberagaman Gaya Hidup
Automotive

Menilik Wajah Baru Mobilitas di IIMS 2026, Strategi Honda Menjawab Keberagaman Gaya Hidup

07/02/2026
Next Post
Dukung Kreativitas Digital, Huawei Hadirkan Gadget Canggih HUAWEI MatePad Pro 13.2

Dukung Kreativitas Digital, Huawei Hadirkan Gadget Canggih HUAWEI MatePad Pro 13.2

ADVERTISEMENT

Recomended

Menakar Kecanggihan New Kia Sonet, Lebih dari Sekadar Pendamping Mobilitas Urban
Automotive

Menakar Kecanggihan New Kia Sonet, Lebih dari Sekadar Pendamping Mobilitas Urban

14/03/2026
Komitmen 15 Tahun Astra Siaga Lebaran, Kawal Pemudik dengan Layanan Terpadu
News

Komitmen 15 Tahun Astra Siaga Lebaran, Kawal Pemudik dengan Layanan Terpadu

13/03/2026
Mengasah Naluri di Balik Kemudi Bersama BMW Safety Driving Masterclass
Automotive

Mengasah Naluri di Balik Kemudi Bersama BMW Safety Driving Masterclass

13/03/2026
Menjawab Penantian Panjang, Kawasaki KLE500 Resmi Mengaspal di Indonesia
Automotive

Menjawab Penantian Panjang, Kawasaki KLE500 Resmi Mengaspal di Indonesia

12/03/2026
Rayakan 21 tahun, Java Jazz Festival 2026 pindah ke NICE PIK 2
Music

Rayakan 21 tahun, Java Jazz Festival 2026 pindah ke NICE PIK 2

12/03/2026
Menjelajah Jauh dengan Senyap, Mudik Nyaman Bersama Mobil Listrik Changan
Automotive

Menjelajah Jauh dengan Senyap, Mudik Nyaman Bersama Mobil Listrik Changan

12/03/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.