Tuesday, January 6, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Menata Masa Depan ASEAN: Menakar Filosofi “Touch This Earth Lightly” di Tengah Deru Pembangunan

by Redaksi
06/01/2026
Reading Time: 3 mins read
Menata Masa Depan ASEAN: Menakar Filosofi “Touch This Earth Lightly” di Tengah Deru Pembangunan

Steel Architectural Awards ASEAN 2026 (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Asia Tenggara saat ini tengah berada di sebuah persimpangan krusial. Di satu sisi, kawasan ini merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi global dengan laju urbanisasi tercepat yang diproyeksikan akan menampung ratusan juta penduduk kota pada tahun 2030. Namun di sisi lain, wilayah ini berdiri di baris terdepan yang paling rentan terhadap hantaman krisis iklim, mulai dari kenaikan permukaan laut hingga anomali cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Di tengah ambisi pembangunan infrastruktur yang agresif tersebut, sebuah refleksi mendalam muncul: mampukah kita membangun tanpa meninggalkan luka pada alam? Pertanyaan ini membawa kembali relevansi filosofi “Touch this earth lightly” atau sentuhlah bumi ini dengan lembut, sebuah prinsip yang digagas oleh Glenn Murcutt, arsitek legendaris asal Australia peraih Pritzker Architecture Prize. Filosofi ini menekankan bahwa arsitektur seharusnya tidak mendominasi lansekap, melainkan beradaptasi, menghormati kearifan lokal, serta meminimalkan jejak karbon pada lingkungan.

Baca juga :

Jambuluwuk Bromo, Ketika Kemewahan Resort dan Gaya Hidup “Poshtel” Bertemu dalam Harmoni

Menelusuri Gelapnya Jalur Mitos dalam Film “Alas Roban”, Saat Teror Terasa Nyata

Menapak Jejak Warisan Kombi, Transformasi Volkswagen ID. Buzz Warnai Lanskap Otomotif Indonesia 2025

Esensi dari pemikiran Murcutt ini menjadi pemantik diskusi utama dalam simposium arsitektur ASEAN yang berlangsung di Jakarta pada akhir November lalu. Dalam forum bertajuk “Shaping Resilient Futures: Heritage and Modernity in Steel Architectural Design,” sekitar 190 pakar dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Australia berkumpul untuk merumuskan kembali arah pembangunan kawasan. Nick Sissons dari Glenn Murcutt Architecture Foundation Australia membedah bagaimana pendekatan yang tampak sederhana ini justru menjadi kunci dalam menjawab tantangan kompleksitas pembangunan di Asia Tenggara yang sangat beragam secara budaya.

Ar. Nick Sissons dari Glenn Murcutt Architecture Foundation Australia (Ist)

Kondisi geografis dan iklim ASEAN yang menantang menuntut industri konstruksi untuk meninggalkan pola lama build–demolish–rebuild. Dibutuhkan material yang tidak hanya menonjolkan aspek estetika, tetapi juga memiliki ketangguhan dan fleksibilitas jangka panjang. Dalam konteks inilah, teknologi material seperti baja modern mulai dipandang melalui lensa yang berbeda. Baja bukan lagi sekadar simbol industri yang dingin dan kaku, melainkan medium untuk mencapai harmonisasi antara kebutuhan manusia dan kelestarian alam.

Jenny Margiano, Country President PT NS BlueScope Indonesia, menyoroti bahwa karakteristik baja modern sangat selaras dengan prinsip ekonomi sirkular yang tengah digalakkan di kawasan ini. “Material ini bisa didaur ulang, fleksibel untuk berbagai desain, dan tangguh menghadapi kondisi iklim ekstrem. Kualitas tersebut sangat dibutuhkan ASEAN saat ini,” ujarnya. Dengan kemampuan untuk didaur ulang hingga seratus persen tanpa penurunan kualitas, baja menawarkan solusi bagi struktur yang lebih responsif terhadap iklim tropis, seperti sistem ventilasi alami hingga rancang bangun yang tahan terhadap guncangan gempa.

Senada dengan hal tersebut, Steve Woodland dari COX Architecture Australia dalam paparan kuncinya menjelaskan bagaimana aplikasi baja berlapis mampu menjawab kerumitan tantangan arsitektur masa depan. Material ini memungkinkan para perancang untuk menciptakan bangunan yang lebih ringan namun tetap memiliki durabilitas tinggi, sebuah manifestasi fisik dari semangat “menyentuh bumi dengan lembut”.

Pembangunan masa depan ASEAN tidak bisa dilakukan dalam isolasi. Diperlukan sebuah jembatan pengetahuan yang menghubungkan inovasi modern dengan akar budaya masing-masing negara. Ar. Budi Pradono, arsitek senior dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), yang hadir dalam simposium tersebut, menekankan bahwa kekuatan sesungguhnya terletak pada kolaborasi antarnegara. “Kemitraan ini menegaskan vitalitas aliansi regional kita dan akan memotivasi komunitas arsitek ASEAN menuju pencapaian yang lebih berani dan berdampak,” ujarnya.

Pengunjung pameran Simposium Arsitektur ASEAN di Jakarta (Ist)

Langkah konkret dari penguatan kolaborasi ini ditandai dengan peluncuran Steel Architectural Awards ASEAN 2026. Program kompetisi ini dirancang untuk menjaring karya-karya inovatif dari berbagai kategori, mulai dari hunian pribadi hingga proyek infrastruktur publik di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Penghargaan ini diharapkan menjadi ajang pembuktian bahwa desain yang bertanggung jawab mampu memberikan dampak nyata bagi komunitas.

Jenny Margiano kembali mengungkapkan optimismenya terhadap program penghargaan berskala regional ini sebagai wadah pertukaran ilmu. “Penghargaan ini mengakui pencapaian bagi para arsitek yang telah merekomendasikan produk kami di balik beragam struktur inovatif di wilayah ASEAN, sekaligus memperdalam kolaborasi kami dengan komunitas desain Australia untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan pertumbuhan profesional di seluruh wilayah,” jelasnya.

Pada akhirnya, penilaian dalam kompetisi ini tidak akan terjebak pada kulit luar semata. Dewan juri yang terdiri dari para ahli terkemuka, termasuk Ar. Firman Setia Herwanto (Wakil Ketua IAI) dan Ar. Asae Sukhyanga (Presiden ASA), akan menitikberatkan pada sejauh mana sebuah karya mampu merespons konteks lokal dan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan. Ini adalah upaya kolektif untuk memastikan bahwa setiap struktur yang berdiri di masa depan adalah sebuah perwujudan dari resilient futures yang tangguh dan penuh tanggung jawab terhadap bumi yang kita pijak./ JOURNEY OF INDONESIA | Nuhaa

Tags: ArsitekturEventIkatan Arsitek IndonesiaJenny MargianoJourney of IndonesiaNewsSteel Architectural Awards ASEAN 2026
Share114Tweet71

Related Posts

Anis Byarwati Minta Sengkarut Kasus Dana Syariah Indonesia Diselesaikan
News

Anis Byarwati Minta Sengkarut Kasus Dana Syariah Indonesia Diselesaikan

03/01/2026
Blue Sky Premier Lounge Hadirkan Wajah Baru Hospitalitas di Terminal 1C Soekarno-Hatta
News

Blue Sky Premier Lounge Hadirkan Wajah Baru Hospitalitas di Terminal 1C Soekarno-Hatta

03/01/2026
Menjawab Tantangan Industri Konstruksi, Bosch Resmikan Blue Store di LTC Jakarta
News

Menjawab Tantangan Industri Konstruksi, Bosch Resmikan Blue Store di LTC Jakarta

24/12/2025
Menembus Jantung New York, Wajah Pariwisata Indonesia Kini Hiasi Megahnya Times Square
News

Menembus Jantung New York, Wajah Pariwisata Indonesia Kini Hiasi Megahnya Times Square

21/12/2025
Wakapolri Resmikan Pembukaan Kembali Pabrik Garmen Wong Hang Bersaudara di Pemalang
News

Wakapolri Resmikan Pembukaan Kembali Pabrik Garmen Wong Hang Bersaudara di Pemalang

20/12/2025
Next Post
Menelusuri Gelapnya Jalur Mitos dalam Film “Alas Roban”, Saat Teror Terasa Nyata

Menelusuri Gelapnya Jalur Mitos dalam Film "Alas Roban", Saat Teror Terasa Nyata

ADVERTISEMENT

Recomended

Jambuluwuk Bromo, Ketika Kemewahan Resort dan Gaya Hidup “Poshtel” Bertemu dalam Harmoni
Hotels

Jambuluwuk Bromo, Ketika Kemewahan Resort dan Gaya Hidup “Poshtel” Bertemu dalam Harmoni

06/01/2026
Menelusuri Gelapnya Jalur Mitos dalam Film “Alas Roban”, Saat Teror Terasa Nyata
FIlm

Menelusuri Gelapnya Jalur Mitos dalam Film “Alas Roban”, Saat Teror Terasa Nyata

06/01/2026
Menata Masa Depan ASEAN: Menakar Filosofi “Touch This Earth Lightly” di Tengah Deru Pembangunan
News

Menata Masa Depan ASEAN: Menakar Filosofi “Touch This Earth Lightly” di Tengah Deru Pembangunan

06/01/2026
Menapak Jejak Warisan Kombi, Transformasi Volkswagen ID. Buzz Warnai Lanskap Otomotif Indonesia 2025
Automotive

Menapak Jejak Warisan Kombi, Transformasi Volkswagen ID. Buzz Warnai Lanskap Otomotif Indonesia 2025

05/01/2026
Anis Byarwati Minta Sengkarut Kasus Dana Syariah Indonesia Diselesaikan
News

Anis Byarwati Minta Sengkarut Kasus Dana Syariah Indonesia Diselesaikan

03/01/2026
Blue Sky Premier Lounge Hadirkan Wajah Baru Hospitalitas di Terminal 1C Soekarno-Hatta
News

Blue Sky Premier Lounge Hadirkan Wajah Baru Hospitalitas di Terminal 1C Soekarno-Hatta

03/01/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.