Sunday, November 30, 2025
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Festival TRIDAYA Mandala Borobudur 2025 Resmi Dibuka, Perpaduan Spiritualitas, Budaya, dan Kepedulian Alam

    Festival TRIDAYA Mandala Borobudur 2025 Resmi Dibuka, Perpaduan Spiritualitas, Budaya, dan Kepedulian Alam

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Festival TRIDAYA Mandala Borobudur 2025 Resmi Dibuka, Perpaduan Spiritualitas, Budaya, dan Kepedulian Alam

    Festival TRIDAYA Mandala Borobudur 2025 Resmi Dibuka, Perpaduan Spiritualitas, Budaya, dan Kepedulian Alam

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Desa Wae Rebo: Arsitektur Ajaib dan Kekayaan Tradisi Flores

by Alamanda Jasmine
12/01/2024
Reading Time: 4 mins read
Desa Wae Rebo

(Sumber Foto : Canva)

Share on FacebookShare on Twitter

Desa Wae Rebo adalah sebuah desa tradisional yang terletak di Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Desa yang jauh dari perkotaan ini memiliki ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut, di tengah pegunungan yang hijau. Akses menuju desa ini melibatkan perjalanan darat dan trekking yang menantang, memberikan pengalaman petualangan kepada para pengunjung. Wisatawan biasanya mencapai Desa Wae Rebo dari Labuan Bajo atau Ruteng. Perjalanan dari kota-kota tersebut ke desa melibatkan perjalanan darat dan setelahnya perjalanan trekking selama beberapa jam.

Karena berada di pegunungan flores yang mengagumkan, apabila berkunjung ke desa ini akan disuguhkan dengan pemandangan pegunungan hijau memanjat hingga langit biru. Lanskap yang bergelombang dan terjal menciptakan panorama yang menakjubkan. Ketinggian desa ini dan minimnya polusi cahaya di sekitarnya menciptakan kondisi yang ideal untuk mengamati langit malam. Bintang-bintang bersinar terang di langit malam, menciptakan pemandangan yang spektakuler.

Baca juga :

7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

Alpine Style Resmi Diluncurkan di IMX 2025: Memadukan Emosi, Gaya, dan Fungsi

Kompetisi Housekeeping Archipelago 2025 Hadirkan 7 Finalis Top

Desa ini dinyatakan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh UNESCO pada tahun 2012. Pengakuan ini diberikan atas keunikan dan keaslian desa dalam melestarikan tradisi budaya dan arsitektur tradisional. Pengakuan UNESCO kepada desa ini tidak hanya menjadi penghormatan terhadap warisan budaya Indonesia, tetapi juga mendorong upaya pelestarian dan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.

Mengenal Adat Istiadat Desa Wae Rebo

Rumah Adat Tradisional “Mbaru Niang”

Keunikan desa Wae Rebo terdapat pada bangunan rumah adat tradisional mereka yang disebut Mbaru Niang. Kata Mbaru berarti rumah, sedangkan kata Niang berarti tinggi dan bulat. Rumah adat Mbaru Niang memang terkenal dengan atap kerucut tinggi yang mencolok dan menjadi ciri khasnya. Nama ini mencerminkan esensi dan karakteristik utama dari rumah adat tersebut. Bentuk Mbaru Niang, memiliki makna mendalam yang mencerminkan hubungan erat antara masyarakat dengan alam, nilai-nilai spiritual, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Atap kerucut yang mencolok pada Mbaru Niang menjadi ciri khas yang tidak hanya estetis tetapi juga bermakna simbolis.

Bentuk atap kerucut Mbaru Niang mencerminkan keseimbangan dan harmoni dengan alam sekitar. Seperti puncak gunung, atap yang mengarah ke langit menunjukkan hubungan yang erat antara masyarakat dengan alam pegunungan Flores tempat desa ini berada. Pilihan bentuk ini memberikan pesan tentang keberlanjutan dan keterkaitan masyarakat dengan lingkungan alamnya.Mbaru Niang tidak hanya menjadi tempat tinggal fisik, tetapi juga menjadi tempat yang dihormati dan dianggap sakral.Dengan menjaga dan merawat bentuk Mbaru Niang, masyarakat Desa Wae Rebo juga menghormati dan melestarikan warisan budaya mereka. Rumah adat ini menjadi simbol keberlanjutan budaya dan identitas desa.

Upacara Adat Penti

Selain rumah adat tradisional mereka, keunikan desa Wae Rebo yang menjadi daya tarik para pengunjung yaitu upacara Penti. Upacara adat Penti di Desa Wae Rebo adalah serangkaian kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Upacara adat ini diadakan sebagai ungkapan rasa syukur para warga desa. Dilaksanakan pada pertengahan bulan November, sebagai tanda bulan awal bercocok tanam dan pergantian tahun. Berikut adalah gambaran umum mengenai upacara adat Penti di Desa Wae Rebo:

  1. Persiapan Upacara: Masyarakat desa bersiap secara bersama-sama. Mereka membersihkan area sekitar dan menyiapkan perlengkapan yang diperlukan.
  2. Ritual Pembersihan: Penti sering dimulai dengan ritual pembersihan. Masyarakat membersihkan dan menyucikan tempat-tempat ibadah atau altar yang akan digunakan selama upacara. Proses pembersihan ini mencerminkan kebersihan fisik dan spiritual.
  3. Doa dan Upacara Keagamaan: Penti adalah upacara keagamaan, sehingga doa dan ritual keagamaan memegang peranan sentral. Pendeta atau tokoh agama setempat memimpin doa-doa, memberikan nasehat, dan memfasilitasi kegiatan keagamaan lainnya yang terkait dengan upacara.
  4. Persembahan dan Ritual Pengorbanan: Selama Penti, masyarakat Desa Wae Rebo seringkali memberikan persembahan kepada roh nenek moyang atau entitas spiritual yang dihormati. Beberapa upacara melibatkan ritual pengorbanan sebagai bentuk ungkapan syukur dan penghormatan terhadap kekuatan rohaniah.
  5. Tarian dan Musik Tradisional: Untuk menambah semarak acara, Penti sering diiringi dengan tarian dan musik tradisional. Para pemuda dan pemudi desa bisa ikut serta dalam tarian adat sebagai bagian dari ungkapan kegembiraan dan kebersamaan.
  6. Partisipasi Masyarakat: Penti adalah acara yang melibatkan seluruh masyarakat Desa Wae Rebo. Semua warga, dari berbagai kelompok usia, terlibat dalam kegiatan ini. Partisipasi aktif ini menciptakan suasana kebersamaan dan kekompakan di antara penduduk desa.
  7. Penutup dan Kegiatan Sosial: Setelah serangkaian kegiatan upacara, Penti biasanya ditutup dengan doa penutup dan ucapan terima kasih. Kemudian, seringkali diadakan kegiatan sosial atau pesta bersama untuk merayakan selesai nya upacara, memperkuat ikatan komunitas./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: Adat IstiadatDesa Adat Wae ReboDesa Wae ReboDestinasiNusa Tenggara TimurPesona Indonesia
Share123Tweet77

Related Posts

Paling Doyan Liburan! Tren Wisata 2026 Agoda, Orang Indonesia Gencar Staycation Keluarga hingga Berburu Hidden Gem
News

Paling Doyan Liburan! Tren Wisata 2026 Agoda, Orang Indonesia Gencar Staycation Keluarga hingga Berburu Hidden Gem

27/11/2025
JETOUR T2 Resmi Mengaspal di Indonesia, Siap Berpetualang dengan Harga Spesial Rp 568 Juta
Automotive

JETOUR T2 Resmi Mengaspal di Indonesia, Siap Berpetualang dengan Harga Spesial Rp 568 Juta

22/11/2025
Klook Travel Fest 2025, Ajak Wisatawan Indonesia Temukan Liburan Impian
Tourism

Klook Travel Fest 2025, Ajak Wisatawan Indonesia Temukan Liburan Impian

21/11/2025
danau kelimutu
Culture

7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

18/11/2025
Agoda dan Archipelago International Bersinergi Menyambut Meningkatnya Minat Wisata ke Indonesia
News

Agoda dan Archipelago International Bersinergi Menyambut Meningkatnya Minat Wisata ke Indonesia

03/11/2025
Next Post
Gambaran Pelaksaan Upacara Adat Tulude

Tradisi Tulude: Mengukir Jejak Keelokan dalam Perjalanan Budaya

ADVERTISEMENT

Recomended

edit post
“Timeless Threads of Tomorrow”: 16 Tahun Batik Chic Menenun Wastra Nusantara Lintas Generasi
Fashion

“Timeless Threads of Tomorrow”: 16 Tahun Batik Chic Menenun Wastra Nusantara Lintas Generasi

30/11/2025
edit post
Kolaborasi dan Independensi Jadi Kunci, Himpunan Anak Media Siapkan “Annual HAM Awards” untuk Industri Pariwisata
Events

Kolaborasi dan Independensi Jadi Kunci, Himpunan Anak Media Siapkan “Annual HAM Awards” untuk Industri Pariwisata

29/11/2025
edit post
Kolaborasi Komite Sekolah Mahatma Gandhi dan Nina Nugroho, Sulap Seragam Guru sebagai Simbol Apresiasi dan Profesionalisme
Fashion

Kolaborasi Komite Sekolah Mahatma Gandhi dan Nina Nugroho, Sulap Seragam Guru sebagai Simbol Apresiasi dan Profesionalisme

29/11/2025
edit post
DENZA Tegaskan Keanggunan di Lintasan Premium EV, Antara Kolaborasi Strategis dan Pesta Penghargaan
Automotive

DENZA Tegaskan Keanggunan di Lintasan Premium EV, Antara Kolaborasi Strategis dan Pesta Penghargaan

27/11/2025
edit post
Paling Doyan Liburan! Tren Wisata 2026 Agoda, Orang Indonesia Gencar Staycation Keluarga hingga Berburu Hidden Gem
News

Paling Doyan Liburan! Tren Wisata 2026 Agoda, Orang Indonesia Gencar Staycation Keluarga hingga Berburu Hidden Gem

27/11/2025
edit post
Haji Susilo, Pengusaha Dermawan dan Sosok di Balik Kiprah YPJI, Tutup Usia
News

Haji Susilo, Pengusaha Dermawan dan Sosok di Balik Kiprah YPJI, Tutup Usia

26/11/2025
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.