Wednesday, May 13, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Desa Wae Rebo: Arsitektur Ajaib dan Kekayaan Tradisi Flores

by Alamanda Jasmine
12/01/2024
Reading Time: 4 mins read
Desa Wae Rebo

(Sumber Foto : Canva)

Share on FacebookShare on Twitter

Desa Wae Rebo adalah sebuah desa tradisional yang terletak di Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Desa yang jauh dari perkotaan ini memiliki ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut, di tengah pegunungan yang hijau. Akses menuju desa ini melibatkan perjalanan darat dan trekking yang menantang, memberikan pengalaman petualangan kepada para pengunjung. Wisatawan biasanya mencapai Desa Wae Rebo dari Labuan Bajo atau Ruteng. Perjalanan dari kota-kota tersebut ke desa melibatkan perjalanan darat dan setelahnya perjalanan trekking selama beberapa jam.

Karena berada di pegunungan flores yang mengagumkan, apabila berkunjung ke desa ini akan disuguhkan dengan pemandangan pegunungan hijau memanjat hingga langit biru. Lanskap yang bergelombang dan terjal menciptakan panorama yang menakjubkan. Ketinggian desa ini dan minimnya polusi cahaya di sekitarnya menciptakan kondisi yang ideal untuk mengamati langit malam. Bintang-bintang bersinar terang di langit malam, menciptakan pemandangan yang spektakuler.

Baca juga :

Menelusuri Wangi Daun Jati di Nasi Jamblang Mang Dul, Sebuah Simpul Rasa yang Melintasi Zaman

Bukan Sekadar Menginap, Wisatawan Indonesia Kini Lebih Pemilih soal Fasilitas

Puncak dan Surakarta Diprediksi Jadi Destinasi Favorit di Libur Hari Buruh 2026

Desa ini dinyatakan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh UNESCO pada tahun 2012. Pengakuan ini diberikan atas keunikan dan keaslian desa dalam melestarikan tradisi budaya dan arsitektur tradisional. Pengakuan UNESCO kepada desa ini tidak hanya menjadi penghormatan terhadap warisan budaya Indonesia, tetapi juga mendorong upaya pelestarian dan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.

Mengenal Adat Istiadat Desa Wae Rebo

Rumah Adat Tradisional “Mbaru Niang”

Keunikan desa Wae Rebo terdapat pada bangunan rumah adat tradisional mereka yang disebut Mbaru Niang. Kata Mbaru berarti rumah, sedangkan kata Niang berarti tinggi dan bulat. Rumah adat Mbaru Niang memang terkenal dengan atap kerucut tinggi yang mencolok dan menjadi ciri khasnya. Nama ini mencerminkan esensi dan karakteristik utama dari rumah adat tersebut. Bentuk Mbaru Niang, memiliki makna mendalam yang mencerminkan hubungan erat antara masyarakat dengan alam, nilai-nilai spiritual, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Atap kerucut yang mencolok pada Mbaru Niang menjadi ciri khas yang tidak hanya estetis tetapi juga bermakna simbolis.

Bentuk atap kerucut Mbaru Niang mencerminkan keseimbangan dan harmoni dengan alam sekitar. Seperti puncak gunung, atap yang mengarah ke langit menunjukkan hubungan yang erat antara masyarakat dengan alam pegunungan Flores tempat desa ini berada. Pilihan bentuk ini memberikan pesan tentang keberlanjutan dan keterkaitan masyarakat dengan lingkungan alamnya.Mbaru Niang tidak hanya menjadi tempat tinggal fisik, tetapi juga menjadi tempat yang dihormati dan dianggap sakral.Dengan menjaga dan merawat bentuk Mbaru Niang, masyarakat Desa Wae Rebo juga menghormati dan melestarikan warisan budaya mereka. Rumah adat ini menjadi simbol keberlanjutan budaya dan identitas desa.

Upacara Adat Penti

Selain rumah adat tradisional mereka, keunikan desa Wae Rebo yang menjadi daya tarik para pengunjung yaitu upacara Penti. Upacara adat Penti di Desa Wae Rebo adalah serangkaian kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Upacara adat ini diadakan sebagai ungkapan rasa syukur para warga desa. Dilaksanakan pada pertengahan bulan November, sebagai tanda bulan awal bercocok tanam dan pergantian tahun. Berikut adalah gambaran umum mengenai upacara adat Penti di Desa Wae Rebo:

  1. Persiapan Upacara: Masyarakat desa bersiap secara bersama-sama. Mereka membersihkan area sekitar dan menyiapkan perlengkapan yang diperlukan.
  2. Ritual Pembersihan: Penti sering dimulai dengan ritual pembersihan. Masyarakat membersihkan dan menyucikan tempat-tempat ibadah atau altar yang akan digunakan selama upacara. Proses pembersihan ini mencerminkan kebersihan fisik dan spiritual.
  3. Doa dan Upacara Keagamaan: Penti adalah upacara keagamaan, sehingga doa dan ritual keagamaan memegang peranan sentral. Pendeta atau tokoh agama setempat memimpin doa-doa, memberikan nasehat, dan memfasilitasi kegiatan keagamaan lainnya yang terkait dengan upacara.
  4. Persembahan dan Ritual Pengorbanan: Selama Penti, masyarakat Desa Wae Rebo seringkali memberikan persembahan kepada roh nenek moyang atau entitas spiritual yang dihormati. Beberapa upacara melibatkan ritual pengorbanan sebagai bentuk ungkapan syukur dan penghormatan terhadap kekuatan rohaniah.
  5. Tarian dan Musik Tradisional: Untuk menambah semarak acara, Penti sering diiringi dengan tarian dan musik tradisional. Para pemuda dan pemudi desa bisa ikut serta dalam tarian adat sebagai bagian dari ungkapan kegembiraan dan kebersamaan.
  6. Partisipasi Masyarakat: Penti adalah acara yang melibatkan seluruh masyarakat Desa Wae Rebo. Semua warga, dari berbagai kelompok usia, terlibat dalam kegiatan ini. Partisipasi aktif ini menciptakan suasana kebersamaan dan kekompakan di antara penduduk desa.
  7. Penutup dan Kegiatan Sosial: Setelah serangkaian kegiatan upacara, Penti biasanya ditutup dengan doa penutup dan ucapan terima kasih. Kemudian, seringkali diadakan kegiatan sosial atau pesta bersama untuk merayakan selesai nya upacara, memperkuat ikatan komunitas./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: Adat IstiadatDesa Adat Wae ReboDesa Wae ReboDestinasiNusa Tenggara TimurPesona Indonesia
Share125Tweet78

Related Posts

Candi Ijo, Singgasana Para Dewa di Atas Bukit Boko
Tourism

Candi Ijo, Singgasana Para Dewa di Atas Bukit Boko

28/03/2026
Menikmati Cakrawala Yogyakarta dari Ketinggian Heha Sky View
Tourism

Menikmati Cakrawala Yogyakarta dari Ketinggian Heha Sky View

26/03/2026
Klook Rilis Spring Readiness Index, Ungkap Tren Wisata Musim Semi 2026
Tourism

Klook Rilis Spring Readiness Index, Ungkap Tren Wisata Musim Semi 2026

10/03/2026
Mengadu Peruntungan di Pasar Outbound Indonesia, Dari Albania hingga Eksotisme Portugal
News

Mengadu Peruntungan di Pasar Outbound Indonesia, Dari Albania hingga Eksotisme Portugal

11/02/2026
Sanggraloka Ubud Bali Jadi Barometer Baru “Eco-Luxury Retreat” di Indonesia
Tourism

Sanggraloka Ubud Bali Jadi Barometer Baru “Eco-Luxury Retreat” di Indonesia

22/01/2026
Next Post
Gambaran Pelaksaan Upacara Adat Tulude

Tradisi Tulude: Mengukir Jejak Keelokan dalam Perjalanan Budaya

ADVERTISEMENT

Recomended

Plesiran, Titik Temu Hangat Kolaborasi Fashion Lokal di Dwangsa9
Fashion

Plesiran, Titik Temu Hangat Kolaborasi Fashion Lokal di Dwangsa9

12/05/2026
Ambisi ESG Xiaomi 2025, Integrasi Teknologi Pintar dan Ekosistem Rendah Karbon
Gadget

Ambisi ESG Xiaomi 2025, Integrasi Teknologi Pintar dan Ekosistem Rendah Karbon

12/05/2026
Latih Soft Skill, Artotel Harmoni Gelar Kelas Etiket dan Public Speaking Anak
Hotels

Latih Soft Skill, Artotel Harmoni Gelar Kelas Etiket dan Public Speaking Anak

11/05/2026
Menelusuri Wangi Daun Jati di Nasi Jamblang Mang Dul, Sebuah Simpul Rasa yang Melintasi Zaman
Culinary

Menelusuri Wangi Daun Jati di Nasi Jamblang Mang Dul, Sebuah Simpul Rasa yang Melintasi Zaman

11/05/2026
Peringati Hari PMI, Dafam Express Jaksa Gelar Donor Darah
Hotels

Peringati Hari PMI, Dafam Express Jaksa Gelar Donor Darah

11/05/2026
Fleksibilitas Tanpa Batas, Nikmati Mewahnya Menginap 24 Jam Penuh di Kalibata
Hotels

Fleksibilitas Tanpa Batas, Nikmati Mewahnya Menginap 24 Jam Penuh di Kalibata

11/05/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.