Thursday, November 27, 2025
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Festival TRIDAYA Mandala Borobudur 2025 Resmi Dibuka, Perpaduan Spiritualitas, Budaya, dan Kepedulian Alam

    Festival TRIDAYA Mandala Borobudur 2025 Resmi Dibuka, Perpaduan Spiritualitas, Budaya, dan Kepedulian Alam

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Festival TRIDAYA Mandala Borobudur 2025 Resmi Dibuka, Perpaduan Spiritualitas, Budaya, dan Kepedulian Alam

    Festival TRIDAYA Mandala Borobudur 2025 Resmi Dibuka, Perpaduan Spiritualitas, Budaya, dan Kepedulian Alam

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

“Perang Kota”, Sebuah Drama Cinta, Perjuangan, dan Pengkhianatan di Tengah Jakarta Pasca-Kemerdekaan

by Redaksi
24/04/2025
Reading Time: 3 mins read
“Perang Kota”, Sebuah Drama Cinta, Perjuangan, dan Pengkhianatan di Tengah Jakarta Pasca-Kemerdekaan

Film Perang Kota karya Mouly Surya (Denny Natanael Pohan)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Sutradara kenamaan Indonesia, Mouly Surya, kembali hadir dengan karya terbarunya berjudul “Perang Kota”, sebuah film drama sejarah berlatar tahun 1946 yang mengangkat kisah cinta segitiga penuh gejolak di tengah kota Jakarta yang porak-poranda setelah kemerdekaan. Diadaptasi dari novel klasik Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis, film ini menyuguhkan perpaduan emosi, konflik batin, serta perjuangan melawan penjajahan dengan pendekatan sinematik yang kuat dan segar.

Film ini menggambarkan kehidupan Jakarta setahun setelah Indonesia merdeka, ketika Belanda, melalui Sekutu, berusaha kembali merebut kekuasaan. Di tengah pertempuran dan krisis, kita diajak menyelami kehidupan Isa (diperankan oleh Chicco Jerikho), seorang pejuang yang menghadapi trauma berat; Fatimah (Ariel Tatum), istrinya yang kesepian; dan Hazil (Jerome Kurnia), pemuda idealis yang menjadi pelarian batin Fatimah.

Baca juga :

Jangan Panggil Mama Kafir, Totalitas Michelle Ziudith Menguras Air Mata Penonton

“Jangan Panggil Mama Kafir”, Film Keluarga Yang Sarat Emosi dan Pesan Mendalam

Pencarian Terakhir, Kisah Epik Tentang Pencarian yang Penuh Misteri

Konflik dalam “Perang Kota” tak hanya terjadi di medan pertempuran, tetapi juga di ruang-ruang pribadi yang rapuh: rumah tangga, relasi, dan jiwa manusia yang tengah mencari arti dan pegangan hidup.

Mouly Surya sengaja memilih latar gang-gang sempit kota Jakarta untuk menunjukkan bahwa perjuangan bukan hanya terjadi di jalan besar, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari rakyat biasa. Dengan menggunakan rasio layar 4:3, film ini menciptakan kesan klasik yang intim, memperkuat kedekatan emosional antara penonton dan karakter.

Sinematografi garapan Roy Lolang yang telah beberapa kali dinominasikan di FFI menghadirkan kontras visual yang unik: Jakarta tahun 1940-an digambarkan sebagai kota penuh warna sekaligus suram—menampilkan atmosfer kacau yang hidup namun penuh harap.

“Perang Kota” merupakan proyek kolaboratif lintas negara antara Indonesia, Singapura, Belanda, Prancis, Norwegia, Filipina, dan Kamboja. Diproduksi oleh Cinesurya, Starvision, dan Kaninga Pictures, film ini juga didukung oleh studio-studio ternama dunia seperti Giraffe Pictures, Volya Films, dan Shasha & Co.

Film ini menggunakan teknologi audio Dolby Atmos untuk memberikan pengalaman menonton yang imersif, dengan tata suara dikerjakan oleh Vincent Villa di Kamboja dan desain suara foley oleh Yellow Cab Studio di Paris—studio yang juga terlibat dalam film-film pemenang Oscar seperti Fight Club dan Emilia Perez.

Press Conference film Perang Kota (Ist)

Karakter Isa digambarkan sebagai pria flamboyan yang tengah bergulat dengan ketidakberdayaan di ranjang dan tekanan sebagai pejuang. Sementara Fatimah hadir sebagai representasi perempuan tangguh yang tak hanya menghadapi konflik rumah tangga, tetapi juga tekanan sosial sebagai ibu rumah tangga pada masa itu. “Fatimah bukan antagonis,” kata Ariel Tatum. “

Ia adalah perempuan kuat yang mencoba bertahan di tengah perang, dan Mouly menampilkan sosok perempuan yang kompleks serta relevan hingga hari ini,” ungkapnya.

Melalui tema cinta di masa perang, krisis identitas, hingga isu gender, “Perang Kota” menawarkan nuansa baru dalam sinema Indonesia. Para produser menekankan bahwa film ini merupakan bentuk komitmen untuk mendukung eksplorasi cerita yang mendalam, berani, dan jarang diangkat oleh sineas Indonesia.

“Film ini membuka jalan baru bagi perfilman kita,” kata Chand Parwez Servia dari Starvision. “Kami percaya bahwa eksplorasi seperti ini akan memperkaya ragam cerita dan memberikan warna baru bagi industri film nasional”, tutupnya./ JOURNEY OF INDONESIA | Denny Natanael Pohan

Tags: Ariel TatumChand Parwez ServiaChicco JerikhoFilmJalan Tak Ada UjungJerome KurniaPerang KotaRoy LolangStarvision
Share116Tweet72

Related Posts

“Air Mata Mualaf” Film Religi yang Padat Isu Sosial, Human Interest, dan Tren Industri
FIlm

“Air Mata Mualaf” Film Religi yang Padat Isu Sosial, Human Interest, dan Tren Industri

20/11/2025
Horor Tradisi Nusantara Bangkit, “Danyang Wingit Jumat Kliwon” Catat Antusiasme Penonton
FIlm

Horor Tradisi Nusantara Bangkit, “Danyang Wingit Jumat Kliwon” Catat Antusiasme Penonton

09/11/2025
Adhisty Zara, Rayn Wijaya, dan Yesaya Abraham Hidupkan Romansa Penuh Luka dalam “Beri Cinta Waktu”
FIlm

Adhisty Zara, Rayn Wijaya, dan Yesaya Abraham Hidupkan Romansa Penuh Luka dalam “Beri Cinta Waktu”

22/10/2025
“Danyang Wingit Jumat Kliwon”, Sebuah Horor Okultisme di Balik Panggung Wayang
FIlm

“Danyang Wingit Jumat Kliwon”, Sebuah Horor Okultisme di Balik Panggung Wayang

22/10/2025
Film “Samsara” Garin Nugroho Raih Nominasi Terbanyak di Asia Pacific Screen Awards 2025
FIlm

Film “Samsara” Garin Nugroho Raih Nominasi Terbanyak di Asia Pacific Screen Awards 2025

16/10/2025
Next Post
Anis Byarwati Tegaskan Pentingnya QRIS dan GPN demi Kedaulatan Ekonomi Nasional

Anis Byarwati Tegaskan Pentingnya QRIS dan GPN demi Kedaulatan Ekonomi Nasional

ADVERTISEMENT

Recomended

News

Paling Doyan Liburan! Tren Wisata 2026 Agoda, Orang Indonesia Gencar Staycation Keluarga hingga Berburu Hidden Gem

27/11/2025
Haji Susilo, Pengusaha Dermawan dan Sosok di Balik Kiprah YPJI, Tutup Usia
News

Haji Susilo, Pengusaha Dermawan dan Sosok di Balik Kiprah YPJI, Tutup Usia

26/11/2025
Resmi Groundbreaking, Aston dan Harper Cibinong Bogor Ditargetkan Buka 2027
Hotels

Resmi Groundbreaking, Aston dan Harper Cibinong Bogor Ditargetkan Buka 2027

26/11/2025
Gebrak Pasar Otomotif, Geely Bawa Amunisi Elektrifikasi dan SUV Ikonik di GJAW 2025
Automotive

Gebrak Pasar Otomotif, Geely Bawa Amunisi Elektrifikasi dan SUV Ikonik di GJAW 2025

25/11/2025
Perkuat Ekosistem Kuliner Lokal, Grab Luncurkan Program ‘Eatfluencer’ di Grab Discover
News

Perkuat Ekosistem Kuliner Lokal, Grab Luncurkan Program ‘Eatfluencer’ di Grab Discover

25/11/2025
Fujifilm X-T30 III Hadir di Indonesia, Kamera Ringkas dengan Jantung dan Fitur Kelas Atas
Gadget

Fujifilm X-T30 III Hadir di Indonesia, Kamera Ringkas dengan Jantung dan Fitur Kelas Atas

25/11/2025
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.