KUDUS – Pernahkah membayangkan sebuah tempat di mana anak-anak bisa belajar rambu lalu lintas sambil menghirup udara segar di bawah rindangnya pepohonan? Di Kudus, konsep ini bukan lagi sekadar angan. Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota Rendeng kini tampil dengan wajah yang lebih segar dan modern setelah merampungkan tahap pertama revitalisasinya. Bukan sekadar mempercantik diri, transformasi ini merupakan buah sinergi antara Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) dan Pemerintah Kabupaten Kudus untuk mengembalikan marwah ruang terbuka hijau sebagai pusat edukasi masyarakat.
Kesepakatan perubahan ini dikukuhkan melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) pada Senin (20/04). Momen ini menjadi babak baru bagi taman yang sebenarnya sudah berdiri sejak 2017 tersebut. Kehadiran para petinggi daerah, mulai dari Bupati Kudus Sam’ani Intakoris hingga Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, menegaskan bahwa urusan keselamatan jalan raya dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kolektif yang harus dimulai dari ruang publik.
Menelusuri area taman sekarang, pengunjung akan disambut dengan penataan lanskap yang jauh lebih rapi. Perbaikan gedung edukasi serta penambahan pergola memberikan ruang berteduh yang estetis bagi orang tua saat menemani buah hati mereka. Menariknya, fasilitas praktik lapangan pun diperkuat dengan hadirnya dua belas unit mobil dan motor aki sebagai alat peraga utama. Hal ini membuat simulasi berkendara bagi anak-anak terasa lebih nyata dan menyenangkan, menjauhkan kesan kaku dari sebuah pembelajaran disiplin formal.

Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, menjelaskan bahwa langkah peremajaan ini sangat krusial untuk mengoptimalkan kembali potensi taman. Menurutnya, revitalisasi ini adalah upaya bersama dalam menghadirkan ruang publik yang berkelanjutan. Ia meyakini bahwa Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota Rendeng tidak hanya berfungsi sebagai RTH, tetapi juga bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui kolaborasi lintas pihak, pihaknya ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya nyaman secara fisik, tetapi juga mampu menjadi wadah interaksi dan pembelajaran bersama.
Apresiasi senada datang dari Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang memandang kolaborasi ini sebagai bentuk dukungan nyata bagi terciptanya ruang publik yang inklusif di wilayahnya. Pihaknya mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan kolaborasi yang terus berjalan antara Pemerintah Kudus dan Bakti Lingkungan Djarum Foundation dalam mendukung peningkatan ruang publik yang inklusif, utamanya dalam memberikan edukasi pentingnya disiplin berlalu lintas sejak dini. Sam’ani juga menekankan bahwa upaya ini membutuhkan bimbingan dari berbagai pihak agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas bagi warga Kudus.

Di sisi lain, aspek edukasi keselamatan tentu tak bisa dilepaskan dari peran kepolisian. Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo berkomitmen penuh untuk memastikan setiap fasilitas yang ada benar-benar memberikan dampak pada perilaku masyarakat di jalan raya. Ia menyatakan dukungan terhadap inisiatif revitalisasi ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menghadirkan ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat. Harapannya, kegiatan revitalisasi ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Lewat program ini, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas diharapkan dapat semakin meningkat dan menjadi lebih baik.
Kini, dengan selesainya tahap awal pembenahan yang telah berlangsung sejak Oktober 2025 lalu, Taman Rendeng siap menyambut warga dengan standar kenyamanan yang lebih tinggi. Keberhasilan proyek ini menjadi preseden baik bagaimana sektor swasta dan pemerintah bisa duduk bersama demi kepentingan publik. Lebih dari sekadar perbaikan infrastruktur, revitalisasi ini adalah investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang tidak hanya sadar akan keselamatan berkendara, tetapi juga mencintai lingkungan hijaunya./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















