SCARPERIA – Sirkuit Mugello yang legendaris kembali saksi momen bersejarah bagi dunia otomotif. Di lintasan lurus Tuscany yang biasanya dipenuhi raungan mesin MotoGP, pabrikan asal Borgo Panigale resmi meluncurkan proyek ambisius bernama Collezione 100. Langkah ini bukan sekadar peluncuran produk baru, melainkan sebuah penghormatan emosional terhadap perjalanan satu abad Ducati di dunia roda dua, yang dikemas lewat perpaduan seni kontemporer dan keunggulan mekanis.
Melalui koleksi ini, sepuluh momen paling krusial dalam sejarah panjang perusahaan dihidupkan kembali. Ducati merilis sepuluh sepeda motor unik yang masing-masing hanya diproduksi dalam seri bernomor terbatas, yakni seratus unit saja di seluruh dunia. Kehadiran koleksi ini menjadi buruan utama para kolektor global yang menginginkan bagian dari sejarah hidup brand Italia tersebut.
Setiap unit dalam Collezione 100 dirancang dengan detail yang sangat spesifik untuk memastikan eksklusivitasnya. Mulai dari penggunaan jok premium berbahan Alcantara atau kulit dengan bordiran logo khusus, hingga komponen teknis kelas atas. Salah satu ciri paling menonjol dari edisi seabad ini adalah kehadiran kaliper rem berwarna Centenario Bronze, sebuah warna eksklusif yang juga disematkan pada penutup tangki bahan bakar serta pelat nomor model di area steering head.
Daya tarik mekanis semakin diperkuat dengan hadirnya kopling kering yang ikonik, yang untuk pertama kalinya diadopsi oleh varian bermesin V2 terbaru. Paket pembelian setiap motor juga dirancang sangat personal, mencakup standar belakang khusus dengan warna senada, cover pelutup motor, sertifikat keaslian, hingga animasi penyalaan dasbor yang dibuat khusus. Pengalaman kepemilikan ini bahkan bisa disempurnakan dengan helm dan jaket teknis edisi terbatas yang mengusung skema warna serupa.

Kolaborasi ini juga mempertegas hubungan erat antara Ducati dan dunia seni visual. Seniman kontemporer terkemuka Italia sekaligus pencinta berat Ducati, Ugo Nespolo, terlibat langsung dalam merancang identitas visual proyek ini. Setiap motor akan disertai sepasang cetakan seni bernomor seri sama dengan unit motornya dan ditandatangani langsung oleh Nespolo, yang menerjemahkan warisan desain Borgo Panigale lewat gaya geometris yang dinamis dan kaya warna.
Nuansa perayaan seabad ini langsung terasa di garasi balap. Duo pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Márquez dan Pecco Bagnaia, turut memperkenalkan motor Desmosedici GP mereka yang dibalut livery khusus untuk balapan di Mugello. Desain tersebut merupakan peleburan dari sepuluh grafis motor Collezione 100 ke dalam satu tampilan bodi (fairing). Detail tahun 1926–2026 dihiasi dengan efek kilauan (glitter) yang terinspirasi dari motor balap legendaris 750 Imola Desmo, bersanding dengan nomor oval bergaya vintage di bagian depan.
Gairah perayaan ini juga menular kepada para mitra strategis. Piquadro meluncurkan empat seri ransel khusus, sementara Carrera menghadirkan kacamata hitam Anniversary Edition yang diproduksi terbatas hanya 1.000 unit di dunia. Bagi masyarakat luas dan para Ducatisti, kesempatan untuk melihat langsung seluruh koleksi ini akan tersedia pada gelaran World Ducati Week pada 3-5 Juli mendatang, sebelum unit-unit tersebut dibawa ke Goodwood Festival of Speed dan berakhir di berbagai museum di Bologna.

Bedah Lengkap 10 Masterpiece “Collezione 100”:
Panigale V4 S 100 (Inspirasi: 750 Imola Desmo – 1972)
Motor ini merupakan penghormatan atas kemenangan mengejutkan Paul Smart dan Bruno Spaggiari di ajang Imola 200 Miles tahun 1972, yang berhasil menumbangkan dominasi MV Agusta. Keberhasilan tersebut memicu lahirnya era motor jalan raya dua silinder dengan sistem desmodromik. Menggunakan warna perak berkilau khas era fiksi ilmiah 70-an, Panigale V4 S 100 dilengkapi dengan bodi serat karbon premium, knalpot titanium Akrapovič, kopling kering, serta dikirimkan dalam peti kayu eksklusif.
Panigale V2 S 100 (Inspirasi: 750 Super Sport Desmo – 1975)
Livery kuning dengan kombinasi warna cokelat/merah anggur ini merujuk pada motor balap tim Bruno Spaggiari yang membawa Franco Uncini menjuarai Kejuaraan Italia 1975. Warna tersebut awalnya terinspirasi dari mesin kapal yang diproduksi di Borgo Panigale. Edisi khusus ini mencatatkan sejarah sebagai model pertama dari keluarga baru Ducati V2 yang mengadopsi kopling kering kompak untuk kebutuhan sirkuit.
Streetfighter V4 S 100 (Inspirasi: Ducati 900 Sport Desmo Darmah – 1979)
Mengusung kombinasi warna hitam dan emas yang sangat populer di dunia balap era 70-an, motor ini mengadopsi identitas 900 Sport Desmo Darmah, leluhur konsep streetfighter modern. Grafis kepala harimau yang ikonik dari masa lalu dihadirkan kembali pada bagian undertail serta pada aksesori pakaian pendukungnya. Spesifikasinya diperkuat komponen karbon dan komponen siap balap.

Monster 100 (Inspirasi: Monster S4Rs Tricolore – 2008)
Monster S4Rs Tricolore merupakan salah satu penutup paling legendaris untuk generasi pertama Monster yang diproduksi sejak 1993. Untuk versi seabad ini, Monster 100 tampil agresif dengan kopling kering berpenutup serat karbon, windshield, serta seat cowl yang memberikan siluet single-seater yang tegas, lengkap dengan aksen Centenary Bronze pada kaliper rem.
XDiavel V4 100 (Inspirasi: 750 Super Sport “California Hot Rod” – 1977)
Kemenangan bersejarah Cook Neilson di Daytona tahun 1977 menggunakan motor modifikasi bernama “California Hot Rod” menjadi tonggak meroketnya popularitas Ducati di Amerika Serikat. Menerjemahkan semangat cruiser berperforma tinggi, XDiavel V4 edisi terbatas ini dilengkapi jok kulit premium dengan bordir khusus, kopling kering, serta setang machined-from-solid yang menegaskan kemewahannya.
Diavel V4 RS 100 (Inspirasi: 900 Replica – 1979)
Terinspirasi dari motor kemenangan Mike Hailwood di Isle of Man TT 1978, Ducati meluncurkan 900 Replica untuk pasar umum dengan ciri khas warna hijau, merah, dan putih khas bendera Italia. Menggunakan basis mekanis mesin Desmosedici Stradale, Diavel V4 RS 100 menggabungkan performa superbike dengan kenyamanan penjelajah, lengkap dengan pelat nomor seri tembaga dan kemasan peti kayu eksklusif.

Multistrada V4 RS 100 (Inspirasi: 500 SL Pantah – 1979)
Tahun 1979 adalah era modernisasi Ducati lewat kehadiran 500 SL Pantah yang memperkenalkan rangka trellis dan sistem penggerak sabuk (belt) karya desainer legendaris Giorgetto Giugiaro. Multistrada V4 RS 100 mengambil skema warna kotak minimalis tersebut, menggabungkannya dengan mesin Desmosedici Stradale berlogo Desmo di buritan, serta kopling kering karbon yang agresif.
Scrambler 100 (Inspirasi: 250 Scrambler – 1962)
Lahir dari permintaan importir Amerika Serikat, Joe Berliner, yang menginginkan motor tipe dirt track, 250 Scrambler tahun 1962 menjadi simbol kebebasan berkendara. Menggunakan basis Scrambler Nightshift modern, edisi 100 tahun ini dibekali jok Alcantara, detail setang aluminium billet, dan aksen tangki Centenary Bronze yang kental dengan aura retro-modern.
Hypermotard V2 SP 100 (Inspirasi: Ducati 860 “24 Horas de Montjuïc” – 1975)
Ketika Ducati beralih fokus ke balap ketahanan (endurance) untuk menguji durabilitas mesin dua silinder berkapasitas besar, lahirlah kemenangan legendaris di Catalunya lewat pembalap Salvador Cañellas dan Benjamín Grau dengan motor garapan tim NCR. Karakter agresif tersebut diturunkan ke Hypermotard V2 SP ini melalui suspensi Öhlins, velg tempa, kopling kering, dan komponen estetik berkelas.
DesertX 100 (Inspirasi: Pantah “Ice” – 1981)
Salah satu strategi pemasaran paling unik dalam sejarah otomotif terjadi ketika motor Pantah 500 dimodifikasi dengan ban berpaku tanpa rem untuk beraksi di atas lintasan es Pegunungan Alpen dalam jeda balap mobil Alfasud. Kelir kuning dengan garis biru dari replika museum tersebut kini melekat pada DesertX 100, lengkap dengan spakbor depan tinggi dan kisi-kisi lampu pelindung untuk mempertegas kemampuan penjelajah tangguh./ JOURNEY OF INDONESIA | eR Bee

















