JAKARTA – Selepas manggung di Konser 3 Kembang, Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (18/7/2026) malam, Kristina justru menyampaikan kabar yang tak kalah menarik dari penampilannya di atas panggung. Diva dangdut itu resmi mengumumkan langkahnya merambah dunia usaha lewat brand hijab bernama KD Hijab, sebuah keputusan yang menurutnya sudah lama ia impikan namun baru bisa direalisasikan tahun ini. “Kalau bisa, dalam hidup ini jangan monoton. Kalau sudah menyanyi dan kita bisa merambah ke bidang lain, kenapa tidak? Sebenarnya, keinginan untuk berusaha itu sudah lama sekali ada dalam diri saya. Hanya saja, mungkin kesempatannya baru diberikan sekarang,” ujar Kristina.
Langkah Kristina membangun KD Hijab tak lepas dari perjalanan spiritualnya yang kini telah mengenakan hijab dalam keseharian. Dari sanalah muncul dorongan untuk menciptakan produk yang benar-benar mencerminkan karakter dan gaya berbusananya sendiri. “Alhamdulillah sekarang saya sudah berhijab. Dari situ saya berpikir, kenapa tidak membuat hijab saja? Sebenarnya keinginan untuk memiliki usaha di bidang fashion muslim sudah ada sebelum saya berhijab. Namun, di tahun 2026 ini saya benar-benar tergerak untuk membuka usaha hijab,” katanya.
Bukan sekadar bisnis sampingan, Kristina menegaskan pentingnya seorang seniman mempersiapkan masa depan dengan memiliki ladang usaha di luar profesi utamanya. Menurutnya, karier di dunia tarik suara tidak akan bertahan selamanya, sehingga keberanian melebarkan sayap menjadi kunci.
“Lebarkanlah sayap selebar mungkin kalau kita bisa. Tetap positive thinking dan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk ke depannya. Karena kalau hanya mengandalkan dari menyanyi saja, tentu tidak mungkin selamanya. Menyanyi itu pasti ada masanya, ada regenerasinya yang terus berganti. Jadi, kalau bisa menghasilkan cuan dari apa pun yang halal, kenapa tidak dilakukan?” tuturnya.
Soal proses kreatif, Kristina mengaku turun tangan langsung dalam merancang koleksi KD Hijab. Ia rajin mengamati tren fashion hijab terkini, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, sembari memastikan setiap desain tetap orisinal dan tidak meniru karya orang lain. “Sekarang saya sering melihat model-model kekinian. Sebagai perempuan, saya juga suka berbelanja dan melihat koleksi-koleksi yang lucu dan menarik.

Ia juga menjelaskan jika dalam hidup ini jangan monoton. Kalau sudah menyanyi dan kita bisa merambah ke bidang lain, kenapa tidak? Sebenarnya, keinginan untuk berusaha itu sudah lama sekali ada dalam diri saya. Hanya saja, mungkin kesempatannya baru diberikan sekarang,” ujar Kristina.
Dari situ saya berpikir, kenapa tidak punya produk sendiri? Jadi sebenarnya bukan hanya hijab, saya juga ingin menghadirkan produk lainnya. Namun, untuk saat ini kami memulainya dari hijab terlebih dahulu,” jelasnya kembali.
Referensi desain KD Hijab, lanjut Kristina, banyak terinspirasi dari perkembangan fashion hijab Timur Tengah yang dipadukan dengan selera masyarakat Asia, khususnya Indonesia yang memiliki populasi muslim terbesar di dunia. Disini Kristina banyak melihat perkembangan hijab dari Timur Tengah yang dipadukan dengan selera masyarakat Asia dan Indonesia.
Kristina berharap apa yang ia kenakan sehari-hari dapat menjadi inspirasi sekaligus pilihan bagi para penggemar dan masyarakat luas yang berhijab. “Saya ingin apa yang saya pakai juga disukai oleh mereka. Jadi, saya bisa berbagi. Mudah-mudahan apa yang digunakan oleh seorang Kristina juga bisa sampai kepada para penggemar, masyarakat yang berhijab, maupun masyarakat lainnya,” ungkapnya.
Perempuan yang kini tampil dengan gaya berbusana lebih sederhana dan elegan ini pun berbagi cerita tentang filosofi fashion pribadinya pascaberhijab. Kristina hadir lewat balutan yang simple, elegan, dan tentunya cantik. Perempuan itu identik dengan cantik, tetapi cantik itu tidak harus mahal.
Mengenai masa depan KD Hijab, Kristina tak menampik keinginannya untuk terus memperluas lini usaha ini melampaui produk hijab semata. Namun ia menegaskan bahwa semua akan dijalani secara bertahap, sebagaimana layaknya sebuah usaha rintisan. “Doakan saja. Makanya tadi saya bilang, kepakkan sayapmu selebar mungkin. Namun, semuanya harus melalui proses. Tidak bisa langsung besar begitu saja. Semuanya step by step. Namanya juga UMKM, jadi pelan-pelan, slowly but sure,” ungkapnya.
Ia pun berharap KD Hijab tidak hanya diterima pasar Tanah Air, tetapi kelak mampu menembus pasar Asia hingga kancah internasional. “Kalau pelanggan sudah suka dengan produk KD Hijab, Insyaallah akan tetap di hati dan tentunya bisa menghasilkan cuan. Aamiin,” katanya sambil tersenyum.
“Bismillah, doakan ya. Semoga disukai dan semakin banyak penggemarnya. Semoga KD Hijab bisa diterima oleh masyarakat luas,” pungkasnya./ JOURNEY OF INDONESIA | Nuhaa


















